cover
Contact Name
Suhartatik
Contact Email
suhartatik@stkippgrisumenep.ac.id
Phone
+628175218828
Journal Mail Official
suhartatik@stkippgrisumenep.ac.id
Editorial Address
Jalan Trunojoyo Gedungan Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 2686276X     DOI : https://doi.org/10.36379/estetika
Core Subject : Education, Social,
ESTETIKA : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah jurnal program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun (September dan Maret) oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Indonesia (STKIP PGRI Sumenep). Jurnal ini memuat tulisan-tulisan hasil penelitian, tentang kajian linguistik (linguistik), sastra, pembelajaran bahasa dan sastra, kajian aplikasi teori, gagasan konseptual, kajian khazanah bahasa dan sastra Madura serta tulisan-tulisan dalam ranah makrolinguistik berbasis inovasi. penelitian dan Pengembangan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Variasi Bentuk Leksikal Bahasa Madura Ranah Nelayan di Kabupaten Sumenep Suhartati Suhartati; Moh. Fauzi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v1i1.1

Abstract

Bahasa Madura saat ini mulai mengalami kemunduran karena ditinggalkan oleh penuturnya. Bahasa Madura merupakan bahasa daerah yang berperan penting dalam melindungi bahasa Indonesia dari serangan bahasa asing. Untuk itu perlu adanya kesadaran dari semua pihak utamanya dari masyarakat Madura sendiri untuk tetap mengembangkan dan mempertahankan bahasa Madura dari kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk variasi leksikal bahasa Madura pada masyarakat nelayan di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Penelitian ini difokuskan pada komunikasi sehari-hari yang biasa dipakai oleh masyarakat nelayan di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang ditinjau dari kajian Morfologi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi bentuk leksikal yang berupa kata dasar bersinonimi, seperti; aѐng ondhur = aѐng sorot, dan berupa kata turunan, seperti; bi’-rombi’ (alat penangkap kepiting) yang mengalami reduplikasi suku akhir. Dengan adanya penelitian variasi leksikal bahasa Madura ranah nelayan ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan sekaligus melestarikan bahasa Madura khususnya di Kabupaten Sumenep.
Aspek Humor dalam Ludruk Madura Rukun Karya Episode “Ta’ Sak Ngasak” dalam Perspektif Pragmatik Desi Puspita
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek tindak tutur, praanggapan, dan implikatur percakapan yang terdapat pada Ludruk Madura Rukun Karya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan pragmatis, artinya data dianalisis dengan menguraikan makna pragmatis dalam satuan kebahasaan. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar; teknik pilah unsur penentu dan teknik lanjutan; teknik simak bebas libat cakap (SBLC).Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Tindak tutur yang terdapat dalam ludruk adalah proses penciptaan humor para aktor diwajibkan untuk spontan dalam memberikan penampilan yang lucu, sehingga para penonton merasa terhibur saat ada hal yang tidak lazim di dengar. (2) Praanggapan yang terdapat dalam ludruk adalah mengira-ngira maksud yang ingin disampaikan oleh para aktor lawakan tersebut, karena dalam setiap pementasan para aktor lawakan akan memberikan kritikan dan nasehat secara tidak langsung. (3) Implikatur percakapan yang terdapat dalam ludruk adalah bagaimana reaksi penonton saat mendengar kata-kata yang tidak lazim atau nyeleneh yang terselip dalam setiap percakapan yang dilakukan antar para aktor. Respon penonton biasanya akan tertawa saat mendengarkan percakapan tersebut. Aspek verbal tersebut didukung oleh aspek nonverbal yang semakin membuat penonton ingin tertawa
Afiksasi Bahasa Madura Dialek Sumenep Tingkat Tutur Rendah Dianul Muslimah; E.A.A. Nurhayati; Suhartatik Suhartatik
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiksasi bahasa Madura dialek Sumenep pada tingkat tutur rendah. Adapun metode yang digunakan adalah metode agih yaitu metode analisis data yang alat penentunya bagian dari bahasa itu sendiri. Subjek dari penelitian ini yaitu kosakata bahasa Madura yang mengalami afiksasi, data utama diperoleh melalui study pustaka berupa buku paramasastra Madura, majalah jokotole, malatè sato’or dan tuturan sehari-hari masyarakat Madura khususnya dialek Sumenep, sedangkan data pendukung diperoleh dari skripsi penelitian sebelumnya. Hasil penelitian ini yaitu afiksasi bahasa Madura dialek Sumenep yang meliputi bentuk, fungsi dan makna. Prefiks terdapat tujuh macam yakni prefiks {a-}, {e-}, {ta-}, {ka- },{sa-}, {pa-}, dan {pe-}. Infiks terdapat empat macam yakni {-al-}, {-ar}, {-en}, {-om}. Sufiks terdapat tujuh macam yakni sufiks {-e}, {-a}, {-an}, {-en}, {-na}, {-ana}, dan {-aghi}. Konfiks terdapat dua belas macam yakni konfiks {ka-an}, {ka-na}, {ka-e}, {ka-en }, {ka-aghi}, {pa-an}, {sa-na}, {sa-an}, {a-an}, {a-aghi}, {e-aghi}, dan {pa-aghi}. Fungsi afiks adalah mengubah kelas kata menjadi kelas kata lainnya, dan makna afiks akan terbentuk sesuai dengan bentuk dasar yang melekatinya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat hasil temuan baru pada konfiks {a-aghi}, {e-aghi}, dan {pa-aghi}. Hal ini terbutki bahwa adanya konfiks tersebut dalam hasil penelitian pustaka atau tuturan sehari-hari yang diperoleh dari penutur bahasa Madura dialek Sumenep.
Sistem Sapaan dalam Komunitas Etnik Timur Tengah di Kabupaten Sumenep Nurul Hikmawati; Suhartatik Suhartatik; Moh. Suhaidi
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v1i1.4

Abstract

Sistem sapaan merupakan kata yang digunakan untuk memanggil anggota keluarga maupun menarik perhatian mitra tutur. Sistem sapaan yang digunakan dalam setiap keluarga berbeda-beda. Hal ini juga terjadi pada keluarga etnik yang terdapat di Indonesia termasuk etnik asing. Salah satu etnik asing yang memiliki ciri khas dalam penggunaan sapaan dalam keluarga yaitu etnik Timur Tengah di Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk sapaan yang digunakan keluarga etnik Timur Tengah yang ada di Kabupaten Sumenep khususnya, sapaan yang digunakan oleh keluarga keturunan Arab dan keluarga keturunan Pakistan. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dan penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, karena objek atau sumber data utama merupakan tuturan etnik Timur Tengah. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik diantaranya, teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik rekam, dan teknik catat. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data menggungakan teknik tringulasi dari Moleong (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi; (3) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu; (4) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Hasil penelitian memaparkan bahwa sistem sapaan yang digunakan dalam setiap keluarga etnik Timur Tengah berbeda-beda, seperti kata sapaan yang digunakan untuk memanggil orang tua kandung laki-laki, terdapat beberapa sapaan yang bisa digunakan yaitu, Abi, Aba, Abah, Abba, Abbu, Buya, dst.
Kesantunan Berbahasa Indonesia Guru Dan Siswa Madrasah Diniyah Al-Akbar Bungbungan Bluto Sumenep (Dalam Perspektif Pragmatik) Siti Arifah
ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/estetika.v1i1.5

Abstract

Kesantunan tuturan imperatif merupakan kesantunan tuturan yang berupa perintah dari penutur kepada mitra tutur untuk melakukan sesuatu sesuai dengan perintah penutur. Dalam ilmu pragmatik terdapat tujuh belas wujud kesantunan pragmatik imperatif dari ketujuh belas wujud tersebut dalam penelitian ini hanya ditemukan enam wujud kesantunan pragmatik imperatif yaitu wujud kesantunan pragmatik imperatif yang mengandung makna permintaan, suruhan, ajakan, permintaan izin, larangan, dan pemberian ucapan selamat. Tuturan tersebut merupakan tuturan antara guru dan siswa yang dianalisis dari kesantunan tuturan imperatif bahasa Indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 5