cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Analisis Pelaksanaan Quality Control untuk Mengurangi Defect Produk di Perusahaan Pengolahan Daging Sapi Wagyu dengan Pendekatan Six Sigma Nugroho, Adi; Kusumah, Lien Herliani
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2021.20.1.4

Abstract

Abstrak. Persaingan industri menuntut perusahaan menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi fenomenanya perusahaan masih menghasilkan produk yang tidak sesuai spesifikasi sehingga dikembalikan oleh pelanggan. Hal ini menjadi dasar dilakukannya penelitian yang bertujuan menganalisis pelaksanaan quality control, mengetahui defect utama produk, dan melakukan improvement agar dapat mengurangi atau menghilangkan permasalahan selama proses produksi menggunakan pendekatan Six Sigma dengan langkah: Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Sampel penelitian adalah hasil pemeriksaan produk akhir pada bulan April – September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Quality control sudah dilakukan tetapi belum maksimal, dengan akar masalah penyebab defect utama adalah method, material, dan machine. CTO pada penelitain ini yaitu: kontaminasi benda asing, pengemas bocor, temperature produk melebihi standar, over drip dan lemak tebal. Setelah dilakukan improve, terjadi kenaikan level sigma dari 3,48 (baseline kinerja) menjadi 3,83. Kontrol dilakukan untuk menjaga konsistensi dari tindakan perbaikan dengan cara briefing rutin kepada operator, meningkatkan training GMP, 5S, dan product knowledge, membakukan perubahan SOP, menambah tools yang diperlukan dan melakukan kontrol pelaksanaan preventive maintenance.Kata kunci: Quality control, six sigma, wagyu, defect produk, DMAIC.Abstract. The industrial competition requires companies to produce high-quality products, but the phenomenon is that companies still produce products that do not meet specifications and are returned by customers. This is the basis for conducting research aimed at analyzing the implementation of quality control, knowing the main defects of the product, and making improvements to reduce or eliminate problems during the production process using the Six Sigma approach with steps: Define, Measure, Analyze, Improve and Control. The research sample is the result of the final product inspection in April - September 2019. The results of the study indicate that the implementation of Quality control has been carried out but not maximally, with the root causes of the main defects being method, material, and machine. CTO in this research are: foreign body contamination, leak packaging, product temperature exceeds the standard, over drip, and thick fat. After improving, there was an increase in sigma level from 3.48 (performance baseline) to 3.83. Control is carried out to maintain consistency of corrective actions by regular briefings to operators, increasing GMP training, 5S, and product knowledge, standardizing SOP changes, adding necessary tools, and controlling preventive maintenance implementation.Keywords: Quality control, six sigma, wagyu, defect product, DMAIC.
Customer's Loyalty of Indonesia Cellular Operators in The Pandemic of COVID-19 Rachmawati, Indira
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.3.1

Abstract

Abstract. The cellular operators business in Indonesia has significantly increased during pandemic of COVID-19 since the issuance of the government regulation regarding work from home and study from home. The increasing number of subscribers is getting higher along with the increasing high churn rate. The intention of the study was to determine the potential predictors of customer's loyalty to cellular operators. The findings show, First, user experience directly influences loyalty. Second, corporate image is revealed to strengthen the effect of user experience on switching barriers and subsequent impact on loyalty, which indicates that a good corporate image can increase customer loyalty. Third, satisfaction and switching barriers mediate the relationship between user experience and loyalty. This implies that if users perceive a good experience with their operators, they will satisfied and loyal to the current operator. In line with this situation, if there are too many barriers to switch to other operators and they believe getting value for money, they will remain loyal. The conceptual research framework proposed can be differentiated between users who perceived corporate image is high and those who perceived corporate image is low; they can be differentiated between pre-paid and post-paid cellular users. The contribution of this study lies in the fact that the path between the five dimensions of user experience to loyalty of cellular operator, the combination with the mediator of satisfaction and switching barrier to loyalty, the moderating role of corporate image which affects the direction and strengthen the relationship between user experience and switching barriers.Keywords: Cellular operators, corporate image, COVID-19, loyalty, user experienceAbstract. Bisnis operator seluler di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan selama pandemi COVID-19 sejak dikeluarkannya peraturan pemerintah tentang bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Jumlah pelanggan yang semakin meningkat seiring dengan churn rate yang semakin tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan prediktor potensial dari loyalitas pelanggan kepada operator seluler. Temuan menunjukkan, Pertama, pengalaman pengguna secara langsung memengaruhi loyalitas. Kedua, pengungkapan citra perusahaan untuk memperkuat pengaruh pengalaman pengguna terhadap peralihan hambatan dan dampak selanjutnya terhadap loyalitas, yang menunjukkan bahwa citra perusahaan yang baik dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Ketiga, kepuasan dan peralihan hambatan memediasi hubungan antara pengalaman pengguna dan loyalitas. Ini menyiratkan bahwa jika pengguna merasakan pengalaman yang baik dengan operator mereka, mereka akan puas dan setia kepada operator saat ini. Sejalan dengan situasi ini, jika ada terlalu banyak hambatan untuk beralih ke operator lain dan mereka yakin mendapatkan nilai uang, mereka akan tetap setia. Kerangka penelitian konseptual yang diusulkan dapat dibedakan antara pengguna yang mempersepsikan citra perusahaan tinggi dan yang mempersepsikan citra perusahaan rendah; mereka dapat dibedakan antara pengguna seluler prabayar dan pascabayar. Kontribusi penelitian ini terletak pada kenyataan bahwa jalur antara lima dimensi pengalaman pengguna ke loyalitas operator seluler, kombinasi dengan mediator kepuasan dan pengalihan penghalang ke loyalitas, peran moderasi citra perusahaan yang mempengaruhi arah dan memperkuat hubungan antara pengalaman pengguna dan peralihan hambatan.Kata kunci: Citra perusahaan, COVID-19, loyalitas, operator seluler, pengalaman pengguna
Front-Matter Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20 No 1 2021 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front-Matter Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20 No 1 2021
Front-Matter JMT Vol 19 No 3 2020 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front-Matter JMT Vol 19 No 3 2020
Dampak Visual Complexity Terhadap Minat Beli Konsumen dalam Bisnis Ritel Gunadi, Willy; Stephanie, Diana Melliza
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2021.20.1.1

Abstract

Abstrak. Seiring dengan meningkatnya perekonomian di Indonesia, tingginya daya beli konsumen juga berdampak pada kemunculan brand baru yang jumlahnya meningkat secara signifikan di pasar ritel. Bisnis teh kemasan yang mulanya didominasi oleh dua pemain sekarang sangat kompetitif dengan lebih dari 20 brand teh, juga peningkatan konsumsi cokelat sebesar lebih dari 25 persen per tahun yang membuat jajaran display cokelat di supermarket semakin meluas. Hal ini menjadi tantangan bagi produsen dan retailer untuk menyusun strategi penjualan demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tingkat kompleksitas display terhadap proses evaluasi konsumen dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk. Penelitian ini juga akan menganalisa pengaruh karakter field dependence serta tujuan belanja konsumen terhadap daya tarik produk (perceived attractiveness). Penelitian ini dilakukan melalui 3 studi eksperimen dengan metode ANOVA 2x2. Studi 1 menganalisa stimuli abstrak, studi 2 menganalisa produk real dan studi 3 menambahkan analisa eye tracking. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa semakin kompleks display suatu produk, maka daya tarik produk akan dinilai semakin rendah, terutama bagi konsumen utilitarian dengan karakter field dependent.Kata kunci: Kemasan, processing fluency, minat beli, ritel, kompleksitas visualAbstract. Along with the rapid economic growth in Indonesia, high buying power led to significant emergence of new-comers brand in retail market. Bottled tea business that used to dominated by two brands, now become highly competitive with more than 20 brands in the market, also an increase in chocolate consumption by more than 25 percent per year making chocolate display in supermarkets become remarkably widespread. This is challenge for manufacturers and retailers to develop strategy to gain maximum profit. This research aims to analyze the effect of display's visual complexity on consumers evaluation process and purchase intention. This research also analyzes the effect of consumer field dependence and shopping goal on perceived target attractiveness. This research consists of 3 experimental studies, each in ANOVA 2x2. Study 1 analyze abstract stimuli, study 2 analyze real product and study 3 complements with eye tracking data. The results prove that the more complex is the product's display, the more product target attractiveness will be rated lower, especially for utilitarian customer with field dependent character.Keywords: Package, processing fluency, purchase intention, retail, visual complexity
Niat Konsumen menggunakan Transportasi Ride-Hailing di tengah Pandemi COVID-19: Kerangka Kerja Konseptual dan Evaluasi Empiris Hamid, Rahmad Solling
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.3.4

Abstract

Abstrak. Moda transportasi berbasis teknologi digital ride-hailing merupakan salah satu bisnis transportasi yang masih bisa bertahan dalam kondisi pandemi COVID-19. Di Indonesia layanan ini tidak sepenuhnya di non aktifkan tetapi hanya membatasi beberapa fitur layanan yang disesuaikan dengan protokol penangan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh attitude, customer satisfaction, trust, dan subjective knowledge terhadap continuance intention pada jasa ride-hailing selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan pertimbangan jumlah keseluruhan dari populasi dalam penelitian ini tidak diketahui, maka sampel diambil menggunakan sampel non probabilitas dan diperoleh jumlan sampel sebanyak 225 responden pengguna layanan ride-hailing. Pengujian hipotesis menggunakan teknik Strukktural Equation Model. Berdasarkan hasil penelitian trust berpengaruh signifikan terhadap attitude, customer satisfaction berpengaruh signifikan terhadap trust, konstruk trust secara langsung maupun tidak langsung berdampak signifikan terhadap continuance intention yang dimediasi oleh attitude, customer satisfaction secara langsung maupun secara tidak langsung memiliki dampak positif signifikan terhadap attitude melalui trust, attitude berpengaruh signifikan terhadap continuance intention, customer satisfaction secara langsung secara tidak langsung memiliki dampak signifikan pada continuance intention yang dimediasi attitude serta trust, dan subjective knowledge berpengaruh signifikan terhadap continuance intention. Selanjutnya Hasil penelitian ini memberikan dukungan empiris terhadap Theory of Reasoned Action dengan menambahkan konstruk trust, subjective knowledge, dan customer satisfaction pada model penelitan. Dimana dari ketujuh hipotesis yang diajukan keseluruhannya dapat diterima.Kata kunci: Trust, attitude, subjective knowledge, customer satisfaction, continuance intentionAbstract. The digital ride-hailing technology-based transportation mode is one of the transportation businesses that can still survive the COVID-19 pandemic. In Indonesia, this service is not entirely deactivated but only limits some service features adjusted to the COVID-19 handling protocol. This study intents to explore the effect of attitude, user satisfaction, trust, and subjective knowledge on continuance intention to ride-hailing services during the Large-Scale Social Restriction (PSBB) period. Considering that the total population in this study is unknown, there were 225 respondents taking part in this study taken by a non-probability sample. Hypothesis testing is done using the Structural Equation Model technique. Based on the research results, trust has a significant effect on attitude, user satisfaction has a significant impact on trust, trust construct either directly or indirectly has a considerable impact on continuance intention, which is mediated by attitude, user satisfaction directly and indirectly has a significant impact on attitude mediated by trust, attitude has a significant effect on continuance intention, user satisfaction indirectly has a considerable effect on continuance intention which is mediated by attitude and trust, and subjective knowledge has a significant effect on continuance intention. Furthermore, this study's outcome administer empirical uphold for the acceptance model of information technology Theory of Reasoned Action by adding the constructs of trust, subjective knowledge, and user satisfaction to the research model. Wherefrom the seven hypotheses proposed, all of them can be accepted.Keywords: Trust, attitude, subjective knowledge, customer satisfaction, continuance intention
Back-matter Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20 No 1 2021 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back-matter Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20 No 1 2021
Back-Matter JMT Vol 19 No 3 2020 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back-Matter JMT Vol 19 No 3 2020
The Effect of Related Party Transactions on the Performance of Indonesian Listed Companies Angelica, Brigitta; Gunawan, Desya; Christella, Jessy; Chandera, Yane; Rachman, Rathria Arrina
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2021.20.1.2

Abstract

Abstract. The purpose of this paper is to analyze the impact of related party transactions (RPTs) on company performance using a panel data regression on 388 non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange during the 2015-2018 period. RPT variables used in this study are divided into several categories, namely transactions with related parties in the operational field (operational RPTs), financial field (financial RPTs), other fields (other RPTs), and total RPTs (sum of the three previous types). The study finds a significant negative relationship between financial RPTs and other RPTs on company performance. This finding is consistent with the precedent research that non-operational RPTs (i.e., financial RPTs and other RPTs) are commonly used by controlling shareholders as tunneling channels to expropriate minority shareholders. The results suggest policymakers to monitor more closely RPTs, particularly financial and other RPTs, that are more likely to be used as tunneling activities that are detrimental to firm performance. The results of this study are robust to various proxies of firm performance, providing additional empirical studies on RPTs in emerging countries with concentrated ownership structure, and shedding direct light on which type of RPTs that is mainly used as tunneling channel.Keywords: Efficient transaction hypothesis, firm performance, Indonesia, related party transactions, type II agency problemAbstrak. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis pengaruh transaksi pihak berelasi (RPT) terhadap kinerja perusahaan dengan menggunakan regresi data panel pada 388 perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2018. Variabel RPT yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu transaksi dengan pihak berelasi di bidang operasional (RPT operasional), bidang keuangan (RPT finansial), bidang lainnya (RPT lainnya), dan total RPT (penjumlahan dari ketiga jenis RPT yang disebutkan sebelumnya). Penelitian ini menemukan hubungan negatif yang signifikan antara RPT finansial dan RPT lainnya terhadap kinerja perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa RPT nonoperasional (RPT finansial dan RPT lainnya) biasanya digunakan oleh pemegang saham pengendali sebagai sarana untuk mengambil alih dari pemegang saham minoritas. Hasilnya menyarankan para pembuat kebijakan untuk melakukan pemantuan lebih terhadap RPT, terutama RPT finansial dan lainnya, yang lebih mungkin digunakan sebagai aktivitas tunneling yang merugikan kinerja perusahaan. Penelitian ini menunjukan hasil yang kuat untuk berbagai proksi kinerja perusahaan, sehingga memberikan studi empiris tambahan tentang RPT di negara-negara berkembang dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi, dan menjelaskan langsung jenis RPT yang terutama digunakan sebagai saluran tunneling.Kata kunci: Efficient transaction hypothesis, Indonesia, masalah keagenan tipe II, performa perusahaan, transaksi pihak berelasi
The Effect of Customer Experience Towards Engagement in Soco by Sociolla Febilincia, Siti Dzulqadah; Nasution, Reza Ashari
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.3.3

Abstract

Abstract. Though usage of m-commerce is increasing, the engagement for the platform is low. This research aims to optimize engagement through variable that influences customer experience. Data gathering is done through online survey and use PLS SEM method to analyze the final data. Based on the result of 407 respondents, customer experience has a significant effect towards engagement. Though, customer experience will have stronger effect towards engagement through satisfaction. The most influential antecedents in customer experience is Telepresence. The more immersed the customers in an app, the more it brings to positive customer experience. The findings provide managerial implications for marketers in multi-channel retail, specifically in beauty industry, who uses m-commerce as their channel to set strategy in optimizing customer experience and engagement in mobile application.Keywords: Customer experience; engagement; satisfaction; m-commerce; mobile applicationAbstrak. Meskipun penggunaan m-commerce meningkat, engagement untuk platform ini masih cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan engagement melalui variabel yang mempengaruhi customer experience. Pengumpulan data dilakukan melalui survei online dan menggunakan metode PLS SEM untuk menganalisis data akhir. Berdasarkan hasil dari 407 responden, customer experience memiliki pengaruh yang signifikan terhadap engagement. Akan tetapi, pengalaman pelanggan akan memiliki efek yang lebih kuat terhadap keterlibatan melalui kepuasan. Faktor yang paling berpengaruh dalam pengalaman pelanggan adalah Telepresence. Semakin banyak pelanggan terikat dalam suatu aplikasi, semakin banyak membawa pengalaman pelanggan yang positif. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi pemasar di multi-channel retail, khususnya di industri kecantikan, yang menggunakan m-commerce sebagai saluran mereka untuk mengatur strategi dalam mengoptimalkan pengalaman pelanggan dan keterlibatan dalam aplikasi mobile.Kata kunci: Aplikasi seluler; customer experience; engagement; kepuasann; m-commerce