cover
Contact Name
Muhammad Alhada Fuadilah Habib
Contact Email
m.alhada@uinsatu.ac.id
Phone
+6285600068258
Journal Mail Official
arrehla@uinsatu.ac.id
Editorial Address
Gedung KH. Saifudin Zuhri Jl.Mayor Sujadi Timur No 46 Tulungagung Jawa Timur 66221 Indonesia
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy
ISSN : -     EISSN : 27767434     DOI : 10.21274
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy is a scientific journal that contains writings from lecturers, researchers, students, practitioners, or other related parties regarding the study of tourism, creative economy and community empowerment that are appropriate and do not violate Islamic Sharia. Topics such as sharia tourism, halal culinary studies, hajj, umra, and sharia economic studies are priority themes published in this journal. Written works can come from the results of research and conceptual/theoretical ideas from the author. This journal is published twice a year, namely in May and November, and can be accessed throughout Indonesia and even throughout the world online.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2021)" : 5 Documents clear
PERSEPSI MUSLIM, ETIKA DAN NILAI BISNIS DARI KARAOKE SYARIAH Cut Rizka Al Usrah; Binti Mutafarifa; Moh Farih Fahmi
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.125 KB) | DOI: 10.21274/ar-rehla.2021.1.1.47-62

Abstract

Abstrak: Pariwisata halal menjadi tren baru dan menjadi perhatian lebih umat muslim di Indonesia. Adanya pariwsata halal ini tertuang dalam roadmap ekonomi syariah Indonesia yang diharapkan mampu menarik wisatawan lebih karena potensi ekonomi yang besar dari aspek demografi indonesia yang mayoritas muslim. Jenis pariwisata halal yang sudah berkembang di Indonesia diantaranya adalah tempat wisata halal, Hotel Syariah, makanan halal dan masih banyak lagi. Salah satu yang kontroversial dalam pengembangan pariwisata halal yaitu karaoke syariah. Ada aspek yang menjadi perdebatan mengenai karaoke syariah, misalnya persepsi masyarakat muslim mengenai etika yang sesuai dengan al qur’an dan hadis pada kegiatanan karaoke. Disisi lain, adanya karaoke ini menjadi bentuk menggeliatnya perekonomian dari sektor pariwisata. Namun, eksistensi karaoke syariah sepertiya kurang diminati oleh masyarakat karena berbagai sebab seperti persepsi dan etika mayoritas umat muslim, kegagalan ini pernah terjadi pada karaoke syariah di lamongan, tetapi untuk karaoke non syariah malah semakin banyak dan ramai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Tujuan menggunakan pendekatan ini adalah untuk memotret persoalan yang terjadi dilapangan nilai bisnis antara karaoke umum dan karaoke syariah di wilayah yang mayoritas muslim. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya dua kelompok konsumen yang mempunyai selera berbeda, ukuran etika yang berbeda dan adanya perspesi yang berbeda. Ada kelompok yang menganggap semua aktivitas di karaoke itu maksiat sehingga meskipun namanya karaoke syariah tetap saja akan merusak citra muslim, dimana hal ini menjadi salah satu penyebab gagalnya karaoke syariah dimlamongan. Bagi kelompok kedua menganggap karaoke umum merupakan tempat yang menyenangkan dan didukung dengan persepsi tidak semua karaoke menyelenggarakan maksiat. Kelompok kedua inilah yang paling banyak di kabupaten lamongan. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat; Etika Masyarakat; Pariwisata Halal; Karaoke Syariah. Abstract: Halal tourism is becoming a new trend and is of greater concern to Muslims in Indonesia. The existence of halal tourism is contained in the roadmap for Indonesia's sharia economy which is expected to be able to attract more tourists because of the large economic potential from the demographic aspect of Indonesia which is predominantly Muslim. Types of halal tourism that have developed in Indonesia include halal tourist attractions, Sharia hotels, halal food, and many more. One that is controversial in the development of halal tourism is Islamic karaoke. Some aspects that become debatable regarding Syariah karaoke, for example, the Muslim community's perception of ethics by following per under the al-Quran and hadiths in karaoke activities. On the other hand, the existence of karaoke is a form of stretching the economy of the tourism sector. However, the existence of sharia karaoke seems to be less attractive to the public due to various reasons such as the perception and ethics of the majority of Muslims, this failure has occurred in Islamic karaoke in Lamongan, but for non-sharia karaoke, it is, even more, numerous and crowded. This research is a type of qualitative research that uses a phenomenological approach. The purpose of using this approach is to capture the problems that occur in the business value field between public karaoke and Islamic karaoke in Muslim-majority areas. The results of this study indicate that there are two groups of consumers who have different tastes, different ethical measures, and different perspectives. Some groups consider all activities at karaoke to be immoral so that even though the name is sharia karaoke it will still damage the image of Muslims, which is one of the reasons for the failure of sharia karaoke at night. The second group considers public karaoke to be a fun place and is supported by the perception that not all karaoke performs immoral. This second group is the most numerous in Lamongan Regency. Keywords: Public Perception; Community Ethics; Halal Tourism; Sharia Karaok
DILEMA REGULASI PARIWISATA HALAL DI INDONESIA Marina Ramadhani
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.155 KB) | DOI: 10.21274/ar-rehla.2021.1.1.89-105

Abstract

Abstrak: Pariwisata mengalami perkembangan yang sangat pesat. Adapun pariwisata yang sekarang sangat digemari oleh masyarakat dunia adalah pariwisata halal. Begitu juga yang terjadi dengan perkembangan pariwisata di Indonesia, yang mulai banyak diminati untuk pariwisata halalnya oleh wisatawan muslim dunia. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana perkembangan pariwisata halal Indonesia di mancanegara. Kemudian akan dilihat sejauh mana regulasi untuk pariwisata halal di Indonesia, hal ini menjadi sangat penting dikarenakan pesatnya pertumbuhan pariwisata halal di Indonesia dan tentu saja harus didukung oleh regulasi khusus yang mengatur tentang pariwisata halal. Penelitian ini menggunakan sifat penelitian eksploratif dengan teknik studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang unggul dalam hal pariwisata halal, jika dibandingkan dengan negara muslim lainnya. Hal ini terbukti dengan penghargaan yang diterima Indonesia dari Global Muslim Travel Index (GMTI) pada tahun 2019. Regulasi terkait pariwisata halal di Indonesia belum jelas dan masih lemah, hal ini menjadi dilema karena Indonesia belum mempunyai pedoman khusus untuk pariwisata halal dan masih diatur secara umum di dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Adapun yang patutnya diperhatikan dan dilakukan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pariwisata terkait keberadaan pariwisata halal di Indonesia yang dirangkum dalam beberapa poin utama : (1) Percepatan regulasi khusus tentang pariwisata halal. (2) Adanya koordinasi secara berkala dalam pembaruan regulasi-regulasi pariwisata halal di Indonesia antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Kementerian Pariwisata, dan (3) Persiapan hal-hal lain disamping percepatan regulasi pariwisata halal. Kata Kunci: Pariwisata Halal; Pariwisata Halal Di Indonesia; Regulasi Pariwisata Halal Di Indonesia. Abstract: Tourism has developed very rapidly. The tourism that is now very popular with the world community is halal tourism. Likewise, what happened with the development of tourism in Indonesia, which began to be in great demand for halal tourism by tourists from the Muslim world. This research is to see how the development of Indonesian halal tourism abroad. Then it will be seen to what extent the regulations for halal tourism in Indonesia are very important because of the rapid growth of halal tourism in Indonesia and of course it must be supported by special regulations that guide halal tourism. This study uses exploratory research with literature study techniques. Based on the research results, it is known that Indonesia is one of the leading countries in terms of halal tourism when compared to other Muslim countries. This is evidenced by the award that Indonesia received from the Global Muslim Travel Index (GMTI) in 2019. Regulations related to halal tourism in Indonesia are not yet clear and still weak, this is a dilemma because Indonesia does not have new facilities specifically for halal tourism and is still regulated in a manner. general in Law Number 10 of 2009 concerning Tourism. What he has paid attention to and carried out by the Indonesian government, especially the Ministry of Tourism is related to the existence of tourism in Indonesia which is summarized in several main points: (1) Acceleration of special regulations on tourism. (2) There is regular coordination in the renewal of tourism regulations in Indonesia between the Indonesian Ulema Council (MUI) and the Ministry of Tourism, and (3) The preparation of other matters that regulate the regulation of halal tourism regulations. Keywords: Halal Tourism; Halal Tourism in Indonesia; Regulation of Halal Tourism in Indonesia.
ANALISIS PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA SYARIAH DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Achmad Mabrurin; Nur Aini Latifah
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.213 KB) | DOI: 10.21274/ar-rehla.2021.1.1.63-88

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatorbelakangi oleh semakin peningkatannya perekonomian masyarakat khususnya dalam sektor pariwisata. Dalam Al-Quran, terdapat cukup banyak isyarat untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pariwisata. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa mendatangkan pendapatan individu, masyarakat serta income Negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data lapangan (penelitian lapangan). Prosedur pengumpulan data dengan menggunakan metode interview (wawancara), observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh ditemukan bahwa: (1) Dalam pengembangan pariwisata religi ini banyak pihak yang merasa diuntungkan, Dari pengelola dan juru kunci merasa diuntungkang karena segala proses pengembangan bisa dilakukan dan bisa terselesaikan, dari warga atau pedagang setempat merasa diuntungkan karena dengan pengembangan yang dilakukan membuat pengunjung sering mampir di warung, dan dari pengunjung merasa diuntungkan dengan pengembangan potensi pariwisata ini karena bisa merasa lebih nyaman dan tenang. (2) Dampak pengembangan potensi pariwisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terbilang positive, semua pihak terkena dampak dari pengembangan potensi pariwista religi serta merasa diuntungkan dengan adanya pengembangan. (3) Kendala dan solusi pengembangan pariwisata religi adalah jumlah pengelola dan pengembang sangat minim serta wawasan masyarakat sekitar tentang potensi wisata religi sangat kurang. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata; Pariwisata Syariah; Pariwisata Religi; Pembangunan Ekonomi. Abstract: This research is motivated by the increasing public economy, especially in the tourism sector. In the Koran, there are quite several many signs for activities related to tourism. Tourism is a sector that can generate income for individuals, society, and the income of the State. This study used a qualitative approach with field data collection techniques (field research). Data collection procedures using the interview method (interview), observation, and documentation. From the research results, it was found that: (1) In the development of religious tourism, many parties feel benefited, from the managers and caretakers feel fortunate because all development processes can be done and can be resolved, from residents or traders who feel benefited because of the development carried out making visitors often stop by at stalls, and from visitors feeling benefited from the development of this tourism potential because they can feel more comfortable and calm. (2) The impact of developing tourism potential in increasing the community's economy is fairly positive, all parties are affected by the development of the potential for religious tourism and feel benefited by the development. (3) Constraints and solutions to the development of religious tourism are that the number of managers and developers is very minimal and the knowledge of the surrounding community on the potential for religious tourism is very lacking. Keywords: Tourism Development; Sharia Tourism; Religious Tourism; Economic Development.
AGAMA, TAKHAYUL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS PARIWISATA Mukhammad Fatkhullah
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.567 KB) | DOI: 10.21274/ar-rehla.2021.1.1.35-46

Abstract

Abstrak: Dalam pariwisata, eksotisme budaya merupakan daya tarik bagi wisatawan. Akan tetapi, tidak semua budaya menghasilkan dampak yang sama. Beberapa justru menjadi penghambat upaya mengembangan masyarakat, terlebih pada upaya eksplorasi sumberdaya alam potensial untuk menunjang tujuan pembangunan. Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana budaya masyarakat lokal memberikan kontribusi pada sektor pariwisata, dengan menggunakan metode eksploratis berdasarkan studi literatur. Hasilnya, budaya masyarakat lokal mampu mendukung sektor pariwisata dengan syarat terdapat unsur kearifan didalamnya. Adapun unsur tersebut dapat bersumber dari Agama, bahkan takhayul sekalipun. Akan tetapi, hal tersebut hanya berlaku pada komunitas yang homogen. Takhayul yang ada pada masyarakat yang heterogen hanya akan menimbulkan keacuhan masyarakat, hingga penelantaran lingkungan. Adapun upaya untuk menghapus takhayul dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan aspek keagamaan. Lebih lanjut, studi ini menemukan bahwa pengembangan wisata berbasis budaya tetap dapat diupayakan dengan mempertimbangkan: (1) regulasi yang beroritentasi pada pengembangan masyarakat dan berwawasan lingkungan, (2) pengembangan yang berfokus pada keunikan dan identitas lokal, serta (3) strategi pemasaran yang menekankan pada pengalaman spiritual. Kata Kunci: Agama; Takhayul; Kearifan Lokal; Pariwisata; Pengembangan Masyarakat. Abstract: In the tourism industry, cultural exoticism is an asset that can attract tourists. However, not all cultures offer wisdom. Some become obstacles to community development efforts, especially the exploration of natural resource potentials to support development goals. This study intends to see how the local culture contributes to the tourism sector, using an exploratory method based on literature studies. As a result, the culture of local communities can support the tourism sector if there is an element of wisdom in it. These elements can be derived from religion, even superstition. However, this can only apply if society is homogeneous. A superstition exists in heterogeneous societies that can lead to natural resource neglect or destruction. Efforts to eradicate superstition can be made through improving the quality of education and religious aspects. Furthermore, this study finds that cultural-based tourism development efforts can still be pursued by considering: (1) regulations that are oriented towards community development and sustainable environment, (2) development that focuses on uniqueness and local identity, and (3) marketing strategies emphasize spiritual experiences. Keywords: Religion; Superstition; Local Wisdom; Tourism; Community Development.
EVALUASI PENGELOLAAN TEKNOLOGI TPS 3R DI DESA WISATA RELIGI GUNUNGPRING KABUPATEN MAGELANG Muhammad Alhada Fuadilah Habib; Mahyuddin Mahyuddin
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism, Halal Food, Islamic Traveling, and Creative Economy Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - Institut Agama Islam Negeri Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.439 KB) | DOI: 10.21274/ar-rehla.2021.1.1.1-34

Abstract

Abstrak: Pariwisata, khususnya pariwisata religi, merupakan sektor yang mulai diminati oleh masyarakat akhir-akhir ini. Tingginya minat masyarakat terhadap sektor pariwisata tersebut dapat dipahami karena adanya trend budaya pamer foto/video di media sosial sebagai bentuk aktualisasi diri di dunia maya. Tingginya animo masyarakat terhadap sektor pariwisata ini, selain membawa dampak baik, seperti peningkatan ekonomi masyarakat setempat, ternyata juga membawa berbagai dampak buruk. Salah satu dampak buruk yang timbul adalah permasalahan sampah. Kementerian PUPR melalui Balai Litbang Perkim berupaya mengatasi masalah sampah dengan membangun TPS 3R di beberapa titik lokasi, salah satunya di Desa Wisata Gunungpring, Magelang. Setelah dibangunnya teknologi pengolah sampah seperti ini, tentu saja memerlukan pengelolaan dari lembaga setempat. Dalam hal ini pengelolaan teknologi TPS 3R diserahkan kepada KSM Berkah yang merupakan Bumdes di Desa Guunungpring. Setelah dikelola selama satu tahun, dilakukan upaya evaluasi untuk melihat keseuaian antara tujuan pembangunan dengan hasil di lapangan. Adapun hasil evaluasi menemukan bahwa ternyata masih ada beberapa ketidaksesuaian pengelolaan, mulai dari kualitas dan kuantitas tenaga pengelola, manajemen pengelolaan, manajemen keuangan, serta kebutuhan sarana dan prasarana dalam proses pengelolaan. Kata Kunci: Evaluasi; Pariwisata; Sampah; Kelembagaan; Pengelolaan; TPS3R. Abstract: Tourism, especially religious tourism, is a sector that has begun to be of interest to the public lately. The high public interest in the tourism sector can be implemented because of the cultural trend of photos/videos on social media as a form of self-actualization in cyberspace. The high public interest in the tourism sector, apart from having good impacts, such as an increase in the local community's economy, is also the impact of various bad impacts. One of the bad impacts that arise is the problem of waste. The PUPR Ministry through the Perkim Research and Development Center is trying to solve the waste problem by building 3R TPS in several locations, one of which is in Gunungpring Tourism Village, Magelang. After the development of waste processing technology like this, of course, it needs management from local institutions. In terms of technology management, TPS 3R is handed over to KSM Berkah, which is the Bumdes in Guunungpring Village. After being managed for one year, evaluation effort was made to see the alignment between development goals and results in the field. The results of the evaluation found that there were still some management mismatches, starting from the quality and quantity of management personnel, management, financial management, and the need for facilities and infrastructure in the management process. Keywords: Evaluation; Tourism; Garbage; Institutional; Management; TPS3R

Page 1 of 1 | Total Record : 5