cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6221231170
Journal Mail Official
jurnal.abditeknika@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27751694     DOI : https://doi.org/10.31294/abditeknika
Core Subject : Science,
Abditeknika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat pertama publikasi tahun 2021 dengan e-ISSN 2775-1694 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Abditeknika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat merupakan jurnal hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dibidang Teknologi, Science, dan Informatika dengan persyaratan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Abditeknika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat diterbitkan dalam versi online dengan jadwal publikasi pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.
Articles 153 Documents
Meningkatkan Produktivitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SDN Kebagusan 01 melalui Penerapan Teknologi AI Bayu Hananto; Catur Nugrahaeni PD; Ridwan Raafi’udin; Fajar Edyana; Nurhafifah Matondang
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v6i1.11298

Abstract

Beban kerja administratif yang tinggi sering mengurangi waktu guru dan tenaga kependidikan untuk fokus pada kegiatan pembelajaran, sehingga diperlukan strategi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta tenaga kependidikan SDN Kebagusan 01 dalam memanfaatkan AI untuk mendukung tugas administratif dan penunjang pembelajaran. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahap: (1) eksplorasi melalui survei dan observasi untuk memetakan kebutuhan dan literasi teknologi; (2) elaborasi melalui seminar, pendampingan, dan tugas mandiri yang mengarahkan peserta mempraktikkan penggunaan AI (seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan Scite) dalam alur kerja harian; serta (3) evaluasi melalui kuesioner dan monitoring dan evaluasi (MONEV). Kuesioner diisi oleh 19 responden (guru dan tenaga kependidikan). Hasil menunjukkan 78,9% responden berada pada tingkat kemampuan teknologi menengah dan 68,4% menggunakan AI minimal beberapa kali dalam seminggu. Sebanyak 73,7% menyatakan AI dapat menghemat waktu kerja dan 63,2% menilai AI meningkatkan kualitas hasil kerja. Namun, 68,4% responden masih merasa perlu pelatihan khusus, dengan kendala utama berupa keterbatasan infrastruktur, perangkat, dan variasi kemampuan individu. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kesiapan dan pemanfaatan AI di sekolah, sekaligus memberikan dasar bagi perancangan program lanjutan yang lebih terstruktur untuk mengoptimalkan produktivitas guru dan tenaga kependidikan.   High administrative workloads often reduce the time of teachers and education staff to focus on learning activities, so a strategy for utilizing artificial intelligence (AI) technology is needed to increase work productivity. This Community Service activity aims to improve the understanding and skills of teachers and education staff of SDN Kebagusan 01 in utilizing AI to support administrative tasks and support learning. The implementation method is divided into three stages: (1) exploration through surveys and observations to map the needs and technology literacy; (2) elaboration through seminars, mentoring, and self-directed tasks that direct participants to practice the use of AI (such as ChatGPT, Gemini, Copilot, and Scite) in daily workflows; and (3) evaluation through questionnaires and monitoring and evaluation (MONEV). The questionnaire was filled out by 19 respondents (teachers and education staff). The results showed that 78.9% of respondents were at the intermediate level of technological proficiency and 68.4% used AI at least a few times a week. As many as 73.7% stated that AI can save work time and 63.2% assessed that AI improves the quality of work results. However, 68.4% of respondents still felt the need for special training, with the main obstacles being limited infrastructure, devices, and variations in individual abilities. This activity has been proven to increase the readiness and utilization of AI in schools, as well as provide a basis for designing more structured advanced programs to optimize the productivity of teachers and education staff.
Pelatihan Desain Presentasi Berbasis Canva untuk Meningkatkan Kreativitas dan Literasi Digital Siswa SMK  Multicomp Depok Purwanta, Putri Ayu; Yanda, Indah Permata; Rizmayanti, Ade Irma; Kamil, Yazid Adli
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v6i1.12228

Abstract

Kemajuan teknologi industri menuntut lulusan SMK memiliki kemampuan literasi digital dan kretaivitas yang tinggi. Di SMK Multicomp Depok, meskipun fasilitas teknologi terrsedia, pemanfaatannya belum optimal karena siswa masih terbatas pada Power Point dan belum menguasai platform desain modern. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kreativitas dan literasi digital siswa SMK Multicomp Depok melalui pelatihan desain presentasi berbasis canva. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Januari 2026 dengan melibatkan 30 siswa perwakilan kelas 10,11 dan 12 menggunakan metode pelatihan partisipatif yang mencakup ceramah interaktif, demonstrasi langsung dan praktik mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan dan penilaian hasil desain sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan signifikan 83% peserta mampu mengoperasikan Canva secara mandiri  dan 90% peserta berhasil menghasilkan desain slide presentasi keatif yang memenuhi prinsip desain visual. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital kemampuan desain presentasi siswa, sekaligus membuktikan bahwa pelatihan berbasis teknologi Canva efektif sebagai strategi pemberdayaan literasi digital di SMK.   Advances in industrial technology require vocational high school graduates to possess high digital literacy and creativity skills. At SMK Multicomp Depok, although technological facilities are available, their utilization is not optimal because students are still limited to PowerPoint and have not mastered modern design platforms. The purpose of this community service activity is to improve the creativity and digital literacy of SMK Multicomp Depok students through Canva-based presentation design training. The activity was carried out on January 19, 2026, involving 30 students representing grades 10, 11, and 12 using a participatory training method that included interactive lectures, live demonstrations, and independent practice. Evaluation was carried out through observation and assessment of design results before and after the training. The results of the activity showed a significant increase in 83% of participants being able to operate Canva independently and 90% of participants successfully producing creative presentation slide designs that meet visual design principles. This activity successfully improved digital literacy in students' presentation design skills, while also proving that Canva technology-based training is effective as a digital literacy empowerment strategy in vocational high schools.
Penerapan Mesin Crusher Untuk Pengolahan Limbah Cangkang Kerang Berbasis Pemberdayaan Bumdes Pandu Negoro, Yanuar; Hidayat, Hidayat; Soelistya, Djoko; Subali, Subali; Prasetyo, Irwan Dwi
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v6i1.12544

Abstract

Penumpukan limbah cangkang kerang di Desa Banyuurip dan Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik belum dikelola optimal dan belum terintegrasi dengan kelembagaan ekonomi desa. Gap kegiatan sebelumnya terletak pada minimnya penerapan alat penghancur sebagai tahap awal pengolahan limbah berbasis BUMDes. Novelty kegiatan ini adalah penerapan mesin crusher cangkang kerang sebagai teknologi tepat guna untuk mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha desa. Kegiatan dilakukan melalui brainstorming, survei lokasi, identifikasi kebutuhan desain, perancangan dan pembuatan mesin, sosialisasi, demonstrasi, praktik penggunaan, serta evaluasi terhadap 54 peserta yang terdiri atas pengurus BUMDes, ibu PKK, dan warga. Mesin crusher berhasil disediakan dan digunakan untuk mengecilkan ukuran cangkang. Evaluasi menunjukkan 87% peserta memahami dampak limbah, 91% memahami fungsi mesin, 83% mampu mengoperasikan, 89% menilai mudah digunakan, 85% melihat peluang usaha, dan 93% puas. Program meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat BUMDes, dan mendukung ekonomi sirkular desa sebagai model awal pengelolaan limbah pesisir yang berkelanjutan dan partisipatif.   Shell waste accumulation in Banyuurip and Ngemboh Villages, Ujungpangkah, Gresik is poorly managed and unintegrated with village economic institutions. The gap in previous programs lies in the limited application of crushing equipment as an initial stage of BUMDes-based waste processing. The novelty of this program is the implementation of a shell crusher machine as appropriate technology to reduce waste while creating business opportunities. The program was conducted through brainstorming, site surveys, design needs identification, machine design and fabrication, socialization, demonstration, hands-on practice, and evaluation involving 54 participants consisting of BUMDes administrators, women’s community groups, and residents. The crusher machine was provided and used to reduce shell size. Evaluation showed that 87% understood waste impacts, 91% understood machine functions, 83% could operate it, 89% found it easy to use, 85% saw business potential, and 93% were satisfied. The program strengthened community capacity, BUMDes roles, and circular economy.