Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peran dan Manajemen Perguruan Tinggi di Era Globalisasi Imam Turmidzi
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.349 KB)

Abstract

Globalisasi menjadikan dunia semakin sempit, sehingga memudahkan manusia berinteraksi antara satu dengan yang lainya. Perubahan-perubahan penting yang dapat dijadikan indikator terhadap proses terjadinya globalisasi di dalam suatu masyarakat adalah adanya perubahan di lapangan ekonomi, gaya hidup (lifestyles), sains dan teknologi. Globalisasi yang bercirikan ekonomi bebas ini meniscayakan terjadinya perdagangan bebas dan dinilai menjadi ajang persaingan mutu bukan hanya pada barang dan jasa, tetapi juga pada tenaga kerja. Terjadinya globalisasi ini bagi Indonesia memberi dampak ganda, disatu sisi Indonesia memiliki kesempatan untuk bekerjasama dengan negara-negara asing, khususnya dengan negara-negara maju. Tetapi disisi yang lain, jika Indonesia tidak mampu bersaing, maka Indonesia akan tertinggal dan bahkan akan cenderung dirugikan. Oleh karena itu, bangsa ini harus mampu menjawab tantangan globalisasi dengan meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif di semua sektor, baik sektor riil maupun moneter, dengan mengandalkan teknologi, informasi dan manajemen, termasuk kekuatan sumber daya manusia (SDM). Faktor lemahnya SDM di Indonesia selama ini dituding sebagai faktor yang paling mempengaruhi lemahnya kemampuan bersaing bangsa kita menghadapi era globalisasi bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Dalam hal ini Perguruan Tinggi mempunyai peran yang sangat strategis dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Maka peguruan tinggi harus selalu ditingkatkan dan diarahkan kepada keseimbangan, yaitu keseimbangan peningkatan di bidang akademik dan proses pembelajaran, keseimbangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Manajemen pengembangan staf dan dosen perlu disertai pengembangan hubungan lembaga dengan dunia luar dan instansi yang terkait yang dikenal dengan human relation and public relation
Guru Tersertifikasi = Guru Kompeten? Imam Turmidzi
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.911 KB)

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang guru tersertifikasi sama dengan guru kompeten. Tulisan ini pun menegaskan guru memiliki peranan yang sangat strategis dan menentukan keberhasilan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membentuk kompetensi peserta didik. Tulisan ini senada dengan E. Mulyasa (2007:8) yang mengatakan bahwa keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh gurunya karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator dan sekaligus merupakan pusat inisiatif pembelajaran. Tanpa penguasaan materi dan strategi pembelajaran serta tanpa dapat mendorong siswanya untuk belajar sungguh-sungguh, segala upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Hal tersebutlah yang mendorong pemerintah untuk melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 mengenai sertifikasi bagi guru dalam jabatan.
IMPLEMENTASI SUPERVISI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH Imam Turmidzi
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Pemikiran dan pendidikan Islam
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.365 KB) | DOI: 10.51476/tarbawi.v4i1.245

Abstract

Tulisan ini membahas tentang implementasi supervisi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses, dan out put pendidikan. Untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam peran supervisi pendidikan tidak boleh diabaikan. Sebab supervisi merupakan hal yang signifikan dalam mewujudkan mutu tersebut. Supervisor (pengawas, kepala sekolah/madrasah) harus mempunyai kepiawaian dan keseriusan dalam mensupervisi lembaga pendidikan Islam dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Islam. Kata Kunci: Supervisi; Mutu Pendidikan; Madrasah
PENGELOLAAN PENDIDIKAN BERMUTU DI MADRASAH Imam Turmidzi
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2021): Tarbawi : Jurnal Pemikiran dan pendidikan Islam
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.253 KB) | DOI: 10.51476/tarbawi.v4i2.264

Abstract

Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal sudah dikenal sejak awal abad ke 11 atau 12 M, yaitu sejak dikenal adanya madrasah Nidzamiyah yang didirikan di Baghdad oleh Nizam Al-Mulk. Pendirian madrasah ini telah memperkaya khasanah lembaga pendidikan di lingkungan masyarakat Islam, karena pada masa sebelumnya masyarakat Islam hanya mengenal pendidikan tradisional yang diselenggarakan di masjid-masjid dan dar al-khuttab. Namun, eksistensi madrasah saat ini telah terabaikan selama beberapa periode terakhir. Hal ini tentunya menjadi tantanga pengelola Madrasah saat ini. Untuk menjawab tantangan madrasah, maka harus dirumuskan sebuah formula yang harus dijawab dan diimplementasikan, yaitu: 1) pengelolaan pendidikan bermutu di madrasah, 2) konsep pendidikan bermutu di madrasah, 3) prinsip-prinsip pengelolaan pendidikan di madrasah, 4) permasalahan-permasalahan yang dihadapi di madrasah dan solusi pemecahan masalah-masalahnya.
Review of Islamic Law concerning underage child labor (Comparative study with Labor Law No. 13 of 2003) Rifkah Nurul Lutfhfiah; Imam Mahfud; Imam Turmidzi
Priviet Social Sciences Journal Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.586 KB) | DOI: 10.55942/pssj.v2i3.173

Abstract

The practice of child labor is currently rife everywhere, not infrequently there are still many companies that employ minors because of budget efficiency, due to low wages, in practice sometimes companies do not provide rights that should be given to child workers. On the other hand, children are the responsibility of parents who should be given their rights and parents must fulfill the responsibility for the gift of children that God has given to provide a living and a good education. This research includes field research, the results of which will be presented descriptively with qualitative analysis. The results of this study indicate that Islam says that children are prohibited from doing work if the work is not based on their own will and is coercion from parents to earn a living, but it is permissible if the work is done according to the child's will and is a type of light work that can be done by children.
Manajemen Strategi Rumah Tahfidz dalam Internalisasi Nilai-nilai Keberagaman di Masyarakat Multikultural Prayitno Prayitno; Ahmad Syarifuddin Zuhri; Imam Turmidzi; Nur Kholik
Bustanul Ulum Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 2 (2023): Bustanul Ulum Journal of Islamic Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/bujie.v1i2.36

Abstract

Educational institutions cannot be separated from the external environment, such as a multicultural society. Therefore, educational institutions play an important role in internalizing the values of diversity. This qualitative study aimed to explore the strategic management of Darus Sholawat Tahfidz's House in Internalizing Diversity Values of multicultural society. A total of five interviewees of tahfidz’s house asatidz participated in indepth interviews. Data were analyzed using an inductive approach for thematic analysis. This study found the fact that the internalization of diversity values was carried out using a strategic management approach that includes planning, implementation, and evaluation. At the planning stage it is carried out by compiling and planning educational activities by adhering to moderate Islamic wasathiyah values. The internalization of the values of religious moderation is implemented in learning activities and public relations programs at tahfidz,s house. At the evaluation stage it is not only limited to looking at the results, but refers to the context evaluation (evaluation context assessment), input evaluation (assessment of input), process evaluation (evaluation of process), and product evaluation.
IMPLEMENTASI PERENCANAAN STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH Turmidzi, Imam; Istianah, Istianah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.403

Abstract

Tulisan ini membahas tentang implementasi perencanaan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajemen strategi merupakan manajemen sebuah perencanaan yang berskala besar untuk meraih tujuan jangka panjang organisasi. Pengelolaan pendidikan yang bermutu di madrasah tidak bisa lepas dari implementasi perencanaan strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa para ahli dan penulis manajemen strategis terkadang tidak membedakan antara perencanaan strategis dan manajemen strategis. Dalam penerapan rencana pengembangan madrasah yang dituangkan dalam dokumen atau disebut RPS/M harus diperhatikan prosesnya dan dievaluasi. Dalam implementasi rencana strategis kemungkinan besar banyak tantangan yang diperkirakan akan muncul selama implementasi strategi strategis. Hambatan tersebut dapat berkembang dari ketidaksesuaian antara hasil perencanaan (dokumen) dan kenyataan yang ada di lingkungan kelembagaan (madrasah), atau masalah yang timbul dari peran mitra dalam melaksanakan rencana strategis, yaitu tim manajemen atau kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan.
PENGARUH KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP AL-FITROH KOTA TANGERANG Setiawan, Sukma; Turmidzi, Imam; Sholichah, Inti Ulfi
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.521

Abstract

Fokus permasalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai motivasi belajar siswa hubungannya dengan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi guru Pendidikan Agama Islam terhadap motivasi belajar siswa SMP Al-Fitroh Kota Tangerang. Variabel dependen (variabel Y) dengan penelitian ini adalah motivasi belajar siswa, sedangkan variabel independent (X) adalah kompetensi guru Pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian yang diambil dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode asosiatif korelasional. Instrumen yang dipakai untuk mengukur variabel terikat (motivasi belajar) adalah angket, dan instrumen untuk mengukur variabel bebas (kompetensi guru Pendidikan Agama Islam) juga menggunakan angket. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik, yaitu statistik deskriptif yakni untuk menyajikan data masing-masing secara tunggal, dan statistik inferensial yakni untuk menguji hipotesis penelitian. Adapun temuan hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (variabel X) dengan motivasi belajar siswa (variabel Y), dengan hasil pengujian regresi sederhana dengan memperoleh nilai f hitung lebih besar dari tabel (10.768 > 3.95). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan mengembangkan kompetensi guru, karena kompetensi guru menjadi tolak ukur yang sangat penting bagi motivasi anak didiknya serta keberhasilan belajarnya di sekolah, karena jika guru tidak memiliki kompetensi sebagai pengajar maka akan sulit untuk mencapai tujuan tersebut.
HAK ASASI MANUSIA DI DUNIA ISLAM Saeful, Achmad; Turmidzi, Imam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.446

Abstract

This article is about human rights in the Islamic world. This study confirms that human rights are an important part of Islamic teachings. Since the beginning of its arrival Islam has greatly accommodated the concept of human rights. Nevertheless, the concept of human rights at the beginning of its emergence, precisely in the Declaration of Human Rights of December 10, 1948 was not approved by some Islamic countries, considered a product of the West and not part of Islam. On the other hand, in the practice of its application, Muslim countries in Southeast Asia, such as Indonesia, Malaysia and Brunei Darussalam are very different, but these countries at least agree on one word, that the concept of human rights should be upheld and actualized in the life of the nation and state.
UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN FISIK AKIBAT FANATISME SUPORTER SEPAK BOLA DENGAN PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI KORWIL JAKMANIA, MERUYA, JAKARTA BARAT Oktavera, Siska; Al Akbar, Fharesky Faisal; Turmidzi, Imam
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pencegahan kekerasan fisik akibat fanatisme suporter sepak bola dengan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam di Korwil The Jakmania, Meruya. Selama ini, suporter sepak bola kerap kali mendapat stigma negatif dari masyarakat karena sikap kefanatikan mereka yang menyebabkan sering terjadinya kerusuhan. Padahal di balik itu, suporter sepak bola terorganisasi dengan baik, juga memiliki kegiatan-kegiatan positif di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dimana data yang dianalisis tidak untuk menerima atau menolak hipotesis melainkan mendeskripsikan gejala yang diamati yaitu upaya-upaya penanaman nilai-nilai pendidikan Islam untuk mencegah kekerasan fisik akibat fanatisme suporter di Korwil The Jakmania, Meruya. Penelitian ini menemukan bahwa Korwil The Jakmania, Meruya, telah melakukan upaya-upaya pencegahan kekerasan fisik melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti aksi saling berbagi, santunan anak yatim, saling menolong, bakti sosial, silaturahmi, belajar mengaji, dan menjaga perdamaian. Dari kegiatan tersebut, terbukti mampu mengurangi tingkat kerusuhan, mabuk-mabukan, dan mengurangi adanya pandangan negatif yang diberikan oleh masyarakat kepada suporter. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa Korwil The Jakmania, Meruya, memiliki dampak yang besar dalam mencegah kekerasan fisik akibat fanatisme suporter. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, anggota dan masyarakat mendapat dampak positif dengan terciptanya kerukunan dan tidak ada kekerasan fisik di wilayah Meruya, Jakarta Barat.