cover
Contact Name
yaumal arbi
Contact Email
ejurnal@sttind.ac.id
Phone
+6282386758367
Journal Mail Official
ejurnal@sttind.ac.id
Editorial Address
Jln Hamka No.121 Tabing Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Aerasi
ISSN : -     EISSN : 26866692     DOI : http://dx.doi.org/10.36275/jaerasi
Core Subject : Engineering,
JURNAL AERASI merupakan sarana publikasi ilmiah di bidang Teknik Lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan STTIND PADANG. Jurnal Aerasi menerima artikel yang berhubungan dengan Pengeloahan Air Bersih, Air Limbah, Persampahan, Konservasi Lingkungan, Permodelan Lingkungan, Energi Terbarukan, Kesehatan dan keselamatan kerja dan Teknologi Tepat Guna.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI" : 6 Documents clear
APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENGOLAHAN BOTOL PLASTIK DI NAGARI PARAMBAHAN Nizwardi Jalinus; Rian Surenda; Rodesri Mulyadi
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.097 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.343

Abstract

Salah satu cara dalam pengolahan sampah plastik yaitu dengan melakukan daur ulang. Sampah plastik yang berupa botol bekas minuman masih mempunyai nilai ekonomi jika dilakukan proses daur ulang. BumNag Salhona di Nagari Parambahan bergerak pada bidang pengolahan sampah pkastik namun masih sebagai pengumpul dan sampah plastik yang ada belum dilakukan proses pencacahan. Maka dari itu Tim Pengabdian Masyarakat Univesitas Negeri Padang dengan pengaplikasian teknologi tepat guna merancang dan membangun mesin pencacah plastik untuk BumNag Salhona. Tujuan dari pengabdian ini adalah agar BumNag dapat menyerap lapangan kerja, proses daur ulang sampah plastik dapat lebih efisien dan juga sebagai bentuk upaya untuk menumbuhkan kembali ekonomi masyarakat kembali pasca musibah COVID-19. Mesin pencacah dirancang dengan mengunakan sistem gunting untuk mencacah. Terdiri dari 8 mata pisau dinasmis pada poros mesin dan 2 mata pisau statis di sisi dalam yang dapat diatur kerapatannya. Mesin ini mempunyai demensi panjang 2200 mm, lebar 700 mm, dan tinggi 1050 mm. Mesin diesel 33 Hp digunakan sebagai penggerak. Mesin dengan kapasitas 60 kg/jam ini menggunakan media air sebagai pendingin dan pembilas, air di pompakan keruang pencacah dengan menggunakan pompa submersible.
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR Marlina Yasmi; Hendri Sawir
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.793 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.334

Abstract

Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok adalah salah satu daerah penghasil tanaman bawang merah. Produktivitas bawang merah dari tahun ketahun mengalami peningkatan terutama di daerah Alahan Panjang pada tahun 2013 menurut data pusat informasi pertanian 2013 sebesar 28.897,8 ton/tahun. Tingginya produktivitas bawang merah setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pupuk organik cair dari limbah daun bawang merah dengan komposisi bahan  berfariasi yaitu sampel I sebanyak 250 gr, sampel II 500 gr dan sampel III 750 gr dengan bantuan bioaktivator EM4 masing masing sampel I 150 ml, sampel II 250 ml,dan sampel III 350 ml dan penambahan air masing masing 850 ml, 500 ml, dan 150 ml didapatkan kualitas kandungan N, P dan K tertinggi pada sampel II masing-masing 0,947 %, 0,147 % dan 2,832 % dan beberapa logam fe,Mn dan Zn masing-masing 0,012 %, 0,234 %, 0,028% yang mendekati standar peraturan mentri pertanian no 70 tahun 2011. Daun bawang merah bisa di jadikan pupuk organik cair namun belum layak digunakan sebagai pupuk organik cair karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH SEBAGAI ADSORBEN LOGAM Fe PADA LIMBAH CAIR Fandi Safrul Naldi; Sri Yanti Lisha
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.333 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.335

Abstract

Abu terbang batubara (Fly Ash) telah banyak dimanfaatkan sebagai adsorben pada penyisihan parameter pencemar dalam limbah cair. Pada penelitian ini fly ash dimanfaatkan sebagai adsorben penyisihan logam Fe pada limbah cair dengan studi kasus limbah cair PLTU Teluk Sirih, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan proses adsorbsi yang bertujuan untuk melihat besarnya efektivitas penyisihan logam Fe yang dihasilkan. Limbah cair yang diuji adalah limbah cair pada kolam inlet WWTP PLTU Teluk Sirih dengan konsentrasi Fe awal adalah 3,47 ppm. Setelah dilakukan proses adsorbsi menggunakan adsorben fly ash yang telah diaktivasi dengan NaOH 6 M dan waktu kontak 30 menit, konsentrasi logam Fe pada limbah cair turun hingga 0,02 ppm dengan persentase efektivitas penyerapan adalah 99,42 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adsorben fly ash efektif digunakan sebagai adsorben pada limbah cair.
STATUS TROFIK TELAGA KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR Mhd Dien Al Anshari; Andi Irawan
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.28 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.336

Abstract

Telaga Koto Baru merupakan danau kecil yang terletak di Desa Koto Baru Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Pada Telaga Koto Baru terindikasi terjadinya eutrofikasi dilihat secara visual terdapat tumbuhan perairan yang menutupi sebagian besar permukaan perairan di Telaga Koto Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status trofik pada Telaga Koto Baru. Metode penelitian yang digunakan dalam menentukan status trofik Telaga Koto Baru dengan pengambilan sampel pada 4 (empat) lokasi yang diharapkan mampu memberi gambaran tentang kondisi Telaga Koto Baru dengan pengukuran parameter-parameter yaitu: pH, DO, suhu, kecerahan, nitrat, orthofosfat, total fosfat, dan klorofil-a. Penentuan status trofik Telaga Koto Baru dihitung dengan perhitungan Trofik Status Indek (TSI) Carlson’s memperlihatkan bahwa kondisi Telaga Koto Baru adalah eutrofik sedang, dengan nilai TSI 63,8 - 67,4 yang artinya kesuburan perairan tinggi, didominasi oleh tumbuhan perairan, dan masalah tumbuhan air yang sudah ekstentif.
PEMANFAATAN BLONDO PADA LIMBAH VCO (VIRGIN COCONUT OIL) MENJADI HAND SANITIZER Rinda Dwi Utari; Yaumal Arbi
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.638 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.337

Abstract

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L) memiliki potensi besar menjadi produk olahan yang bermanfaat. Salah satu tanaman kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Limbah yang dihasilkan tersebut adalah blondo. Salah satu upaya untuk menangani limbah yaitu memanfaatkan limbah menjadi hand sanitizer. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah limbah ini dapat dijadikan hand sanitizer gel dan mencari komposisi yang tepat dengan melakukan perbandingan menggunakan etanol dan tanpa menggunakan etanol. Komposisi yang tepatnya adalah dengan penambahan 15% etanol karena dari data penelitian memenuhi syarat mutu SNI hand sanitizer dengan hasil uji organoleptik yang menggunakan pelarut dengan tingkat kesesuaiannya adalah Sesuai dan tanpa  pelarut dengan hasil uji pada bentuk gel dengan tingkat kesesuaian kurang sesuai. Hasil Uji ph yaitu 6,863 pelarut etanol dan tanpa etanol 6,745 dimana hasil yang didapatkan sesuai dengan SNI 06-2588-1992 yaitu 4,5–8,00. Uji waktu kering pada pelarut etanol 28,83 detik sesuai dengan batas standar 15-30 detik, tanpa pelarut pada waktu 1 menit 54 detik tidak memenuhi standar karena tidak menguap secara sempurna. Dari hasil uji ALT pada pelarut etanol sebelum menggunakan hand sanitizer rata-rata 513,33 koloni sesudah menggunakan hand sanitizer rata-rata 210 koloni. Kemudian tanpa etanol sebelum menggunakan hand sanitizer rata-rata 875 koloni, sesudah menggunakan hand sanitizer rata-rata 625 koloni. Maka hand sanitizer dari limbah vco tersebut layak digunakan yang mengacu pada SNI 06-2588-1992.
PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH PEMUCATAN MINYAK GORENG (SPENT BLEACHING EARTH) DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Mike Saputri; Vina Lestari Riyandini
JURNAL AERASI Vol 2, No 2 (2020): JURNAL AERASI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.405 KB) | DOI: 10.36275/jaerasi.v2i2.338

Abstract

Limbah padat pada proses pemucatan dalam pemurnian CPO sering disebut dengan spent bleaching earth (SBE). Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), SBE dikategorikan dalam jenis limbah B3 yang bersumber dari proses industri oleochemical dan/atau pengolahan minyak hewani atau nabati. SBE masih mengandung 19-20% minyak dan sulit dipisahkan tanpa penangan khusus. Sisa minyak yang tersisa inilah yang sebenarnya masih berpotensi jika dimanfaatkan karena memiliki nilai kalor yang tinggi, dan salah satu alternatif pemanfaatannya menjadi briket. Maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi campuran SBE dan arang tempurung kelapa yang berbeda terhadap nilai kalori, kadar air, kadar abu dan kadar volatil yang dihasilkan. Hasil uji kualitas dari briket tersebut dibandingkan dengan standard briket pada SNI 01-6235-2000 briket arang kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi campuran SBE dan arang tempurung kelapa sangat berpengaruh terhadap  nilai kalori, kadar air, kadar abu dan kadar volatil. Hasil uji semua variasi campuran tidak memenuhi SNI 01-6235-2000. Tetapi ada tiga variasi campuran yang masih bisa digunakan sebagai bahan bakar yaitu variasi campuran 30:70, 20:80, 10:90. Karena penggunaannya diperuntukkan untuk skala industri, maka tiga variasi tersebut layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif di industri semen. Ini mengacu pada standard batubara yang digunakan di industri semen

Page 1 of 1 | Total Record : 6