cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023)" : 15 Documents clear
METODE TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA NATALIS ANTONETHA KUSLULAT
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2029

Abstract

The success of a student's learning is influenced by many factors. These factors include models and learning methods. For this reason, it is necessary for a teacher to have the knowledge and skills to use learning models and methods. The learning models and methods used in the teaching and learning process sometimes also do not give good results in terms of learning outcomes even in learning motivation. This was experienced in learning activities in class XII MIA, which at that time was experiencing a pandemic crisis. so that learning in this case the number of students who are not full as a class is 36 students so that the results obtained are not optimal. For that we need a serious problem solving . This study aims to 1) improve learning outcomes 2) To find out empirically the effect of the application of peer speech methods on learning outcomes in Biology. The focus of this research is on the knowledge of transcription and translation processes in the process of protein synthesis. The research method used is experimental. The results of the analysis and hypothesis testing were obtained that there were differences in biology learning outcomes between learning outcomes before using the peer tutor method and after being taught the peer tutor metho ABSTRAKKeberhasilan belajar seorang siswa dipengaruhi oleh banyak factor. Factor tersebut antara lain model dan metode pembelajaran. Untuk itu perlu seorang guru untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan menggunakan model dan metode pmbelajaran. Model dan metode pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar terkadang juga tidak memberikan dampak hasil yang baik di lihat dari hasil belajar bahkan dalam motivasi pembelajaran. Hal ini dialami dlam kegiatan pembelajaran di kelas XII MIA yang pada saat itu sedang mengalami krisis pandemic. sehingga pembelajaran dalam hal ini jumlah peserta didik yang tidak penuh sebagai mana layaknya sebuah kelas yaitu 36 siswa sehingga hasil yang di diperoleh tidak maksimal. Untuk itu perlu adanya pemecaan masalah yang serius . Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan hasil belajar 2) Mengetahui secara empiris pengaruh penerapan metode tutur sebaya terhadap hasil belajar Biologi. Fokus peneitian pada pengetahuan proses transkripsi dan taranslasi pada proses sintesis protein. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. hasil analisis dan uji hipotesis diperoleh terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara hasil belajar sebelum digunakan metode tutor sebaya dan sesudah diajarkan metode tutor sebaya.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PERMAINAN KARTU KWARTED DALAM MENULIS TEXT RECOUNT DI KELAS X RPL 4 SMK1 1 KEPANJEN PUDYA OKTIANA RULI ANGGRAENI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2030

Abstract

Difficulties in learning English experienced by students in writing skills that require grammatical accuracy more than speaking skills. This is due to the monotonous learning activities that cause boredom and decreased motivation to learn in students. The problem with learning at the primary and secondary education levels is that there are still very theoretical and less varied learning patterns. Often class activities are carried out through the lecture method and followed by practice doing questions. Therefore students often feel bored and their learning motivation decreases. Students feel frustrated when they have to determine the correct verb form, there are even students who are unable to understand verb forms because in the learning process they are not allowed to discuss verb forms/tense. One of the linguistic competencies, becomes integral with other skills. In other words, this material is given at a glance, in fact the correct use of verb forms will support the achievement of discourse competence. ABSTRAKKesulitan belajar Bahasa Inggris yang dialami siswa dalam ketrampilan menulis yang memerlukan ketepatan tata bahasa melebih dari ketrampilan berbicara. Hal ini disebabkan karena kegiatan pembelajaran yang monoton sehingga menimbulkan rasa jenuh dan turunnya motivasi belajar pada siswa. Masalah dalam pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah masih ada pola pembelajaran yang sangat teoritis dan kurang bervariasi. Seringkali kegiatan dikelas melalui metode ceramah dan diikuti latihan mengerjakan soal. Oleh karena itu siswa sering merasa bosan dan motivasi belajarnya menurun. Siswa merasa frustasi ketika harus menentukan bentuk kata kerja yang benar, bahkan ada siswa yang tidak mampu memahami bentuk-bentuk kata kerja karena dalam proses pembelajaran tidak diperbolehkan membahas bentuk kata kerja/tense,. Salah satu kompetensi linguistik, menjadi integral bersama ketrampilan lainnya. Dengan kata lain materi ini diberikan secara sekilas saja, kenyataannya ketepatan penggunaan bentuk kata kerja akan mendukung tercapainya kompetensi wacana/discourse competence.
MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENGANALISIS STRUKTUR DAN KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK NUMBER HEAD TOGETHER WINNY SENIATI W
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2031

Abstract

The low reading motivation of grade 10 students refers to the poor learning outcomes of students. In addition, media and learning models that are not precise cause a lack of students' ability to analyze the structure and language of the text of the observation report. Therefore, teachers are required to carry out creative and innovative learning. The author applies a scientific approach with the Problem Based Learning learning model in learning to analyze the structure and language of editorial texts for 10th grade students at SMKN 7 Bandung. The learning process is carried out by applying the Numbered Head Together technique. Learning activities are designed according to the syntax of Problem Based Learning, focusing on the activeness of students, and problem oriented. This Problem Based Learning learning model improves students' reading skills and improves the ability to analyze the structure and language of the text of the observation report. This can be seen from the level of participation of students in asking and responding to group presentations that appear. By applying the Problem Based Learning learning model, students are given the opportunity to define sentences with definitions and descriptions of various objects. The results of these best practices can be concluded that the Problem Based Learning learning model can increase students' reading interest and can improve student learning outcomes in the learning process analyzing the structure and language of the text of the observation report. ABSTRAKRendahnya motivasi membaca peserta didik kelas 10, merujuk pada hasil belajar peserta didik yang kurang juga. Selain itu media dan model pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan kurangnya kemampuan peserta didik dalam menganalisis struktur dan kebahasaan teks laporan hasil observasi. Oleh karena itu, guru dituntut untuk melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Penulis menerapkan pedekatan saintifik dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada pembelajaran menganalisis struktur dan kebahaasaan teks editorial pada peserta didik kelas 10 di SMKN 7 Bandung. Proses pembelajaran yang dilakukan adalah dengan menerapkan teknik Numbered Head Together. Aktivitas pembelajaran dirancang sesuai dengan sintak Problem Based Learning, berfokus pada keaktifan peserta didik, dan berorientasi pada masalah. Model pembelajaran Problem Based Learning ini meningkatkan kemampuan membaca peserta didik dan meningkatkan kemampuan menganalisis struktur dan kebahasaan teks laporan hasil observasi. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi peserta didik dalam bertanya dan menanggapi presentasi kelompok yang tampil. Dengan menerakan model pembelajaran Problem Based Learning peserta didik diberi kesempatan untuk menentukan kalimat definisi dan deskripsi dari berbagai objek. Hasil best practies ini dapat disimpulkan bawa model pembelajaran Problem Based Learning ini dapat meningkatkan minat baca peserta didik dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks laporan hasil observasi.
KEMAMPUAN MENGHAFAL AYAT AL-QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN METODE CARD SORT DALAM PEMBELAJARAN QU’RAN HADIST ZAINAL ABIDIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2032

Abstract

The learning paradigm which is still teacher-centered has an impact on low student participation in participating in learning. One solution that can be applied is to apply an innovative learning model that stimulates students' interest in learning. This study aims to analyze the significance of increasing students' learning interest in learning Qur'an Hadith class VII-C odd semester MTsN 5 Jombang Academic Year 2021-2022 through the Sort Cards method. This research is a class action research with 30 research subjects. Data was collected through observation and tests. Data were analyzed using a quantitative descriptive analysis technique. The results showed that there was an increase in students' learning interest in the pre-cycle, is 16,66% of students who passed, increased in cycle I, is 70.00% and in the cycle achieved a significant increase, is 93.30%. The average score for student learning improvement in cycle I is 73.17 and the average score for student learning improvement in cycle II is 83.50. The significance of increasing students' interest in learning from cycle I to cycle II is 10.33 and could be classified in the very good category. Thus it can be concluded that the Short Cards-based Joyful Learning method can be used as an alternative method in learning because it can improve student learning in class VII-C MTsN 5 Jombang for the 2021-2022 Academic Year. ABSTRAKParadigma pembelajaran yang masih berpusat pada guru berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yang merangsang minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikasnsi peningkatan minat belajar siswa dalam pembelajaran Qur’an Hadits kelas VII-C semester ganjil MTsN 5 Jombang Tahun Pelajaran 2021-2022 melalui metode Card Sort. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak 30 orang. Data dikumpulkan melalui observasi dan test. Data dianalisis dengan menggunakan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa yang semula pada kondisi awal pra-siklus yaitu 16,66% siswa yang tuntas meningkat pada siklus I yaitu 70,00% dan pada siklus mencapai peningkatan yang signifikan yaitu 93,30%. Perolehan nilai rata-rata peningkatan belajar siswa pada siklus I yaitu 73,17 dan nilai rata-rata peningkatan belajar siswa pada siklus II sebesar 83,50. Signifikansi peningkatan minat belajar siswa dari siklus I ke siklus II adalah 10,33 dan dapat diklasifikasikan dalam kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Sort Cards dapat dijadikan metode alternatif dalam pembelajaran karena dapat meningkatkan belajar siswa kelas VII-C MTsN 5 Jombang Tahun Pelajaran 2021-2022.
PENERAPAN METODE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL BELAJAR IPS ANIK BIDAYATUL HIDAYAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2033

Abstract

Observations in class VIII-G MTsN 5 Jombang show that students' attention to the teacher is passive. When learning 25% of students in the class are relatively noisy, read books when the teacher is explaining, and talk alone with their peers. In discussion activities students lack concentration, do not immediately form groups and attention is focused on equipment. Student involvement in discussion is less visible, when questioning. Based on the description of the background of the research problem, the purpose of this research is to improve the quality of social studies learning outcomes in class VIII-G MTsN 5 Jombang in understanding the arrival of western nations to Indonesia through the implementation of the Jigsaw method of learning. The findings of this study indicate that in cycle I an average score of 75.2 was obtained and as many as 17 students (56.67%) had achieved mastery learning while 13 students (43.33%) had not achieved learning completeness. The average score of student activity reaches 2.55 which indicates an adequate category while the average score of teacher activity reaches 2.6 which is sufficient. Whereas in cycle II the student learning outcomes were obtained with an average score of 83.5 with learning completeness reaching 86.67% or as many as 26 students while 4 students (13.33%) did not achieve learning mastery scores. The average score of student activity reached 3.55 which was in the good category while the average score of teacher activity reached 3.5 which was in the good category. This study explains that there is an increase in the quality of student learning outcomes by using the Jigsaw method. The results showed that learning jigsaw could improve the quality of student learning outcomes in class VIII-G MTsN 5 Jombang, as evidenced by the results of the learning outcomes assessment score increasing from cycle I to cycle II. Besides that, this learning was able to increase the activeness of student learning, measured by the involvement of students in group discussions, which increased from cycle I to cycle II. It is suggested to teachers to use the jigsaw learning model to improve the quality of student learning outcomes in social studies learning, especially for teachers who have student characteristics and similar material. ABSTRAKHasil pengamatan di kelas VIII-G MTsN 5 Jombang menunjukkan bahwa perhatian siswa terhadap guru pasif. Ketika pembelajaran 25% siswa di kelas relatif gaduh, membaca buku ketika guru menerangkan, dan berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. Dalam kegiatan diskusi siswa kurang konsentrasi, tidak segera membentuk kelompok dan perhatian terpusat pada perlengkapannya. Keterlibatan siswa dalam diskusi kurang terlihat, ketika tanya jawab. Berdasarkan uraian latar masalah penelitian, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas hasil belajar IPS pada siswa kelas VIII-G MTsN 5 Jombang dalam memahami Kedatangan bangsa barat ke Indonesia melalui pelaksanaan pembelajaran metode Jigsaw. Dari hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 75,2 dan sebanyak 17 siswa (56,67 %) sudah mencapai ketuntasan belajar sedangkan 13 siswa (43,33 %) belum mencapai ketuntasan belajar. Skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 2,55 yang menunjukkan kategori cukup sedangkan skor rata-rata aktivitas guru mencapai 2,6 yang berkategori cukup. Sedangkan pada siklus II diperoleh hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata sebesar 83,5 dengan ketuntasan belajar mencapai 86,67 % atau sebanyak 26 siswa sedangkan 4 siswa ( 13,33 %) tidak mencapai nilai ketuntasan belajar. Skor rata-rata aktivitas siswa mencapai 3,55 yang menunjukkan berkategori baik sedangkan skor rata-rata aktivitas guru mencapai 3,5 yang berkategori baik. Penelitian ini menjelaskan bahwa adanya peningkatan kualitas hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa kelas VIII-G MTsN 5 Jombang, terbukti dengan hasil skor penilaian hasil belajar meningkat dari siklus I ke siklus II. Disamping itu pembelajaran ini ternyata dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa diukur dari keterlibatan siswa dalam diskusi kelompok meningkat dari siklus I ke siklus II. Disarankan kepada guru agar menggunakan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS, khususnya kepada guru yang memiliki karakteristik siswa dan materi sejenis.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERENANG GAYA DADA MELALUI TEKNIK LATIHAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS IX C DI MTs NEGERI 1 PURBALINGGA KINGKIN WIDIASIH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2034

Abstract

The purpose of this study was to improve the ability to swim breaststroke through guided practice techniques in the PJOK Subject of Breaststroke Swimming Material. The research method used was guided practice with research subjects being students of class 9C MTs Negeri I Purbalingga consisting of 24 students who received treatment. The implementation of this classroom action research was carried out in the odd semester of the 2019/2020 school year. The results obtained at the meeting become the end result of each cycle. The research was conducted in 2 cycles with 3 meetings in each cycle. If you look at the increase in learning outcomes in the form of performance from pre-cycle to cycle 1 and from cycle 1 to cycle 2, there is an increase in the percentage of completeness. In the pre-cycle there were students who did not complete 24 of the 37 students in class IXC. The incompleteness was caused by various problems, namely 2 students with depth phobia, 4 students who could not swim and 18 students who could not swim breaststroke. So from this background the research focused on 24 students who did not complete by being given treatment in the form of guided practice techniques. From the analysis obtained a significant increase from cycle 1 and cycle 2. The results of cycle 1 of 24 students who completed were 12 students or 50.0% with an average acquisition value of 65.83 and the category was sufficient. In cycle 2 there were 24 students who completed 19 or 79.19% and the average value was 73.75. As for those who have not completed, there are 5 students or 20.83%. These results indicate an increase from cycle 1 to cycle 2. Based on the results of the research, it was concluded that guided exercise techniques were effectively applied to improve learning outcomes in the form of swimming style practice in class IXC students at MTs Negeri 1 Purbalingga in the 2019/2020 academic year. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berenang gaya dada melalui teknik latihan terbimbing pada mata pelajaran PJOK Materi Renang Gaya Dada. Metode penelitian yang digunakan adalah latihan terbimbing dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas 9C MTs Negeri I Purbalingga yang terdiri dari siswa 24 peserta didik yang mendapat perlakuan. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Hasil yang diperoleh pada pertemuan menjadi hasil akhir dari setiap siklus. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tiap siklus 3 kali pertemuan. Jika dilihat kenaikan hasil belajar berupa unjuk kerja dari pra siklus ke siklus 1 dan dari siklus 1 ke siklus 2 terjadi kenaikan percentase ketuntasan. Pra siklus terdapat siswa yang tidak tuntas 24 siswa dari 37 siswa di kelas IXC. Ketidaktuntasan tersebut diakibatkan berbagai permasalahan yaitu 2 siswa phobia kedalaman, 4 siswa tidak dapat berenang dan 18 siswa tidak dapat berenang gaya dada. Maka dari latar belakang tersebut penelitian difokuskan pada 24 siswa yang tidak tuntas dengan diberikan perlakuan berupa teknik latihan terbimbing. Dari analisis diperoleh peningkatan yang signifikan dari siklus 1 dan siklus 2. Hasil siklus 1 dari 24 siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa atau 50,0% dengan nilai perolehan rata-rata 65,83 dan kategori cukup. Pada siklus 2 siswa berjumlah 24 yang tuntas berjumlah 19 atau 79,19% dan nilai rata-rata 73,75. Adapun yang belum tuntas berjumlah 5 siswa atau 20,83%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan jika teknik latihan terbimbingi efektif diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar berupa praktek renang gaya pada siswa kelas IXC MTs Negeri 1 Purbalingga Tahun ajaran 2019/2020.
PROSEDUR PENYUSUNAN TES BERBASIS HOTS PADA EMPAT KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB SIHABUDDIN SIHABUDDIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2035

Abstract

The main characteristic of a good test is validity. To obtain a valid test, moreover the test is used to measure higher-order thinking skills or what is commonly called HOTS, there are stages or procedures that must be passed. The procedures for preparing HOTS-based tests on the four Arabic language skills are: determining the basic competencies or objectives of administering the Arabic test, selecting test material including the components and skills of the Arabic language which are determined and which will be tested as well as the subject matter to be tested, making indicators or objectives specifically to be measured, preparing test grids, drafting questions (tests), reviewing tests, and finalizing test arrangements. ABSTRAKKarakteristik utama suatu tes yang baik adalah valid. Untuk memperoleh sebuah tes yang valid, apalagi tes tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) atau yang lazim disebut HOTS, maka ada tahapan atau prosedur yang harus dilalui. Adapun prosedur dalam penyusunan tes berbasis HOTS pada empat keterampilan berbahasa arab yaitu : menentukan kompetensi dasar atau tujuan penyelenggaraan tes bahasa arab, pemilihan materi tes meliputi komponen dan keterampilan berbahasa arab yang ditentukan dan yang akan diteskan serta pokok bahasan yang akan diteskan, membuat indikator atau tujuan khusus yang akan diukur, menyusun kisi-kisi tes, menyusun draft soal (tes), mereview tes, dan finalisasi penyusunan tes.
PERMAINAN LEMPAR KARET GELANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH IMAM MUHSIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2065

Abstract

Mathematics lessons are often considered difficult and boring by most students in various schools. Among the causes of this is monotonous, teacher-centered learning. To bridge this, learning breakthroughs are needed that make students happy, can get rid of boredom and at the same time can convey the content of the lesson well. Among the many lessons that can eliminate student boredom is learning with game inserts. Many games can be played in learning mathematics. Of the many games, which the authors adopted in this study was a rubber band game that could make students memorize basic multiplication, namely multiplication numbers 1 to 10. The results of this study illustrate that this learning model can improve student learning outcomes in terms of learning completeness. The pre-cycle completeness was 20.8%, and in the first cycle it increased to 54.17%. In the second cycle, learning completeness reached 91.67%. ABSTRAKPelajaran matematika sering kali dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian besar murid di berbagai sekolah. Diantara penyebab hal tersebut adalah pembelajaran yang monoton, berpusat pada guru. Untuk menjembatani hal ini perlu terobosan pembelajaran yang membuat siswa gembira, bisa membuang kejenuhan dan sekaligus bisa menyampaikan isi pelajaran dengan baik. Diantara banyak pembelajaran yang bisa menghilangkan kejenuhan siswa adalah pembelajaran dengan sisipan permainan. Banyak permainan yang bisa dimainkan dalam pembelajaran matematika. Dari banyak permainan tersebut, yang penulis angkat dalam penelitian ini adalah permainan karet gelang yang bisa membuat siswa hafal perkalian dasar , yakni perkalian angka 1 sampai dengan 10.             Hasil Penelitian ini menggambarkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari ketuntasan belajarnya. Ketuntasan pra siklus adalah 20.8%, dan pada siklus pertama meningkat menjadi 54.17 %. Pada siklus yang kedua ketuntasan belajar mencapai 91,67 %.
PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM MEMANFAATKAN OBJEK LINGKUNGAN SEKITAR PADA MENGGAMBAR MOTIF RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA MARDIANTO MARDIANTO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2066

Abstract

This study aims to determine the results of student work, namely Creativity exploring flora and fauna objects in drawing floral and fauna decorative motifs. The informants in this study were students of class XI MIPA at SMA Negeri 16 Jakarta. The learning model used is Problem Based Learning (PBL) in cycle I and Project Based Learning (PjBL) in cycle II, and the method used is the method used is the STAR method (Situation, Challenge, Action, Reflection on results and impact) . The data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Based on the results of the study, it shows that the teacher's role in increasing the creativity of drawing decorative motifs for students at SMA Negeri 16 Jakarta, namely 1) preparing learning media according to the materials and materials to be taught, 2) using models and teaching techniques in providing space for students in ask questions, discuss and explore the material being studied, 3) create a fun learning atmosphere by using interesting TPACK in accordance with the learning material, 4) provide inspiration to students by giving praise for the work they make, 5) provide positive examples in the form of discipline, friendliness , assertiveness and a responsible attitude towards the tasks given. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil karya siswa yaitu Kreativitas mengeksplorasi objek flora dan fauna dalam menggambar motif ragam hias flora dan fauna, Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 16 Jakarta. Model pembelajaran yang di gunakan adalah Problem Based Learning ( PBL ) pada siklus I dan Projek Based Learning ( PjBL ) pada siklus II, serta metode yang digunakan adalah Metode yang di gunakan adalah metode STAR ( Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi hasil dan dampak ). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru dalam meningkatkan kreativitas menggambar motif ragam hias siswa di SMA Negeri 16 Jakarta, yaitu 1) menyiapkan media pembelajaran sesuai dengan bahan dan materi yang akan di ajarkan, 2) menggunakan model dan teknik pengajaran dalam memberikan ruang pada siswa dalam bertanya, berdiskusi dan mengeksplorasi materi yang di pelajari, 3) menciptakana suasana pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan TPACK yang menarik sesuai dengan materi pembelajaran, 4) Memberikan inspirasi kepada siswa dengan memberikan pujian atas karya yang dibuatnya, 5) memberikan contoh positif berupa kedisiplinan, keramahan, ketegasan dan sikap bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
ANALISIS GAYA BELAJAR SISWA UNTUK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR DEWI NIKMATUL LATIFAH
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v3i1.2067

Abstract

The application of the independent curriculum itself creates the concept of independent learning for students. As a response to the implementation of the independent curriculum, namely the implementation of differentiated learning which is carried out based on learning style mapping. This study aimed to describe the types of student learning styles and the use of data about styles of learning in differentiated learning. This study uses a descriptive qualitative through observation, interviews, and questionnaires. The data analysis technique uses the Miles & Huberman model which consists of reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the learning styles of class V B students at SDN Purwoyoso 04 Kota Semarang were 52% visual, 29% auditory, and 19% kinesthetic. This means that most students can easily learn and understand a discussion by reading or observing visual objects. Through the application of differentiated learning, students will be facilitated in their learning process through learning activities that are varied and in accordance with their learning styles. ABSTRAKPenerapan kurikulum merdeka menciptakan adanya konsep merdeka belajar bagi siswa. Sebagai respon dari penerapan kurikulum merdeka yakni diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan berdasarkan pemetaan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya belajar siswa dan pemanfaatan data tentang gaya belajar pada pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini berupa kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang terdiri dari mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa kelas V B SDN Purwoyoso 04 Kota Semarang berupa visual 52%, auditori 29%, dan kinestetik 19%. Hal ini berarti sebagian besar siswa dapat dengan mudah mempelajari dan mengerti suatu pembahasan dengan membaca atau mengamati objek visual. Melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi, siswa akan difasilitasi proses belajarnya melalui kegiatan pembelajaran yang variatif dan sesuai dengan gaya belajarnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15