cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 2005" : 5 Documents clear
INDONESIAN ENTREPRENEUR'S BAROMETER 2004 ( SECOND PAPER OF TWO ) Arnold, John; Waworuntu, Rossy; Mangkusubroto, Kuntoro; Tjakraatmadja, Jann Hidajat; Dhewanto, Wawan
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2320.584 KB)

Abstract

This year, for the first time, Ernst & Young Indonesia and School of Business and Management (SBM), Bandung Institute of Technology (ITB) conducted Indonesian Entrepreneursâ?? Barometer survey. This first Indonesian Entrepreneurâ??s Barometer, surveyed Indonesian entrepreneur to get the views of entrepreneurs who are qualified as outstanding amongst their peers. Survey respondents were selected by Ernst & Young Indonesia panels. The survey covers motivations, future plans and perceptions about Indonesian business environment. The results are presented in 4 chapters under the following title: â?? Succesful Entrepreneurs and their Businessâ?, â?? Funding & Wealth Realizationâ?, â?? Entrepreneurâ??s Outlookâ? and â?? Business Environmentâ?. The second paper covers the last two chapters.
Equality between project stakeholders: Reality or Myth? Firman, Aries F
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2179.59 KB)

Abstract

Traditional project management principles strongly emphasize the triple constraints: time, cost and quality. The new paradigm, however, includes people, who remain the focus of all activities. The aim of this paper is to examine the result of a current research in Indonesia where a standard International Construction Contract is applied in the infrastructure sector because it was financed by multilateral agencies. Project people from those stakeholders groups were interviewed to collect their perceptions about the value of time, quality and cost aside from the issues of international contruction contract and project leadership. Initially, Owners, Designers, and Contractors were targeted. Use of the theoretical sampling process determined the need to target a second set of respondents. A construtivist ontology, interpretive epistemology and qualitative methodology were adopted. In-depth interviews were held with twenty-seven respondents from the stakeholder groups. Initial findings emerged concept that were then presented to expert from the Owner, Industry and University. Using constructivist paradigm, two major emerging constructs appeared from the respondents. The findings lead to the suggestion that modifications are needed to enhance the existing triple constraints in project management: time, quality and cost. The model of P & LESS was derived from the respondents. This embeds the elements of People, namely Leadership, Ethic, and Social Status with the time, quality and cost schema of project management. With this new concept, people and their elements would be more taken into consideration by the project stakeholders in securing the project success. Preliminary findings have shown that there are significant in the literature as opposed to practices in the real world of project implementation. This paper challenges the quantitative, technical, outcome based approach as unitary in nature. It presents a different view or paradigm that adds, as a central focus, the ‘people’ connection to time, quality and cost. It suggests that the importance of various aspects of people should also be taken into serious consideration in the evolution of project management, not only as a technical tool but more importantly as a field of knowledge required to solve organizational problems. When operating in another culture, relational aspects become a central focus. Keywords: people, equality, project stakeholders
Mengelola pengetahuan dengan pembelajaran organisasi di Perguruan Tinggi Djajadiningrat, Prof. Surna Tjahja
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2816.005 KB)

Abstract

Di penghujung abad keduapuluh, berkembang sistem produktivitas yang dihasilkan dari kemampuan mendidik tenaga kerja dalam memperoleh kecakapan baru berdasarkan pengetahuan baru. Manajemen pengetahuan (knowledge management), modal intelektual (intellectual capital) dan pembelajaran organisasi (organizational learning) menjadi konsep baru yang penting dalam teori manajemen. Pakar teori organisasi Ikko Toumi dalam bukunya ‘Corporate Knowledge’ mengemukakan teori integrasi manajemen pengetahuan berdasarkan karya Ikujiro Nonaka. Toumi dan Nonaka berpandangan bahwa pengetahuan yang diciptakan oleh individu dapat dimunculkan dan diperluas oleh organisasi melalui interaksi social di mana pengetahuan yang tersirat (tacit knowledge) diubah menjadi pengetahuan yang tersurat (explicit knowledge). Proses penciptaan harus dipahami sebagai suatu proses yang secara organisasional memperkuat pengetahuan yang diciptakan oleh individu dan pembentukannya merupakan bagian dari jaringan pengetahuan organisasi. Oleh karena itu pembelajaran organisasi (organizational learning) memiliki dimensi individual dan social. Perguruan tinggi adalah institusi dengan modal intelektual dan mengelola pengetahuan sehingga organisasi pembelajaran (organizational learning) merupakan organisasi yang tepat guna diimplementasikan di perguruan tinggi. Katakunci: modal intelektual, pembelajaran organisasi, perguruan tinggi, manajemen pengetahuan
Drama Theory sebagai Model dari dinamika konflik dalam permasalahan DAS Citarum Putro, Utomo Sarjono
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5460.231 KB)

Abstract

Konflik adalah suatu yang selalu kita hadapi dalam hubungan antar manusia. Tidak bisa dihindari bahwa suatu ketika kita akan menghadapi konflik walaupun dengan konflik akan membuka peluang untuk berkolaborasi kalau kita mampu mengatasinya dengan baik. Demikian juga, kolaborasi bisa menjadi konfrontasi kalau kita tidak bisa mengelolanya dengan baik. Pertama-tama, paper ini akan menjelaskan tentang apa itu drama theory, dan untuk menjelaskannya dengan mudah adalah dengan membandingkannya game theory yang umum. Kemudian, artikel ini akan menjelaskan bagaimana drama theory bisa digunakan untuk menganalisis dinamika konflik yang muncul dalam kasus polusi sungai Citarum. Akhirnya, paper ini akan menunjukkan bagaimana seorang fasilitator (analis) dapat mengusulkan suatu penyelesaian untuk konflik tersebut yang mengarah kepada kolaborasi/kerjasama antar semua pihak yang terlibat. Katakunci: drama theory, dinamika konflik, analisis konfrontasi, negosiasi, polusi sungai Citarum.
Pengelolaan risiko perusahaan pada bisnis kelistrikan Wiryono, Sudarso Kaderi
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 4, No 2 2005
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor risiko merupakan bagian yang selalu menyertai pada setiap proses pengambilan keputusan. Demikian halnya berlaku pula pada tatanan sebuah perusahaan, setiap ada tindakan pengambilan keputusan oleh manajemen, selalu disertai oleh adanya satu atau lebih risiko yang menjadi konsekwensi atas pengambilan keputusan tersebut. Permasalahannya adalah bukan bagaimana menghindari risiko, tapi bagaimana mengantisipasinya sehingga untuk setiap kemungkinan yang bisa terjadi manajemen sudah dapat mengukur bagaimana akibatnya dan tindak lanjut apa yang harus dilakukan. Rangkaian antisipasi tersebut dituangkan secara sistematis dalam suatu dokumen resmi perusahaan yang dinamakan Enterprise Risk Manajement (ERM). ERM merupakan suatu disiplin yang memungkinkan manajemen dalam sebuah organisasi dapat mengindentifikasi, menilai (mengukur), mengawasi, mengembangkan kajian, mendanai dan memonitor seluruh potensi risiko dari segala sumber dengan tujuan meningkatkan nilai jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. ERM juga berfungsi sebagai kerangka kerja yang merupakan sarana untuk pengambilan keputusan manajerial pada semua level organisasi/perusahaan. Melalui ERM, perusahaan diharapkan dapat memandang risiko bukan hanya sebagai suatu ancaman ataupun hambatan, tetapi juga merupakan suatu peluang untuk meraih pasar melalui sumber daya dan daya saing yang dimiliki perusahaan. Dua dimensi utama dalam ERM meliputi: 1). Penentuan jenis-jenis risiko yang terdapat dalam organisasi/perusahaan 2). Penentuan langkah-langkah proses manajemen risiko. Riset ini mengkaji bagaimana pengelolaan risiko perusahaan itu bisa diterapkan pada bisnis kelistrikan di Indonesia. Untuk itu, Tim riset terlebih dahulu mempelajari konsep dan metode Pengelolaan Risiko Perusahaan pada Bisnis Kelistrikan (ERM in Electricity Business) yang telah berkembang di negara maju. Selanjutnya, dengan memperhatikan kondisi bisnis kelistrikan nasional, dijajagi kemungkinan penerapannya di Indonesia. Pembahasan ini dalam penelitian ini masih bersifat eksploratif. Oleh karena itu, perlu dilanjutkan dengan kajian dan penelitian lebih lanjut secara lebih spesifik, tajam dan mendalam. Katakunci: enterprise risk management, identifikasi risiko, pengukuran (assessment)risiko, mitigasi risiko

Page 1 of 1 | Total Record : 5