Journal for Lesson and Learning Studies
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2021): July"
:
20 Documents
clear
Model Pembelajaran Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Tematik (Muatan Pelajaran IPA) pada Siswa Kelas IV SD
Widya Puspita Dewi;
Gede Wira Bayu;
Ni Nyoman Arca Aspini
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36859
Rendahnya hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) siswa disebabkan oleh kurangnya motivasi siswa terhadap pembelajaran tematik (muatan pelajaran IPA), model pembelajaram yang kurang inovatif dan kurangnya keterkaitan antara materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengumpulan data, refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV yang berjumlah 19 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) siswa kelas IV. Hal ini dibuktikan dari hasil belajar siswa pada prasiklus dengan nilai rata-rata sebesar 56,8 yang berada pada kategori sangat rendah, siklus I dengan nilai rata-rata sebesar 57,9 yang berada pada kategori rendah dan pada siklus II peningkatan rata-rata 71,1 dan ketuntasan belajar 73,9% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan pelajaran IPA) siswa kelas IV.
Pembelajaran Discovery Learning Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Pande Putu Sudirama;
I Gusti Ngurah Japa;
Luh Putu Yasmiartini Yasa
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36868
Hasil belajar IPA siswa tergolong rendah dikarenakan guru kurang menggunakan model pembelajaran yang inovatif, penggunaan media dalam proses pembelajaran juga kurang optimal, sedikitnya sumber belajar yang digunakan guru dalam pembelajaran daring, dan guru hanya memberikan tugas melalui WA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV berjumlah 17 orang. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari persentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari dua kegiatan yaitu siklus I, siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan, pada siklus I persentase aktivitas siswa 57% dan persentase ketuntasan klasikal 65%. Pada siklus II persentase aktivitas siswa 71% dan persentase ketuntasan klasikal 82%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV.
Model Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia
Ni Ketut Pebry Yusita;
Ni Wayan Rati;
Desak Putu Pajarastuti
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.36995
Rendahnya hasil belajar tematik muatan pelajaran Bahasa Indonesia siswa dikarenakan pembelajaran yang dilaksanakan masih konvensional. Pembelajaran secara konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model problem based learning terhadap hasil belajar pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang diaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus penelitian tindakan kelas terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengematan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III B yang berjumlah 28 siswa, yang terdiri atas 20 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes, dengan jenis tes adalah tes pilihan ganda biasa. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar tematik (muatan pelajaran Bahasa Indonesia) pada siklus I adalah 63,93 dengan kategori rendah, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II rata-rata hasil belajar tematik muatan Bahasa Indonesia yaitu 79,82, dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model problem based learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar tematik muatan Bahasa Indonesia siswa.
Pengaruh Model Problem Based Learning dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar IPA
Kristi Marjias Tuti
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.37528
Masih banyaknya siswa siswa yang tidak terbiasa untuk berfikir kritis, kreatif dan analitis dan rasa ingin tahu siswa sangat masih rendah sehingga ini juga berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan model pembelajaran problem-based learning dan discovery learning terhadap hasil belajar siswa IPA siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian yang digunakan adalah sebanyak 40 siswa, sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 20 orang, sedangkan kelas kontrol dilaksanakan dengan jumlah siswa 20 orang. Instrumen yang digunakan dalam mengukur kemampuan hasil belajar IPA adalah lembar observasi, soal pretest dan postes dengan bentuk soal pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif dan uji-t. Berdasarkan uji-t yang telah dilakukan pada kemampuan hasil belajar IPA siswa, menunjukkan bahwa taraf singnifikan sebesar 0,219 (0,219 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar kelas III antara kelas eksperimen yang menggunakan discovery learning dan kelas kontrol yang menggunakan model problem-based learning.
Model Pembelajaran Totally Physical Response Meningkatkan Prestasi Belajar Speaking Dalam Bahasa Inggris Siswa SMK
Iam Malik
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38192
Prestasi belajar siswa dalam speaking Bahasa Inggris tergolong rendah dikarenakan pembelajaran Bahasa Inggris dilakukan monoton dengan terpusat pada guru sehingga siswa merasa bosan dan jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model Totally Physical Response terhadap prestasi belajar speaking dalam Bahasa Inggris siswa SMK. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah 3 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI berjumlah 35 orang. Data dikumpulkan dengan tes dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari persentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari tiga kegiatan yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Hasil penelitian menunjukkan pada pra penelitian tindakan nilai speaking siswa 63,14 dan meningkat sedikit menjadi 68,4 pada siklus I, kemudian menjadi 71,86 pada siklus II, dan meningkat lagi menjadi 75,14 pada siklus III. Jumlah siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan, pada pra pelaksanaan penelitian hanya 15 siswa (42,86%) siswa tuntas belajar, pada siklus I meningkat sedikit menjadi 20 siswa (57,14%) tuntas belajar, pada siklus II meningkat pesat menjadi 26 siswa (74,29%) tuntas belajar, dan pada siklus III mencapai 30 siswa (85,71%) tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Totally Physical Response terhadap prestasi belajar speaking dalam Bahasa Inggris siswa SMK.
Model Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Indeks Harga dan Inflasi Siswa SMA
Nurhayati Banyal
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38194
Hasil belajar Ekonomi siswa tergolong rendah khususnya pada materi indeks harga dan inflasi dikarenakan guru kurang mampu memberikan pembelajran Ekonomi yang menyenangkan. Pembelajaran Ekonomi dilakukan monoton dengan terpusat pada guru sehingga siswa merasa bosan dan jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model problem based learning terhadap hasil belajar ekonomi pada materi indeks harga dan inflasi siswa SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI berjumlah 28 orang, terdiri dari laki-laki 11 orang dan perempuan 17 orang. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari persentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari dua kegiatan yaitu siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pemahaman siswa dalam mata pelajaran ekonomi meningkat dari siklus I sebesar 57,59 menjadi 67,13. Nilai rata-rata pemahaman siswa tentang materi indeks harga dan inflasi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 9,54% begitu juga prosentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 39,28%. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model problem based learnig dapat meningkatkan hasil belajar hasil belajar ekonomi pada materi indeks harga dan inflasi siswa SMA.
Metode Genius Learning dan Penemuan Terbimbing Meningkatkan Hasil Belajar PKn Siswa SMK
Rosiana Lahiri
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38195
Hasil belajar PKn siswa tergolong rendah dikarenakan guru kurang mampu memberikan pembelajran PKn yang menyenangkan. Pembelajaran PKn dilakukan monoton dengan terpusat pada guru sehingga siswa merasa bosan dan jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode genius learning dan penemuan terbimbing terhadap hasil belajar Pkn siswa kelas XI SMK. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah 3 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI berjumlah 26 orang. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari persentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari tiga kegiatan yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Hasil penelitian ini menunjukkan pada siklus I persentase aktivitas siswa 23,08 % dan persentase ketuntasan klasikal 15,38%. Pada siklus II persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 26,92 % dan persentase ketuntasan klasikal meningkat menjadi 15,38%. Pada siklus III persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 38,46 % dan persentase ketuntasan klasikal tetap pada 15,38%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran genius learnig dan penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas XI.
Analisis Kualitas Lembar Kerja Praktikum pada Materi Sel Menggunakan Diagram Vee
Julaini Capah;
Sa'diatul Fuadiyah
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38271
Kegiatan praktikum yang dilakukan sering kali menjadi tidak bermakna disebabkan Lembar Kerja Praktikum (LKP) yang digunakan hanya menuntun peserta didik untuk melaksankan verifikasi atau hanya sebagai confirmatory pengetahuan peserta didik. Tujuan penelitian menganalisis kualitas lembar kerja praktikum pada materi sel menggunakan diagram vee. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah 4 LKP materi sel yang digunakan. Sampel penelitian ini adalah 4 LKP yaitu 1 LKP pada buku cetak, 1 LKP MGMP, dan 2 LKP buatan guru. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen keberadaan dan instrumen kualitas komponen diagram Vee yang berupa rubrik serta tabel. Berdasarkan hasil uji coba dan analisis data menggunakan diagram Vee diketahui bahwa LKP Biologi pada materi sel sudah memiliki komponen diagram Vee. Akan tetapi, masih ditemukan beberapa permasalahan yaitu masih ada LKP yang belum memiliki semua komponen diagram Vee serta skor kualitas LKP belum maksimal yaitu hanya 2 dari 5 komponen diagram Vee yang memperoleh persentase dengan kategori baik. Ketidaklengkapan dari komponen diagram Vee pada suatu LKP maka dapat mengganggu pembentukan dari pengetahuan baru bagi peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKP yang dianalisis sudah memiliki persentase keberadaan komponen diagram Vee tinggi akan tetapi memiliki persentase kualitas yang rendah.
Mengenal Pecahan dengan Modul Matematika
Ni Nengah Sekar Wangi;
I Gusti Ngurah Japa;
Ndara Tanggu Renda
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38327
Kurangnya buku ajar untuk menyajikan pengajaran matematika yang efektif terutama pada pelajaran matematika dan belum ada pengembangan bahan ajar yang membantu siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan menghasilkan modul Matematika yang sudah teruji validitasnya pada materi pecahan untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah 1 ahli media pembelajaran, 1 ahli materi pembelajaran, dan 1 praktisi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode pencatatan dokumen berupa angket/kuesioner dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini dinyatakan sangat valid dengan uji yang dilakukan kepada ahli media pembelajaran, materi matematika dan praktisi. Berdasarkan penilaian yang disebarkan, diperoleh hasil 93,3% dari uji ahli media pembelajaran, 92,3% uji ahli materi matematika, dan 96% uji praktisi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Modul matematika materi pecahan ini layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Model Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Tematik Terpadu Siswa Muatan IPA di Sekolah Dasar
Evry Lia Dwi Putri;
Antik Estika Hader;
Andiyanto Andiyanto
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38651
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model Quantum Teaching Terhadap Hasil Belajar Tematik Terpadu Siswa Muatan IPA di Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Design. Rancangan berbentuk quasi experimental design yang digunakan yaitu Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar. Sampel yang terdiri dari 30 siswa kelas V.B (kelas eksperimen) dan 31 siswa kelas V.A (Kelas Kontrol). Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas uji hipotesis dan uji independent samples t-tes untuk mengukur perbedaan nilai antara Post-test dikelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik penelitian dalam pengumpulan data menggunakan teknik tertulis berupa soal objektif sebanyak 20 soal. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis melalui uji t dengan taraf nyata 0,05. Hasil uji coba menunjukan bahwa diperoleh signifikansi 0,049. Karena hasil signifikan 0,049 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model quantum teaching terhadap hasil belajar tematik terpadu siswa muatan IPA kelas V. implikasi penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran. penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru dalam mencapai tujuan pembelajaran.