cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6221231170
Journal Mail Official
jurnal.abditeknika@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Abditeknika - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27751694     DOI : https://doi.org/10.31294/abditeknika
Core Subject : Science,
Abditeknika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat pertama publikasi tahun 2021 dengan e-ISSN 2775-1694 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Abditeknika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat merupakan jurnal hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dibidang Teknologi, Science, dan Informatika dengan persyaratan artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Abditeknika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat diterbitkan dalam versi online dengan jadwal publikasi pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.
Articles 147 Documents
Edukasi Penerapan Budaya Risiko di Bumdes Pematang Serai Kabupaten Langkat Sebayang, Saimara; Delvi Yanti , Eli; Taufik, Mahful; Syukri, Ilham
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v4i2.7282

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi budaya risiko pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pematang Serai di Kabupaten Langkat. Penerapan budaya risiko menjadi sangat penting mengingat BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa perlu memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai risiko usaha. Metode pelaksanaan program ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan edukasi yang meliputi pelatihan, pendampingan, dan workshop mengenai identifikasi risiko, penilaian risiko, serta strategi mitigasi risiko. Target khusus yang ingin dicapai adalah terbentuknya kesadaran pengurus dan anggota BUMDes akan pentingnya manajemen risiko, serta tersusunnya pedoman pengelolaan risiko yang sesuai dengan karakteristik usaha BUMDes Pematang Serai. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep manajemen risiko sebesar 75%, terbentuknya tim pengelola risiko di tingkat BUMDes, serta tersusunnya dokumen manual manajemen risiko yang dapat diimplementasikan dalam operasional BUMDes. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMDes dan memperkuat fondasi bisnis desa untuk pengembangan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.   This Community Partnership Program aims to improve the understanding and implementation of risk culture in Village-Owned Enterprises (BUMDes) Pematang Serai in Langkat Regency. The implementation of risk culture is very important considering that BUMDes as the driving force of the village economy needs to have resilience in facing various business risks. The method of implementing this program is carried out through a series of educational activities including training, mentoring, and workshops on risk identification, risk assessment, and risk mitigation strategies. The specific target to be achieved is the formation of awareness of BUMDes administrators and members of the importance of risk management, as well as the preparation of risk management guidelines that are in accordance with the characteristics of the Permatang Serai BUMDes business. The results of this program show an increase in participants' understanding of the concept of risk management by 75%, the formation of a risk management team at the BUMDes level, and the preparation of a manual risk management document that can be implemented in BUMDes operations. This program has a positive impact on improving the professionalism of BUMDes management and strengthening the foundation of village businesses for sustainable community economic development.
Pelatihan Cipta Produk Unggulan Desa melalui Pembuatan Abon Ikan Bandeng di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Spanton M, Perdana Ixbal; Suprapti, Yuyun; Jumiati, Jumiati; Prayogo, Luhur Moekti; Purwanti, Dewi
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.7414

Abstract

Ikan bandeng memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan sebagai bahan baku produk olahan. Pemerintah Desa Pliwetan, melalui ibu-ibu PKK, mengembangkan diversifikasi produk berupa abon ikan bandeng. Namun, pandemi menghadirkan tantangan baru, seperti meningkatnya permintaan yang dihadapkan pada proses produksi dan pelabelan yang masih sederhana, sehingga memerlukan waktu lebih lama. Tim PKM Unirow Tuban memberikan solusi melalui metode pengolahan modern, yang meliputi koordinasi, pengadaan alat, dan pendampingan introduksi alat. Tahapan pengabdian dimulai dengan koordinasi bersama mitra untuk menentukan alat dan bahan vital dalam produksi. Selanjutnya, dilakukan pengadaan alat berupa mesin pengaduk abon dan mesin print code. Pengenalan teknologi ini bertujuan meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas produk. Hasilnya, penggunaan mesin pengaduk abon mampu memangkas waktu produksi hingga setengahnya. Sementara itu, mesin print code menggantikan metode pelabelan manual dengan hasil yang lebih rapi dan mudah dibaca, menghilangkan kesan tempelan kertas pada kemasan. Kesimpulannya, pelatihan dan penggunaan teknologi modern ini memberikan dampak positif bagi ibu-ibu PKK Desa Pliwetan. Mereka kini dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menyebarkan pengetahuan kepada pelaku usaha mikro lainnya di desa. Dengan demikian, nilai ekonomi ikan bandeng sebagai komoditas lokal Desa Pliwetan turut meningkat, sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis sumber daya lokal.   Milkfish has high economic value and is often utilized as raw material for processed products. The Pliwetan Village Government, through PKK women, developed product diversification in the form of shredded milkfish. However, the pandemic presents new challenges, such as increased demand faced with a simple production and labeling process, which requires more time. The PKM Unirow Tuban team provides solutions through modern processing methods, which include coordination, procurement of tools, and assistance with tool introduction. The service phase begins with coordination with partners to determine vital tools and materials in production. Furthermore, the procurement of tools in the form of shredded stirring machines and print code machines was carried out. The introduction of this technology aims to improve the efficiency of the production process and product quality. As a result, the use of shredded stirring machines can cut production time by half. Meanwhile, the print code machine replaces the manual labeling method with neater and easier-to-read results, eliminating the impression of paper paste on the packaging. In conclusion, the training and use of modern technology has had a positive impact on the women of Pliwetan Village PKK. They can now improve production efficiency and spread the knowledge to other micro-enterprises in the village. Thus, the economic value of milkfish as a local commodity in Pliwetan Village has also increased, while strengthening the village economy through the development of superior products based on local resources.
Diseminasi Pemanfaatan Akun Belajar.Id Untuk Pembelajaran Menyenangkan dengan Google Workspace for Education dan Canva Hari Kurniawan, Erwin; Kiddin, M. Syaichul Muchyidin; Isna Asyhar, Wildan; Khamid, Tujadhi
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.7450

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Kunjang Kediri dalam penerapan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Pelatihan komprehensif berbasis workshop dan pendampingan diberikan kepada guru untuk memperkenalkan Google Workspace for Education (GWE) dan Canva. Google Workspace for Education (GWE) smemiliki berbagai alat produktivitas dan kolaborasi, seperti Google Classroom, Google Docs, dan Google Sheets, yang dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas, mengelola kelas, dan berbagi materi secara online. Sementara itu, Canva memungkinkan guru membuat tugas dan mengelola kelas secara online. Hasil pelatihan digunakan untuk mengetahui seberapa efektif program. Ini dilakukan untuk menentukan seberapa baik pendidik dapat menggunakan teknologi digital di ruang kelas. Observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan peserta pelatihan digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif tentang pengalaman dan tantangan guru. Hasil analisis dari pelatihan menunjukkan bahwa, 85% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini sangat sesuai dengan kebutuhan mereka, dan 78% menyatakan bahwa mereka lebih percaya diri untuk memasukkan teknologi digital ke dalam pembelajaran mereka. Diharapkan peningkatan kemampuan guru ini akan meningkatkan pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi, meningkatkan keinginan siswa, dan membuat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin digital.   The community service project aims to help teachers at Kunjang Kediri Islamic Vocational High School (SMK) get better at using technology to help students learn. To implement Google Workspace for Education (GWE) and Canva, teachers get full training and support in the form of workshops. Some of the efficiency and teamwork tools in Google Workspace for Education (GWE) are Google Classroom, Google Docs, and Google Sheets. These can be used to finish tasks, run lessons, and share online materials. At the same time, Canva lets teachers make tasks and run their lessons online. How useful the program is is judged by how well the training works. This is done to see how well teachers can use computers in the classroom. To get qualitative information about teachers' experiences and problems, classroom observations and semi-structured talks with trainees were used. An study of the training showed that 85% of those who took part said it was perfect for their needs and 78% said they felt more comfortable using digital technology to help them learn. It is hoped that this improvement in teachers' skills will lead to more engaging and tech-based learning, more student interest, and more job opportunities for Vocational High School (SMK) grads in a world that is becoming more digital.
Pemanfaatan Platform E-Commerce Internasional di Marketplace Global Sebagai Ekspansi Pasar Produk Ekonomi Kreatif Kristianti, Tri; Balol, Wirawan Aryanto; Dullah, Mohammad
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.7525

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku ekonomi kreatif dalam memanfaatkan platform e-commerce internasional di marketplace global sebagai upaya dalam meningkatkan ekspansi pasar produk kreatif. Pelatihan ini menyasar pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif, yang sering kali menghadapi tantangan dalam memperluas pangsa pasar atau market share ke tingkat internasional. Melalui kegiatan dan pendampingan teknis, IRT NuwunFood sebagai pelaku UMKM yang telah berpengalaman dalam melakukan kegiatan ekspor produk ke luar negeri diberikan wawasan tentang berbagai jenis e-commerce internasional, strategi pemasaran digital, serta cara mengelola dan mengoptimalkan penjualan produk guna menembus pangsa internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup simulasi pembuatan akun, pengunggahan produk, hingga teknis penulisan deskripsi produk yang menarik dan efektif sebagai metode pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, IRT NuwunFood memberikan respon yang positif serta mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan penggunaan e-commerce internasional terpilih yaitu e-bay serta meningkatnya keterampilan teknis dalam mengelola toko online bertaraf internasional sejalan dengan harapan adanya peningkatan yang signifikan terkait jumlah penjualan dan jangkauan pasar produk ekonomi kreatif IRT NuwunFood. Melalui kegiatan ini pula agar dapat dijadikan role-model bagi para pelaku UKM di sektor ekonomi kreatif lainnya agar dapat lebih kompetitif dan mampu beradaptasi dengan dinamika pasar global, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional di pangsa Internasional.   This community service activity is designed to improve the understanding and skills of creative economic actors in leveraging international e-commerce platforms to expand their market reach for innovative products. It focuses on small and medium-sized enterprises (SMEs) in the creative economic sector, that face challenges in growing their market share globally. Through activities and technical guidance, IRT NuwunFood, an SME with experience in exporting products abroad, is provided with insights into various types of international e-commerce, digital marketing strategies, and how to manage and optimize product sales to enter the international market. The training also includes hands-on simulations on account creation, product uploads, and writing compelling product descriptions to attract international customers. As a result, IRT NuwunFood has responded positively, gaining a deeper understanding of e-commerce platforms like eBay, while enhancing its skills in managing international online stores. This is expected to lead to a significant increase in sales and market penetration for their creative products. It also serves as a model for other SMEs in the creative economic sector, encouraging them to become more competitive and adaptable to global market dynamics. It contributes to the growth of both local and national economies by fostering international market expansion.
Desain Learning Management System dan Konten Berbasis Kecerdasan Buatan Generatif untuk Edukasi Perubahan Iklim bagi Perempuan Pegiat Lingkungan Puspita, Virienia; Retnowardhani, Astari; Andayani, Fitria
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.7630

Abstract

Dalam menghadapi krisis iklim yang semakin intens di Indonesia, edukasi perubahan iklim menjadi penting. Komunitas pegiat lingkungan, Peri Bumi, telah aktif dalam upaya edukasi dan inisiasi lingkungan. Namun, komunitas ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan pembelajaran yang efektif dan produksi konten edukatif. Berdasarkan kebutuhan tersebut maka tim dosen universitas Bina Nusantara menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat dengan mengembangkan Learning Management System (LMS) berbasis kecerdasan buatan generatif (Generative AI) serta memberikan pelatihan pembuatan konten digital. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa LMS Peri Bumi telah meningkatkan aksesibilitas pembelajaran bagi 121 pengguna aktif dalam enam bulan pertama. Selain itu, pelatihan yang dilakukan menghasilkan peningkatan keterampilan anggota komunitas secara signifikan dengan total N-Gain sebesar 85,2%. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam menciptakan model edukasi berbasis komunitas yang berkelanjutan dan dapat direplikasi ke komunitas pegiat lingkungan lainnya.   In response to the escalating climate crisis in Indonesia, climate change education has become increasingly crucial. The environmental advocacy community Peri Bumi has been actively engaged in environmental education and initiatives. However, these communities face challenges in managing effective learning and producing educational content. Based on these needs, the Bina Nusantara University lecturer team initiated a community service program by developing a Learning Management System (LMS) based on generative artificial intelligence (generative AI) and providing digital content creation training. The results of the evaluation show that LMS Peri Bumi has improved learning accessibility for 121 active users in the first six months. In addition, the training conducted resulted in a significant improvement in the skills of community members with an N-Gain of 85.2%. Overall, the program contributes to creating a community-based education model that is sustainable and can be replicated to other communities of environmentalists.
Transformasi Digital Akuntansi UMKM di Desa Dakiring: Peluang Ekonomi Berkelanjutan di Sektor Pertanian dan Peternakan Albab, Achmad Ulul; Auliyah, Robiatul
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.8132

Abstract

Di era digital, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang sangat penting, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemampuan dalam melakukan pembukuan secara digital dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan keuangan. Aplikasi BukuKas, yang dapat diakses melalui smartphone, menawarkan solusi praktis dengan fitur pencatatan sederhana dan dukungan dalam penyusunan laporan keuangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM desa Dakiring, yang sebagian besar belum memiliki pencatatan keuangan atau masih menggunakan metode manual. Sebanyak 22 peserta dari berbagai bidang usaha, seperti pertanian, peternakan, dan olahan produksi pertanian serta peternakan, dilibatkan dalam pelatihan yang menekankan praktik langsung penggunaan aplikasi BukuKas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mencatat transaksi harian dan memahami laporan keuangan. Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pelaku UMKM dalam mengelola keuangan secara efektif, meningkatkan daya saing usaha, serta memperkuat pemahaman mereka dalam digital akuntansi.   In the digital era, mastering technology has become an essential need, especially for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The ability to manage bookkeeping digitally can significantly enhance the efficiency and accuracy of financial records. BukuKas, a smartphone-accessible application, offers a practical solution with user-friendly features for simple financial recording and report preparation. This community engagement initiative aimed to enhance the capacities of MSME operators in Dakiring Village, most of whom either lack financial records or rely on manual methods. A total of 22 participants from various business sectors, including agriculture, livestock, and food & beverage production, took part in a hands-on training focused on using the BukuKas application. The results showed that participants were able to record daily transactions and understand financial reports. The training is expected to help MSME actors manage their finances effectively, enhance business competitiveness, and strengthen their understanding of digital accounting..
Membangun Keterampilan Digital Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Sindangbarang Kabupaten Kuningan Jawa Barat Sugiharto, Tito; Novantara, Panji; Abdurohman, Ali; Arisma, Neno
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v5i1.8223

Abstract

Keterampilan digital merupakan kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan teknologi di era digital. Kondisi terkini masyarakat desa Sindangbarang, kabupaten Kuningan, masih menghadapi kendala dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi. Kurangnya literasi digital ini dapat menghambat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan peluang yang ditawarkan di era digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga desa dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pemahaman teknologi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung dengan fokus pada keterampilan dasar penggunaan perangkat digital, keamanan digital, serta pemanfaatan media sosial dan aplikasi produktivitas untuk mendukung kegiatan sehari- hari dan ekonomi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat desa Sindangbarang mampu memahami dan mempraktikkan keterampilan digital yang diberikan. Hasil evaluasi kepuasan peserta menunjukkan bahwa 80% telah memahami literasi digital, 88% menguasai teknologi informasi, dan 80% memiliki pemahaman tentang keamanan digital. Kegiatan ini juga mendapat partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, seperti perangkat desa, karang taruna, kelompok PKK, dan pelaku UMKM, menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Selain itu, meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keamanan digital serta peluang ekonomi berbasis digital diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam jangka panjang, khususnya dalam mendukung pembangunan desa yang lebih inklusif dan berbasis teknologi. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun literasi digital masyarakat desa, sehingga diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain dalam pengembangan keterampilan digital.   Digital skills are a very important ability in dealing with technological developments in the digital era. The current condition of the Sindangbarang Village community, Kuningan Regency, still faces obstacles in mastering and utilizing digital technology to support daily activities and economic activities. This lack of digital literacy can hinder community participation in utilizing the opportunities offered in the digital era. This community service activity aims to improve the skills of villagers in utilizing digital technology optimally. This activity was carried out in response to the community's need for technological understanding. The methods used include training, mentoring, and hands-on practice with a focus on basic skills in the use of digital devices, digital security, and the utilization of social media and productivity applications to support daily activities and the community's economy. The results of the activity showed that the Sindangbarang Village community was able to understand and practice the digital skills provided. Participant satisfaction evaluation results show that 80% have understood digital literacy, 88% have mastered information technology, and 80% have an understanding of digital security. This activity also received active participation from various elements of the community, such as village officials, youth organizations, PKK groups, and MSME players, which became a supporting factor for the success of this activity. In addition, increasing community understanding of the importance of digital security and digital-based economic opportunities is expected to provide long-term sustainable benefits, especially in supporting more inclusive and technology-based village development. This activity makes a real contribution to building digital literacy in village communities, so it is hoped that it can become a model for other villages in developing digital skills.