Technologic
TECHNOLOGIC adalah jurnal dengan p-ISSN 2085-8507 dan e-ISSN 2722-3280 yang diterbitkan oleh LPPM Politeknik Manufaktur Astra. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan juni dan Desember. Publikasi berisi artikel yang berasal dari hasil penelitian terapan dan studi analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya meliputi teknologi mekanik, litrik, elektronika, industri, informatika, sipil. Artikel yang masuk ke redaksi diseleksi dengan sistem blind peer-review untuk menjaga obyektivitas. Adapun fokus dan ruang lingkup dari Jurnal Technologic adalah sebagai berikut: Teknik Mesin Teknologi manufaktur, Disain mekanis, Otomotif, Robotika dan Otomasi, Mekatronika, Teknologi lingkungan, Konversi energi, Teknik Listrik, Elektronika, dan Informatika Sistem tenaga, system instrumentasi dan control, telekomunikasi dan teknologi informatika, Aplikasi Elektronika, Aplikasi sensor dan actuator, Kecerdasan artifisial, Sistem Informatika, Elektronika Daya, Energi Terbarukan, Jaringan Komputer, Sistem Komunikasi Multimedia, Teknik Komputer, Sistem Telekomunikasi, Sistem Komunikasi Nirkabel, Jaringan Sensor Nirkabel Teknik industry Sistem produksi, optimisasi system industry, Planning and Production Control, manajemen kualtas, ergonomic, Disain produk Teknik Sipil Teknik Konstruksi dan bangunan Gedung
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (2015): Technologic"
:
10 Documents
clear
E-TICKET MENGGUNAKAN SIDIK JARI
Yudhi Gunardi;
Arsil Fatwa
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.64
Sistem pembayaran e-ticket kereta commuter line selama ini menggunakan sistem karcis atau tiket electronik yang dapat dikatakan sangat menyusahkan jika terjadi kehilangan kartu atau membeli dan menukarkan tiket tersebut. Pada penelitian ini akan dibuat sistem e-tiket yang menggunakan sidik jari merupakan suatu system yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran tiket kereta. Data sidik jari penumpang akan tersimpan di database system, dalam database akan tersimpan juga jumlah saldo yang dimiliki masing – masing penumpang. System akan secara otomatis mengurangi jumlah saldo bila penumpang melakukan pembayaran ketika menggunakan kereta commuter line sesuai dengan biaya yang telah ditentukan. Dan system juga akan memberikan indikator kepada pengguna berupa lampu LED sebagai tanda bisa atau tidaknya penumpang melakukan pembayaran dari jumlah saldo yang tersedia dalam database.
PENGGUNAAN METODA SLIDING MODE CONTROL PADA PENGATURAN MOTOR INDUKSI 3 PHASA DENGAN DIRECT TORQUE CONTROL
Ade Rochmanu;
Era Purwanto;
Endro Wahjono
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.71
Motor induksi banyak digunakan di industri, namun dalam penggunaannya motor induksi memiliki hal-hal yang kurang menguntungkan seperti nilai overshoot tinggi, settling time lama saat start dan bila terjadi pembebanan kecepatan motor induksi akan turun. Sliding mode control diperkenalkan dengan mengambil keuntungan dari karakteristik switching inverter untuk mengontrol mesin elektrik yang akan menghasilkan overshoot rendah dan settling time yang pendek dengan bentuk transient dan steady state yang baik. Sliding mode control didesain untuk beroperasi melebihi variable yang sama seperti digunakan pada metode DTC. Untuk meningkatkan performa putaran motor induksi pada kondisi ada gangguan, control putaran dengan sliding mode control akan diuraikan, dimana jenis control ini robust pada saat terjadi gangguan dengan variasi parameter dan torsi beban berubah. DTC digunakan sebagai paramater kontrol, untuk mencari torsi, fluks dan sudut yang nantinya akan digunakan sebagai penyulut inverter. Untuk kecepatan diambil dari kecepatan estimator, error dan delta error kecepatan putar sebagai masukan pada SMC. Hasil dari simulasi kondisi berbeban, saat starting overshootnya 83 rad/s, time settlingnya 0.12s dan time risenya 0.02s. Pada kondisi perubahan beban, respon hampir tidak mengalami perubahan kecepatan atau bisa dikatahkan respon kecepatan stabil bila ada gangguan meskipun terdapat osilasi atau ripple.
PEMBUATAN ALAT UKUR GRADEABILITY DENGAN SENSOR ACCELEROMETER DAN GYROSCOPE BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 PADA ARDUINO UNO DI PT. IAMI
Lin Prasetyani;
ST. Sutrisno Alex S. Hutauruk
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.65
Pembuatan Alat Ukur Gradeability dengan Sensor Accelerometer dan Gyroscope Berbasis Mikrokontroler ATmega328 pada Arduino Uno di PT.IAMI. Penggunaan alat ukur analog hanya menampilkan sudut mempunyai kendala dalam penghitungan gradeability maupun GVW. Dibutuhkan alat ukur yang mampu menampilkan tiga nilai sekaligus yaitu sudut, gradeability dan GVW dengan tujuan supaya mekanik di lapangan langsung mengetahui dan gradeability GVW untuk memberikan solusi pada saat bersamaan dengan pengukuran terhadap complaint dari custumer tanpa perhitungan manual. Alat ukur berbasis mikrokontroler Atmega328 pada Arduino Uno dan menggunakan sensor accelerometer dan sensor gyroscope. LCD 2x 16 merupakan media untuk menampilkan hasil pengukuran. Terdapat perbedaan perhitungan GVW antara alat kur digital dengan perhitungan secara manual dengan penggunakan program Ms excel yaitu sebesar kurang lebih 20.36 kg, dan tergolong masih pada batas toleransi.
DESIGN SIMULATION OF THREE PHASES INDUCTION MOTOR CONTROL BASED ON DTC
Fera Erawati;
Ade Rochmana;
Ardhia Wishnuprakasa;
Era Purwanto
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.72
For instance, the scalar control is a variable regulation of volt per hertz to sets the magnitude scaling of the motor, of course by linearization of two parameters that is voltage and frequency, which sets to a constant ratio for the only concept of scalar control. In contrast, this method has the disadvantages that cannot decrease or increase the speed range from lower voltage of low speed or upper limit voltage of high speed, due to a certain regions are experiencing issues in constant ratio precision because of switch loss. The resulting output signal is not only has a high harmonic which would lead to losses in the form of heat, but is also causes poor performance at low frequency. For investigation, we used simulation using Direct Torque Control or also called DTC. The application of DTC, becoming one of the motor drive method of induction motor, and would produce the efficient power consumption because of switching pattern based on vector voltage. For simulation result, we use the test techniques when unencumbered and when burdened by parameters of rise time value, settling time value, and set point value.
MINIMASI TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES REAMER DENGAN PENDEKATAN METODE TAGUCHI
Yohanes Tri Joko Wibowo
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.66
Proses reamer merupakan penyederhanaan proses yang dituntut menghasilkan kualitas ukuran dan permukaan yang bagus. Namun, seringkali proses ini tidak bisa menghasilkan kualitas permukaan yang diharapkan meskipun secara ukuran masuk. Kegagalan proses ini membuat harga pencapaian kualitas melalui proses reamer menjadi tidak ekonomis lagi. Proses reamer seharusnya dilengkapi dengan data teknis yang lengkap sehingga resiko kegagalan menjadi minimal. Data teknis yang disertakan oleh produsen alat sering kali tidak lengkap dan pengetahuan teoritis di lapangan pun masih berupa pedoman-pedoman umum yang dapat diartikan berbeda-beda. Hal tersebut mendorong penelitian untuk melihat variasi parameter dalam kaitannya dengan kualitas hasil proses. Untuk efisiensi penelitian, digunakan pendekatan dengan metode taguchi.
ANALISA PENYELESAIAN GANGGUAN TRAFO DISTRIBUSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE RCPS (ROOT CAUSE PROBLEM SOLVING)
Badaruddin Badaruddin1;
Madayun R Sapta Abadi
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.15
Kemajuan Teknologi dan sangat pentingnya peranan tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan Pelanggan, menuntut PT X selalu berusaha Meningkatkan Mutu dan Keandalan dalam Pendistribusian Energi Listrik ke pelanggan yang dituangkan dalam bentuk Road Map Penurunan Gangguan Trafo dari Tahun ke Tahun guna menuju Perusahaan dengan Pelayanan Kelas Dunia (World Classes Services).Tanpa disadari usaha tersebut tidak akan pernah luput dari adanya gangguan pada transformator distribusi yang tentunya akan mengakibatkan pemadaman dan terhambatnya penyaluran tenaga listrik ke Pelanggan sehingga pelayanan akan kebutuhan listrik akan terganggu. Pada penelitian ini , akan akan dibahas masalah Target Kinerja gangguan Transformator distribusi tahun 2013 yang tidak tercapai di PT. X pada Area X Posko Cinere beserta Analisanya. Mayoritas Gangguan Trafo disebabkan oleh pembebanan berlebih pada Trafo (Overload) sehingga diperlukan Upaya perbaikan dengan menurunkan Jumlah trafo Overload yang merupakan salah satu inisiatif perbaikan yang didapatkan Melalui Metode RCPS (Route Cause Problem Solving). Berdasarkan Data Pembeban Trafo tahun 2013, Jumlah Trafo Overload di Area X sebanyak 78 unit atau dengan persentase sebesar 15,06 % terhadap total Asset. Tingginya jumlah Trafo Overload tersebut memacu Area X untuk melakukan Program Penurunan Jumlah Trafo Overload dengan target ≤ 10 % pada Akhir tahun 2014 nanti. Hingga Periode November 2014 Jumlah Trafo Overload tersebut sudah diturunkan menjadi 57 unit atau dengan persentase sebesar 11,003 % terhadap total Asset dan memberikan manfaat dalam mendukung pencapaian Kinerja Gangguan Trafo tahun 2014.
OPTIMASI PENGIRIMAN KOMPONEN DARI PEMASOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MILK-RUN
Yohanes Tri Joko Wibowo
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.68
Dewasa ini, sistem rantai pasok yang baik dalam sebuah perusahaan sudah bukan lagi merupakan kebutuhan tetapi sudah menjadi sebuah keharusan. Dengan adanya sistem rantai pasok yang baik, nilai perusahaan di mata konsumen akan baik. PT. AWI merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri komponen otomotif. Saat ini, sistem pengiriman komponen dari pemasok dilakukan secara mandiri dan dilakukan sendiri oleh para pemasok. Dalam kondisi tersebut, ada biaya pengiriman yang harus ditanggung oleh PT. AWI yang dimasukkan dalam harga komponen tersebut. Biaya tersebut dirasa masih cukup tinggi. Sistem inventory perusahaan yang merupakan rantai berikutnya setelah pengiriman komponen, dirasakan masih belum efisien mengingat masih adanya persediaan barang yang tinggi. Mempertimbangkan kondisi persaingan dunia usaha yang semakin hari semakin berat, tuntutan harga yang lebih kompetitif dari konsumen, masih tingginya biaya pengiriman dan juga tingginya tingkat persediaan barang, PT. AWI berusaha memperbaiki kinerjanya. Berdasarkan permasalahan yang ada, dibutuhkan suatu sistem pengiriman yang baik yang dapat meniminalkan biaya yang harus dibebankan kepada konsumen. Metode yang akan digunakan adalah metode milk-run. Dengan metode tersebut, diharapkan dapat dilakukan pengurangan jumlah biaya pengiriman dan pengurangan jumlah persediaan barang. Metode milk-run adalah metode dimana pengiriman komponen dilakukan oleh pemberi order dengan cara menjemput sendiri komponen pesanannya ke para pemasok dengan siklus dan jumlah yang telah ditentukan. Dengan demikian efisiensi pengiriman komponen dapat dikelola sehingga bisa diperoleh minimasi biaya dan optimasi jumlah komponen yang mampu diangkut.
AKUISISI DATA LOAD CELL MENGGUNAKAN INSTRUMENTATION AMPLIFIER PADA PROTOTYPE SEPATU GAIT ANALYSIS
Eka Samsul Maarif;
Hendhi Hermawan;
Ahmad Zainudin
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.69
Gait analysis atau disebut juga dengan analisa langkah kaki adalah salah satu bagian penting dari proses rehabilitasi dari pasien yang terkena stroke atau pasca amputasi. Salah metode analisa langkah kaki adalah dengan memantau gaya tekan yang dihasilkan oleh kaki pasien. Sensor yang dapat digunakan sebagai alternatif pembacaan gaya tekan pada langkah kaki pasien adalah load cell. Load cell memiliki perubahan tegangan yang sangat kecil saat diberi beban sehingga memerlukan penguatan agar perubahan tegangan tersebut dapat dibaca dan ditampilkan dalam grafik. Penelitian ini mengajukan sebuah metode akuisisi data dari pembacaan sensor load cell yang diterapkan pada prototype sepatu gait analisis. Instrumentation amplifier yang dirancang sebagai penguat dalam penelitian ini berhasil memberikan penguatan hingga 2052 kali dan berhasil menampilkan besaran digital dari gaya tekan pada setiap sensor.
PERANCANGAN RUMAH CERDAS SEDERHANA MENGGUNAKAN WIRELESS NRF24L01
Andi Ardiansyah;
Rizal Bahaweres;
Sumarkantini Sumarkantini
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.63
Aplikasi yang banyak digunakan dari Internet of Things adalah Wireless Sensor Network. Teknologi ini berfungsi untuk memonitor kondisi ruangan atau sesuatu yang dianggap penting menggunakan sensor, misalnya suhu udara, kelembaban, kebocoran air, atau kebakaran yang terjadi dalam ruangan atau rumah tinggal. Teknologi ini dikenal dengan Smart Home Automation. Smart Home atau Home Automation adalah perpanjangan dari Building Automation System yang memiliki arti otomatisasi rumah, pekerjaan rumah tangga atau kegiatan rumah tangga. Tulisan ini mencoba merancang sebuah rumah cerdas sederhana (small smart home). Perancangansistem dibagi dalam 2 bagian yaitu program (software) dan hardware. Software yang digunakan adalah Arduino untuk memprogram Arduino pada Server dan Arduino pada Client. Untuk hardware terdiri dariArduino mikrokontroller, modul wireless nRF24L01, sensor suhu LM35, sensor cahaya LDR, pushbutton dan catu daya 9 Volt.Secara umum, sistem bekerja dengan baik. Namun, pada kondisi diluar ruangan dengan jarak diatas 50 meter sistem receiver tidak dapat menerima data dari sistem transmitter. Sedangkan hasil pengujian dalam ruangan dengan obstacle pada jarak 8 meter, tidak bisa menerima data pada clientnya, dikarenakan catu daya yang dipakai 9 Volt pada clientnya.
MODIFIKASI PROSES SEALING FRONT GLASS F-SERIES DENGAN PENAMBAHAN SEALER GUIDANCE MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER ATMEGA16
Afianto Afianto;
Suhartinah Suhartinah;
Muhammad Adnan Yazid Fahd
Technologic Vol 6, No 1 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52453/t.v6i1.70
Proses sealing front glass F-series pada Trimming Cabin line PT. Isuzu Astra Motor Indonesia dilakukan guna merekatkan front glass dengan body frame bagian depan dan mencegah terjadinya kebocoran pada kaca bagian depan. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada awal tahun 2013, waktu yang dibutuhkan untuk tiap proses sealing front glass pada Trimming Cabin line tidaklah konstan yaitu rata-rata mencapai 82 detik untuk tipe FRR hal tersebut terjadi akibat proses sealing dilakukan hanya menggunakan feeling. Penggunaan bahan baku sealer rata-rata mencapai 400 ml setiap kali proses sealing sehingga penggunaan bahan baku dianggap tidak efisien. Untuk itu, guna meningkatkan efisiensi bahan baku dan menciptakan waktu proses sealing yang konstan maka dilakukan modifikasi proses sealing front glass F-series dengan penambahan Sealer Guidance menggunakan microcontroller ATmega16. Alat ini berfungsi sebagai penuntun operator melakukan proses sealing sehingga waktu yang dilakukan untuk setiap prosesnya akan lebih konstan dengan rata-rata waktu 62.5 detik/unit dan bahan baku sealer menjadi lebih efisien yaitu 312.5 ml/unit.