cover
Contact Name
Muhammad Natsir Kholis
Contact Email
ojsumb101016@gmail.com
Phone
+6282382141222
Journal Mail Official
jurnalsemah@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan Universitas Muara Bungo, kampus I, Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo, Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Semah : Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Peraira
ISSN : -     EISSN : 25800736     DOI : 10.36355
Jurnal Pengelolaan Pengelolaan Sumberdaya Perairan mencakup kajian Ekonomi Perikanan, Budidaya Perikanan dan Pemasaran Hasil Peikanan, Kajian Konservasi sumberdaya Perairan, Reservat, Kearifan Lokal Lubuk Laranagan, Kawasan Konservasi Perairan, Bioekologi Perairan, Kajian Pengolahan Hasil Perikanan, Mutu Produk Perikanan, Kajian Exploitasi Perikanan, Alat tangkap Ramah lingkungan, Kontruksi alat tangkap dan hasil Tangkap
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Desember 2018" : 8 Documents clear
STUDI TINGKAT PENDAPATAN PELAKU UTAMA PERIKANAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI DAM BETUK KECAMATAN TABIR LINTAS KABUPATEN MERANGIN Noven Meristu Wijaya; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.209

Abstract

Dam betuk merupakan salah satu wilayah perairan yang memiliki peranan penting didalam sektor pertanian maupun perikanan di Kecamatan Tabir Lintas. Dam betuk merupakan bendungan/waduk yang pada awalnya digunakan untuk kegiatan pertanian yang di bangun pada tahun 1981. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya Dam betuk dimanfaatkan untuk kegitan perikanan yaitu berupa keramba jaring apung (KJA).Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pendapatan pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA) di Dam Betuk Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin. Analisis yang digunakan adalah dengan analisis NPV,B/C, IRR dan surplus produsen.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode survey dan wawancara langsung kelokasi penelitian, serta pengambilan sampel dengan metode purposive sampling.Hasil analisis usaha Usaha keramba jaring apung (KJA) di Dam Betuk merupakan usaha yang layak untuk diusahakan setelah dilakukan analisis biaya dan manfaat terhadap usaha tersebut dengan nilai NPV sebesar Rp 10.936.524, nilai B/C rasio sebesar 2,24 , nilai IRR sebesar 31,69 % ,  BEP sebesar Rp. 195.757.600 dengan pendapatan persiklus Rp. 2.984.020. Kata kunci : Keramba Jaring Apung (KJA), analisa usaha, tingkat pendapatan
ANALISA PROKSIMAT DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK IKAN LELE (Clarias sp) TERHADAP STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) DI KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Hari Cahyono; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.205

Abstract

Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang disukai oleh masyarakat, Sebagai sumber protein, padapengolahan kerupuk biasanya ditambahkan bahan daging ikan dan dikenal sebagai kerupuk ikan.Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai proksimat dan nilai organoleptik kerupuk ikan lele (Clarias sp). Analisa proksimat dilakukan untuk mengetahui komponen utama dari suatu bahan. Untuk pengujian dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar abu tak larut dalam asam dan kadar protein. Sedangkan analisa organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses penginderaan manusia untuk menilai tingkatan mutu menggunakan lembar penilaian sensori berdasarkan kenampakan, bau, rasa (matang), tekstur dan jamur.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei langsung ke lokasi pembuatan kerupuk ikan lele (Clarias sp), kemudian hasil analisa proksimat dan organoleptik disajikan dalam bentuk tabel dan diinterpretasikan dalam bentuk grafik.Hasil uji proksimat yang dilakukan sebanyak dua kali yakni pengujian pertama (minggu pertama) dan pengujian kedua (minggu ketiga) menghasilkan nilai proksimat kerupuk ikan lele (Clarias sp) yang berbeda dan mengalami peningkatan. Pada pengujian minggu pertama memiliki nilai kadar air 7,2829 % kadar abu tak larut dalam asam 4,4383 % dan kadar protein 3,0000 %, sedangkan pada pengujian kedua memiliki nilai kadar air 8,6099 % kadar abu tak larut dalam asam 4,9140 % dan kadar protein 3,8629 %.Hasil akhir uji organoleptik kerupuk ikan lele (Clarias sp) dengan nilai kenampakan 6,0 bau 7,0 rasa (matang) 7,0 tekstur 7,0 dan jamur 9,0. Kata kunci : Uji Proksimat, Uji Organoleptik, Kerupuk Ikan Lele (Clarias sp)
STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN DAM BETUK KABUPATEN MERANGIN Setiyati Rahayu; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.210

Abstract

Partisipasi sebagai suatu konsep dalam pengembangan masyarakat, digunakan secara umum dan luas. Partisipasi Masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentifikasi masalah dan potensi yang ada di masyarakat,pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah,serta keterlibatan masyarakat dalam mengevaluasi perubahan. Permasalahan utama dalam rangka pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Dam Betuk dalam pengembanganya mengalami hambatan baik internal maupun eksternal. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah : Untuk Mengetahui Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Dam Betuk di Kabupaten Merangin .Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan wawancara. Kemudian menggunakan Analisis SWOT berkaitan dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Dam Betuk Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin. Dengan menilai setiap faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Tiga Desa/Stasiun yang berada di kawasan Perairan Dam Betuk terhadap keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Perairan Dam Betuk yang melibatkan 98 Responden pada kategori Tinggi. dengan nilai 5469 (55,8%)Berdasarkan uraian Analsis SWOT dapat dijelaskan bahwa terdapat 4 (Empat) alternatif strategi yang merupakan hasil Analisis SWOT, pendekatan terhadap masyarakat Pengelola,masyarakat umum dan pemangku kepentingan menjadi alternatif strategi utama untuk meningkatkan pengelolaan Organisasi Pembudidaya ikan di Keramba Jaring Apung KJA, agar maju dan berkembang, serta mandiri dan berkesinambungan.Kata Kunci : Pengelolaan Keramba Jaring Apung di Kabupaten Merangin
SISTEM PENGELOLAAN LUBUK LARANGAN SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL DI SUNGAI BATANG TEBO KABUPATEN BUNGO PROVINSI JAMBI Merry Handayani; Djunaidi Djunaidi; Rini Hertati
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.206

Abstract

Lubuk Larangan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang merupakan salah satu warisan budaya yang ada di masyarakat (tradisional) dan secara turun-menurun dilaksanakan oleh Masyarakat yang bersangkutan. Kearifan lokal tersebut umumnya berisi ajaran untuk memelihara dan memanfaatkan sumberdaya alam (hutan, tanah, dan air) secara berkelanjutan.          penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan lubuk larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Perairan Sungai Batang Tebo, Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.          Metode penelitian yang di gunakan adalah porposive sampling yaitu penentuan stasiun penelitian sesuai dengan tujuan penelitian, survey dan wawancara langsung kepada Masyarakat yang terlibat di dalam proses Sistem Pengelolaan Lubuk Larangan sebagai bentuk kearifan lokal di Perairan Sungai Batang Tebo Kabupaten Bungo.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan,  bahwa sistem pengelolaan lubuk larangan di :       Dusun Tanah Tumbuh Kecamatan Tanah Tumbuh sudah menggunakan  sistem pengelolaan yang sesuai dengan kearifan lokal baik dari sistem perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.        Sistem pengelolaan  lubuk larangan Dusun Tuo Lubuk Mengkuang dan Dusun Muara Tebo Pandak  Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang belum terkelola secara baik hal ini dibuktikan tidak adanya sistem pengawasan terhadap lubuk larangan. Kata Kunci : Sistem Penegelolaan, Lubuk Larangan, kearifan lokal dan konservasi. 
PRIORITAS PENGELOLAAN USAHA PENANGKAPAN IKAN KURAU DI PAMBANG PESISIR KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Muhammad Natsir Kholis; Ronny I Wahju; Mustaruddin Mustaruddin
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.236

Abstract

Penurunan produksi ikan kurau dari tahun ke tahun menimbulkan banyak permasalahan bagi nelayan Pambang Pesisir, terutama masalah konflik sosial yang sering terjadi beberapa tahun ini.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Prioritas strategipengelolaan usaha penangkapan ikan kurau kedepan, agar terciptanya pengelolaan usaha penangkapan ikan kurau berkelanjutan.Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016 di Pambang Pesisir Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau dengan metode survei. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis hirarki proses (AHP). Hasil analisis menunjukkan strategi pengelolaan usaha penangkapan ikan kurau lebih diarahkan ke strategi konservasi (KONSERV) sebagai prioritas pertama dengan nilai sebesar (0,328), diikuti prioritas keduabantuan operasional (BOP) sebesar (0,245), prioritas ketiga penyuluhan dan pembinaan (PDP) sebesar (0,242) dan prioritas keempat kredit usaha rakyat (KUR) sebesar (0,184) dengan inconsistency terpercaya 0,04. Kata Kunci: Ikan kurau, Analisis hirarki proses, Konservasi, Pambang Pesisir
STUDI IDENTIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN DAM BETUK KECAMATAN TABIR LINTAS KABUPATEN MERANGIN Kasmawati Kasmawati; Rini Hertati; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.207

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman jenis ikan di DAM Betuk merupakan sebuah upaya untuk menunjang kepentingan pelestarian jenis ikan dan sebagai salah satu imformasi awal pertimbangan dalam kebijakan pengelolaan kawasan karena masih terbatasnya data base mengenai jenis ikan yang terdapat di DAM Betuk.. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan keanekaragaman jenis ikan yang tertangkap di Perairan Dam Betuk Desa Tambang Baru Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin.Metode   penelitian   yang   digunakan  Metode Survei dan eksperimen dengan melakukan Penangkapan Ikan dengan menggunakan 3 jenis alat tangkap di antaranya, Jala Tebar,Bubu, dan Pancing  kemudian Ikan yang didapatkan diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan pada buku acuan Saanin (1984) Jilid I dan II Setelah di identifikasi sampel ikan di foto.Berdasarkan  Dari Hasil Penelitian Jenis –jenis ikan yang tertangkap di sungai Perairan Dam Betuk antara lain: Ikan Gabus (Channa gachua), Nalis, (Labio barbus lineatus), Kepyur (Barbodes lateristiga), Puyu (Anabas testudineus), Masai (Mystacoleucus marginatus), Puyou (Osteochilus waandersii) Baung (Hemibagrus sp), Tilam (macrognatus culatus).Indeks keanekaragaman jenis ikan pada masing-masing stasiun yakni :Stasiun I Satu Kilo meter (Km) dari Bendungan Dam Betuk kearah hulu Perairan Dam Betuk sebesar 1.18 Stasiun II di Pertengahan Perairan Dam Betuk sebesasar 1.64 Stasiun III di area Bendungan Dam Betuk sebesar 1.74 yang berarti tingkat Keanekaragaman (Hi) jenis Ikan di Perairan Dam Betuk  masuk dalam kategori Sedang.  Kata Kunci  : Eksperimen,  Identifikasi Ikan, Keanekaragaman Ika,n Dam Betuk
PENGARUH HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BUBU DASAR DENGAN MENGGUNAKAN UMPAN YANG BERBEDA DI SUNGAI TEMBESI KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI Meiki Jeksen; Syafrialdi Syafrialdi; Djunaidi Djunaidi
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.208

Abstract

Sungai Tembesi adalah Sungai yang terdapat di Kecamatan Jangkat, disepanjang aliran Sungai Tembesi terdapat aktivitas masyarakat seperti pemukiman penduduk, persawahan dan areal perkebunan, selain itu Sungai Tembesi merupakan salah satu sarana penerangan melalui pembangkit listrik tenaga air dan juga dimanfaatkan oleh masyarakat petani nelayan untuk usaha atau aktivitas penangkapan ikan. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan sebagai alat penangkapan di Sungai Tembesi adalah Bubu dasar. Keberhasilan penangkapan menggunakan bubu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah umpan.Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin Provinsi Jambi yang di mulai dari tanggal 03 Oktober 2018 sampai 21 Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis umpan berbeda terhadap jenis ikan yang tertangkap, jenis umpan yang paling disukai oleh ikan serta untuk mengetahui jenis hasil tangkapan dengan menggunakan umpan yang berbeda pada alat tangkap bubu dasar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lansung ke lapangan dan metode penentuan stasiun sampel dilakukan dengan cara Purpoisive sampling sedangkan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 Kelompok dan 3 perlakuan umpan yang berbeda yaitu dedak halus, jagung dan ubi. Parameter yang diamati adalah  pengaruh perbedaan umpan terhadap jumlah total ikan (ekor) dan berat total ikan (gram) hasil tangkapan serta jenis ikan yang tertangkap di Sungai Tembesi dengan alat tangkap bubu dasar yang  dioperasikan sebanyak 3 unit.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap berat total (gram) ikan dan jumlah total (ekor) ikan yang tertangkap bubu dasar di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin (F hitung > F tabel) dan dedak halus merupakan umpan yang disukai ikan yang tertangkap dengan menggunakanan alat tangkap bubu dasar di Sungai Tembesi Kabupaten Merangin. Hasil tangkapan menggunakan bubu dengan umpan yang berbeda menghasilkan sebanyak 3 jenis ikan yaitu Semah, Pareh dan Seluang Kata Kunci : Umpan, Dedak Halus, Bubu Dasar dan Hasil Tangkapan
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI SEKITAR BACAN DAN OBI, HALMAHERA SELATAN Deni Sarianto
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 2, No 3: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v2i3.239

Abstract

Perairan Halmahera selatan telah lama menjadi pusat penangkapan ikan cakalang. Penentuan daerah penangkapan ikan dapat diperkirakan dari kondisi perairan yang merupakan habitat hidup. Klorofil-a  dan suhu permukaan laut (SPL)  merupakan parameter oseanografi yang penting untuk mengetahui keberadaan ikan cakalang dan mempermudah dalam menganalisis daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran ikan cakalang yang tertangkap dan menentukan sebaran klorofil-a serta SPL di perairan Bacan dan Obi. Hasil penelitian menunjukkan Hasil tangkapan cakalang di dominasi pada ikan ukuran layak tangkap pada golongan dua dan tiga dengan persentase 48% dan 23% sedangkan ikan tidak layak tangkap atau berukuran kurang dari 43cm dengan presentase 28%. Sebaran Klorofil-a di perairan Bacan dan Obi pada bulan Mei berkisar 0,163 – 0,652 mg/m3 sedangkan klorofil-a pada bulan Juni berkisaran 0,142 – 0,575 mg/m3. Sebaran SPL pada bulan Mei berkisaran 27,65 – 32,31 oC sedangkan  SPL  pada bulan Juni berkisaran  27,65 – 31,58 oC. Musim Peparlihan  barat-timur dan musim timur tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil tangkapan , tetapi daerah front memberikan pengaruh yang besar terhadap penbentukan Feeding graund serta memberi penghalang buat mingarsi ikan karna pergerakan air yang kuat.Kata Kunci: Klorofil-a dan Suhu Permukaan laut (SPL)

Page 1 of 1 | Total Record : 8