cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 6 (2025)" : 2 Documents clear
Inovasi Media Monopoli Kebuyalo Sebagai Sarana Pembelajaran Keberagaman Budaya Lokal bagi Siswa Kelas IV SD Ardila Kusuma Ningarum; Desy Anindia Rosyida; Ida Putri Rarasati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa Monopoli Kebuyalo sebagai sarana pembelajaran keberagaman budaya lokal bagi siswa kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dibatasi hingga tahap ketujuh, meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi hasil uji coba. Media ini memadukan unsur permainan edukatif dengan konten budaya khas Blitar untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa terhadap materi IPAS. Hasil validasi menunjukkan bahwa media Monopoli Kebuyalo memenuhi kriteria kelayakan dengan persentase dari ahli materi sebesar 92,12%, ahli media 83,33%, dan ahli bahasa 87,77%, semuanya dalam kategori sangat layak. Uji keterbacaan juga memperoleh respon positif dari guru sebesar 88% dan siswa sebesar 90,62%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah digunakan, dan efektif meningkatkan partisipasi serta motivasi belajar siswa. Selain itu, media ini berperan dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti gotong royong, toleransi, dan cinta budaya lokal. Dengan demikian, Monopoli Kebuyalo layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal yang dapat mendukung pembelajaran tematik dan penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar.
Minat Remaja Terhadap Layanan Cybercounseling Timotius Fernaldy; A. Setyandari
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat remaja terhadap layanan cybercounseling dengan memperhatikan jenis kelamin  (putra, putri) dan periode perkembangan remaja (remaja madya dan akhir).  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatra Utara, Jambi, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan Papua Tengah. Pengumpulan data menggunakan skala minat terhadap cybercounseling yang berjumlah 37 item pernyataan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat remaja putra terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (53%). Tingkat minat remaja putri terhadap layanan cybercounseling sebagiam besar berada pada kategori tinggi (53%). Tingkat minat remaja madya terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori tinggi (60%). Tingkat minat remaja akhir terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (49 %). Tersedianya layanan cybercounseling perlu dipertimbangkan oleh para penyedia jasa konseling untuk remaja sebagai salah satu alternatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 2