cover
Contact Name
Keumala Hayati
Contact Email
keumala.hayati@feb.unila.ac.id
Phone
+6281279728778
Journal Mail Official
editor.jbm@feb.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 14119366     EISSN : 27470032     DOI : 10.23960
The aims of JBM is to spread widely both empiric studies and conceptual discourses in the field of Management and Business. Researches in management and business study are welcome including: Organization Strategic Management Human Resource Management Marketing Finance Entrepreneurship
Articles 10 Documents
Search results for , issue "JBM Vol 20 (2024): Issue 2" : 10 Documents clear
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MANAJEMEN KONFLIK PADA TEMPAT KERJA DI ERA DIGITAL Fauzi, Khaleeva Aqeyla; Purbasari, Ratih
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2285

Abstract

Konflik di tempat kerja adalah tantangan umum yang mempengaruhi produktivitas dan harmoni organisasi. Penelitian ini mengeksplorasi peran budaya organisasi dalam manajemen konflik di tempat kerja. Sebagai sistem nilai bersama, budaya organisasi berpengaruh pada munculnya, perkembangan, dan penyelesaian konflik. Metode penelitian kualitatif melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa budaya organisasi memengaruhi persepsi terhadap konflik dan strategi penyelesaiannya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya organisasi dapat membentuk lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Implikasinya dapat membantu praktisi dan pemimpin mengembangkan strategi manajemen konflik yang sesuai dengan budaya mereka, meningkatkan efektivitas penyelesaian konflik di tempat kerja. Kata Kunci : Manajemen Konflik, Budaya Organisasi, Tempat Kerja Abstract Workplace conflict is a common challenge that impacts organizational productivity and harmony. This research explores the role of organizational culture in managing workplace conflicts. As a shared value system, organizational culture influences the emergence, development, and resolution of conflicts. The qualitative research method involves interviews, observations, and document analysis. Findings indicate that organizational culture affects perceptions of conflict and resolution strategies. This study provides insights into how organizational culture can shape a productive and harmonious work environment. Its implications can assist practitioners and leaders in developing conflict management strategies aligned with their culture, enhancing conflict resolution effectiveness in the workplace. Keywords: Conflict Management, Organizational Culture, Workplace
IMPLEMENTATION OF A BALANCED SCORECARD AS A PERFORMANCE MEASUREMENT TOOL IN A WORKSHOP-BASED MANUFACTURING COMPANY Simbolon, David Hamonangan; Hardiansyah, Hardiansyah
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2325

Abstract

As business becomes increasingly complex and dynamic, organizations need to develop effective strategies to achieve their goals. One strategic management tool introduced to address this challenge is the Balanced Scorecard (BSC). The primary challenge in applying the BSC lies in designing and implementing balanced and relevant performance measures. This study, employing qualitative research methods, examines the use of the Balanced Scorecard (BSC) as a tool to measure performance in a manufacturing company operating in a workshop-based environment. Through in-depth interviews with stakeholders, including top management, functional managers, employees, and investors, the research uncovers the complexities, requirements, and opportunities associated with implementing the BSC in a workshop environment. The findings highlight the potential of the BSC as an appropriate framework for measuring production, quality, efficiency, and innovation, while also drawing attention to the barriers related to integration with existing management systems, understanding workshop procedures, and adaptation for successful implementation. The results of the study provide critical guidance for decision-makers considering the BSC as a performance measurement tool tailored to meet the needs of the shop floor, with the aim of enhancing operational and strategic performance in manufacturing organizations. Keywords: Balanced Scorecard (BSC), Strategic Management, Performance Measurement Abstrak Organisasi perlu mengembangkan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan mereka karena bisnis menjadi semakin kompleks dan dinamis. Salah satu alat manajemen strategis yang diperkenalkan untuk menjawab tantangan ini adalah Balanced Scorecard (BSC). Bagaimana merancang dan mengimplementasikan ukuran kinerja yang seimbang dan relevan merupakan isu utama dalam penerapan BSC. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengkaji penggunaan Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat untuk mengukur kinerja pada sebuah perusahaan manufaktur yang beroperasi di lingkungan berbasis workshop. Penelitian ini mengungkap kompleksitas, persyaratan, dan peluang yang terkait dengan penerapan BSC di lingkungan workshop melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk manajemen puncak, manajer fungsional, karyawan, dan investor. Hasilnya menggarisbawahi potensi BSC sebagai kerangka kerja yang tepat untuk mengukur produksi, kualitas, efisiensi, dan inovasi, tetapi juga menarik perhatian pada hambatan integrasi dengan sistem manajemen saat ini, pemahaman tentang prosedur workshop, dan adaptasi untuk implementasi yang sukses. Hasil penelitian ini memberikan panduan penting bagi para pengambil keputusan untuk mempertimbangkan penggunaan BSC sebagai alat pengukuran kinerja yang memenuhi kebutuhan lantai pabrik dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja operasional dan strategis dalam organisasi manufaktur. Kata Kunci : Balanced Scorecard (BSC), manajemen strategis, pengukuran kinerja
MODERASI LINGKUNGAN ISLAMI PADA SIKAP HEDONISME DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF GENERASI ZILENIAL Amreni, Firda; Hamzah, Aksi; Shadriyah, Shadriyah
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2736

Abstract

The Zillenial generation, born during a period of rapid technological advancement, is navigating an increasingly complex social environment where hedonism and peer conformity significantly influence their consumptive behaviors. Additionally, the Islamic environment plays a notable role in shaping these behaviors. This study aims to explore how the Islamic environment moderates the effects of hedonism and peer conformity on the consumptive behavior of the Zillenial generation in Ulaweng District. The research sample consisted of 120 individuals. This field study employs a quantitative approach. The findings reveal a significant impact of both hedonism and peer conformity on the consumptive behavior of the Zillenial generation in Ulaweng District. However, the Islamic environment does not moderate the relationship between hedonistic attitudes and consumptive behavior. Conversely, the Islamic environment does moderate the influence of peer conformity on the consumptive behavior of the Zillenial generation. Keywords: : Zilenial Generation, Hedonism, Peer Conformity, Consumptive Behavior, Islamic Environment. Abstrak Generasi zilenial dapat diakatakan dilahirkan dalam era teknologi yang berkembang pesat, dan Dalam konteks sosial yang semakin kompleks ini, sikap hedonisme dan konformitas terhadap teman sebaya menjadi faktor lain yang memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif generasi zilenial. Selain itu, lingkungan islami, juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumtif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana lingkungan islami itu apakah dapat memoderasi sikap hedonisme dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial yang ada di Kecamatan Ulaweng. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, pendekatan dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sikap hedonisme dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial di Kecamatan Ulaweng. Sedangakan lingkungan islami belum memoderasi hubungan antara sikap hedonisme terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial. Dan lingkungan islami memoderasi hubungan antara konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial. Kata Kunci : Generasi Zilenial, Sikap Hedonisme, Konformitas Teman Sebaya, Perilaku Konsumtif, Lingkungan Islami.
STRATEGI PENINGKATAN KEWASPADAAN PENGGUNAAN E-WALLET: TINJAUAN TEORI PERILAKU TERENCANA Salim, Dhea Ramadhani; Annisya, Annisya; Pitri, Dzahwa Aura; Dianawati, Piana; Firmansyah, Buyung
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2746

Abstract

Transaction methods are rapidly evolving, offering significant benefits and convenience to society. The transition to a cashless society is marked by the growing use of e-wallets for transactions. While e-wallets provide substantial advantages, they also come with risks, such as potential data breaches and theft. This research aims to outline strategies for enhancing awareness of e-wallet usage and to present new insights into awareness strategies for e-wallets. A qualitative methodology with a descriptive approach was employed. A questionnaire served as the research instrument, and the collected data were analyzed and presented descriptively. The study targeted individuals aged 17 to 30 years in the Bandung City area. Findings indicate that the DANA application is the most widely used, with a prevalence of 54%. Perceived compatibility is reflected in ease of access, effectiveness, and flexibility. Perceived risks associated with e-wallets stem from various technical issues and threats from malicious actors. Increased awareness is crucial for improving vigilance in e-wallet use, including safeguarding user privacy, regularly monitoring account balances, and adhering to relevant regulations. Keywords: Transactions, E-wallet, Risk, Strategy, Awareness Abstrak Metode transaksi semakin berkembang dan mendatangkan manfaat serta kemudahan bagi masyarakat. Masyarakat mulai beralih pada cashless society menggunakan e-wallet sebagai alat untuk bertransaksi. Kemudahan dan keuntungan yang diberikan produk e-wallet tidak terlepas dari risiko yang mengancam kerugian penggunanya. Risiko peretasan dan pencurian data pengguna dapat terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi peningkatan kewaspadaan dalam menggunakan e-wallet dan memberikan informasi baru terkait strategi kewaspadaan penggunaan e-wallet. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian dan hasil penelitian yang telah diperoleh diolah dan disajikan melalui deskripsi dalam bentuk tata kalimat. Subjek dalam penelitian merupakan masyarakat umur 17 sampai 30 tahun di wilayah Kota Bandung. Berdasarkan penelitian diketahui produk e-wallet yang memiliki jumlah pengguna terbanyak diduduki oleh aplikasi DANA dengan persentase 54%. Kesesuaian pengguna dengan produk e-wallet ditandai dengan kemudahan akses, efisien, efektif, aman, dan fleksibel. Penggunaan e-wallet juga dipengaruhi kontrol atau pengaruh dari luar, seperti teman atau keluarga. Risiko yang dirasakan dalam penggunaan e-wallet muncul akibat berbagai gangguan teknis dan ancaman dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna diperlukan kesadaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menggunakan e-wallet, seperti menjaga kerahasiaan pengguna, rutin mengecek saldo serta mengikuti aturan dan ketentuan. Kata Kunci : Transaksi, E-wallet, Risiko, Strategi, Kewaspadaan
IMPLIKASI KEHADIRAN RITEL MODERN ALFAMART DAN INDOMARET TERHADAP RITEL TRADISIONAL DI KECAMATAN TILAMUTA Latif, Samin; Lakoro, Fibriyanti S.; Sukrianto, Sukrianto
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2778

Abstract

The shift of customers in Tilamuta District from traditional retail to modern retail has led to a significant decline in income for traditional retailers. The rapid technological advancements have shaped a mindset in society that prioritizes convenience, particularly in shopping at modern retail outlets. This study aims to explore the implications of the presence of modern retail chains, specifically Alfamart and Indomaret, on traditional retail businesses in Tilamuta District. The research employs an exploratory approach with a qualitative methodology, utilizing primary and secondary data sources. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. Data analysis follows the Miles and Huberman model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the presence of Alfamart and Indomaret negatively impacts traditional retailers, who are forced to compete by mimicking the products of these modern retailers. This competition is exacerbated by the rapid expansion of Alfamart and Indomaret, especially within a 100-meter radius of traditional shops, which intensifies the pressure on traditional retail businesses.. Keywords: Retail Competition, Traditional vs. Modern Retail, Impact of Modern Retail, Consumer Behavior, Small Business Sustainability Abstrak Para pelanggan ritel tradisional di Kecamatan Tilamuta telah beralih berbelanja di ritel modern sehingga memberikan masalah pendapatan pada ritel tradisional yang menurun dibandingkan sebelumnya. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir setiap masyarakat dengan sangat praktis dan sangat mudah terutama berbelanja di ritel modern. Tujuan penelitian untuk mengetahui implikasi kehadiran ritel modern Alfamart dan Indomaret terhadap ritel tradisional di Kecamatan Tilamuta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif dengan jenis penelitian kualitatf. Sumber data dalam hal ini primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah obervasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisi data yang dapat dilakukan menggunakan model analisis Miles dan Huberman sehingga dilaksanakan dan dilakukan melalui pengumpulan data langsung melalui analisis seperti reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah implikasi kehadiran ritel modern Alfamart dan Indomaret terhadap Ritel Tradisional di Kecamatan Tilamuta memberikan dampak secara negatif pada pemilik ritel tradisional. Dimana ritel tradisional dapat meniru produk yang ada di Alfamart dan Indomaret, Bahkan dengan pertumbuhan yang lebih berkembang Alfamart dan Indomaret pada kategori perekonomian yang diatas. Implikasi negatif ritel tradisional, sehingga adanya pesaing-pesaing yang dimiliki pada toko berdekatan pada jarak radius 100 meter. Kata Kunci: Persaingan Ritel, Ritel Tradisional vs. Modern, Dampak Ritel Modern, Perilaku Konsumen Keberlanjutan Usaha Kecil
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MANAJEMEN KONFLIK PADA TEMPAT KERJA DI ERA DIGITAL Fauzi, Khaleeva Aqeyla; Purbasari, Ratih
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2285

Abstract

Konflik di tempat kerja adalah tantangan umum yang mempengaruhi produktivitas dan harmoni organisasi. Penelitian ini mengeksplorasi peran budaya organisasi dalam manajemen konflik di tempat kerja. Sebagai sistem nilai bersama, budaya organisasi berpengaruh pada munculnya, perkembangan, dan penyelesaian konflik. Metode penelitian kualitatif melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa budaya organisasi memengaruhi persepsi terhadap konflik dan strategi penyelesaiannya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana budaya organisasi dapat membentuk lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Implikasinya dapat membantu praktisi dan pemimpin mengembangkan strategi manajemen konflik yang sesuai dengan budaya mereka, meningkatkan efektivitas penyelesaian konflik di tempat kerja. Kata Kunci : Manajemen Konflik, Budaya Organisasi, Tempat Kerja Abstract Workplace conflict is a common challenge that impacts organizational productivity and harmony. This research explores the role of organizational culture in managing workplace conflicts. As a shared value system, organizational culture influences the emergence, development, and resolution of conflicts. The qualitative research method involves interviews, observations, and document analysis. Findings indicate that organizational culture affects perceptions of conflict and resolution strategies. This study provides insights into how organizational culture can shape a productive and harmonious work environment. Its implications can assist practitioners and leaders in developing conflict management strategies aligned with their culture, enhancing conflict resolution effectiveness in the workplace. Keywords: Conflict Management, Organizational Culture, Workplace
IMPLEMENTATION OF A BALANCED SCORECARD AS A PERFORMANCE MEASUREMENT TOOL IN A WORKSHOP-BASED MANUFACTURING COMPANY Simbolon, David Hamonangan; Hardiansyah, Hardiansyah
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2325

Abstract

As business becomes increasingly complex and dynamic, organizations need to develop effective strategies to achieve their goals. One strategic management tool introduced to address this challenge is the Balanced Scorecard (BSC). The primary challenge in applying the BSC lies in designing and implementing balanced and relevant performance measures. This study, employing qualitative research methods, examines the use of the Balanced Scorecard (BSC) as a tool to measure performance in a manufacturing company operating in a workshop-based environment. Through in-depth interviews with stakeholders, including top management, functional managers, employees, and investors, the research uncovers the complexities, requirements, and opportunities associated with implementing the BSC in a workshop environment. The findings highlight the potential of the BSC as an appropriate framework for measuring production, quality, efficiency, and innovation, while also drawing attention to the barriers related to integration with existing management systems, understanding workshop procedures, and adaptation for successful implementation. The results of the study provide critical guidance for decision-makers considering the BSC as a performance measurement tool tailored to meet the needs of the shop floor, with the aim of enhancing operational and strategic performance in manufacturing organizations. Keywords: Balanced Scorecard (BSC), Strategic Management, Performance Measurement Abstrak Organisasi perlu mengembangkan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan mereka karena bisnis menjadi semakin kompleks dan dinamis. Salah satu alat manajemen strategis yang diperkenalkan untuk menjawab tantangan ini adalah Balanced Scorecard (BSC). Bagaimana merancang dan mengimplementasikan ukuran kinerja yang seimbang dan relevan merupakan isu utama dalam penerapan BSC. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengkaji penggunaan Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat untuk mengukur kinerja pada sebuah perusahaan manufaktur yang beroperasi di lingkungan berbasis workshop. Penelitian ini mengungkap kompleksitas, persyaratan, dan peluang yang terkait dengan penerapan BSC di lingkungan workshop melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk manajemen puncak, manajer fungsional, karyawan, dan investor. Hasilnya menggarisbawahi potensi BSC sebagai kerangka kerja yang tepat untuk mengukur produksi, kualitas, efisiensi, dan inovasi, tetapi juga menarik perhatian pada hambatan integrasi dengan sistem manajemen saat ini, pemahaman tentang prosedur workshop, dan adaptasi untuk implementasi yang sukses. Hasil penelitian ini memberikan panduan penting bagi para pengambil keputusan untuk mempertimbangkan penggunaan BSC sebagai alat pengukuran kinerja yang memenuhi kebutuhan lantai pabrik dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja operasional dan strategis dalam organisasi manufaktur. Kata Kunci : Balanced Scorecard (BSC), manajemen strategis, pengukuran kinerja
MODERASI LINGKUNGAN ISLAMI PADA SIKAP HEDONISME DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF GENERASI ZILENIAL Amreni, Firda; Hamzah, Aksi; Shadriyah, Shadriyah
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2736

Abstract

The Zillenial generation, born during a period of rapid technological advancement, is navigating an increasingly complex social environment where hedonism and peer conformity significantly influence their consumptive behaviors. Additionally, the Islamic environment plays a notable role in shaping these behaviors. This study aims to explore how the Islamic environment moderates the effects of hedonism and peer conformity on the consumptive behavior of the Zillenial generation in Ulaweng District. The research sample consisted of 120 individuals. This field study employs a quantitative approach. The findings reveal a significant impact of both hedonism and peer conformity on the consumptive behavior of the Zillenial generation in Ulaweng District. However, the Islamic environment does not moderate the relationship between hedonistic attitudes and consumptive behavior. Conversely, the Islamic environment does moderate the influence of peer conformity on the consumptive behavior of the Zillenial generation. Keywords: : Zilenial Generation, Hedonism, Peer Conformity, Consumptive Behavior, Islamic Environment. Abstrak Generasi zilenial dapat diakatakan dilahirkan dalam era teknologi yang berkembang pesat, dan Dalam konteks sosial yang semakin kompleks ini, sikap hedonisme dan konformitas terhadap teman sebaya menjadi faktor lain yang memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif generasi zilenial. Selain itu, lingkungan islami, juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumtif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana lingkungan islami itu apakah dapat memoderasi sikap hedonisme dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial yang ada di Kecamatan Ulaweng. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 orang. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, pendekatan dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sikap hedonisme dan konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial di Kecamatan Ulaweng. Sedangakan lingkungan islami belum memoderasi hubungan antara sikap hedonisme terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial. Dan lingkungan islami memoderasi hubungan antara konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif generasi zilenial. Kata Kunci : Generasi Zilenial, Sikap Hedonisme, Konformitas Teman Sebaya, Perilaku Konsumtif, Lingkungan Islami.
STRATEGI PENINGKATAN KEWASPADAAN PENGGUNAAN E-WALLET: TINJAUAN TEORI PERILAKU TERENCANA Salim, Dhea Ramadhani; Annisya, Annisya; Pitri, Dzahwa Aura; Dianawati, Piana; Firmansyah, Buyung
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2746

Abstract

Transaction methods are rapidly evolving, offering significant benefits and convenience to society. The transition to a cashless society is marked by the growing use of e-wallets for transactions. While e-wallets provide substantial advantages, they also come with risks, such as potential data breaches and theft. This research aims to outline strategies for enhancing awareness of e-wallet usage and to present new insights into awareness strategies for e-wallets. A qualitative methodology with a descriptive approach was employed. A questionnaire served as the research instrument, and the collected data were analyzed and presented descriptively. The study targeted individuals aged 17 to 30 years in the Bandung City area. Findings indicate that the DANA application is the most widely used, with a prevalence of 54%. Perceived compatibility is reflected in ease of access, effectiveness, and flexibility. Perceived risks associated with e-wallets stem from various technical issues and threats from malicious actors. Increased awareness is crucial for improving vigilance in e-wallet use, including safeguarding user privacy, regularly monitoring account balances, and adhering to relevant regulations. Keywords: Transactions, E-wallet, Risk, Strategy, Awareness Abstrak Metode transaksi semakin berkembang dan mendatangkan manfaat serta kemudahan bagi masyarakat. Masyarakat mulai beralih pada cashless society menggunakan e-wallet sebagai alat untuk bertransaksi. Kemudahan dan keuntungan yang diberikan produk e-wallet tidak terlepas dari risiko yang mengancam kerugian penggunanya. Risiko peretasan dan pencurian data pengguna dapat terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi peningkatan kewaspadaan dalam menggunakan e-wallet dan memberikan informasi baru terkait strategi kewaspadaan penggunaan e-wallet. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian dan hasil penelitian yang telah diperoleh diolah dan disajikan melalui deskripsi dalam bentuk tata kalimat. Subjek dalam penelitian merupakan masyarakat umur 17 sampai 30 tahun di wilayah Kota Bandung. Berdasarkan penelitian diketahui produk e-wallet yang memiliki jumlah pengguna terbanyak diduduki oleh aplikasi DANA dengan persentase 54%. Kesesuaian pengguna dengan produk e-wallet ditandai dengan kemudahan akses, efisien, efektif, aman, dan fleksibel. Penggunaan e-wallet juga dipengaruhi kontrol atau pengaruh dari luar, seperti teman atau keluarga. Risiko yang dirasakan dalam penggunaan e-wallet muncul akibat berbagai gangguan teknis dan ancaman dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna diperlukan kesadaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menggunakan e-wallet, seperti menjaga kerahasiaan pengguna, rutin mengecek saldo serta mengikuti aturan dan ketentuan. Kata Kunci : Transaksi, E-wallet, Risiko, Strategi, Kewaspadaan
IMPLIKASI KEHADIRAN RITEL MODERN ALFAMART DAN INDOMARET TERHADAP RITEL TRADISIONAL DI KECAMATAN TILAMUTA Latif, Samin; Lakoro, Fibriyanti S.; Sukrianto, Sukrianto
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JBM) JBM Vol 20 (2024): Issue 2
Publisher : Faculty of Economics and Business University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbm.v20i2.2778

Abstract

The shift of customers in Tilamuta District from traditional retail to modern retail has led to a significant decline in income for traditional retailers. The rapid technological advancements have shaped a mindset in society that prioritizes convenience, particularly in shopping at modern retail outlets. This study aims to explore the implications of the presence of modern retail chains, specifically Alfamart and Indomaret, on traditional retail businesses in Tilamuta District. The research employs an exploratory approach with a qualitative methodology, utilizing primary and secondary data sources. Data collection methods include observation, interviews, and documentation. Data analysis follows the Miles and Huberman model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the presence of Alfamart and Indomaret negatively impacts traditional retailers, who are forced to compete by mimicking the products of these modern retailers. This competition is exacerbated by the rapid expansion of Alfamart and Indomaret, especially within a 100-meter radius of traditional shops, which intensifies the pressure on traditional retail businesses.. Keywords: Retail Competition, Traditional vs. Modern Retail, Impact of Modern Retail, Consumer Behavior, Small Business Sustainability Abstrak Para pelanggan ritel tradisional di Kecamatan Tilamuta telah beralih berbelanja di ritel modern sehingga memberikan masalah pendapatan pada ritel tradisional yang menurun dibandingkan sebelumnya. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat pola pikir setiap masyarakat dengan sangat praktis dan sangat mudah terutama berbelanja di ritel modern. Tujuan penelitian untuk mengetahui implikasi kehadiran ritel modern Alfamart dan Indomaret terhadap ritel tradisional di Kecamatan Tilamuta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif dengan jenis penelitian kualitatf. Sumber data dalam hal ini primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah obervasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisi data yang dapat dilakukan menggunakan model analisis Miles dan Huberman sehingga dilaksanakan dan dilakukan melalui pengumpulan data langsung melalui analisis seperti reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah implikasi kehadiran ritel modern Alfamart dan Indomaret terhadap Ritel Tradisional di Kecamatan Tilamuta memberikan dampak secara negatif pada pemilik ritel tradisional. Dimana ritel tradisional dapat meniru produk yang ada di Alfamart dan Indomaret, Bahkan dengan pertumbuhan yang lebih berkembang Alfamart dan Indomaret pada kategori perekonomian yang diatas. Implikasi negatif ritel tradisional, sehingga adanya pesaing-pesaing yang dimiliki pada toko berdekatan pada jarak radius 100 meter. Kata Kunci: Persaingan Ritel, Ritel Tradisional vs. Modern, Dampak Ritel Modern, Perilaku Konsumen Keberlanjutan Usaha Kecil

Page 1 of 1 | Total Record : 10