cover
Contact Name
Fazli Rachman
Contact Email
fazli.rachman@unimed.ac.id
Phone
+6285261810714
Journal Mail Official
kewarganegaraan@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar, Pasar V, Medan, North Sumatra, Indonesia, Postcode 20221, Telp. (061) 6625973, 6613276, 6618754, 6613365, Fax. (061) 6614002 Email: kewarganegaraan@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 16937287     EISSN : 27456919     DOI : https://doi.org/10.24114/jk
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022" : 5 Documents clear
Dinamika Kontemporer Kewarganegaraan Indonesia (Studi Etnisitas Dalam Pemilihan Bupati Pakpak Bharat) Boangmanalu, Samadam; Sembiring, Armisella Br
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.30402

Abstract

AbstractCitizenship is the relationship between the individual and the state. This citizenship shows that citizens have certain rights, duties and responsibilities.. In general, every citizen has full political rights in political activities. Indonesia is a democratic country so every citizen who has citizenship status has the right to participate in political activities. This study aims to analyze the contemporary dynamics of citizenship in Indonesia in the 2020 regional head elections in the Pakpak Bharat Regency. The analytical method used in this research is a descriptive qualitative method with a case study approach model. The results show that voting behavior in the Pakpak Bharat community often negates the sociological approach to choosing someone who can be a nurturing leader. In choosing to build on the element of "closeness", closeness can be seen from many sides, including geographical proximity, family closeness, emotional closeness through material gifts or promises, and closeness through information. In addition, the determination of people's choices in local elections is often influenced by factors of ethnicity, religion, clan, and family factors.------------AbstrakKewarganegaraan merupakan adanya hubungan individu dengan negara. Kewarganegaran menunjukan bahwa warga negara memiliki hak, tugas dan tanggung jawab tertentu warga negara. Secara umum bahwa setiap warga negara memiliki hak politik penuh dalam kegiatan politik. Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga setiap warga negara yang memiliki status kewarganegaraan memiliki hak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kontemporer kewarganegaraan di Indonesia dalam pemilihan kepala daerah tahun 2020 di Kabupaten Pakpak Bharat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan model pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku memilih dalam masyarakat Pakpak Bharat sering kali menafikan pendekatan sosiologisme untuk memilih seseorang yang bisa menjadi pemimpin yang mengayomi. Dalam memilih terbangun atas unsur œkedekatan, kedekatan dapat dilihat dari banyak sisi, antara lain, kedekatan geografi, kedekatan kekeluargaan, kedekatan emosional melalui pemberiaan materi atau janji, kedekatan melalui informasi.Selain itu penentuan pilihan masyarakat dalam pilkada sering dipengaruhi oleh faktor kesamaan suku, agama, marga, faktor keluarga.
Nilai Praksis Pancasila Sebagai Modal Pengembangan Sumber Daya Manusia Era Society 4.0 dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara Inthaly, Anouphone; Almubaroq, Hikmat Zakky
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.33872

Abstract

AbstractPancasila has the nature of basic values which are the essence of the five precepts. The five precepts include values regarding the One Godhead, humanity, unity, democracy, and justice. The nature of Pancasila is universal, in other words, ideals, goals, and good and true values are contained in Pancasila as a basic value. Pancasila is classified as a philosophy, a view of life, and in a practical sense. Philosophy of Pancasila has a function and role as a guide and guide in attitudes, behaviour and actions in everyday life, in the life order of the nation, society and state for the Indonesian people. The value of Pancasila praxis is used as the basic capital in the development of human resources in the era of society 4.0 which must have a view of life and behaviour that is strong and has character in facing increasingly complex challenges. This paper was written using a qualitative method with a literature study approach that looks at the practical value of Pancasila as the basic capital for developing human resources in the era of society 4.0 in supporting national defence by using the theory of Pancasila philosophy and human resource development.------------AbstrakPancasila memiliki sifat nilai dasar yang dimana hakikat dari kelima sila. Kelima sila tersebut antara lain nilai nilai mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sifat dari Pancasila yaitu universal, dengan kata lain, cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan bena terkandung dalam Pancasila sebagai nilai dasar. Pancasila digolongkan sebagai filsafat, pandangan hidup, dan dalam arti praktis. Filsafat Pancasila memiliki fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam tatanan hidup berbangsa, bermasyarakat dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Nilai praksis pancasila digunakan sebagai modal dasar dalam pembangunan sumber daya manusia di era society 4.0 dimana harus memiliki pandangan hidup dan perilaku yang kuat dan berkarakter dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tulisan ini ditulis dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang melihat bagaimana nilai praksis pancasila sebagai modal dasar pengembangan sumber daya manusia di era society 4.0 dalam mendukung pertahanan Negara dengan menggunakan teori filsafat Pancasila dan pengembangan SDM. 
Studi Perbandingan Persepsi Stigma Teroris Antara Mahasiswa Laki-Laki Dan Mahasiswa Perempuan di Universitas Riau Permatasari, Dwi Puspa; Hambali, Hambali; Primahardani, Indra
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.35131

Abstract

AbstractThis study aims to describe a comparative study of perceptions of terrorist stigma between male and female students at the University of Riau. How the terrorism and bombing cases that occurred in Indonesia were masterminded by certain religious groups using certain symbols and attributes, giving rise to a negative stigma perspective between male and female students at the University of Riau. The method used in this study is a quantitative method with a descriptive approach. The data collection technique in this research is a questionnaire consisting of five indicators and 19 questions. The data analysis technique in this study was using the Independent Sample T-test with the SPSS version 25 program. After testing the normality of the data with normal data results and testing the homogeneity of variance with homogeneous data results, then hypothesis testing can then be carried out. The results of the hypothesis test are 1,000 and the value of 1,000 > 0.05 (2-tailed < 0.05), then Ha is rejected and Ho is accepted. Based on the results of the study, it can be concluded that there is no difference in perceptions of terrorist stigma between male and female students at the University of Riau.--------------------AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan studi perbandingan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau. Bagaimana kasus terorisme dan pengeboman yang terjadi di Indonesia didalangi oleh sekelompok oknum agama tertentu dengan menggunakan simbol serta atribut tertentu, sehingga menimbulkan perspektif stigma negatif antara mahasiswa laki-laki dan perempuan di Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kuesioner/angket yang terdiri dari lima indikator dan 19 pertanyaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan uji analisis Independent Sample T-test dengan program SPSS versi 25. Setelah melakukan uji normalitas data dengan hasil data normal dan uji homogenitas varian dengan hasil data homogen, maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian hipotesis. Hasil uji hipotesis adalah 1,000 dan nilai 1,000 > 0.05 (2-tailed < 0.05), maka Ha ditolak dan Ho diterima. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau.
Kompetensi Kepemimpinan Militer di Era Society 5.0 Rehardiningtyas, Dyah Anissa; Firdaus, Mochammad Ferdion; Sulistyanto, Sulistyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.35229

Abstract

AbstractThe 21st-century environment is one of unprecedented complexity, ambiguity, speed and organizational change. Conceptual skills provide the capacity to perform effectively under these conditions. Leadership in military organizations in various countries has the same goal, namely to realize the vision and mission of the organization according to its duties, authorities and responsibilities based on the results of state political decisions. This article was compiled based on a literature study using a descriptive qualitative approach as the main writing approach. Leaders are faced with an environment that is constantly changing, complex, and challenging. To lead effectively in today's world, leaders need to improve their understanding and practice of leadership to meet the new challenges coming from all directions with rapid change. Military leaders from top to bottom must be able to deal with the increasing political and cultural complexities. In the era of society 5.0, supervision does not only belong to the Leader but is also carried out by all members of the organization. The ease of technology as well as the challenges of good governance make transparency and openness an instrument. The development of the industrial era is a challenge in itself, as such policymakers inevitably have to be able to prepare themselves to face increasingly complex challenges, internal security and disaster management.-----------AbstrakLingkungan abad ke-21 adalah salah satu dari kompleksitas, ambiguitas, kecepatan, dan perubahan organisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keterampilan konseptual memberikan kapasitas untuk tampil efektif dalam kondisi ini. Kepemimpinan di Organisasi militer di berbagai negara memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan visi dan misi organisasi sesuai tugas, wewenang dan tanggung jawabnya berdasar hasil keputusan politik negara. Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai pendekatan penulisan utama. Para pemimpin dihadapkan pada lingkungan yang terus berubah, kompleks, dan menantang. Untuk dapat memimpin secara efektif di dunia saat ini, pemimpin perlu meningkatkan pemahaman dan praktek kepemimpinan mereka untuk memenuhi tantangan baru yang menghadang dari segala arah dengan perubahan yang sangat cepat. Pemimpin Militer dari atas ke bawah harus mampu menghadapi peningkatan kompleksitas politik dan budaya dari perang proxy, operasi perdamaian, kehadiran dan keterlibatan ke depan, keamanan internal dan manajemen bencana. Di era masyarakat 5.0, pengawasan bukan hanya menjadi milik Pemimpin namun juga dilakukan oleh seluruh anggota organisasi. Kemudahan teknologi dan juga tantangan good governance menjadikan transparansi dan keterbukaan menjadi instrumen. Perkembangan era industri menjadi tantangan tersendiri, sebagaimana hal tersebut para pengambil kebijakan mau tidak mau harus mampu menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Sekolah Dasar Bhughe, Kristina Intani
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.36954

Abstract

AbstractThis study aims to determine the role of Pancasila and Citizenship Education teachers in shaping the character of the Inpres Hale Elementary School students, as well as the challenges and obstacles faced by Pancasila and Citizenship Education teachers in shaping the character of the Hale Inpres Elementary School students. This study used qualitative research methods. The survey respondents were the Principal of Inpres Hale Elementary School, Pancasila and Citizenship Education Teachers, Class VI guardians, parents, students and the community. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis through data collection, data reduction, conclusion or verification. The results showed Pancasila and Citizenship Education teachers™ role was to embody the value of positive attitudes towards students, such as being polite, and punctual, dressing according to school rules and providing guidance and advice. Non-compliance with school rules, tardiness and truancy, and the influence of school, family, and environmental factors. ---------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Dasar Inpres Hale, serta tantangan dan hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter Siswa Sekolah Dasar Inpres Hale. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Responden survei adalah Kepala Sekolah Dasar Inpres Hale, Guru PPKn, wali kelas VI, orang tua, peserta didik dan masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PPKn adalah mewujudkan nilai sikap positif terhadap siswa, seperti bersikap sopan, tepat waktu, berpakaian sesuai aturan sekolah dan memberikan bimbingan dan nasehat.Tantangan dan hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar Inpres Hale adalah ketidakpatuhan terhadap peraturan sekolah, keterlambatan dan tindakan membolos, serta pengaruh faktor sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5