cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Manajemen Teknologi merupakan salah satu publikasi ilmiah yg diterbitkan oleh SBM ITB, dalam kerangka untuk mendorong pengembangan praktik dan teori manajemen di Indonesia melalui penyebarluasan temuan-temuan hasil riset di bidang sains dan kasus manajemen. Jurnal ini dikenal secara luas dikalangan praktisi dan akademisi di Indonesia sebagai 'The Indonesian Journal for the Science of Management' yang mencakup bidang-bidang antara lain: Knowledge and People Management, Operations and Performance Management, Business Risk, Finance and Accounting, Entrepreneurship, Strategic Business and Marketing and Decision Making and Strategic Negotiation. Jurnal Manajemen Teknologi ( ManTek ) sudah terakreditasi "B" berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Nomor: 81/DIKTI/Kep/2011. Masa Berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal ditetapkan. Dan terindeks oleh Indonesian Publication Index (IPI), Google Schoolar. Print ISSN: 1412-1700; Online ISSN: 2089-7928
Arjuna Subject : -
Articles 469 Documents
Front-Matter JMT Vol 19 No 1 2020 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front-Matter JMT Vol 19 No 1 2020
The Relationships between Web Design, Reliability, Privacy, Service Quality, and Purchase Intention of Customers at E-commerce Business Johan, Kevin; Samantha, Wella; Tandean, Maria J.; Sihombing, Sabrina
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.1.2

Abstract

Abstract. Of the many e-commerce players in Indonesia, Zalora is one of the main online shopping. However, there is a decrease rank in Zalora where in 2018 Zalora was ranked 7th but dropped to 10th in 2019. Therefore, the research aims to predict purchase intentions through Zalora which are influenced by perceptions of web design, perceptions of reliability, privacy, and customer service. This research uses quantitative methods, and data collection techniques are carried out by distributing questionnaires to the non-probability sampling method. Samples taken were 40 respondents for preliminary tests and 200 respondents for actual tests, with the criteria of ever shopping at Zalora. Data obtained in the preliminary study were tested by testing the reliability and validity. Data obtained from actual research is tested by testing the reliability, validity, and classical assumption tests. Next, the data are analyzed with Structural Equation Modeling (SEM) to test hypotheses and draw conclusions. Thus, the results show that the nine research hypotheses are supported. This study also provides theoretical implications, managerial implications, and recommendations for further research.Keywords: Purchase intention, web design, reliability, privacy, customer serviceAbstrak. Dari sekian banyak pemain e-commerce di Indonesia, Zalora adalah salah satu belanja online utama. Namun, ada penurunan peringkat di Zalora di mana pada 2018 Zalora berada di peringkat 7 tetapi turun ke 10 di 2019. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi niat beli melalui Zalora yang dipengaruhi oleh persepsi desain web, persepsi keandalan, privasi, dan pelayanan pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan metode pengambilan sampel non-probabilitas. Sampel yang diambil adalah 40 responden untuk tes pendahuluan dan 200 responden untuk tes aktual, dengan kriteria pernah berbelanja di Zalora. Data yang diperoleh dalam studi pendahuluan diuji dengan menguji reliabilitas dan validitas. Data yang diperoleh dari penelitian aktual diuji dengan menguji reliabilitas, validitas, dan uji asumsi klasik. Selanjutnya, data dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hipotesis dan menarik kesimpulan. Dengan demikian, hasilnya menunjukkan bahwa sembilan hipotesis penelitian didukung. Studi ini juga memberikan implikasi teoritis, implikasi manajerial, dan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.Kata kunci: Niat membeli, disain web, keandalan, privasi, layanan konsumen
Back-Matter JMT Vol 19 No 1 2020 Haryanto, Supri
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back-Matter JMT Vol 19 No 1 2020
Kajian Faktor Yang Memengaruhi Adopsi Sistem Pijaman Peer To Peer Lending Soegesty, Nugraha Bagoes; Fahmi, Idqan; Novianti, Tanti
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.1.4

Abstract

Abstract. Medium, Small, Micro Entrprices (MSME) have a big role to play in the economy in Indonesia. Kemenkop UMKM (2017) states that as many as 80.9% of micro businesses in Indonesia do not yet have access to bank financing. One way to overcome barriers to MSME lending is through financial technology interventions through peer-to-peer lending (P2P lending) financing. The purpose of this study is to analyze the factors influencing MSME intention and behavior to use P2P lending services using the UTAUT2 analysis model (Venkantesh et al. 2012) with Structural Equational Modeling (SEM) analysis tools. The results of this study indicate that there are four variables that strongly and positively influence the intention to use P2P lending services among MSMEs, namely hedonic motivation, social influence, effort expectation, and performance expectancy. Then the results of this study also show that the behavior of using P2P lending services is strongly and positively influenced by gorenment regulation, risk perception, and behavioral intention.Keywords: MSME, P2P lending, Structural Equation Modeling (SEM), and UTAUT2Abstrak. UMKM memiliki peran yang besar terhadap perekonomian di Negara Indonesia. Kemenkop UMKM (2017) menyatakan bahwa sebanyak 80.9% usaha mikro di Indonesia belum mendapatkan akses pembiayaan perbankan. Salah satu cara untuk menyelesaikan hambatan penyaluran kredit UMKM adalah melalui intervensi teknologi finansial melalui pembiayaan `peer-to-peer lending (P2P lending). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor mempengaruhi niat dan perilaku UMKM untuk menggunakan layanan P2P lending dengan menggunakan model analisis UTAUT2 (Venkantesh et al. 2012) dengan alat analisis Structural Equational Modeling (SEM). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang secara signifikan memengaruhi niat penggunaan layanan P2P lending dikalangan UMKM yaitu hedonic motivation, social influence, effort expectacy, dan performance expectancy. Kemudian hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perilaku penggunaan layanan P2P lending dipengaruhi secara signifikan oleh gorenment regulation, risk perception, dan behavioral intention..Kata kunci: P2P lending, Structural Equational Modeling (SEM), UMKM, dan UTAUT2
Employee Empowerment in the Decision-Making Process: Evidence from the Food and Beverage Industry in Indonesia Yit, Michelle; Bangun, Yuniros
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.1.5

Abstract

Abstract. A study was conducted to investigate the employee empowerment in decision-making process in food and beverage (F&B) industry in Indonesia. The rise of educated middle class population and increase of consumer trends has compelled the F&B manufactures to make new innovations. The employment situation showed that organizations have difficulty retaining talents. Employee empowerment is closely related to decision making where the superior shares authority with the employee. A conceptual model was built where the leader, employee, leader and employee relation and organizational tools profiles were measured on employees' level of involvement on types of decisions in a food and beverage factory. Nine decision making questions common in food factories were selected and validated. A quantitative survey was conducted with 203 respondents'. Using multiple regression analysis, the overall model of each leader, employee, leader and employee relation, and organizational tools proved significant and positively predicting decision making and innovation. In addition, seniority position and level also showed significance. F&B manufacturers should use employee empowerment as a key strategy to stay competitive, build an innovative culture,and retaintalented employees.Keywords: Employee empowerment, decision making, innovation, food industry, IndonesiaAbstrak. Studi dilakukan untuk meneliti pemberdayaan pegawai dalam pengambilan keputusan pada industi makanan dan minuman di Indonesia. Peningkatan populasi kelas menengah yang terdidik dan peningkatan tren konsumer telah mempercepat langkah manufaktur makanan dan minuman untuk berinovasi dalam produk baru. Situasi kekaryawanan di Indonesia menunjukkan kesulitan perusahaan dalam mempertahankan pegawai. Pemberdayaan karyawan berhubungan erat dengan pengambilan keputusan dimana pengusaha atau manajer membagi kekuasaan kepada karyawan. Model konspetual dibuatdimana profil pimpinan, profil karyawan, alat organisasi, hubungan karyawan dan pimpinan, diukur berdasarkan tingkat keterlibatan karyawan dalampengambilan keputusan. Sembilan keputusan terkait pabrik makanan dan minuman dipilih dan divalidasi. Survey kuantitatif dilakukan secara nasional terhadap 203 responden. Dari hasil analisa multiple regression, model keseluruhan pada karyawan, pimpinan, alat organisasi, serta hubungan pimpinan dan karyawan, terbukti valid. Posisi serta level dari pimpinan perusahaan ke responden juga mempengaruhi perberdayaan karyawan. Manufaktur makanan dan minuman direkomendasikan untuk menggunakan pemberdayaan karyawan sebagai strategi kunciuntuk tetap kompetitif, membangun budaya inovasi, dan mempertahankan karyawan bertalenta.Kata kunci: pemberdayaan karyawan, pengambilan keputusan, inovasi, makan dan minuman, Indonesia
Pengaruh Budaya Organisasional Terhadap Intention to Leave Dimediasi Kepuasan Kerja Karyawan Kontrak Universitas Muhammadiyah di Yogyakarta Solikhah, Efa Wakhidatus; Haryono, Siswoyo
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.1.1

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasional dan kepuasan kerja terhadap intention to leave pada karyawan kontrak Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 117 responden. Analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan software AMOS 22 dan statistik deskriptif SPSS 15 menunjukkan hasil penelitian budaya organisasional berpengaruh negatif terhadap intention to leave, budaya organisasional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap intention to leave.Kata kunci: Budaya organisasional, intention to leave, turnover, kepuasan kerja, structural equation modelingAbstract. The purpose of this study was to analyze the influence of organizational culture and job satisfaction on intention to leave on contract employees of Muhammadiyah Universities in Yogyakarta. The method used is the probability sampling method with a sample size of 117 respondents. Analysis of Structural Equation Modeling with AMOS 22 software and descriptive statistics SPSS 15 shows the results of organizational culture research have a negative effect on the intention to leave, organizational culture has a positive effect on job satisfaction and job satisfaction has a positive effect on the intention to leave.Keywords: Organizational culture, intention to leave, turnover, job satisfaction, structural equation modeling
MULTIPLE KNOWLEDGE NETWORKS AND INNOVATIVE BEHAVIOR: A STUDY IN INDONESIA’S TOP DIGITAL START-UP COMPANIES Hardja, Stella; Sunardi, Oki; Widyarini, Maria
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.1.6

Abstract

Abstract. Knowledge and innovation have become critical aspects of gaining competitive advantage and success in organizations. This study aims to uncover the role of multiple knowledge networks in the formation of innovative behavior and its relationship with supply chain collaboration in Indonesian startup companies. The survey involved 100 employees from the top five Indonesian digital startup companies as respondents. Model testing utilized SEM PLS, followed by triangulation through semi-structured interviews. The result showed that multiple knowledge networks and supply chain collaboration were positively related to innovative behavior. However, the work culture in Indonesian startups was somehow low in terms of exchanging knowledge and information. The lack of collaboration between the actors of the supply chain network has caused the knowledge network not to form correctly in Indonesian startup companies.Keywords: Multiple knowledge networks, supply chain collaboration, innovative behavior, startups, IndonesiaAbstrak. Pengetahuan dan inovasi merupakan aspek-aspek penting dalam membentuk keunggulan kompetitif dan keberhasilan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam mengenai peran multiple knowledge networks terhadap pembentukan perilaku inovatif serta hubungannya dengan kolaborasi rantai pasok di perusahaan startup Indonesia. Survei dilakukan kepada 100 karyawan dari lima perusahaan startup terbesar di Indonesia sebagai responden. Uji model dilakukan dengan menggunakan SEM PLS, dilanjutkan dengan triangulasi melalui wawancara semi terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa multiple knowledge networks dan kolaborasi rantai pasok berhubungan positif terhadap perilaku inovatif. Namun demikian, budaya kerja di perusahaan startup Indonesia tergolong masih rendah dalam hal bertukar pengetahuan dan informasi. Rendahnya kolaborasi antar actor dalam jaringan rantai pasok turut berperan tidak terbentuknya jaringan pengetahuan yang baik di perusahaan startup Indonesia.Kata kunci: Multiple knowledge networks, kolaborasi rantai pasok, perilaku inovatif, startups, Indonesia
Community of Practice (COP) on Waste Management Learning Activities: Case Study on Kawasan Bebas Sampah (KBS) Bandung Sunarti, Sunarti; Tjakraatmadja, Jann Hidajat; Ghazali, Achmad; Rahardyan, Benno
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.1.3

Abstract

Abstract. In order to handle municipal waste problems, Bandung City government launched a program called KBS (Kawasan Bebas Sampah), an area where decentralized waste management through residents' active participation be encouraged. Because residents' willingness to participate and proper skill to manage waste are pivotal, KBS has a number of social learning activities through direct interactions to intensively share knowledge and skill, such as why they should manage waste and how they can manage it properly. The program contains official cadres concerning to their environment, local leaders and residents in the area, guided with a mentor as the expert. They conduct learning activities through various interactions for the members to get educated. As learning activities are important to support KBS program successfulness, it is crucial to evaluate the learning activities system using a suitable concept. We hypothesized that Community of Practice (CoP) concept fits the learning activities system in KBS program since collective learning concerning shared problem for better practice is the core activity in the program. Using interview technique for data collection, we concluded that learning system in KBS program we chose as case study can be considered as a CoP with some problems identified. Some suggestions are given for improvements.Keywords: KBS Program, kawasan bebas sampah, community of practice (cop), waste management, collective learning activitiesAbstrak. Untuk menangani masalah sampah kota, Pemerintah kota bandung meluncurkan sebuah program yang disebut KBS (Kawasan Bebas Sampah), sebuah wilayah yang dipilih untuk menerapkan sistem desentralisasi pengelolaan sampah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Karena pentingnya kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi secara sukarela dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk pengelolaan sampah, KBS memiliki berbagai aktivitas belajar masyarakat melalui interaksi langsung yang ditujukan untuk membagi pengetahuan dan keterampilan intensif, terkait pengetahuan yang dibutuhkan, seperti misalnya alasan mengapa harus melakukan pengelolaan sampah dan bagaimana pengelolaan dilakukan. Program tersebut terdiri dari kader-kader lokal yang peduli lingkungan, pimpinan wilayah, warga, dan seorang mentor yang berperan sebagai ahli. Terdapat berbagai aktivitas belajar yang diadakan melalui bermacam interaksi yang ditujukan untuk para anggotanya. Karena aktivitas belajar penting untuk mendukung kesuksesan program KBS, perlu dilakukan evaluasi pada sistem aktivitas pembelajaran menggunakan konsep yang sesuai. Dalam penelitian ini digunakan hipotesis bahwa konsep komunitas praktis (CoP) sesuai dengan sistem aktivitas pembelajaran yang dilakukan karena aktivitas kunci didalamnya adalah pembelajaran bersama yang berfokus pada permasalahan yang sama bagi anggota untuk peningkatan praktik. Menggunakan teknik wawancara dalam pengumpulan data, disimpulkan bahwa sistem pembelajaran dalam program KBS yang dipilih sebagai studi kasus dapat dianggap CoP dengan beberapa permasalahan teridentifikasi. Terdapat beberapa saran yang diberikan untuk perbaikan.Keywords: Program KBS, kawasan bebas sampah, komunitas praktik (cop), pengelolaan sampah, aktivitas pembelajaran bersama
Importance-Performance (IPMA) Analysis of Loyalty in Indonesia Cellular Operator During COVID-19 Pandemic Rachmawati, Indira
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.2.5

Abstract

Abstract. During the pandemic of Covid-19, customer loyalty becomes the crucial thing that needs to be concerned by cellular operators due to the internet usage is growing rapidly in the activities of work from home and study from home. In dealing with this, the company can find out from the user response regarding to their experience, satisfaction, switching barriers, and corporate image. User experience consists of functionality, social, monetary, trustworthiness, and perceived service quality. This research was conducted to 385 respondents of Indonesian cellular operators that was spread by internet survey. expert opinion was conducted before distributing questionnaires as many as 75 items with quota sampling technique. Based on Importance and Performance Matrix Analysis (IPMA) results, it was found that companies must concentrate first on trustworthiness, satisfaction, and corporate image. Then pay attention to monetary, switching barriers, and social. Variables that were considered low priority are functionality and perceived service quality, this is because the company's performance was very high compared to the level of importance of the user.Keywords: Corporate image, COVID-19, IPMA, loyalty, user experienceAbstrak. Saat pandemi Covid-19, loyalitas pelanggan menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan oleh operator seluler karena penggunaan internet berkembang pesat dalam aktivitas bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Dalam menghadapi hal ini, perusahaan dapat mengetahui dari tanggapan pengguna mengenai pengalaman, kepuasan, peralihan hambatan, dan citra perusahaan mereka. Pengalaman pengguna terdiri dari fungsionalitas, sosial, moneter, kepercayaan, dan kualitas layanan yang dirasakan. Penelitian ini dilakukan terhadap 385 responden operator seluler Indonesia yang disebarkan melalui survei internet. Pendapat ahli dilakukan sebelum menyebarkan kuesioner sebanyak 75 item dengan teknik quota sampling. Berdasarkan hasil Importance and Performance Matrix Analysis (IPMA), ditemukan bahwa perusahaan harus berkonsentrasi terlebih dahulu pada kepercayaan, kepuasan, dan citra perusahaan. Kemudian perhatikan moneter, peralihan hambatan, dan sosial. Variabel yang dianggap prioritas rendah adalah fungsionalitas dan persepsi kualitas layanan, hal ini dikarenakan kinerja perusahaan sangat tinggi dibandingkan dengan tingkat kepentingan pengguna.Kata Kunci: Citra perusahaan, COVID-19, loyalitas, pengalaman pengguna
Exploring the Effect of Digital Storytelling on Employee Engagement: An Experiment Research Bangun, Yuni Ros; Ginting, Henddy; Artini, Ratu Marlina
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12695/jmt.2020.19.2.4

Abstract

Abstract. Employee engagement has been recognized as one of the strategies in delivering productivity and profitability growth in organizations. Working on to find the appropriate method to improve employee engagement, this study examines the effectiveness of digital storytelling as intervention method. This research is an experimental research where participants (n = 153) are assessed two times (pre-test and post-test) using two types of employee engagement assessment tools: questionnaire and text analysis. Experimental group accepts two times intervention of digital storytelling before post-test is given. A customized 12 dimensions of employee engagement is used in this experiment to construct the assessment tools. Paired t-test and independent t-test show significant improvement in the text analysis scores of employee engagement among participants with digital storytelling intervention, but not in the participant without the intervention. Further analyzes highlighted specific improvement in four dimensions (i.e., social support, work engagement, extra-role performance, and organization identity) from the 12 dimensions of employee engagement. Unfortunately, employee engagement assessment using questionnaire is insignificantly influenced by digital storytelling. This insignificant finding might be due to the ceiling effect of the questionnaire scores, but further investigation is needed to explained this results. This research demonstrate that digital storytelling is an effective method to improve employee engagement, and it is also efficient in time and cost.Keywords: Employee engagement, customized employee engagement, digital storytelling, text analysis, experimental research.Abstrak. Keterikatan karyawan dianggap sebagai salah satu strategi yang mendorong peningkatan produktivitas dan profitabilitas. Oleh karenanya, tingkat keterikatan karyawan menjadi penting. Dalam upaya menemukan metode yang tepat untuk meningkatkan keterikatan karyawan dalam perusahaan, penelitian ini menguji bagaimana efektivitas cerita digital apabila digunakan sebagai metode intervensi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dimana peserta eksperimen (n=153) mengikuti dua kali penilaian keterikatan karyawan (pra-uji dan purna-uji) dengan menggunakan dua alat: kuesioner dan analisa teks. Kelompok eksperimen menerima dua kali intervensi cerita digital sedangkan kelompok control tidak mendapatkan intervensi. Pengukuran keterikatan karyawan pada penilitian ini menggunakan 12 dimensi pengukuran yang disesuaikan dengan tempat diadakannya eksperimen. Hasil uji paired t-test dan independent t-test menunjukkan peningkatan keterikatan karyawan pada kelompok eksperimen saat penilaian menggunakan analisa teks dan tidak pada kelompok kontrol. Hasil analisa selanjutnya menunjukkan bahwa peningkatan terjadi pada 4 dimensi pengukuran (dukungan social, keterikatan kerja, kinerja peran tambahan, dan identitas organisasi). Hanya saja peningkatan tersebut tidak terjadi pada kelompok eksperimen saat penilaian menggunakan kuesioner. Hal tersebut bisa dimungkinkan akibat dari ceiling-effect dari kuesioner. Walaupun demikian, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menjelaskan hasil tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita digital merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan keterikatan karyawan dan efisien pada sisi waktu dan biaya.Kata kunci: Keterikatan karyawan, keterikatan karyawan yang disesuaikan, digital storytelling, analisa teks, penelitian experimental.