cover
Contact Name
Khaidarulloh
Contact Email
khaidarulloh@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285645745080
Journal Mail Official
inej@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
InEJ: Indonesian Engagement Journal
ISSN : 2723018X     EISSN : 27230244     DOI : http://dx.doi.org/10.21154/inej
InEJ: Indonesian Engagement Journal is a biannual journal that published in June and December by the Institute for Research and Community Services of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Ponorogo. The journal is focus on the result of community services and activities by empowering the society through a participatory approach to reach the sustainable development.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 2 (2026): december-in press" : 3 Documents clear
MENGHIDUPKAN LITERASI ANAK MELALUI PERPUSTAKAAN: PENDAMPINGAN ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT UNTUK MENUMBUHKAN MOTIVASI MEMBACA Eka Yuliana Nurohmah; Muhammad Muntahibun Nafis
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): December-In Press
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i2.13275

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca serta menurunnya minat dan motivasi belajar anak masih menjadi tantangan dalam pendidikan dasar. Kondisi tersebut ditemukan pada anak dalam kelompok belajar nonformal yang sebagian masih mengalami kesulitan membaca, menulis, dan membedakan huruf tertentu. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar anak melalui program kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Kegiatan menggunakan metode Asset-Based Community Development dengan lima tahapan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Peserta berjumlah 8 anak usia 7–14 tahun yang tergabung dalam kelompok belajar nonformal. Kegiatan dilaksanakan melalui kunjungan perpustakaan dengan aktivitas memilih dan membaca buku, mengidentifikasi isi bacaan, menulis kembali isi buku, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan anak dalam aktivitas literasi, ditandai dengan kelancaran membaca, munculnya inisiatif membaca secara mandiri, kemampuan memahami dan menuliskan kembali isi bacaan, serta keberanian menyampaikan hasil bacaan. Hasil evaluasi menunjukkan 6 dari 8 anak lebih menyukai kegiatan membaca setelah mengikuti program, sedangkan seluruh peserta menyatakan ingin kembali membaca buku. Program ini berpotensi menjadi alternatif pendampingan literasi berbasis pemanfaatan aset lokal bagi sekolah dan komunitas untuk memperkuat budaya literasi anak.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR: EDUKASI CERAH MELALUI PENDEKATAN PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT Dedik Sulistiawan; Yanti Amalia; Aulia Qurrota A’yuni; Safira Anjalina; Septyan Dwi Mulyanto; Thoriq Akmal Hakim
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): December-In Press
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i2.13514

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) berkaitan dengan faktor risiko perilaku, termasuk konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, paparan asap rokok, serta rendahnya konsumsi buah dan sayur. Hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa faktor risiko tersebut masih ditemukan pada masyarakat sasaran, sehingga diperlukan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian faktor risiko PTM melalui program Cegah Rokok dan Atur Hidup Sehat (CERAH). Kegiatan diawali dengan community diagnosis dan Musyawarah Masyarakat Dukuh untuk menetapkan prioritas masalah menggunakan metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), kemudian dilanjutkan dengan edukasi interaktif selama 200 menit, pelatihan membaca label pangan, dan permainan “Mitos dan Fakta”. Pengetahuan dievaluasi melalui pretest dan posttest pada 10 peserta. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 94,0 menjadi 97,0, atau bertambah 3,0 poin; sebanyak 3 peserta (30,0%) mengalami peningkatan skor, sedangkan 7 peserta (70,0%) memiliki skor tetap. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan, meskipun perubahan individual terbatas. Kegiatan selanjutnya perlu memperpanjang durasi, memisahkan materi, dan mengukur perubahan perilaku.
MEMBANGUN GENERASI TANGGUH BENCANA MELALUI SEMINAR INTERAKTIF: KOLABORASI INDONESIA–THAILAND DALAM PENDIDIKAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA Rainey Windayati; Unggul Widyanarko; Sri Astutik; Nurmi Taib Taib; Ana Susiati; Isnaini Fauzi Saputri
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): December-In Press
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i2.14747

Abstract

Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi akibat paparan terhadap gempa bumi, tsunami, banjir, badai tropis, serta dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut menuntut penguatan kapasitas masyarakat sejak usia sekolah melalui pendidikan pengurangan risiko bencana (Disaster Risk Reduction/DRR). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pengabdian internasional yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Jember bekerja sama dengan Prateep Vhittaya School, Narathiwat, Thailand Selatan, dalam mendukung penguatan literasi kebencanaan siswa sekolah menengah atas. Program dilaksanakan melalui seminar interaktif yang mencakup ice breaking, penyampaian materi tentang konsep dasar DRR, karakteristik bencana di Asia Tenggara, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif yang menekankan pertukaran pengalaman dan pengetahuan kebencanaan antara Indonesia dan Thailand. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pemahaman mengenai konsep bahaya, kerentanan, risiko, ketangguhan, serta tindakan kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah bencana. Selain mendukung penguatan literasi kebencanaan peserta, kegiatan ini memperluas ruang kolaborasi akademik antara Indonesia dan Thailand sebagai bagian dari internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Page 1 of 1 | Total Record : 3