cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2015)" : 9 Documents clear
FRONT-MATTER JMT VOL 14 NO 1 2015 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1930.892 KB)

Abstract

Front-Matter JMT Vol 14 No 1 2015
Dampak Laju Perubahan Organisasional Terhadap Kepercayaan dan Sikap Karyawan: Studi Kasus Pada Perusahaan-Perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikas Wibisono, Yusup; Wahyuni, Sari
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2422.081 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.6

Abstract

Abstrak. Riset ini membahas pengaruh laju perubahan organisasional terhadap kepercayaan organisasional dan sikap-sikap karyawan di perusahaan-perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain awal menggunakan analisis faktor eksploratori kemudian menggunakan konfirmatori analisis faktor dengan Structural Equation Modeling (SEM). Sample penelitian adalah karyawan yang bekerja di perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi (TIK) yang pernah mengalami perubahan-perubahan organisasional. Output dari penelitian ini menyarankan agar laju perubahan organisasional dilakukan dengan tepat, yaitu ritme perubahan organisasional yang beraturan (regular) untuk mencapai keseimbangan antara perubahan dan stabilitas, sehingga tercipta sikap-sikap karyawan yang positif, yaitu meningkatkan kepuasan kerja, komitmen organisasional dan menurunkan tingkat intensi meninggalkan organisasi. Selain itu penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi kepercayaan organisasional sebagai faktor penentu bagi keberhasilan perubahan organisasional yang dapat meningkatkan sikap-sikap positip karyawannya.Kata kunci: Laju perubahan organisasional, ritme perubahan organisasional, kepercayaan organisasional, sikap-sikap individu, kepuasan kerja, komitmen organisasional, intensi meninggalkan perusahaan. Abstract. This article investigating the impact of pace of organizational change on organizational trust and employees attitudes in Information and Communication Technology (ICT) companies. This study based on quantitative using Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The outcome of this study suggests that the pacing of organizational change should be done properly by balancing the change and stabilty of the organization. It could stimulate positive individual attitudes, such as enhancing job satisfaction, organizational commitment and and decreasing intention to leave organization. In addition, this research conclude that the organizational trust as supporting factor of positive organizational change and individual attitudes in the ICTs companies.Key words: Pace of organizational change, rhythm of organizational change, organizational trust, individuals attitudes, job satisfaction, organizational commitment, intention to leave.
Back-Matter JMT Vol 14 No 1 2015 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.101 KB)

Abstract

Back-Matter JMT Vol 14 No 1 2015
Analisis Situasional Kompetensi Praktisi Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi MEA 2015 Triyonggo, Yunus; Maarif, M. Syamsul; Sukmawati, Anggraini; Baga, Lukman M
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9347.171 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.7

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimulai pada awal 2016 sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangai oleh semua Kepala Negara ASEAN. Salah satu kesepakatan dalam MEA adalah aliran bebas tenaga kerja ahli dan trampil termasuk di bidang jasa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Praktisi MSDM di Indonesia tidak sepenuhnya siap menghadapi persaingan yang semakin terbuka ini. Kompetensi praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Indonesia perlu diteliti secara mendalam untuk mengetahui keberadaannya dilihat dari sisi praktisi MSDM. Penelitian ini menggunakan metoda statistik deskriptif untuk memetakan pendapat, persepsi, dan opini praktisi MSDM tentang kompetensinya. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini meliputi praktisi MSDM di Jabodetabek serta kota-kota besar di pulau Jawa, sesuai dengan lokasi utama organisasi/perusahaan swasta. Kerangka sampling yang dipergunakan adalah purposive non random sampling yang ditujukan pada anggota Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Indonesia melalui studi kuisioner secara online. Responden yang telah mengisi kuisioner secara lengkap sebanyak 250 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan yang berkarir di MSDM beragam dari berbagai lulusan dan didominasi dari Jurusan Manajemen, kemudian disusul Psikologi, Teknik, dan Hukum. Evolusi profesi MSDM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar praktisi MSDM Indonesia (35%) masih terlibat dalam aktivitas administrasi dan Hubungan Industrial, sebanyak 21% sudah terlibat dalam pengambilan keputusan yang strategis, dan 20% sudah bertindak sebagai mitra strategis dan agen perubahan. Standar kompetensi praktisi MSDM beserta program pengembangan dan sertifikasinya dipersepsikan sangat penting serta memiliki urgensi yang tinggi untuk dikembangkan, walaupun pemerataan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi tersebut tidak merata di seluruh Indonesia. Organisasi/perusahaan telah memberikan penghargaan yang signifikan pada profesi MSDM dengan 34,8% posisi tertingginya berada di level direktur, 14% berada di posisi general manager, dan 32,4% di posisi manajer. Lebih dari setengah responden menyatakan kurang siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga proses percepatan pengembangan kompetensi praktisi MSDM di Indonesia perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saingnya dalam kompetisi regional dan global.Kata kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN, kompetensi, praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia, purposive non random sampling, statistik deskriptif.Abstract. ASEAN Economic Community (AEC) will be implemented at the early 2016 referred to the agreement signed by all ASEAN countries' leaders. One of the agreement content is the free flow of skilled labor including Human Resources (HR) professional. Indonesia's HR practitioners are not fully ready to face this upcoming more open competition. HR professional competency in Indonesia needs to be examined deeply to find its existence to be seen from HR practitioners' point of view. This research uses descriptive statistic method to map ideas, perceptions, and opinions from HR practitioners pertaining their competencies. Respondents come from Jabodetabek area and the big cities in Java Island due to the main location of private companies. Sampling frame is purposive non random sampling to cover members of Indonesia HR Management Association via online questionnaire study. There are 250 respondents who filled the questionnaries completely. Research findings show that the educational background of Indonesia's HR practitioners is various and dominated by Management, then followed by Psychology, Technic, and Law. HR evolution in Indonesia indicates mostly being exposed in administration dan industrial relations (35%), 21% has been involved in strategic decision making process, and 20% has demonstrated as strategic partner and change agent. HR competency standard and its development and certification programs are perceived very important and urgent to be developed further, although the uqualization of development opportunity is not well distributed across Indonesia areas. Organization/company has already showed significant recognition to HR profession by giving the highest position at director level (34,8%), General Manager (14%), and Manager (32,4%). More than half respondent stated not ready to face the ASEAN Economic Community (AEC), however the acceleration process of HR practitioners' competency development program needs to be done in order to enhance the competitiveness in regional and global competition.Keywords: ASEAN Economic Community, competency, descriptive statistic, Indonesia's Human Resources practitioner, purposive non random sampling.
Pembelajaran Teknologi di Perusahaan Manufaktur Berintensitas Teknologi Tinggi dan Menengah-Tinggi Prihadyanti, Dian
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.911 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.1

Abstract

Abstract.Technological learning has an important role in forming technological capability and innovation as a key point of competitiveness in this globalized era. On the one hand, developed countries have engaged themselves in the high-tech industry which can result in high added value. On the other hand, very few of developing countries which are able to develop such kind of industry. In Indonesia, low-tech industry seems to have greater development compared with high-tech or medium-high. One of the possible causes is unoptimum technological learning. Notwithstanding, there are many literature on the condition of technological learning. Nevertheless,the one with more intention in technology intensity is still rarely found. This paper attempts to discuss technological learning model in manufacturing industry by conducting case studies in several companies based on technology intensity classified by Organization of Economic Cooperation and Development (OECD). Based on four case studies, variation of technological learning model based on the involved actors and their domination in technological learning process is analyzed. Technological learning is proven to support innovation creation. Companies in the manufacturing sector with high technology intensity tend to choose in-house technological learning. Meanwhile, companies in medium-high sector tend to choose combination of internal-external technological learning. Strategic role of the technology for firm's core competence, proprietary aspect of technology, resource capacity, and demand characteristics becomes considered factors in making a choice on the type of technological learning.Keywords: technological learning, manufacturing company, technology intensity, technological capability, innovationAbstrak.Pembelajaran teknologi memiliki peran penting terhadap pembentukan kemampuan teknologi serta inovasi yang merupakan penentu daya saing di era global seperti saat ini. Sementara itu, negara maju telah mampu mengembangkan industri dengan intensitas teknologi tinggi yang dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Di lain pihak, baru sedikit negara berkembang yang mampu mengembangkan industri tersebut. Di Indonesia sendiri, industri dengan intensitas teknologi rendah terlihat lebih berkembang dibandingkan industri dengan intensitas teknologi tinggi maupun menengah-tinggi. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya pembelajaran teknologi. Telah banyak literatur mengenai kondisi pembelajaran teknologi di sektor manufaktur. Namun demikian, literatur yang menekankan pada intensitas teknologi masih jarang ditemukan. Tulisan ini akan membahas mengenai model pembelajaran teknologi pada industri manufaktur dengan melakukan studi kasus pada perusahaan dengan intensitas teknologi tinggi dan menengah-tinggi yang ada di Indonesia. Klasifikasi industri berdasarkan intensitas teknologi didasarkan pada pengklasifikasian Organization of Economic Cooperation and Development (OECD). Dari studi kasus pada empat perusahaan, dilakukan analisis terhadap variasi model pembelajaran teknologi dilihat dari aktor-aktor yang terlibat dan dominasi aktor-aktor tersebut dalam proses pembelajaran teknologi. Dari hasil studi kasus yang dilakukan, terlihat bahwa pembelajaran teknologi dapat mendukung penciptaan inovasi. Perusahaan pada sektor manufaktur dengan intensitas teknologi tinggi cenderung memilih pembelajaran teknologi internal. Sedangkan perusahaan pada sektor dengan intensitas menengah-tinggi lebih memilih pembelajaran teknologi kombinasi internal-eksternal. Peran strategis teknologi terhadap kompetensi inti perusahaan, aspek proprietary dari teknologi,kemampuan sumberdaya, serta karakteristik permintaan terlihat menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memilih tipe pembelajaran teknologi.Kata kunci: pembelajaran teknologi, perusahaan manufaktur, intensitas teknologi, kemampuan teknologi, inovasi 
Perancangan Roadmap Produk dan Teknologi pada Uang Elektronik Chip-Based di Indonesia Suzianti, Amalia; Hidayati, Rachma; Muslim, Erlinda
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.834 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.3

Abstract

Abstrak.Perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa dampak dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya perubahan skema pembayaran dari tunai ke non tunai. Pada saat ini, alat pembayaran non tunai melakukan inovasi dengan diterbitkannya uang elektronik untuk melayani pembayaran transaksi bernilai kecil. Akan tetapi, jumlah pengguna uang elektronik di Indonesia masih tergolong rendah. Melalui penelitian ini, penulis ingin meningkatkan jumlah pengguna uang elektronik di Indonesia dengan memfokuskan pada uang elektronik chip-based yang diterbitkan oleh bank. Untuk meningkatkannya penulis akan meneliti fitur uang elektronik yang diinginkan masyarakat dengan proses conjoint analysis. Hasil yang didapatkan yaitu minimum top up sebesar Rp 20.000, tidak ada minimum saldo yang harus tersedia di uang elektronik dalam melakukan pembayaran, tidak ada minimum pembayaran dalam satu kali transaksi, adanya batas masa berlaku kartu yaitu selama 5 tahun dan terdapat jenis keamanan berupa PIN. Selanjutnya dilakukan perancangan roadmap produk dan teknologi sebagai strategi penguat uang elektronik hingga tahun 2025. Perancangan roadmap produk dan teknologi ini diharapkan dapat menjadi sebuah standardisasi uang elektronik chip-based di Indonesia untuk mewujudkan interoperability antar uang elektronik yang diharapkan dapat meningkatkan pemakaian uang elektronik.Kata kunci: Uang elektronik chip-based; conjoint analysis; peta jalan produk dan teknologi Abstract. Due to the growing dynamism and complexity of technology development, early recognition and monitoring of technological, market, political and social developments is of growing importance to successful innovation. In this context, roadmapping is a method that answers the questions of creating new product development in innovation terms. Nevertheless, the important point is not solely to project what is technically feasible to be implemented, but rather to broaden the perspective with socio-economic aspects and particularly, as a critical factor, incorporating customer requirements at an early stage. This research elaborates the integration of conjoint analysis into product-technology roadmapping to develop a strategic e-money product-technology roadmap in Indonesia. This research focuses on the case of chip-based e-money and how to increase the utilization of the chip-based e-money in Indonesia. The chip-based e-money features resulted from conjoit analysis were minimum top-up Rp.20.000,-, no minimum amount on account, no minimum amount on one transaction, validity period 5 years and security mode on transaction using PIN. These features are then integrated into the product-technology roadmap, which was created and validated through in-depth interviews with experts from Bank Indonesia and University of Indonesia. The output of the research was a strategic product-technology roadmap of chip-based e-money in Indonesia until 2025, as the standard reference of the chip-based e-money development in Indonesia.Keywords: chip-based electronic money; conjoint analysis, product and technology roadmapping
Pengaruh Mekanisme Corporate Governance terhadap Manajemen Laba dengan Pendekatan Conditional Revenue Model Asward, Ismalia; Lina, Lina
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.391 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.2

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba. Mekanisme corporate governance dalam penelitian ini diproksikan dengan konsentrasi kepemilikan, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komposisi dewan komisaris dan ukuran komite audit. Manajemen laba dalam penelitian ini diukur dengan conditional revenue model yang dikembangkan oleh Stubben (2010). Penelitian ini menggunakan sampel dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2012. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 128 perusahaan yang digunakan sebagai sampel. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan multiple regression analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan dan komposisi dewan komisaris berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba. Mekanisme corporate governance yang lain tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.Kata kunci: Corporate Governance, Manajemen Laba, Conditional Revenue Model, Purposive Sampling, Multiple Regression Analysis. Abstract. The purpose of this study is to get the empirical evidence regarding the influence of corporate governance mechanisms on earnings management. This research uses the proxies of ownership concentration, institutional ownership, managerial ownership, proportion of independent commissioner on the board, and audit committee size as corporate governance mechanisms. Earnings management was measured conditional revenue model (Stubben 2010). The research sample consists of 188 firm-year observations of listed manufacturing companies in Indonesia Stock Exchange during 2010-2012. The analysis method used is multiple regression analysis.The result reveals that ownership concentration and proportion of independent commissioner on the board have negative influence on earnings management. The rest of corporate governance mechanisms have no influence on earnings management.Keywords: Corporate Governance, Earnings Management, Conditional Revenue Model, Purposive Sampling, Multiple Regression Analysis.
Validation of Innovative Behavior as A Multidimensional Construct Amir, Muhammad Taufiq
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.5

Abstract

Abstract. Innovative behavior (IB) is imperative in ensuring organization innovation succeed but the measurement of IB is still at an evolutionary stage. Most literature treats IB as a single construct, ignoring its muldimensionality. Drawing from studies that indicating IB as a multidimensional, this study empirically examines and validates the dimensionality of IB construct and suggests a refined angle in seeing the process of individual innovation. Paper based and online survey completed by 211 employees from six industries in Indonesia and analyzed using confirmatory factor analysis (CFA) and structural equation modeling (SEM). Findings demonstrating initial supports that IB can be considered as a multidimensional, as three dimensions model shows a better fit model than two and single model. It may suggest IB dimensions can be seen overlapped each other, not only as different stages as commonly understood. Convergent and discriminant validity were evidenced, consistent with previous study. Managerial and theoretical implications in managing individual innovation, including the future research directions are also discussed.Keywords: Innovative behavior, multidimensional construct, convergent, divergent validity, structural equation modeling Abstrak. Perilaku inovatif (PI) penting dalam memastikan kesuksesan inovasi organisasi namun pengukuran PI masih belum berkembang. Kebanyakan literatur menganggap PI sebagai konstruk tunggal, bukan sebagai multidimensional. Berdasarkan studi-studi yang mengindikasikah bahwa PI adalah multidimensi, studi ini secara empirik menganalisa dan memvalidasi dimensionalitas konstruk PI dan menyarankan perspektif baru dalam melihat proses inovasi individu. Survei dilakukan secara manual dan online pada 211 karyawan dari enam industry di Indonesia dan dianalisa dengan menggunakan confirmatory factor analysis (CFA) dan structural equation modelling (SEM). Temuan studi ini menunjukkan dukungan awal yang mendukung bahwa PI bisa dianggap sebagai konstruk multidimensi, karena model dengan tiga dimensi menunjukkan model fit yang lebih baik ketimbang model dengan dua dan satu dimensi. Ini menunjukkan bahwa dimensi IB bisa saja saling tumpang tindih, tidak hanya sebagai tahpaa yan berbeda seperti selama ini dipahami. Analisis validitas convergent dan discriminant yang dilakuan konsisten dengan studi-studi terdahulu. Implikasi manajerial dan teoretikal dalam mengelola inovasi individu, termasuk arah studi masa depan juga didiskusikan.Kata kunci: Perilaku inovatif, konstruk multi-dimensi, convergent, validitas divergen, structural equation modeling
Faktor Utama Kesuksesan Wirausaha di Industri Pangan Vidyatmoko, Dyan; Rosadi, A. Husni Yasin
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2015.14.1.4

Abstract

Abstrak. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan wirausaha (entrepreneur) banyak diteliti di negara maju, namun kajian dengan topik sama di Indonesia masih terbatas. Dalam upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut, tujuan dari penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan entrepreneur di Jawa. Dalam penelitian ini digunakan tujuh faktor dengan 45 indikator kesuksesan kewirausahaan dan jumlah sample 34 orang pelaku wirausaha di Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung dan Bogor. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling signifikan mempengaruhi kesuksesan wirausaha terdapat lima faktor dominan dengan lima belas indikator yaitu faktor psikologis, faktor perilaku kerja, (3) faktor bentuk organisasi, faktor bantuan teknis, dan faktor kompetensi inti. Dibandingkan dengan konsep Kiggundu, terdapat tiga variabel baru yang memengaruhi kesuksesan entrepreneur yaitu motivasi, peluang, dan pengalaman bisnis. Hasil penelitian memberikan implikasi teoritis bahwa masih terdapat beberapa variabel yang dapat ditambahkan dalam menentukan faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan wirausaha. Implikasi managerial menunjukan bahwa penggunaan teori Kigundu dalam melakukan penelitian dengan kasus industri pangan di Jawa ternyata memberikan hasil yang komprehensif sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan pengembangan wirausaha di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya dengan mempertimbangkan penambahan beberapa variabel sesuai dengan hasil penelitian.Kata kunci : wirausaha, faktor sukses, industri makanan, Jawa Abstract.Although factors that influence the success of entrepreneurs have been widely studied in developed countries, but only few of them were conducted in Indonesia. As an effort to fill this gap, this study is conducted with the purpose of analyzing factors that influence the success of entrepreneurs in the food industry in Java. In this research used seven factors with 45 indicators of entrepreneurial success and the amount of sample 34 entrepreneurs in Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung and Bogor. The analytical method used is multiple regression analysis with a validity test, reliability test and classical assumption, and qualitative analysis. The results showed that there were five dominant factors with fifteen indicators affecting the success of entrepreneurs in the industry. The five most dominant factor are psychological factor, working behavior factors, core competence factor, organizational form factor, and technical assistance factor. Compared to the concept of Kiggundu, there are three new variables affecting the success of entrepreneurs, i.e motivation, opportunities and business experience. This result provides theoretical implication that there are several variables that can be added to determine the success of entrepreneurs in the food industry. Managerial implications shows the use of Kiggundu theory, in conducting research with the case of the food industry in Java, provides comprehensive results that it can be used as a basis for formulating an entrepreneurial development policy in Java in particular and Indonesia in general, taking into account the addition of several variables in accordance with the results of research.Keywords: entrepreneur, success factors, food industry, Java

Page 1 of 1 | Total Record : 9