cover
Contact Name
Doni Ferdiansyah
Contact Email
agrosains@uim.ac.id
Phone
+6287866101838
Journal Mail Official
doni.ferdiansyah.df@gmail.com
Editorial Address
Jl. Miftahul Ulum Islamic Boarding School Bettet Pamekasan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif
ISSN : 24076287     EISSN : 25984179     DOI : https://doi.org/10.31102/agrosains.v5i2
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif OF AGROSAINS: Creative and Innovative Works are Electronic and Print Journals. This journal publishes scientific articles both from research results and innovations from upstream to downstream in various fields of science including: Agrotechnology Agribusiness Agribusiness Fisheries.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2018): Desember" : 3 Documents clear
Strategi Pengembangan Agribisnis Durian Sebagai Komoditas Unggulan Madura Lia Kristiana
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 5 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2018.5.2.71-81

Abstract

Kecamatan Pegantenan merupakan salah satu Kecamatan dari 13 Kecamatan di Kabupten Pamekasan. Kec. Pegantenan mengembangkan tanaman durian selain tanaman padi, jagung, tembakau alpukat dan rambutan. Jumlah tanaman durian terbanyak yakni 16.950 tanaman dengan produksi 5.400 kwintal/tahun. Permasalahan yang menjadi pokok utama penelitian ini adalah faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan agribisnis durian dan bagaimana Prioritas strategi pengembangan agribisnis durian di Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan hasil Identifikasi Faktor-Faktor Agribisnis Durian yaitu Subsistem penyedia sarana produksi, Subsistem usahatani, Subsistem Pengolahan, Subsistem Pemasan dan subsistem penunjang menunjukkan bahwa seluruh kriteria mendapat nilai bobot skoring ≥ 48. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kriteria dan subkriteria dapat diterima dan digunakan sebagai faktor yang berpengaruh dalam pengembangan agribisnis durian. Strategi Pengembangan Agribisnis berdasarkan hasil pembobotan yaitu Subsistem usahatani (0,277), Subsistem sarana produksi pertanian (0,242), Subsistem Pemasaran (0,236), Subsistem agroindustri (0,161) dan subsistem sarana penunjang (0,084). Sedangkan Instansi yang memiliki prioritas utama yaitu bappeda (0,279), Dinas perdagangan (0,221), Dinas koperasi (0,181), Dinas Pertanian (0,130), Perguruan Tinggi (0,103) dan swasta (0,085).
Uji Daya Tembus Akar Menggunakan Lapisan Lilin Pada Padi Lokal dan Non Lokal Di Kabupaten Merauke Nurhening Yuni Ekowati
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 5 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2018.5.2.82-90

Abstract

Padi merupakan komoditas pertanian di Indonesia. Sumber plasma nutfah padi memerlukan perhatian yang serius untuk menjaga karakter-karakter unggul padi yang tahan terhadap cekaman biotik maupun abiotik. Cekaman air merupakan faktor pembatas utama yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi ketahanan tanaman padi lokal dan non lokal di Kabupaten Merauke menggunakan uji daya tembus akar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Oktober 2018 di Screen house Laboratorium Agroteknologi Universitas Musamus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan lapisan lilin untuk mensimulasi tingkat kekerasan akar. Lapisan lilin dibuat dari campuran parafin dan vaselin dengan rasio 20/80, 40/60, 60/40, dan 80/20. Penelitian ini menggunakan 2 padi lokal yaitu Cempo Ireng dan Palenok, dan 2 padi varietas unggul yaitu Inpago 10 dan IR 64. Benih padi ditumbuhkan di dalam pralon PVC dengan tinggi 15 cm yang berisi media tanam berupa campuran tanah dan kompos. Pada bagian bawah pralon ditempel dengan lapisan lilin dengan tingkat kekerasan yang telah ditentukan. Tanaman disiram hingga umur 21 HST, selanjutnya dibiarkan tanpa pengairan sampai umur 45 HST. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa padi lokal Cempo Laut memiliki daya tembus akar yang paling kuat pada rasio parafin/vaselin 60/40, kemudian Inpago 10, IR 64, dan Palenok. Padi Cempo laut menunjukkan kemampuan daya tembus akar yang paling baik, serta memiliki karakter yang paling baik pada parameter jumlah dan panjang akar yang menembus lapisan lilin, jumlah total akar, berat kering akar, berat kering tajuk, serta tingkat ketebalan akar. Kata kunci : lapisan lilin, padi lokal, daya tembus akar, cekaman kekeringan
In INDUKSI KALUS EMBRIOGENIK TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI 2,4D DAN BAP SECARA IN VITRO riski busaifi
JURNAL AGROSAINS : Karya Kreatif dan Inovatif Vol 5 No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/agrosains.2018.5.2.91-102

Abstract

ABSTRAK Untuk mendukung program pemerintah tentang produksi tujuh komoditas Strategi Nasional yakni beras, jagung, kedelai, daging sapi, bawang merah, cabai merah, dan gula pasir. Perbanyakan tanaman tebu dalam jumlah banyak secara cepat dapat dilakukan dengan menggunakan metode perbanyakan melalui induksi kalus. Induksi kalus memiliki presentase hasil yang lebih tinggi dan sangat dipengaruhi keberhasilannya oleh pembentukan kalus embriogenik. Zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan faktor yang paling mempengaruhi perkembangan kalus embriogenik menjadi embrio somatik. Kombinasi antara Auksin dan Sitokinin mempunyai peran penting untuk menginduksi kalus dimana 2,4 D dan BAP merupakan merupakan kombinasi yang digunakan dalam perbanyakan tanaman secara in-vitro. Tujuan dari penellitian ini adalah untuk menemukan metode in vitro yang cepat untuk tebu melalui induksi kalus embriogenik. Eksplan yang digunakan dari gulungan daun muda diisolasi dari tanaman tebu yang sehat berasal dari lapang kemudian ditumbuhkan pada media MS dengan kombinasi 2,4-D (0, 2, 4, dan 6 ppm) dan BAP (1, 2, dan 3 ppm) untuk menginduksi kalus embriogenik. Variabel yang diamati meliputi saat pelengkungan daun (hari), persentase saat pelengkungan daun, saat pembengkakan (hari), persentase saat pembengkakan, serta Tampilan fisik kalus seperti warna dan strukturnya. Luaran penelitian ini dapat berupa publikasi ilmiah pada jurnal lokal dan bahan ajar untuk pembelajaran pada mata kuliah Kultur Jaringan Tanaman. ABSTRACT To support the government's program on the production of seven National Strategy commodities, namely rice, corn, soybeans, beef, shallots, red chili, and granulated sugar. Multiplication of sugar cane in large quantities quickly can be done using the method of propagation through callus induction. Callus induction has a higher yield percentage and is strongly influenced by its success by embryogenic callus formation. Growth regulating substances (ZPT) are the factors that most influence the development of embryogenic callus into somatic embryos. The combination of Auxin and Cytokinin has an important role to induce callus where 2,4 D and BAP is a combination used in in vitro plant propagation. The purpose of this research is to find a fast-in vitro method for sugarcane through the induction of embryogenic callus. Explants used from young leaf rolls isolated from healthy sugarcane plants from the field were then grown on MS media with a combination of 2,4-D (0, 2, 4, and 6 ppm) and BAP (1, 2, and 3 ppm) to induce embryogenic callus. Variables observed included leaf curvature (days), percentage of leaf curvature, swelling (days), percentage of swelling, and physical appearance of callus such as color and structure. The output of this study can be in the form of scientific publications in local journals and teaching materials for learning in Plant Tissue Culture courses.

Page 1 of 1 | Total Record : 3