cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
avid.leonardo@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
jurnalkomitmen@uinsgd.ac.id
Editorial Address
AH. Nasution Street no 180. Cibiru
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Komitmen : Jurnal Ilmiah Manajemen
ISSN : -     EISSN : 27231526     DOI : 10.15575/jim.v2i2
Core Subject : Economy, Social,
Komitmen; Jurnal Ilmiah Manajemen diterbitkan oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jurnal ini menerbitkan hasil riset empiris pada bidang ilmu Manajemen meliputi Manajemen Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Keuangan, Operasional, dan Manajemen Strategik dan kajian lain yang terkait.
Articles 234 Documents
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL MANAJER PROYEK TERHADAP KINERJA PROYEK PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR BUMN: PENDEKATAN METODOLOGIS BERBASIS KESADARAN Angga Riska Wilarso; Ridho Bayuaji
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 2 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v7i2.34766

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional manajer proyek pada perusahaan kontraktor BUMN terhadap kinerja proyek dengan tingkat kesadaran sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 43 manajer proyek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan pengalaman kerja minimal tiga tahun serta keterlibatan dalam proyek konstruksi skala menengah hingga besar. Data dianalisis menggunakan analisis jalur. Penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek dengan koefisien jalur sebesar 0,503 dan nilai p sebesar 0,001, serta terhadap tingkat kesadaran dengan koefisien sebesar 0,662 dan nilai p < 0,001. Tingkat kesadaran juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek dengan koefisien sebesar 0,412 dan nilai p sebesar 0,003, serta memediasi pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja proyek dengan koefisien pengaruh tidak langsung sebesar 0,273 dan nilai p sebesar 0,026. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kecerdasan emosional dan tingkat kesadaran manajer proyek berkontribusi terhadap tercapainya kinerja proyek yang lebih baik pada perusahaan kontraktor BUMN.
TRANSFORMASI SOSIAL DAN STRATEGI MANAJERIAL DALAM PENGELOLAAN KEBAKARAN: STUDI PERBANDINGAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA Agus Supriatna; Iwan Duwila; Godlif Sianipar; Muhamad Hidayat
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 2 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v7i2.58373

Abstract

Risiko kebakaran di wilayah rawan bencana semakin meningkat akibat perubahan iklim dan aktivitas antropogenik, seperti pembukaan lahan ilegal dan lemahnya penegakan hukum, khususnya di Indonesia, Brasil, dan Australia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka dan analisis isi tematik untuk mengeksplorasi dinamika transformasi sosial dan strategi manajerial dalam pengelolaan kebakaran melalui studi perbandingan lintas kasus. Transformasi sosial didorong oleh partisipasi warga dan keterlibatan aktor lokal yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan teknologi modern, seperti program Masyarakat Peduli Api di Indonesia yang berhasil menurunkan jumlah kejadian kebakaran hingga 40%, serta program FireWise di Australia yang mempercepat kesadaran kolektif. Namun, keberhasilan upaya tersebut terhambat oleh adanya kepentingan yang saling bertentangan, seperti ekspansi perkebunan, serta lemahnya struktur kelembagaan, terutama di Indonesia dan Brasil. Strategi co-management dan Community-Based Fire Management (CBFiM) terbukti lebih adaptif dibandingkan pendekatan teknokratis yang tersentralisasi, yang sering kali tidak berhasil di wilayah Sub-Sahara Afrika. Lembaga manajerial yang responsif, seperti yang ada di Australia, mendukung kebijakan yang inklusif, sedangkan sistem yang hierarkis di Amerika Latin justru menghambat proses adaptasi. Ketahanan komunitas bergantung pada pemberdayaan warga, distribusi sumber daya yang adil, dan tata kelola kolaboratif, menjadikan transformasi sosial dan pendekatan berbasis komunitas sebagai kunci utama dalam pengelolaan kebakaran yang berkelanjutan.
REDUCING THE WORKPLACE ACCIDENT RATE ON THE ENDLESS MACHINE USING JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) AND HIRADC IN THE CHAIN 2 WHEEL DEPARTMENT OF PT DAIDO MANUFACTURING INDONESIA Melisa Meilani; Hendi Iskandar; Tarman
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 2 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v7i2.58462

Abstract

Occupational accidents remain a persistent problem in manufacturing lines that depend on high-speed mechanical equipment, and the automotive chain assembly industry is no exception. This study examined the Endless machine in the Chain-2-Wheel Department of PT Daido Manufacturing Indonesia, the production stage that recorded the highest number of workplace accidents between January and June 2024. A descriptive qualitative case-study design was applied, combining direct observation, in-depth interviews, documentation review, and literature study. Hazard identification and risk evaluation were carried out through an integrated Job Safety Analysis (JSA) and Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) framework, supported by Fishbone diagram analysis to trace the root causes. Ten work activities with varying risk levels were identified, three of which were classified as high risk: chain installation into the machine, pin pressing, and machine-area cleaning. Manpower and work-method factors were found to be the dominant root causes. Following the implementation of safety briefings, competency evaluation, and periodic SOP review, the number of accidents declined from seven cases in the baseline period to two cases in the transition period, and to zero cases afterward. These findings confirm that an integrated JSA-HIRADC approach can substantially reduce occupational risk on high-speed mechanical equipment.
EVALUATION OF PUMP MAINTENANCE PERFORMANCE USING OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS AND SIX BIG LOSSES Halima Tus&#039;sadiah; Afif Fawa Idul Fata; Priyo Ari Wibowo
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 2 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v7i2.58516

Abstract

Equipment reliability is an essential factor in maintaining production continuity and operational efficiency in manufacturing industries. Frequent failures of Pump 402 and Pump 502 at PT XYZ resulted in increased downtime and reduced production performance. This study aimed to evaluate maintenance effectiveness using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and identify the dominant causes of equipment losses through the Six Big Losses approach. A quantitative descriptive method was employed using maintenance reports, downtime records, production data, operating hours, and machine maintenance data collected during the observation period. OEE was calculated based on three performance indicators, namely Availability, Performance, and Quality, while Six Big Losses analysis was used to determine the major sources of equipment inefficiency. The results indicated that the average OEE value was below the world-class standard of 85%, suggesting that maintenance performance still requires improvement. Reduced Speed Losses and Equipment Failure Losses were identified as the dominant contributors to productivity losses. The primary causes included bearing damage, mechanical seal leakage, shaft misalignment, and failures of internal pump components. Based on these findings, improvements are recommended through strengthening preventive maintenance programs, conducting periodic equipment inspections, improving spare-part management, and standardizing maintenance procedures. These recommendations are expected to reduce downtime, improve equipment reliability, and enhance overall production performance.