cover
Contact Name
Sinung Rahardjo
Contact Email
sinungrahardjo25@gmail.com
Phone
+6281385033025
Journal Mail Official
b.jalanidith@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jln. AUP No.1 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam
ISSN : 1978032X     EISSN : 27162524     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/bjsj
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan. Artikel ilmiah yang disajikan merupakan hasil penelitian terapan (applied research) di bidang kelautan dan perikanan yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup materi meliputi inovasi teknologi, present status kondisi perikanan dan lingkungan perairan, dan review artikel bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Substansi artikel terdiri dari bidang Perikanan Tangkap, Perikanan Budidaya, Pasca Panen, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Permesinan Perikanan, dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan.
Articles 93 Documents
Manajemen Pembesaran Udang Vaname (Penaeus vannamei) di PT. Semeru Teknik Bangka Selatan Kepulauan Bangka Belitung Istiqomah, Nurul Izzah; Novriadi, Romi; Marlina, Erni
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v6i2.14183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen kinerja, mengidentifikasi permasalahan serta mengkaji aspek finansial pembesaran udang vaname (Penaeus vannamei), di PT Semeru Teknik Bangka Selatan. Kinerja budidaya meliputi: Average Body Weight (ABW), Average Daily Growth (ADG), Survival Rate (SR) dan Feed Conversion Ratio (FCR). Identifikasi masalah menggunakan metode fishbone 4M (Man, Machine, Methode, Material). Analisis finansial meliputi: Laba/Rugi, Revenue Cost Ratio (RC/Ratio) dan Break Even Poin (BEP). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan, SOP perusahaan dan SNI No.01-7246 Tahun 2006 tentang produksi udang vaname di tambak dengan teknologi intensif. Berdasarkan hasil pengamatan, kinerja budidaya diperoleh seperti ABW 5 - 7 g/ekor, ADG 0,04 - 0,39 g/hari, FCR 1,02 – 3,23 dan SR 23 % – 72 %. Nilai FCR dan SR belum mencapai target produksi Ditemukan penyakit Vibriosis yang mengakibatkan rendahnya nilai SR serta pendeknya waktu pemeliharaan. Ditemukan masalah berupa kurangnya pengetahuan pekerja, sumber air laut tercemar, tidak adanya SOP tertulis, dan kurangnya jumlah alat kualitas air. Berdasarkan analisa finansial, kerugian sebesar Rp. -278.619.417 dalam siklus ini, R/C Ratio 0.65 yang menandakan usaha ini tidak layak untuk dilanjutkan dan BEP harga sebesar Rp. - 6.811.604.348. Disimpulkan bahwa kegiatan produksi udang vaname di PT Semeru Teknik dapat dikategorikan kurang layak dan merugikan.
Formulasi dan Karakterisasi ‘Kecap Samud’ di Kabupaten Pulau Morotai Marjan, Al Hamdani; Sofiati, Titien
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v6i2.14521

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kecap jeroan ikan tuna dengan penambahan sari buah nanas dan karakterisasi cita rasa kecap yang dihasilkan. Kecap hasil fermentasi jeroan ikan tuna dengan penambahan sari buah nanas ini kemudian diberi nama Kecap Samud. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023 bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai. Alat yang digunakan antara lain: baskom, blender, talenan, pisau, toples, sarung tangan, gelas ukur, spatula, kompor, wajan, penyaring, dan kertas saring. Bahan yang digunakan terdiri dari jeroan ikan tuna (jantung, hati, dan usus), sari buah nanas matang, dan garam. Pembuatan ‘Kecap Samud’ dilakukan dengan menambahkan sari buah nanas dengan konsentrasi yang berbeda yakni 0% (kontrol), 10%, 15%, dan 20% dengan jeroan ikan tuna, kemudian ditambah dengan garam sebanyak 30 gram. Kecap difermentasi selama 8 hari dalam wadah yang tertutup rapat di suhu ruangan. Setelah 8 hari, sampel direbus dengan suhu 600C selama 7 menit. Setelah 7 menit Saring hasil rebusan dan diamkan selama 12 jam untuk memastikan tidak ada endapan dalam kecap. Apabila masih terdapat endapan kecap disaring Kembali. Karakterisasi kecap dilakukan pada 30 panelis tidak terlatih, hasil penilaian dideskripsikan dalam gambar serta studi literatus sebagai pembanding. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecap jeroan tuna dengan penambahan sari buah nanas berhasil dibuat dan diberi nama Kecap Samud. Karakteristik Kecap Samud dilihat secara hedonik atau tingkat kesukaan konsumen terhadap warna, rasa, aroma, dan kenampakan pada penambahan konsentrasi sari buah nanas 20% lebih tinggi dibandingkan yang lain.
Strategi Pengawasan Illegal Fishing dalam Upaya Menjaga Sumberdaya Perikanan di Perairan Barat Aceh Zulferdi, Zulferdi; Riani, Etty; Sudarmo, Agnes Puspitasari
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v6i2.14104

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengawasan illegal fishing dalam upaya menjaga sumberdaya perikanan di perairan Barat Aceh. Metode analisis data yang digunakan adalah secara kuantitatif-deskriptif dengan tabulasi distribusi frekuensi dan metode analisis SWOT. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pengawasan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan terhadap illegal fishing dari tahun 2015 sampai 2020 mayoritas yang melakukan illegal fishing adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dibandingkan dengan Warga Negara Asing (WNA), b) pelanggaran yang bersifat adminitrasi mayoritas pelanggaran kasus pemalsuan dokumen dan jenis pelanggaran yang bersifat destructive fishing (bersifat alat tangkap terlarang) selebihnya adalah bersifat pelanggaran pengemboman. Sedangkan mengenai perkembangan pos pengawasan belum berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran pembanguna nasional dalam bidang kelautan dan perikanan, sedangkan sarana dan prasarana yang tersedia tidak sebanding dengan luas wilayah kerja bagi pihak pengawas. Selanjutnya,(2) Sumber Daya Kelautan dan Perikanan/SDI terhadap dampak illegal fishing menunjukkan pada tingkat penyusutan berupa ikan demersal dalam beberapa tahun terakhir yaitu sebesar  41 – 60 (%). (3) untuk strategi pengawasan terhadap illegal fishing dalam upaya menangani permasalahan illegal fishing menunjukkan bahwa nilai faktor internal (kekuatan dan kelemahan) pengawasan illegal fishing adalah sebesar 2.90 yaitu berada pada posisi dan strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi. Sedangkan nilai skor faktor eksternal (peluang dan ancaman) berada pada posisi yang kuat yaitu 3.47 dengan strategi yang dapat dilakukan adalah pihak pengawas illegal fishing ini adalah meminimalkan masalah internal sehingga dapat merebut peluang yang lebih baik untuk menjaga sumber daya kelautan dan perikanan bagi pelaku illegal fishing di wilayah perairan barat Aceh. 
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT PENGATUR TUMBUH Indoled Acetic Acid (IAA) dan Benzyl Adenin (BA) PADA PERTUMBUHAN KALUS RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii SECARA IN VITRO DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR, SULAWESI SELATAN Salsabila, Mutia Safa; Rahayu, Tb. Haeru; Mulyono, Mugi
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i1.13367

Abstract

Rumput laut secara ekonomis menjadi penting karena mengandung karagenan, agar, dan alginat. Potensinya yang tinggi menggerakkan usaha budidaya rumput laut secara masif diberbagai wilayah laut Indonesia. Namunsaat ini produktifitas rumput laut belum optimal karena bibit berasal dari alam tidak kontinu dan bergantung pada musim, disamping adanya penurunan kualitas genetik, kualitas lingkungan dan penyakit. Kultur jaringan rumput laut menunjang pengembangan usaha budidaya dengan penyediaan bibit berkualitas secara kontinyu tanpadipengaruhi oleh musim. Perekayasaan bertujuan melakukan perbanyakan bibit Kappaphycus alvarezii dengan teknik kultur jaringan. Parameter kerekayasaan meliputi metode pengadaptasian indukan kandidat eksplan, formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) induksi kalus dan embrio somatik, serta mikropropagul. Hasil penelitian menunjukkan pengadaptasian indukan rumput laut dilakukan dengan penambahan pupuk PES 5ml/L, Penelitian ini dilakukan selama 75 hari). Terdapat 6 perlakuan dengan berbagai macam dosis yaitu pada perlakuan (A : 0 mg/l IAA dan 0 mg/l BA), (B : 0,50 mg/l IAA dan 1 mg/l BA), (C : 0,75 mg/l IAA dan 2mg/l BA), (D : 1 mg/l IAA dan 3 mg/l BA), (E : 1,25 mg/l IAA dan 4 mg/l BA), dan (F : 1,50 mg/l IAA dan 5 mg/l BA), dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi formulasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Indole Acetic Acid (IAA) dan Benzyl Adenin (BA) berpengaruh sangat nyata terhadap laju regenerasi, sintasan dan struktur kalus terhadap pertumbuhan kalus rumput laut K. alvarezii yang terbaik pada perlakuan F dengan konsentrasi 1,50 mg/l IAA dan 5 mg/l BA menghasilkan, sintasan rata-rata sebesar 88,88%, dan struktur kalus yang terbentuk ialah kristal dan berwarna putih. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, Kultur jaringan, Zat Pengatur Tumbuh
PRODUKTIVITAS UDANG VANAME (Penaeus vannamei) DI FARM KOPERASI MUTIARA SEBRANG SEJAHTERA, DESA BERANCAH, KECAMATAN BANTAN, KABUPATEN BENGKALIS, RIAU Aditya, Bima; Rahardjo, Sinung; Eny K, Maria Goreti
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i1.13301

Abstract

Udang vaname (Penaeus vannamei) adalah salah spesies udang yang paling banyak dibudidayakan di dunia termasuk di Indonesia karena memiliki keunggulan diantaranya yaitu tahan terhadap serangan penyakit, pertumbuhan yang cepat, dapat dibudidayakan pada tebar yang tinggi, respon yang tinggi terhadap pakan, dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mendukung peningkatan produksi udang vaname yaitu dengan melaksanakan manajemen produksi udang yang baik. Manajemen pada pembesaran udang vaname ini dilaksanakan di Farm Koperasi Mutiara Sebrang Sejahtera, Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau pada tanggal 20 Februari sampai dengan 20 Mei 2023. Tujuan dari manajemen pembesaran udang vaname ini adalah memanajemen dan aspek teknis pada pembesaran udang vaname, mengevaluasi performa budidaya udang vaname, menghitung analisa finansial, mengidentifikasi masalah. Metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data primer maupun data sekunder. Aspek teknis dan performa budidaya udang vaname di Farm Koperasi Mutiara Sebrang Sejahtera target yang diterapkan oleh perusahaan yaitu produktifitas 25 to/ha, ADG rata-rata 0,3 g/ekor, size akhir 30 ekor/kg, SR 80%, FCR 1.5. Aspek finansial pendapatan persiklus yaitu siklus 4 sebesar Rp. 3.032.044.400,- dan siklus 5 sebesar Rp. 5.244.296.640,-, pendapatan pertahun sebesar Rp. 5.244.296.640,-, Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. Rp. 2.411.868.305,-, R/C Ratio 1,41, BEP Unit sebesar 43.470 kg, BEP Harga sebesar Rp. 2.269.879.841,-, dan untuk PP (Payback Period) 9 bulan 3 hari, dan ROI (Return Of Investment) sebesar 1,2%.
PENGARUH KEPADATAN TELUR BERBEDA PADA PENETASAN TELUR IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) DENGAN MENGGUNAKAN WADAH CORONG KACA Mustaqim, Raden Muhammad Ibnu; K, Maria Gorety Eny; Fahmi, Melta Rini
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i1.13364

Abstract

Tingginya permintaan ikan patin menuntut ketersediaan benih yang berkelanjutan. Salah satu permasalahan dalam pembenihan ikan patin siam adalah rendahnya daya tetas telur. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tetas telur ikan patin siam dan mengacu pada SNI 7982: 2014 yaitu dengan menerapkan sistem macdonald jars atau dikenal dengan penetasan menggunakan wadah corong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan wadah corong kaca dengan kepadatan telur ikan patin siam berbeda terhadap Fertilization Rate. Hatching Rate. Survival Activity Index dan tingkat kenormalan larva ikan patin siam. Dalam penelitian ini rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing adalah kepadatan A 1.000 butir/liter (1,2 gram), B 1.200 butir/liter (1,4 gram), C 1.400 butir/liter (1,6 gram) dan D 1.600 butir/liter (1,8 gram). Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kepadatan telur tidak berpengaruh signifikan (0,225) terhadap daya tetas telur ikan patin. Rata-rata tingkat pembuahan telur. daya tetas telur. dan tingkat ketahanan larva terbaik yaitu pada perlakuan D (1.600 butir/liter) dengan persentase pembuahan 62 ± 2,69%, dan daya tetas telur sebesar 68 ± 0,58% serta nilai SAI yaitu 24,26 dengan lawa waktu ketahanan yaitu 8 hari 6 jam. Sedangkan pengamatan tingkat kenormalan larva ikan patin siam pada saat penelitian yaitu larva 100% normal dan tidak ada deformity.
MANAJEMEN PEMBENIHAN IKAN BAUNG (Mystus nemurus) DI POGRAM FISH FARM SUKABUMI JAWA BARAT Afriani, Windi; Nurhudah, Moch; Nurhaidin, Nurhaidin
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i1.14724

Abstract

Manajemen tentang pembenihan ikan Baung dilaksanakan di Pogram Fish Farm dengan mengambil 6 siklus pemeliharaan yang terbagi menjadi 2 teknik pemijahan yaitu 3 siklus pembedahan jantan dan 3 siklus stripping jantan ikan baung, kapasitas produksi 10 bak pemeliharaan larva dengan ukuran 70 x 40 x 45 cm3. Kajian ini dilakukan untuk mengkaji aspek teknis, aspek manajemen, kinerja dan aspek finansial pembenihan ikan Baung. Metode observasi dengan pola magang digunakan untuk mengumpulkan data primer maupun sekunder. Hasil kajian menunjukan bahwa rata- rata produktivitas yang lebih baik dengan teknik pembedahan induk jantan nilai rata rata pada ketiga siklus mendapatkan nilai Fertilization rate sebesar 73%, Hatching rate sebesar 83%, dan Survival rate 81%. Dengan hasil analisis finansial mendapatkan keuntungan dengan laba per siklus Rp.6.066.600, Break Even Point unit sebanyak 33.553 ekor, Break Even Point rupiah sebesar Rp.4.194.651, Benefit/Cost Ratio sebesar 1,2, dan Payback Period selama 0,8 tahun, sehingga layak untuk dikembangkan.
TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI WISO JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH BERDASARKAN PENDEKATAN INDEKS PENCEMARAN DAN INDEKS SAPROBIK Padang, Rafliansyah -; Suharti, Ratna; Bramana, Aditya; Jabbar, Meuthia Aula
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.16722

Abstract

Kabupaten Jepara memiliki dua sungai utama yang membelah wilayah kota, yaitu Sungai Wiso dan Sungai Kanal. Meskipun keduanya berasal dari hulu yang sama, masing-masing mengalir ke muara yang berbeda dan melewati kawasan dengan karakteristik pemanfaatan lahan yang bervariasi. Penurunan kualitas air khususnya pada Sungai Wiso dipengaruhi oleh limpasan limbah domestik dan aktivitas penggunaan lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Wiso berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta untuk menilai tingkat pencemaran melalui Indeks Pencemaran (IP) dan Indeks Saprobik. Pengumpulan data dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pengambilan data primer (in-situ dan ex-situ) pada empat titik penelitian, serta data sekunder yang diperoleh dari studi literatur. Parameter yang dianalisis meliputi TSS, fosfat, nitrit, nitrat, amonia, DO, BOD, COD, dan fitoplankton. Analisis menunjukkan bahwa status pencemaran air Sungai Wiso berada dalam kategori tercemar ringan berdasarkan nilai Indeks Pencemaran. Koefisien saprobik sebesar -0,3 mengindikasikan bahwa sungai berada pada fase α/β mesosaprobik, yang menunjukkan tingkat pencemaran sedang. Sementara itu, nilai Makropoulos Saprobic Index (MSI) sebesar 2,60 menunjukkan status oligosaprobik, yang berarti tingkat pencemaran organik dan anorganik sangat rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Sungai Wiso telah mengalami pencemaran, tingkat pencemarannya masih tergolong rendah hingga sedang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan, termasuk penyuluhan kepada masyarakat, pemantauan rutin, dan kajian lanjutan untuk mencegah peningkatan degradasi lingkungan di masa mendatang.
ANALISIS KEBERLANJUTAN KAWASAN KONSERVASI IKAN ENDEMIK TEMPALAK MIRAH (Betta burdigala) PASCA DITETAPKAN SEBAGAI KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMUNAL KABUPATEN BANGKA SELATAN Firdaus, Luhung Amin; Anwar, Kasful; Adi, Wahyu
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi keberlanjutan kawasan konservasi ikan endemik Tempalak Mirah (Betta burdigala) pasca penetapannya sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) di Kabupaten Bangka Selatan. Evaluasi menggunakan pendekatan Rapfish pada lima dimensi yaitu, ekologi, sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan. Hasilnya menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 59,55–69,84. Hasil Monte Carlo memiliki selisih kecil (1,07–2,22) yang menunjukkan bahwa model stabil dan tidak sensitif terhadap kesalahan acak. Nilai R² tinggi (0,9735–0,9747) memperkuat reliabilitas pemetaan MDS dan stress rendah (0,116–0,118) mengonfirmasi kualitas konfigurasi MDS. Analisis leverage menunjukkan sejumlah atribut sensitif dan berpengaruh terhadap peningkatan status keberlanjutan kawasan konservasi Tempalak Mirah. Nilai rata-rata leverage menunjukkan seluruh aspek memerlukan prioritas pembenahan agar pengelolaan kasawan konservasi tetap adaptif pasca penetapan sebagai KIK. Secara keseluruhan, kawasan konservasi Tempalak Mirah memiliki potensi keberlanjutan yang cukup, namun masih memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan, serta pengelolaan ekologi dan sosial yang lebih terintegrasi demi memastikan perlindungan plasma nutfah endemik Bangka Selatan.
MANAJEMEN PERBEKALAN KAPAL HANDLINE SEBELUM MELAKUKAN PENANGKAPAN DI PPS BELAWAN SUMATERA UTARA Putinur, Putinur; Yolanda, Renta; Kasuma, Riyanda Sayuza; Rolin, Febrina; Pangentasari, Dwinda
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v7i2.18842

Abstract

Manajemen perbekalan sebelum melakukan penangkapan sangat penting dilakukan, hal ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar dan operasional selama perjalanan tercukupi, terutama mengingat keterbatasan akses untuk mendapatkan suplai tambahan saat berada di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menelaah jenis, jumlah, dan manajemen perbekalan yang dibawa oleh nakhoda atau awak kapal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September tahun 2024 di PPS Belawan menggunakan metode deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan perbekalan kapal pancing ulur (handline) mencakup bahan bakar, air bersih, oli/pelumas, alat penangkapan ikan, gas LPG, es balok, dan aneka makanan dengan kebutuhan perbekalan yang akan dibawa bervariasi berdasarkan ukuran kapal, jumlah Anak Buah Kapal (ABK) dan durasi perjalanan. Manajemen perbekalan kapal handline meliputi tahap perencanaan yaitu merencanakan jumlah perbekalan yang akan dibawa sebelum melaut; tahap pengorganisasian berupa pembagian tugas dan tanggung jawab dalam menyediakan perbekalan; tahap pelaksanaan berupa penyediaan perbekalan; dan tahap pengawasan berupa melakukan pengecekan kuantitas dan kualitas kebutuhan perbekalan sebelum melaut hingga semua kebutuhan terpenuhi. Proses pengadaan perbekalan dilakukan 7-10 hari sebelum keberangkatan dengan pengecekan terakhir pada H-1 sebelum keberangkatan.

Page 9 of 10 | Total Record : 93