cover
Contact Name
Adi Mulyadi
Contact Email
adimulyadi.mt@gmail.com
Phone
+6282334121235
Journal Mail Official
tekibabwi@gmail.com
Editorial Address
Street of Ikan Tongkol No. 22 Banyuwangi 68416, Jawa Timur Telephone: (0333) 421 393, Fax: (0333) 428 592
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2776947X     DOI : https://doi.org/10.36526/tekiba.v1i1.1301
Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (TEKIBA) urnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (TEKIBA) adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas PGRI Banyuangi dengan nomor registrasi ISSN 2776-947X. Jurnal ini berkaitan dengan informasi tentang gagasan, implementasi serta pencapaian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. TEKIBA memuat berbagai kegiatan tenaga pengajar di Universitas PGRI Banyuangi dalam menangani dan mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan permasalahan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan peran serta masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian disusun menjadi suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus dan Lingkup Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal TEKIBA mewadahi publikasi dalam bidang Teknologi serta ilmu terapan lainnya yang membahas diantaranya : 1. Teknik Mesin 2. Teknik Tenaga Listrik 3. Teknik Kendali 4. Teknik Elektronika 5. Teknologi Informasi 6. Teknik Terapan
Articles 141 Documents
Pelatihan Pemanfaatan Syngas Gasifikasi Limbah Kulit Kopi Menjadi Energi Listrik di Kecematan Silo Muhammad Dimyati Nashrullah; Andi Sanata; Imam Sholahuddin; Dani Hari Tunggal Prasetiyo; Elvira Wahyu Arum Fanani; Dwi Wahyu Hardiyanto; Faizah Ali; M. Thoriq Akbar Fauzi; Ricky Kurnia Yudistira; Brayen Jovanda; Muhammad Kaka Gabriel Ilah; Faqih Noval
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (Mei)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v6i2.8017

Abstract

Jember Regency is a major coffee producer in East Java with high production volumes; however, the coffee processing activities generate large quantities of coffee husk waste that remain underutilized. The target partner, GAPOKTAN Suka Maju in Pace Village, Silo Sub-district, sells the waste at very low prices and lacks knowledge of gasification technology to convert it into electrical energy. This community engagement program aimed to raise awareness of the environmental impact of indiscriminate coffee husk disposal and to provide training on converting syngas from gasification into electricity. The service method consisted of pre-activity, implementation, and evaluation stages. Pre-activities included improvement, modification of the gasification equipment, and drying of the coffee husk waste. The implementation stage consisted of socialization and training on the use of the equipment. The modified gasifier is capable of producing up to 1020 watts of electricity at an air discharge of 40 SCFH. The success of the modified gasifier in generating electricity was demonstrated by a light that turn on after being connected to the system. The demonstration was successfully carried out to showcase the potential for converting coffee husk waste into electrical energy. In the evaluation stage, a questionnaire consisting of 10 questions was administered, followed by interviews. The activity was attended by 19 members of the GAPOKTAN. After the program, the partner gained new knowledge, a practical experience in operating the equipment, and opportunity to utilize coffee husk waste as an alternative energy source. Evaluation results showed a very high acceptance rate, with 95.8% positive responses. Furthermore, the participants experienced an increase in understanding, from an average of 47.37% before the program to an average of 86.87% after the program. In conclusion, the program successfully enhanced the partner’s insight and awareness, but ongoing technical assistance is required to maximize technology adoption.