cover
Contact Name
muchamad arif budiyanto
Contact Email
arifbudiyanto.sipil@gmail.com
Phone
+628122522081
Journal Mail Official
arifbudiyanto.sipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan, Gambiran, Pandeyan Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161 Telp : (0274) 372274
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Civil Engineering and Technology Journal
ISSN : 27984869     EISSN : 27984060     DOI : https://doi.org/10.47200/civetech.v3i1
CivETech: Civil Engineering and Technology Journal pertama kali diterbitkan pada Februari 2019 yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (FT UCY). CivETech diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Februari dan Agustus, diterbitkan secara online dan akses terbuka dengan Elektronik dengan P-ISSN 2798-4869 dan E-ISSN 2798-4060. CivETech berfokus pada bidang teknik sipil, termasuk rekayasa struktur dan bahan bangunan, manajemen dan teknologi konstruksi, mekanika tanah dan geoteknik, perencanaan pondasi, perencanaan dan manajemen transportasi, rekayasa dan pengembangan jalan raya, rekayasa teknik dan manajemen sumber daya air, manajemen pengelolaan air bersih dan limbah, dinamika pantai, teknologi gempa bumi dan tsunami.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech" : 6 Documents clear
STUDI EVALUASI PENGADAAN PENYEDIA JASA KONSTRUKSI DENGAN PROGRAM SPSE 4 (STUDI KASUS: EVALUASI RENOVASI SD SURYODININGRATAN I TAHUN 2017) Erlina, Erlina
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.465 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v14i2.705

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi menuntut adanya efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, seperti pada pengadaan jasa konstruksi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang didasarkan pada Peraturan Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2015 sekarang beralih ke Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) versi 4. Sehingga dari uraian tersebut, penulis mengambil langkah penelitian bagaimana sistem SPSE 4 ini bekerja dengan mengambil evaluasi pada pelelangan Renovasi SD Suryodiningratan I Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi pelelangan dengan SPSE 4 yaitu: kelebihan dan kekurangan proses pelelangan menggunakan SPSE 4, dan alasan sehingga dinas atau instansi menggunakan sistem SPSE 4 ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu menggambarkan tentang penyelenggaraan lelang berdasarkan informasi, gejala, dan fakta yang terjadi di lapangan. Hasil akhir yang didapatkan dari penelitian ini adalah program SPSE 4 dari Pokja BLP dan Penyedia Jasa bekerja pada sistem yang sudah disediakan ploting/tempatnya secara otomatis sehingga dalam pembuatan dokumen penawaran sampai penunjukan penyedia jasa lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel.
KETERPADUAN PROGRAM KOTAKU DALAM PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI BANTARAN SUNGAI GAJAHWONG Nurokhman, Nurokhman; Kurniawan, Ade
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.794 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v14i2.709

Abstract

Kota Yogyakarta berkomitmen dalam penanganan kumuh perkotaan sesuai dengan Permen PUPR No 02/PRT/M/2016 Tentang Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yang terdiri dari 7 aspek (kondisi bangunan, jalan, drainase, air minum, persampahan, dan proteksi kebakaran) ditambah 1 aspek ruang terbuka publik yang diatur dalam SE DCJK PUPR No 40/SE/DC/2016. Berdasarkan SK Walikota Yogyakarta No 216 Tahun 2016, Kawasan Warungboto RW007, RW008, dan RW009 merupakan kawasan kumuh dibantaran sungai dengan luas 2,5 Ha. Kondisi kekumuhan di lokasi tersebut pada akhir tahun 2018 sudah mempunyai skor kurang dari 19 yang berarti tidak kumuh. Namun dalam kenyataannya terdapat permasalahan air limbah khusunya permukiman yang berada di tepi bantaran sungai Gajahwong belum memenuhi syarat teknis yaitu umunya dari closed rumah langsung disalurkan ke sungai. Hal ini tentu menjadi permaslahan kesehatan lingkungan dan pencemaran sungai. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi indicator kumuh dan memberikan rekomendasi teknis dalam penataan lingkungan permukiman. Hasil penelitian menunjukan penanganan kumuh pada Tahun 2017-2018 dengan inetrvensi pekerjaan jalan, drainase dan IPAL Komunal berpengaruh signifikan pada skor kumuh sehingga kondisi akhir tahun 2018 di Warungboto sudah tidak kumuh. Warga terdampak proyek (WTP) langsung terdapat 24 warga yang berada disempadan sungai sejumalh 16 warga sudah melakukan pembongkaran swadaya sedangkan 8 warga bersedia dilakukan pembongkaran dengan dana bantuan program dengan alasan tanahnya sudah SHM. Terdapat 2 kategori pembenahan rumah terdampak dengan konsep M2K (Mundur Mandep Kali) dan M3K (Mundur Munggah Madep kali), namun masih berada di area sempadan sungai karena menurut PERMENPUPR Nomor 28 Tahun 2015 batas sempadan sungai perkotaan yang belum bertanggul lebar minimal 10 m. Rekomendasinya perlu dibuat peraturan penjelas lebih lanjut dan dilakukan sosialisasi agar terdapat penyamaan persepsi terkait garis sempadan sungai perkotaan dan penataan permukiman yang diperbolehkan. Adanya kesepakatan warga terdampak program yang menyatakan siap untuk ditata perlu diakomodir.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMK 3 DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR DI YOGYAKARTA Machfudiyanto, Rossy Armyn; Utomo, Danang Priyo
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.256 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v14i2.710

Abstract

Peningkatan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia khususnya di kota Yogyakarta membuat banyak kontaktor saling bersaing dalam melaksanakan sebuah proyek. Mulai dari kecepatan, mutu, dan biaya mereka sangat bersaing dalam 3 hal tersebut. Namun sekarang masih banyak kontraktor yang mengesampingkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi faktor penerapan SMK3 pada proyek konstruksi dan mengetahui faktor yang dominan pada kelengkapan fasilitas pendukung keselamatan dan kesehatan kerja di proyek Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara observasi, metode ini lebih cenderung pada hasil yang deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Hasil penelitian adalah tingkat implementasi kebijakan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja ( SMK3 ) pada perusahaan kontraktor di Yogyakarta rata – rata 69,83% dimana kebijakan pada aspek manusia sebesar 64,78% yang diterapkan, pada aspek peralatan sebesar 72,95% yang diterapkan, pada aspek organisasi sebesar 67,78% yang diterapkan, pada aspek manajemen sebesar 69,42% yang diterapkan, pada aspek lingkungan sebesar 74,22% yang diterapkan.
PERILAKU BETON PASKA KEBAKARAN DAN BERBAGAI ALTERNATIF SOLUSINYA Subagyo, Singgih
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.396 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v16i1.727

Abstract

Seiring berkembangnya jaman, pertumbuhan di amper kita pun cukup maju. Hal ini dapat terlihat dengan semakin kritisnya masyarakat dalam memilih bentik maupun struktur bangunan. Akan tetapi, akhir-akhir ini sering terjadi kebakaran pada bangunan yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada struktur, utilitas serta peralatan yang ada didalamnya dan merupakan masalah bagi pemiik bangunan. Mengingat fungsi bangunan sangat penting, maka gedung yang mengalami kebakaran cukup serius biasanya harus segera direhabilitasi. Dalam pemecahan masalah ini salah satunya dengan menggunakan beton semprot (gunite concrete) pada bangunan pasca kebakaran tujuan studi ini adalah mengevaluasi penanganan elemen struktur yang mengalami kerusakan akibat kebakaran dan untuk mencari alternative solusi yang dapat dipakai secara optimal agar stukur tetap dapat difungsikan tanpa banyak mengurangi kuat tekan beton yang ada. Pelaksanaan studi dilakukan dengan pengumpulan data, baik data-data primer yang berupa survey lapangan dan data sekunder dari PT.Yodya Karya, sehingga penulis dapat mengetahui sejauh mana metode gunite concrete dapat digunakan pada bangunan pasca kebakaran.Penanganan struktur setelah kebakaran denfgan menggunakan cara beton semprot sangat cocok karena cara beton semprot mempunyai berat jenis amper sama dengan beton normal yaitu antara 2240 Kg/m³ sampai dengan 2320 Kg/m³, mempunyai daya lekat sangat tinggi pada beton atau tembok, dan lebih ekonomis disbanding beton konvensional. Cara beton semprot juga mempunyai kemampuan untuk membentuk ikatan yang baik untuk sejumlah material serta keuntungan-keuntungan lain dalam aplikasi, fleksibility, kecepatan dalam penyelesaian dan kekuatan yang dihasilkan.
KARAKTERISTIK BANGKITAN PERJALANAN PERUMAHAN KELAS MENENGAH BERBASIS RUMAH TANGGA Suryanto, Suryanto
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.292 KB) | DOI: 10.47200/civetech.v16i1.728

Abstract

Perlunya pendataan dan analisis setiap saat dan tempat mengenai jumlah perjalanan yang berasal dari kawasan pemukiman yang berupa perumahan beserta faktor-faktor yang mempengaruhi. pendataan dan analisis tersebut diperlukan setiap saat dan tempat karena hampir semua unsur-unsur atau faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah perjalanan merupakan fungsi tempat dan waktu. Unsur-unsur yang merupakan variabel atau peubah terdiri dari jumlah pemilikan kendaraan, pendapatan, dan ukuran rumah tangga (karakteristik rumah tangga). Metode analisis regresi dipakai untuk pendekatan model karena data yang diperlukan tidak banyak, dan terdapatnya uji statistik untuk menguji keabsahan model. Dari hasil Proses model analisis korelasi dengan metode analisis langkah demi langkah, model terbaik yang dihasilkan adalah Karakteristik bangkitan perjalanan perumahan klas menengah berbasis rumah tangga, dengan contoh Bangkitan Pergerakan yang berasal dari Perumnas Condongcatur Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dipengaruhi oleh Ukuran Rumah Tangga, Pemilkan Kendaraan, dan Pendapatan.
OPTIMALISASI SIMPANG RING ROAD UTARA – JALAN KALIURANG, SLEMAN, DI. YOGYAKARTA Suharyanto, Indra; Heryanto, Sendy
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 1 No. 2 (2019): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/civetech.v1i2.865

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan kota yang sangat strategis, karena terletak di jalur-jalur utama, yaitu Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa, serta jalur Yogyakarta – Semarang, yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang dan kota-kota di lintas tengah Pulau Jawa. Karena itu, angkutan di Yogyakarta cukup memadai untuk memudahkan mobilitas antara kota-kota tersebut. Kota ini mudah dicapai oleh transportasi darat dan udara, sedangkan karena lokasinya yang cukup jauh dari laut menyebabkan tiadanya transportasi air di kota ini. Tujuan penelitian mengetahui karakteristik dan kinerja Simpang Ring Road Utara Jalan Kaliurang Yogyakarta, mengevaluasi berapa besar kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian pada simpang serta masukan kebijakan bidang transportasi. Persimpangan jalan dapat didefinisikan sebagai daerah umum dimana dua jalan atau lebih bergabung atau bersimpangan, termasuk jalan dan fasilitas tepi jalan untuk pergerakan lalu-lintas di dalamnya (AASHTO, 2011). Karena persimpangan harus dimanfaatkan secara bersama-sama oleh tiap orang yang ingin menggunakannya, maka, persimpangan tersebut harus dirancang secara hati-hati, dengan mempertimbangkan efisiensi, keselamatan, kecepatan, biaya operasi dan kapasitas. Hasil analisis data primer yang didapat dari survey lapangan pada Januari 2018 menunjukkan nilai DS pada ruas jalan eksisting masih memenuhi syarat, sedangkan nilai DS persimpangan sudah tidak memenuhi syarat. Langkah pokok penanganan masalah kemacetan yaitu optimalisasi simpang dengan pengaturan waktu sinyal, pengaturan geometri simpang dan manajemen lalu lintas. Setelah langkah tersebut dinilai tidak memberikan perubahan berarti pada nilai DS, langkah terakhir adalah perencanaan pembangunan jalan baru berupa flyover.

Page 1 of 1 | Total Record : 6