cover
Contact Name
I Nyoman Laba Jayanta
Contact Email
laba.jayanta@undiksha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lessonandlearningstudies@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal for Lesson and Learning Studies
ISSN : 26156148     EISSN : 26157330     DOI : https://doi.org/10.23887/jlls
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, learning environment, teacher education, educational technology, educational development.
Articles 548 Documents
OPTIMALISASI PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI DENGAN MATERI POKOK KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL Samiati, Ni Wayan
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 2, No 3 (2019): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v2i3.21155

Abstract

Berdasar hasil pengamatan pada awal dari Penelitian Tindakan Kelas ini terdapat data dan informasi bahwa hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS Semester Tiga SMA Negeri 1 Sukawati belum mencapai hasil sesuai dengan standar yang ditentukan dalam tujuan pembelajaran mata pelajaran ekonomi. Karena dalam proses pembelajaran ekonomi khususnya pada materi tentang kebijakan moneter dan kebijakan fiskal siswa belum mempunyai kemampuan yang optimal dalam memaknai konsep materi pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru tentang kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ekonomi bagi siswa kelas kelas XI IPS Semester tiga SMA Negeri 1 Sukawati melalui penerapan metode belajar diskusi kelompok. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sukawati pada kelas XI IPS Semester Tiga tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus dalam penelitian meliputi empat langkah yaitu: (1). Perencanaan, (2). Pelaksanaan, (3) Observasi, (4).Refleksi. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah selama proses pembelajaran dan dilakukannya refleksi ternyata adanya peningkatan hasil belajar ekonomi bagi siswa kelas XI IPS Semester tiga SMA Negeri 1 Sukawati terhadap mata pelajaran ekonomi, melalui penerapan metode belajar diskusi kelompok. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada siklus I nilai rata – rata 78, dan hasil belajar pada siklus II nilai rata-rata 83. Dengan demikian berdasarkan data penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode pembelajaran diskusi kelompok terhadap mata pelajaran ekonomi dengan materi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, dapat meningkatkan hasil belar siswa kelas XI IPS Semester tiga SMA Negeri 1 Sukawati pelajaran 2016/2017. Kata kunci: hasil belajar ekonomi, metode belajar diskusi kelompok
Model Pembelajaran Totally Physical Response Meningkatkan Prestasi Belajar Speaking Dalam Bahasa Inggris Siswa SMK Malik, Iam
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 4, No 2 (2021): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v4i2.38192

Abstract

Prestasi belajar siswa dalam speaking Bahasa Inggris tergolong rendah dikarenakan pembelajaran Bahasa Inggris dilakukan monoton dengan terpusat pada guru sehingga siswa merasa bosan dan jenuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model Totally Physical Response terhadap prestasi belajar speaking dalam Bahasa Inggris siswa SMK. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah 3 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI berjumlah 35 orang. Data dikumpulkan dengan tes dan lembar observasi aktivitas siswa. Data hasil belajar dan observasi aktivitas siswa dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu dengan mencari persentase observasi aktivitas siswa dan persentase ketuntasan belajar siswa. Data diambil dari tiga kegiatan yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Hasil penelitian menunjukkan pada pra penelitian tindakan nilai speaking siswa 63,14 dan meningkat sedikit menjadi 68,4 pada siklus I, kemudian menjadi 71,86 pada siklus II, dan meningkat lagi menjadi 75,14 pada siklus III. Jumlah siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan, pada pra pelaksanaan penelitian hanya 15 siswa (42,86%) siswa tuntas belajar, pada siklus I meningkat sedikit menjadi 20 siswa (57,14%) tuntas belajar, pada siklus II meningkat pesat menjadi 26 siswa (74,29%) tuntas belajar, dan pada siklus III mencapai 30 siswa (85,71%) tuntas belajar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model Totally Physical Response terhadap prestasi belajar speaking dalam Bahasa Inggris siswa SMK.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR IPA Sudewiputri, Md. Padmarani
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 2, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v2i1.17327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran kuantum dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan  post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Gugus IV Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah populasi 164 siswa. Sampel diambil dengan cara simple random sampling yang berjumlah 58 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran kuantum dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung= 7,673 > ttabel= 2,000) dan dilihat dari rata-rata hitung ternyata skor rata-rata yang diperoleh siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kuantum lebih tinggi dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu (= 23,52 >=15,76). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kuantum berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV di Gugus IV Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2017/2018. Kata kunci: Model pembelajaran kuantum, hasil belajar, Gugus I Kecamatan Sukasada.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MEDIA RODA PECAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI OPERASI HITUNG PECAHAN Erfiyana, Maya; Rasiman, Rasiman; Asri Untari, Mei Fita
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 2, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v2i2.19153

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui pengaruh model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan media roda pecahan terhadap hasil belajar materi operasi hitung pecahan pada siswa kelas IV SD Kusuma Bhakti Semarang. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Kusuma Bhakti Semarang melalui model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan media roda pecahan. Sebelumnya hasil belajar siswa masih rendah  dikarenakan dalam kegiatan belajar mengajar guru belum menggunakan model pembelajaran, guru hanya menggunakan metode ceramah dan dilanjut dengan mengerjakan soal pada buku sehingga siswa merasa cepat bosan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV-A SD Kusuma Bhakti Semarang sebagai kelas kontrol dan siswa kelas IV-B SD Kusuma Bhakti Semarang sebagai kelas eksperimen yang memiliki jumlah keseluruhan 70 siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan Quasi Experimental Design dengan jenis Nonequivalent Control Grup Design. Desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara rondom (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan yang lain tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi berlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol.Kata kunci: Model Teams Games Tournament, Hasil Belajar Matematika
KEEFEKTIFAN MODEL MAKE A MATCH BERBANTU MEDIA TABEL PERKALIAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA Ardhanty, Risha; Karmila, Mila; Suyitno, Suyitno
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 2, No 3 (2019): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v2i3.19510

Abstract

Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang belajar atau melakukan suatu kegiatan. Mc. Donald dalam Djamarah (2011: 148) mengatakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Rendahnya motivasi belajar mengakibatkan siswa kurang antusias dan tidak percaya diri maka keinginan atau kemauan untuk melakukan sesuatu juga menjadi berkurang. Dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match  berbantu media tabel perkalian diharapkan lebih efektif terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektif tidaknya model Make A Match berbantu media tabel perkalian terhadap motivasi belajar matematika kelas II SD Negeri 1 Wates. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan model One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dokumentasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri 1 Wates. Berdasarkan olah data menggunakan uji t-test motivasi belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Wates diperoleh ttabel = 2,063 dan thitung = 2,1919 sehingga diperoleh 2,063 <2,1919 maka hipotesis ditolak, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Make A Match berbantu media tabel perkalian efektif terhadaap motivasi belajar matematika kelas II SD Negeri 01 Wates Kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan.
Model Reciprocal Teaching Berbasis Reinforcement Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Sandra Dewi, Putu Krisna; Ardana, I Ketut
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 3, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i2.26439

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Reciprocal Teaching berbasis reinforcement terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SDN. Jenis penelitian yaitu quasi experiment dengan bentuk Non-Equivalent Control Grup Design. Populasinya ialah seluruh kelas V SDN sebanyak 9 kelas, 253 siswa.  Penentuan sampel dengan teknik random sampling sehingga terpilih 68 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok. Data dikumpulkan menggunakan metode tes berupa tes pilihan ganda biasa sebanyak 36 soal. Selanjutnya dianalisis dengan uji-t polled varian. Berdasarkan hasil analisis diperoleh harga thitung  = 2,086 , dk = 66 dan taraf signifikansi 5% diperoleh  ttabel = 1,997. Dengan demikian, harga thitung = 2,086 > ttabel = 1,997, maka H0 ditolak sehinga adanya perbedaan signifikan kompetensi pengetahuan IPA terhadap kedua kelompok sampel. Sehingga disimpulkan, model  Reciprocal Teaching berbasis reinforcement berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SDN.
Model Experiential Learning Berbantuan Video Berpengaruh Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Suryantini, Ni Luh Intan; Ardana, I Ketut
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 3, No 2 (2020): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i2.27314

Abstract

Masalah yang menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini adalah sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengkonstruksi pengetahuan awal, siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran yang bersifat abstrak dan kompleks sehingga berdampak pada kompetensi pengetahuan IPA siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning berbantuan video dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu menggunakan posttest-only no-treatment control group design. Populasi penelitian ini sebanyak 203 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling. Sampel yang diperoleh yaitu kelompok eksperimen sebanyak 30 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 32 siswa. Data hasil post test kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan menggunakan instrumen berupa tes objektif pilihan ganda biasa sebanyak 32 butir tes yang telah divalidasi. Analisis data kompetensi pengetahuan IPA menggunakan statistika inferensial. Rata-rata nilai post test kelompok eksperimen 80,067, dikategorikan baik pada PAP skala lima dan kelompok kontrol 72,375, dikategorikan cukup pada PAP skala lima. Rata-rata kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol. Hasil analisis data menyatakan thitung = 9,675 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 5% dengan dk=60 maka Ho ditolak, yang berarti bahwa terdapat perbedaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model experiential learning berbantuan video dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Implikasi penelitian ini secara umum yaitu model experiential learning berbantuan video ini dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan IPA siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD Satriani, Ni Nyoman
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v1i1.14617

Abstract

The aims of this research is to know the significant influence learning model of Talking Chips based on lesson study towards the results of learning science of fourth grade students, group IV in Sukawati district, academic year 2017/2018. The design of this research is research of quasi experiment with nonequivalent control group design program. The sample of this research is all of the fourth grade students, group IV in Sukawati district as many as 145 students. The sample of this research is the fourth grade students of SDN 3 Batubulan Kangin as many as 40 students as experiment group and  the fourth grade students of SDN 2 Batubulan Kangin  as many as 40 students as control group. The data were collected by using objective test in multiple choice. The result of this research shows that the result of learning science by using learning model Talking Chips based on Lesson Study in the good category with average value 81,38 and the result of learning science by using conventional learning in the satisfactory category with average value 71. Based on the result of t-test analysis, there were obtained t value = 5,778 and t table = 1,991 so that t value= 5,778 > t table = 1,991 then Ho is rejected. It proves that there are significant difference in the results of learning science between group students which were taught by using learning model of Talking Chips based on Lesson study compared to the students which were taught by using conventional learning of fourth grade students, group IV in Sukawati district, academic year 2017/2018. Therefore, it can be concluded that the application of learning model Talking Chips based on Lesson study, influence the result of learning science of fourth grade students, group IV in Sukawati district, academic year 2017/2018.
Pengembangan Media Permainan Utangra untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Kelompok B Noli, Maria Anita
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v3i3.29430

Abstract

Kurangnya media pembelajaran inovatif menyebabkan motivasi siswa dalam belajar menjadi rendah dan kecerdasan kinestetik anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan Utangra untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak, dan menganalisis kelayakan media untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model Research & Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg & Gall yang terdiri dari 6 tahapan pengembangan yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan kuesioner. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Dalam penelitian ini dilibatkan ahli materi dan ahli media sebagai validator. Subyek dari penelitian ini adalah 6 orang guru kelompok B. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yaitu hasil uji coba media permainan Utangra terhadap validator ahli materi dengan persentase skor 97,50%, (sangat baik). Hasil uji coba oleh validator ahli media dengan persentase skor 98,57% (sangat baik). Hasil uji coba produk memperoleh skor 89,39%, (sangat baik). Berdasarkan hasil ujicoba tersebut maka dinyatakan bahwa media permainan Utangra yang telah dikembangkan layak diterapkan dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran. implikasi penelitian ini akan mempermudah guru dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik anak.
PERBEDAAN MODEL PROBEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Rahmawati, Dewi
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 1, No 3 (2018): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v1i3.15010

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan Discovery Learning pada siswa kelas 4 SD Gugus Kanigoro Kecamatan Tingkir dan Gugus Imam Bonjol Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2017/2018.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian ini yaitu Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 SD Gugus Kanigoro sejumlah 125 siswadan Gugus Imam Bonjol yang berjumlah 117 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas 4 SDN Sidorejo Kidul 02 yang berjumlah 28 orang dan siswa kelas 4 SDN Sidorejo Lor 04 yang berjumlah 40 orang. Metode  pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu dengan instrumen tes objektif (pilihan ganda). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial yaitu uji-t. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery learning yaitu 70,93 dan skor rata-rata siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based learning yaitu 73,87. . Berdasarkan hasil uji T-Test  dapat dilihat bahwa nilai asyimp. Sig (2-tailed) sebesar 0.016 lebih kecil dari nilai α =0.05  sehingga terima 𝐻0 dan tolak 𝐻1. Hasil uji tersebut memberikan kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan pada siswa kelas 4 SD Gugus Kanigoro dan Gugus Imam Bonjol dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem based Learning dan Discovery Learning. Kata Kunci : Pembelajaran Matematika, Model Problem based Learning, Model Discovery Learning

Page 4 of 55 | Total Record : 548