cover
Contact Name
Farisa Luthfiana
Contact Email
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Phone
+6282218999015
Journal Mail Official
lppmuta45@uta45jakarta.ac.id
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Podomoro, Jakarta 14350
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 25028413     DOI : https://doi.org/10.52447/scpij.v7i1
Core Subject : Health, Social,
Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal (SCPIJ) is a scientific journal managed by the Faculty of Pharmacy Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, which is published twice a year (April and October). SCPIJ is a scientific research journal in the field of community service with articles that have never been published online or in print before. SCPIJ aims to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the fields of pharmacy and health, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, Pharmaceutical Care,Pharmacotheraphy, Pharmacoepydemology, Pharmacogenetic, Rational Therapeutics, Evidence-Based Practice, Health Services Research, Medication Management, Drug Interactions, Drug Utilization, Drug Prescribing, Drug Information. The results of the service published in this journal are in the form of experimental and non-experimental service.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
PEMANTAUAN TERAPI OBAT SNH, HIPERTENSI TAHAP 2, DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT X Fahreza, Muhammad Rizky; Rabima, Rabima
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v5i2.3394

Abstract

SNH terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah ke otak tersumbat oleh bekuan darah. Ini menyebabkan darah tidak sampai ke otak. Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko paling penting untuk jenis stroke ini. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri yang persisten. Hipertensi sistolik terisolasi adalah nilai tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg dan nilai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih. Diabetes mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin, atau keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskular, dan neuropati. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu pengambilan data melalui rekam medik. Pasien atas nama Ny. Yoh didiagnosa SNH, hipertensi tahap 2, dan DM tipe 2. Hasil analisis DRP adalah adanya indikasi yang tidak ditangani dan interaksi obat
PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN MENINGITIS TUBERKULOSIS, BRONKOPNEUMONIA, DAN SEPSIS DI RUANG INTENSIF CORONARY CARE UNIT RUMAH SAKIT X Manalu, Lydia Margaretha; Rista, Ulvi Nur
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v5i2.3744

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Gejala utama TBC adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih yang tidak jelas penyebabnya. Meningitis tuberkulosis merupakan peradangan pada selaput otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosa. Penyakit ini merupakan salah satu bentuk komplikasi yang sering muncul pada penyakit paru . Bronkopneumonia  merupakan suatu kombinasi dari penyebaran pneumonia lobular atau adanya infiltrat pada sebagian area pada kedua lapangan atau bidang paru dan sekitar bronchi . Sepsis adalah kondisi dimana bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dengan kondisi infeksi yang sangat berat, bisa menyebabkan organ-organ tubuh gagal berfungsi dan berujung pada kematian . Drug Related Problem (DRP) pada pasien ini adalah pemberian dosis obat yang tidak tepat. 
PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN CKD (Chronic Kidney Disease), HIPERTENSI, DIABETES, STROKE, PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT X isdar, muhammad; Rabima, Rabima
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v5i2.2569

Abstract

CKD adalah penurunan progresif fungsi ginjal yang terjadi selama beberapa bulan atau tahun. Hipertensi  merupakan  penyakit yang ditandai dengan peningkatan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥  90 mmHg pada pemeriksaan yang berulang. Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. CVA Infark adalah sindrom klinik yang awal timbulnya mendadak, progresif cepat, berupa defisit neurologi fokal atau global yang berlangsung 24 jam terjadi karena trombositosis dan emboli yang menyebabkan penyumbatan yang bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Pneumonia adalah peradangan akut pada parenkim paru, bronkiolus respiratorius dan alveoli, menimbulkan konsolidasi jaringan paru sehingga dapat mengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru. Laporan ini dilakukan untuk mengetahui drug related problems (DRP’s) pada penatalaksanaan pengobatan Pasien CKD (Chronic Kidney Disease), Hipertensi, Diabetes Stroke Infark, Pneumonia Di Rumah Sakit X. Pasien atas nama Tn.Os dirawat di ruang HCU. Pemantauan Terapi Obat (PTO) untuk memastikan penggunaan obat yang rasional, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan
ANALISA PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN SEPSIS, PNEUMONIA, CVD INFARK, STEMI LATE ONSET DAN HEPATITIS B DI RUANG PERAWATAN PAVILIUN DARMAWAN RUMAH SAKIT X rizky, tri agung; Ramatillah, Diana Laila
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v5i2.3747

Abstract

Pemantauan terapi obat (PTO) merupakan kegiatan untuk memastikan terapi obat yang aman, efektif dan rasional bagi pasien. Kegiatan tersebut mencakup: pengkajian pilihan obat, dosis, cara pemberian obat, respons terapi, reaksi obat  yang  tidak dikehendaki (ROTD), dan rekomendasi perubahan atau alternatif terapi. Sindrom koroner akut atau infark miokard akut merupakan salah satu diagnosis rawat inap tersering di negara maju. Infark miokard terjadi karena berkurangnya supply oksigen yang masuk ke dalam jantung akibat adanya arterosklerosis. Dislipidemia merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya infark. Komplikasi lain juga disebabkan karena kadar gula darah yang tidak terkontrol sehingga meningkatnya viskositas darah. Kenaikan gula darah akan menurunkan kemampuan sel darah putih melawan bakteri sehingga sangat rentan sekali terkena infeksi. Kondisi ini dapat memperparah kondisi pasien serta sehingga diperlukan regimen pengobatan yang rasional untuk menjaga agar tidak ada kesalahan dalam instruksi pengobatan. Pengamatan menunjukkan ada beberapa Drug’s Related Problem berkaitan pengobatan pasien dan telah didiskusikan lebih lanjut bersama Dokter Penanggung Jawab Pasien yakni mengenai poin P1 yang berkaitan dengan efektivitas pengobatan dan poin C1 mengenai pemilihan obat dengan hasil pada poin A3.2 yakni intervensi tidak dilakukan dan poin O1.1 yaitu masalah terpecahkan sepenuhnya.
PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN PENYAKIT ANEMIA DI RUMAH SAKIT X Meliliyanti, Meliliyanti
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v5i2.3899

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah salah  satu  komponen dalam sel darah merah/eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya keseluruh sel jaringan tubuh.Tujuannya adalah untuk keberhasilan pengobatan seperti lamanya waktu pengobatan, kepatuhan  penderita untuk berobat, daya tahan tubuh, efek samping Obat Anemia. Laporan ini dilakukan untuk mengetahui Drug Related Problems (DRP’s) pada penatalaksanaan pasien Anemia di RS X yang dirawat di ruang rawat inap. Pasien atas nama Ny X di diagnosa Anemia, Pneumonia, Psikisis, Hipoalbumin, dan memiliki riwayat Enema mendapatkan perawatan serta pengobatan selama 3 hari sejak 4 September – 6 September  2019. Disarankan untuk lebih pendekatan keluarga dan menjaga pola hidup pasien. Peran Apoteker dalam Pemantauan Terapi Obat (PTO) yakni untuk memastikan penggunaan obat sudah sesuai atau belum, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5