cover
Contact Name
Farisa Luthfiana
Contact Email
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Phone
+6282218999015
Journal Mail Official
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Podomoro, Jakarta 14350
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 25028413     DOI : https://doi.org/10.52447/scpij.v7i1
Core Subject : Health, Social,
Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal (SCPIJ) is a scientific journal managed by the Faculty of Pharmacy Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, which is published twice a year (April and October). SCPIJ is a scientific research journal in the field of community service with articles that have never been published online or in print before. SCPIJ aims to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the fields of pharmacy and health, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, Pharmaceutical Care,Pharmacotheraphy, Pharmacoepydemology, Pharmacogenetic, Rational Therapeutics, Evidence-Based Practice, Health Services Research, Medication Management, Drug Interactions, Drug Utilization, Drug Prescribing, Drug Information. The results of the service published in this journal are in the form of experimental and non-experimental service.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Preeklampsia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Tahun 2017-2018 Anjami, Widiana
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1792

Abstract

Penyakit hipertensi pada kehamilan berperan besar dalam morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal, dengan setengah sampai dua per tiganya didiagnosis mengalami preeklampsia. Jenis obat antihipertensi juga sangat bervariasi, sehingga menjadi salah satu faktor penting dalam mempertimbangkan penggunaannya pada pasien hipertensi, oleh karena itu perlu dilakukan analisis efektivitas biaya agar dapat membantu dalam pengambilan keputusan pemilihan obat yang efektif secara manfaat dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terapi pengobatan yang lebih cost-effectiveness untuk penggunaan antihipertensi pada pasien preeklampsia di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2017-2018. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan retrospektif, dengan mengambil data sekunder dari rekam medik pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2017-2018. Jumlah sampel sebanyak 42 rekam medik. Dari 42 sampel didapatkan hasil bahwa penggunaan obat antihipertensi yang paling cost effective pada pasien preeklampsi di instalansi rawat inap RSIJ Cempaka Putih tahun 2017-2018 adalah Amlodipine, dengan nilai ACER sebesar Rp 12.608.
GAMBARAN POLA PENGGUNAAN METFORMIN TERHADAP KADAR KREATININ SERUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT "X" Sholikhah, Aulia Ilham
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1894

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Metformin adalah obat yang mempunyai efek utama dapat meningkatkan asam laktat dalam darah, jika asam laktat tinggi maka mempengaruhi PH darah dan urine yang akan memperberat kerja ginjal sehingga dapat mengakibatkan kerusakan ginjal. Salah satu indikator untuk mengetahui kerusakan ginjal adalah dengan menggunakan pemeriksaan kreatinin. Kreatinin merupakan hasil metabolisme endogen dari otot skeletal yang diekskresikan melalui filtrasi glomerulus yang akan dibuang melalui urine dan tidak direabsorbsi atau dieksresikan oleh tubulus ginjal. Untuk mengetаhui gаmbаrаn pola penggunaan metformin terhadap kadar kreatinin serum pada pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit “X”. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional yang bersifat retrospektif. Pendekatan dari metode ini dilakukan secara non-probability sampling dengan teknik kuota sampling pada 85 pasien. Analisa data dengan uji frekuensi dan uji kruskal wallis. Gambaran karakteristik pasien DM tipe 2 meliputi jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, lama penggunaan, dan penyakit penyerta. Yang terdapat hubungan dengan kadar kreatinin akhir yaitu jenis kelamin dan penyakit penyerta. Serta terdapat hubungan antara jenis kelamin dan penyakit penyerta dengan kreatinin akhir (p<0,05) dan tidak terdapat hubungan antara usia, indeks massa tubuh, dosis, lama penggunaan dengan kreatinin akhir (p>0,05).
studi deskriptif pengguna rokok elektrik di kecamatan tanjung priok Anggraeni, Pipit
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1811

Abstract

penelitian bermaksud ingin mengetahui bagaimana gambaran pengguna rokok elektrik
Kepatuhan Penggunaan Obat Inhalasi Kombinasi Kortikosteroid dan β2 Agonis Pada Pasien Asma Rawat Jalan Di Rumah Sakit "X" Periode Januari 2018-Maret 2018 Gabryiella, Chlary Sthasy
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1896

Abstract

Asma adalah suatu penyakit dengan adanya penyempitan saluran pernapasan yang berhubungan dengan tanggap reaksi yang meningkat dari trakea dan bronkus berupa hiperaktivitas otot polos dan inflamasi, hipersekresi mukus, edema dinding saluran pernapasan, deskuamasi epitel dan infiltrasi sel inflamasi yang disebabkan berbagai macam rangsangan. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui kepatuhan penggunaan obat inhalasi kombinasi kortikosteroid dan β2 agonis pada pasien asma rawat jalan di Rumah Sakit “X”. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan pengambilan data retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 90 pasien asma dengan teknik purposive sampling pada bulan Januari 2018-Maret 2018.  Penilaian kepatuhan penggunaan obat asma menggunakan Medication Adherence Report Scale for Asthma (MARS-A). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 data rekam medik pasien asma rawat jalan yang dianalisis didapati mayoritas pasien adalah perempuan (53.3%), pada umur >55 tahun (41.1%) dengan pendidikan terakhir SMA (68.9%). Tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien asma rawat jalan adalah 62.2%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh kesimpulan bahwa prevalensi tertinggi yaitu didapat jenis kelamin perempuan dengan umur >55 tahun dan pendidikan terakhir yaitu SMA. Dan pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien asma rawat jalan terhadap kepatuhan penggunaan obat inhalasi kombinasi kortikosteroid dan β2 agonis di RS “X”.
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN PUSKESMAS SESUAI PERMENKES RI NO 74 TAHUN 2016 PADA PUSKESMAS TINGKAT KECAMATAN DI WILAYAH JAKARTA UTARA Fransiska, Maria
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1836

Abstract

AbstrakPenelitian evaluasi pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di puskesmas ini dilatarbelakangi adanya peraturan Permenkes RI no.74 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas berdasarkan Permenkes RI No. 74 Tahun 2016 di Puskesmas Puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Utara. Apoteker dan Asisten Apoteker di puskesmas tingkat kecamatan yang berada di wilayah jakarta utara yang menjadi responden dalam penelitian evaluasi pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian puskesmas ini. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental dengan rancangan deskriptif dan instrument dalam penelitian ini berupa kuesioner. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 (enam) Puskesmas tingkat kecamatan yang berada dalam wilayah Jakarta Utara yang hanya melayani rawat jalan, tidak melayani rawat inap, dikarenakan pelayanan rawat inap berada di Rumah Sakit Umum Kecamatan yang berada di setiap Kecamatan guna mempermudah pasien dalam rujukan berjenjang untuk pengobatan tahap selanjutnya. Dalam penelitian evaluasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian dipuskesmas ini penilaian dilakukan terhadap 5 (lima) indikator, yaitu Sumber Daya Kefarmasian, Pengelolaan Sediaan Farmasi dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai), Pelayanan Farmasi Klinis, Sarana dan Prasarana dan Pengendalian Mutu Pelayananan Kefarmasian. Kata kunci : Puskesmas Tingkat Kecamatan, Permenkes RI No. 74 Tahun 2016, Standar Pelayanan Kefarmasian Puskesmas Abstract This research has a background and objective to find out the Implementation of Pharmaceutical Service Standards in Public Health Centers around North Jakarta in accordance with Indonesian Minister of Health Regulation No. 74 of 2016. The respondents in this study were Pharmacists and Pharmacist Assistants in district health centers in North Jakarta. This study used a non-experimental method with a descriptive design. The researcher utilized the questionnaire as an instrument. The subjects in this study consisted of six public health centers at the district level in the North Jakarta area. The subjects were only providing outpatient services; not inpatient services, because the service was only provided by the District General Hospital. The facility aims to make it easier for patients to get tiered referral services for advanced treatment. This study used 5 indicators, including Pharmaceutical Resources, Pharmacy Management and Disposable Medical Materials, Clinical Pharmacy Services, Facilities and Infrastructure, as well as Quality Control of Pharmaceutical Services.. Keywords: District Level of Public Health Center in North Jakarta, Indonesian Minister of Health Regulation No. 74 of 2016, Pharmaceutical Standard Services of Public Health Center.  
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTARA GLIMEPIRID DAN GLIKUIDON UNTUK MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT “X” TAHUN 2018 Ani, Fina Fitri
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1909

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin . Hasil Riskesdas pada tahun 2008, menunjukan proporsi kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia yang menderita diabetes mellitus dan hanya 5% dari jumlah tersebut menderita diabetes melitus tipe 1. Antidiabetik adalah sediaan obat yang digunakan untuk mengatasi atau terapi kelainan-kelainan yang diakibatkan oleh kelebihan kadar glukosa dalam darah atau biasa disebut dengan diabetes mellitus. Golongan sulfonilurea merupakan jenis antidiabetik oral lainnya yang digunakan untuk pengobatan DM tipe 2 sejak tahun 1950-an. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas obat antara glimepirid dan glikuidon untuk menurunkan glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit “X”. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan desain studi retrospektif. Pendekatan dari metode ini dilakukan secara non-probability sampling dengan teknik kuota sampling pada 30 pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Sakit “X”. Analisa data dengan uji analisis non-parametric, Mann-Whitney signed rank test jika data tidak berdistribusi normal serta uji kruskal wallis. Penggunaan Glimepirid dan Glikuidon mempengaruhi nilai gula darah sewaktu. Karena  ada perbedaan signifikan dari nilai gula darah sewaktu awal dan akhir pada penggunaan glimepirid dan glikuidon.  Terdapat perbedaan nilai gula darah sewaktu (GDS) awal dan akhir setelah penggunaan glimepirid dan glikuidon diperoleh nilai p value (<0,05). Glimepirid lebih efektif dalam menurunkan gula darah sewaktu dengan nilai selisih gds awal dan akhir 65,46.Diabetes mellitus (DM) is a disease characterized by changes in hyperglycemia and the transfer of fats, fats, and proteins associated with absolute or relative deficiency of work and / or insulin secretion The results of Riskesdas in 2008 showed that the proportion of the incidence of type 2 diabetes mellitus was 95% of the world population suffering from diabetes mellitus and only 5% of the number who had type 1 diabetes mellitus. Antidiabetic is a drug that is used to treat or treat disorders caused by excess blood levels or commonly called diabetes mellitus. Sulfonylureas are another type of oral antidiabetic that has been used for the treatment of type 2 DM since the 1950s. To compare the effectiveness of a drug between glimepiride and glycuidone to reduce blood glucose in patients with type 2 diabetes mellitus at The “X” Hospital. This research was conducted using a cross sectional descriptive method with a retrospective study design. The approach of this method is done by non-probability sampling with a quota sampling technique for 30 type 2 Diabetes Mellitus patients at The “X” Hospital. Data analysis with non-parametric analysis test, Mann-Whitney signed rank test if the data are not normally distributed and the Kruskal Wallis test. The use of Glimepirid and Glycidone affects the blood sugar value at a time. Because there are significant differences in the value of blood sugar during the beginning and end of the use of glimepirid and glycuidone. There is a difference in the initial and final blood sugar values (GDS) after the use of glimepyrid and glycidone, p values (<0.05) were obtained. Glimepirid is more effective in lowering blood sugar while with an initial and final gds difference of 65.46. 
PENGARUH KECUKUPAN ASAM FOLAT TERHADAP PENDERITA KONGENITAL PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN DARAT GATOT SOEBROTO Aditya, Dhimas
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1849

Abstract

Kelainan kongenital merupakan kelainan yang terjadi dalam masa pertumbuhan janin di dalam rahim yang dapat mempengaruhi struktur, fungsi, atau pun metabolisme semenjak kehidupan intrauterus yang dapat diidentifikasi sebelum lahir dan saat lahir. Salah satu faktor risiko dari kelainan kongenital ialah faktor gizi. Faktor gizi yang tidak kalah penting dalam proses tumbuh kembang janin ialah asam folat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian case control menggunakan dua kelompok penelitian. Subyek yang dipilih secara acak menggunakan random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 25 responden ibu melahirkan bayi dengan kelainan kongenital dan 25 responden ibu melahirkan bayi tanpa kelainan kongenital. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan checklist kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor kecukupan asam folat berperan penting terhadap kejadian kelainan kongenital dengan nilai p-value 0,001 dan nilai OR 4,510; 95% CI 2,338-9,190. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah ibu yang kekurangan asupan asam folat mempunyai risiko 4,51 kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan kelainan kongenital.
Analisa Kepuasan Pelanggan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Rawat Jalan RSUPN DR Cipto Mangunkusumo Kencana Jakarta Irnawati, Nur Diah
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1869

Abstract

Lаtаr bеlаkаng : Pemenuhan kebutuhan pasien akan obat dan informasi serta memberikan pelayanan yang memuaskan pada pasien rawat jalan adalah orientasi utama dalam pelayanan kefarmasian. Faktor penting untuk memenuhi kebutuhan perbekalan farmasi pasien rawat jalan adalah pendistribusian obat. Tujuan utama distribusi obat adalah tersedianya perbekalan farmasi di unit-unit pelayanan tepat waktu, tepat jenis dan tepat jumlah. Kepuasan pelanggan merupakan salah satu indikator yang banyak dipakai dalam mengukur kualitas layanan sebuah produk baik barang maupun jasa. Apotek adalah salah satu sarana kesehatan, yaitu tempat tertentu tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.Tujuаn : Реnеlіtіаn іnі bеrtujuаn untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dalam menerima pelayanan kefarmasian di apotek rawat jalan RSCM Kencana dan mengetahui kualitas pelayanan kefarmasian di apotek rawat jalan RSCM Kencana. Mеtоdе :  Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif golongan survei pendapat umum (Public Opinion Survey) dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.   Penelitian ini menggunakan kuesioner. Hаѕіl :  Analisis dimensi digunakan untuk menilai kepuasan pelanggan berdasarkan dimensi Tangible (T), Reliability (R), Responsiveness (S), Assurance (A), dan Emphaty (E). Berdasarkan hasil analisa dimensi Tangible, tingkat kepuasan pelanggan adalah sangat puas dengan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) 83,34%. Berdasarkan hasil analisa dimensi Reability, tingkat kepuasan pelanggan adalah sangat puas dengan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) 81,18 %. Berdasarkan hasil analisa dimensi Responsiveness, tingkat kepuasan pelanggan adalah puas dengan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) 79,85 %. Berdasarkan hasil analisa dimensi Assurane, tingkat kepuasan pelanggan adalah sangat puas dengan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) 82,59 %. Berdasarkan hasil analisa dimensi Emphaty, tingkat kepuasan pelanggan adalah sangat puas dengan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) 81,12%.  Kеѕіmрulаn: Berdasarkan hasil analisa keseluruhan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek rawat jalan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Kencana adalah sangat puas dengan nilai rata-rata dari indeks CSI seluruh dimensi yaitu 81,61%.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN SUPLEMEN ZAT BESI UNTUK MENGHINDARI ADB (ANEMIA DEFISIENSI BESI) PADA BAYI USIA 0 - 12 BULAN DI RSUD PADEMANGAN JAKARTA UTARA PERIODE JULI 2018 – FEBRUARI 2019 Sari, Indri Permata
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1812

Abstract

Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan anemia yang sering ditemukan di negara berkembang. Defisiensi besi pada anak dan defisiensi nutrisi, baik makronutrien maupun mikronutrien, masih menjadi masalah utama dinegara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi suplemen zat besi untuk menghindari ADB (Anemia Defisiensi Besi) pada bayi usia 0 -12 bulan. Suplementasi zat besi yang direkomendasi kan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI / 2011) yaitu 2-3 mg/kgBB/hari dengan penggunaan selama 3 bulan berturut-turut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data retrospektif dari pasien yang diberikan suplementasi besi di RSUD Pademangan pada periode Juli 2018 – Februari 2019. Disimpulkan bahwa suplemen zat besi yang paling banyak digunakan pada pasien IDA di RSUD Pademangan, Jakarta Utara pada periode Juli 2018 - Februari 2019 adalah dosis 2-3 mg / kgBB / hari, sesuai dengan pedoman IDAI.
TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI BATUK PADA SMA MUHAMMADIYAH 23 JAKARTA Nugrahaeni, Fitria
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v4i2.1885

Abstract

Swamedikasi adalah perilaku manusia yang biasanya dilakukan masyarakat agar mendapatkan solusi terkait masalah kesehatan, untuk alasan ini swamedikasi harus diawasi oleh apoteker. Perilaku yang tepat dalam swamedikasi dibutuhkan masyarakat dalam mengobati penyakit yang ringan. Salah satunya adalah batuk. Tujuan penelitian ini adalah  menentukan hubungan antara pengetahuan dan perilaku swamedikasi batuk pada salah satu universitas swasta di Indonesia.  Penelitian ini adalah penelitian survey dengan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel di ambil secara Non Probability Sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 200 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-oktober 2019. Analisis data yang digunakan merupakan model analisis regresi linear sederhana dengan alat bantu SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi batuk.

Page 1 of 1 | Total Record : 10