cover
Contact Name
Mujahidah Basarang
Contact Email
mujahidahbasarang@yahoo.com
Phone
+6285255011014
Journal Mail Official
jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Ratulangi No. 101 / Jl. Tupai No. 112 Makassar Email: jurnalmedika@poltekkesmu.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan
ISSN : 25407910     EISSN : 27971260     DOI : https://doi.org/10.53861/jmed
Core Subject : Health, Science,
Media Ilmiah Analis Kesehatan merupakan terbitan berkala untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan di bidang Analis Kesehatan (Laboratorium Medis) yang terbit 2 (dua) nomor dalam satu tahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Media Ilmiah diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan pISSN; 2540-7910, eISSN; 2797-1260, menerima artikel hasil penelitian bidang teknologi laboratorium medis dengan fokus dan ruang lingkup yaitu; kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, toksikologi klinik, hematologi, dan sitohistoteknologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2022): Desember 2022" : 5 Documents clear
UJI EFEKTIVITAS PERASAN TEH (Camellia sinensis L.) CELUP TERHADAP Staphylococcusaureus Waode Rustiah; Andi Fatmawati; Dewi Arisanti; Muawanah Muawanah; Nuraedah Hasima
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v7i2.293

Abstract

Camellia sinensis L. atau yang lebih dikenal daun teh hijau sudah lama digunakan sebagai obat herbal dan juga bisa dijadikan olahan produk makanan maupun minuman. Kandungan polifenol, katekin, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perasan teh celup (Camellia sinensis L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen laboratorik dengan variasi konsentrasi, yaitu 25%, 50%, dan 75% serta larutan pembanding kontrol positif (antibiotic tetracycline) dan larutan pembanding kontrol negatif (aquabides), dengan masa inkubasi selama 24 jam pada suhu 370C. Sampel dalam penilitian ini adalah perasan teh hijau celup (Camellia sinensis L.) menggunakan metode difusi agar berlapis. Berdasarkan hasil penelitian pada konsentrasi 25%, 50% dan 75% tidak memiliki zona hambat. Pada kontrol negatif memiliki zona hambat 0 mm sedangkan kontrol positif memiliki zona hambat 20,2 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perasan teh celup tidak efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
DETEKSI C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DI RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR Suardi suardi; Dewi Arisanti; Hasnah Hasnah; Kardina Widanda Kai
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v7i2.325

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemia, yang terjadi akibat kekurangan secara relatif dari kerja atau sekresi hormon insulin. Faktor penyebabnya yaitu glukosa yang menumpuk dalam darah sehingga dapat masuk ke dalam sel. Penderita diabtetes melitus memiliki sistem imun yang rendah, sehingga mudah terkena infeksi. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya marker inflamasi. C- Reactive Protein (CRP) merupakan salah satu penanda inflamasi akut yang berasal dari hati dan sering ditemukan pada penderita diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular. CRP akan meningkat tinggi pada proses peradangan dan rusaknya jaringan. CRP dapat menjadi marker yang cukup sensitif untuk mendeteksi terdapatnya inflamasi yang berhubungan progress dari aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran CRP pada penderita diabetes melitus di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Jenis penelitian ini, yaitu observasi laboratorik, dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Dengan menggunakan metode pemeriksaan yaitu metode uji aglutinasi pasif, dilakukan pada 10 sampel serum. Hasil penelitian diperoleh dari 10 sampel, sebanyak 8 sampel positif tejadi aglutinasi dan 2 sampel negatif tidak terjadi aglutinasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penderita diabetes melitus beresiko memicu peningkatan kadar CRP.
ANALISIS KUALITATIF PEMANIS BUATAN SAKARIN DAN SIKLAMAT PADA AIR TAHU Nur Qadri Rasyid; Muawanah Muawanah; Hasnah Hasnah; Septiana Septiana
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v7i2.344

Abstract

Sakarin dan siklamat merupakan pemanis yang sering digunakan oleh industri rumahan, karena harganya relatif murah dan dapat memberikan rasa manis yang lebih tinggi dibandingkan pemanis alami. Air tahu merupakan salah satu industri rumahan yang terbuat dari hasil ekstraksi kedelai yang memiliki rasa tidak manis sehingga pemanis buatan ditambahkan untuk meningkatkan cita rasa. Namun, pemakaian pemanis secara berlebih dapat menyebabkan efek samping yakni mengganggu sistem pencernaan, sakit kepala, migrain, tremor, diare, kehilangan daya ingat, kanker kandung kemih, pengecilan testicular dan kerusakan kromosom. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sakarin dan siklamat pada air tahu. Jenis penelitian observasi laboratorik sebanyak 5 sampel menggunakan metode uji warna untuk sakarin dan metode pengendapan untuk siklamat. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 5 sampel diperoleh sampel positif mengandung siklamat ditandai adanya endapan putih seperti pada kontrol positif dan negatif mengandung sakarin yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna hijau flouresens. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 5 sampel air tahu yang digunakan diperoleh 5 sampel yang mengandung siklamat dan 5 sampel tidak mengandung sakarin.
KEJADIAN INFEKSI JAMUR PENYEBAB TINEA PEDIS TERKAIT HIGIENITAS DI LINGKUNGAN PADAT PENDUDUK KAMPUNG NELAYAN Andi Fatmawati; Suardi Suardi; Dina Diyanah; Andi Tenri Pada
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v7i2.348

Abstract

Kelompok jamur dermatofita merupakan penyebab terjadinya infeksi tinea pedis yang terdapat pada sela-sela jari kaki dan telapak kaki yang ditandai dengan adanya maserasi berupa kulit putih dan rapuh. Kondisi tempat tinggal di lingkungan kampung nelayan sangat padat penduduk, sehingga potensi kontak langsung kulit dan lingkungan yang kurang bersih dapat menjadi salah satu faktor penyebab tinea pedis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian infeksi jamur penyebab tinea pedis terkait higienitas pada masyarakat di daerah padat penduduk lingkungan kampung nelayan di kecamatan Tallo, Kota Makassar. Jenis penelitian adalah observasi laboratorik dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan metode identifikasi secara pengamatan langsung dari kultur isolat jamur Hasil penelitian pada 10 sampel didapatkan 4 sampel positif jamur penyebab tinea pedis yaitu Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes. Sedangkan 6 sampel lainnya ditemukan jamur lain yaitu Candida albicans. Tingkat kejadian infeksi jamur penyebab tinea pedis ini terkait dengan kurang terjaganya higienitas diri dan lingkungan pada kawasan padat penduduk kampung nelayan.
UJI DAYA HAMBAT PERASAN DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) PADA BAKTERI YANG DIISOLASI DARI PENDERITA JERAWAT Armilah Armilah; Mujahidah Basarang; Tuty Widyanti; Anita Anita
Jurnal Medika: Media Ilmiah Analis Kesehatan Vol 7 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/jmed.v7i2.349

Abstract

Kirinyuh (Chromolaena odorata) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tannin, steroid dan fenol yang berfungsi sebagai antibakteri. Daun kirinyuh dapat digunakan sebagai antibakteri untuk menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat perasan daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap pertumbuhan bakteri yang diisolasi dari penderita jerawat. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Perasan daun kirinyuh dibuat menjadi 4 konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Sebagai kontrol positif digunakan yaitu tetrasiklin. Dilakukan pengujian pada Staphylococcus aureus yang diisolasi dari jerawat. Hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan perasan daun kirinyuh konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% didapatkan hasil pengukuran diameter zona hambat di sekitar bakteri uji adalah 0 mm. Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perasan daun kirinyuh tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang diisolasi dari penderita jerawat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5