cover
Contact Name
Mohamad Zaenal Arifin
Contact Email
mzaenalarifin@stai-binamadani.ac.id
Phone
+6282249559482
Journal Mail Official
jurnaltarbawi@stai-binamadani.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Hasyim Ashari kav dpr 236 gg. ambon. Kec. Pinang Kota Tangerang Post Code: 15145
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 20885733     EISSN : 27154777     DOI : https://doi.org/10.51476/tarbawi
Core Subject : Religion, Education,
jurnal tarbawi adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi pendidikan agama islam yang membahas mengenai pemikiran dan pendidikan islam. Adapun scope dan focus jurnal ini adalah strategi pembelajaran islam, manajemen pendidikan islam, kurikulum pendidikan islam, konsep pemikiran, perencanaan dan evaluasi pembelajaran islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi" : 6 Documents clear
Pendidikan Multi Iman Dalam Al-Qur'an Achmad Saeful
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.711 KB)

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang pendidikan multi iman dalam Alquran. Pendidikan multi iman adalah pendidikan yang terbuka terhadap sumber-sumber pengetahuan yang berasal dari luar keyakinan seseorang. Konsep pendidikan ini mengisyaratkan seorang muslim bisa belajar pengetahuan dari orang di luar muslim, seorang nasrani belajar pengetahuan dari orang di luar nasrani atau seorang yahudi belajar dari orang di luar yahudi dan sebagainya. Pendidikan multi iman mensyarakatkan setiap orang untuk bersikap terbuka terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan, tanpa melihat dari mana pengetahuan itu berasal. Jenis ilmu pengetahuan apa pun yang dipelajari jika membawa korelasi positif bagi kemanusiaan, maka hal itu tidak masalah untuk dilakukan. Pendidikan multi iman adalah pendidikan yang bersifat inklusif kepada setiap ilmu pengetahuan dan tidak membatasi diri pada pengetahuan yang dipelajari dari satu agama saja. Pendidikan ini ingin mendobrak paradigma berpikir ekslusif terhadap ilmu pengetahuan. Melalui semangat ini setiap orang dapat mengembangkan pengetahuan secara luas.
Pendidikan Karakter Berbasis Pondok Pesantren: Studi di Pondok Pesantren Daarul Ishlah, Cilegon Ferdinal Lafendry
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.932 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan aktivitas bimbingan yang disengaja untuk membentuk karakter luhur. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan. Perubahan sikap peserta didik ke arah yang lebih baik merupakan salah satu tujuan terpenting dalam pendidikan karakter. Dalam pembentukan karakter peserta didik, pendidikan yang diberikan tidak hanya diarahkan pada pembentukan pengetahuan semata, tetapi perlu melibatkan sisi emotional anak (EQ). Menurut Daniel Goleman, pendiri Collaborative for Sosial and Emotional Learning di Yale University Child Studi Center, EQ tidak kalah penting jika dibandingkan dengan IQ. Ia mengatakan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sebesar 20%. Adapun EQ memberi kontribusi sebesar 80% bagi keberhasilan seseorang. EQ dapat menjadikan seseorang tinggi akan kesadaran dan perasaan terhadap diri sendiri dan orang lain. EQ merupakan prasyarat dasar untuk menggunakan IQ secara efektif.
Pendidikan Penyandang Disabilitas Dalam Al-Qur'an Fuad Masykur Abdul Ghofur
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.992 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali konsep tentang pendidikan terhadap penyandang disabilitas yang diisyaratkan dalam al-Qur'an. Eksistensi kaum penyandang cacat tidak dapat dinafikan sebab merupakan bagian dari kehidupan manusia. Pada tataran realita, para penyandang cacat masih sering mendapatkan perlakuan diskriminasi dan stigma negatif dari beberapa pihak. Berangkat dari hal ini maka diperlukan upaya terstruktur baik secara teoritis maupun praktis untuk melindungi, melayani, maupun mengembangkan potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas. Salah satu jalan yang ditempuh adalah melalui jalur pendidikan dalam arti yang luas, dimana tujuan akhirnya adalah meniadakan stereotip, terpenuhinya hak-hak dan mendorong kemandirian kelompok disabilitas tersebut. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan terhadap penyandang disabilitas dalam al-Qur'an adalah dengan jalan penguatan konsep diri, pengakuan atas eksistensi penyandang disabilitas, perlakuan setara terhadap penyandang disabilitas, pelayanan akses bagi penyandang disabilitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Guru Tersertifikasi = Guru Kompeten? Imam Turmidzi
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.911 KB)

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang guru tersertifikasi sama dengan guru kompeten. Tulisan ini pun menegaskan guru memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan keberhasilan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membentuk kompetensi peserta didik. Tulisan ini senada dengan E. Mulyasa (2007:8) yang mengatakan bahwa keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh gurunya karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran. Tanpa penguasaan materi dan strategi pembelajaran serta tanpa dapat mendorong siswanya untuk belajar sungguh-sungguh, segala upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Hal tersebutlah yang mendorong pemerintah untuk melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 mengenai sertifikasi bagi guru dalam jabatan.
Nilai-nilai Perencanaan Dalam Kisah Para Nabi dan Rasul Ahmad Suja'i
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.476 KB)

Abstract

Selain karena mukjizat dari Allah SWT., salah satu kesuksesan dakwah para nabi dan rasul adalah kemampuan memenej dakwahnya dengan baik. Indikator tersebut terdapat pada perencanaan yang dilakukan oleh para nabi dan rasul. Meskipun secara tersurat dalam al-Qur’an tidak ditemukan kata-kata perencanaan, namun secara tersirat banyak sekali nilai-nilai perencanaan yang terkandung di dalamnya. Perencanaan-perencanaan tersebut meliputi berbagai bidang, di antaranya: perencanaan bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dakwah, berperang dan berhijrah.
Paradigma Pendidikan Kritis di Pesantren Umar Samsudin
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.031 KB)

Abstract

Persepsi salah kaprah tentang sistem pendidikan di pesantren terlanjur berkembang, karena dilihat dari aspek kurikulum, proses pembelajaran dan model kepemimpinan yang cenderung tidak sesuai dengan model pendidikan untuk membentuk wawasan berpikir. Oleh sebab itu, upaya-upaya membangun persepsi tentang pendidikan berwawasan berpikir di pesantren sudah saatnya untuk dilakukan, sehingga pesantren tidak lagi dianggap sebagai lembaga pendidikan Islam yang identik dengan lokasi terpencil, tidak manusiawi, metode pembelajaran yang monoton dan pesantren pembentuk santri berpikir ekstrim. Pendidikan kritis di pesantren secara praktis telah dilakukan, tetapi secara teoritis konseptual belum banyak dilakukan. Sehingga terbentuk sebuah paradigma berpikir yang didasarkan atas segala sesuatu yang sudah ada dan terjadi sebelumnya. Paradigma tersebut dianggap benar dan dijadikan sebagai tolak ukur dalam berbuat, bersikap dan berperilaku di dalam kehidupan di pesantren.

Page 1 of 1 | Total Record : 6