cover
Contact Name
Suparna Wijaya
Contact Email
wimsolusiprima@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
jolas.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Law, Administration, and Social Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28092295     DOI : -
Journal of Law, Administration, and Social Science merupakan media penyebarluasan hasil penelitian di rumpun ilmu sosial, ilmu politik, dan humaniora. Sub rumpun Ilmu sosial terdiri dari bidang Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, Periklanan, Televisi dan Film, Manajemen Komunikasi dan Media, Komunikasi Penyiaran Islam, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Antropologi, Ilmu Sosiatri, atau Kependudukan. Sub rumpun ilmu politik terdiri dari bidang Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial Politik, atau Kebijakan Publik. Sub rumpun ilmu humaniora terdiri dari bidang Ilmu Humaniora, Ilmu Sejarah, Ilmu Hukum, Notariat, Kriminologi, Ilmu Kepolisian, Ketahanan Nasional, Studi Pembangunan, Kajian Wilayah, Kajian Budaya, Arkeologi, atau Kepariwisataan.
Articles 216 Documents
Pengaruh pengalaman prestasi non-akademik terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa PKN STAN Aribowo, Irwan; Riandoko, Riko
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i4.1738

Abstract

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) menyelenggarakan pendidikan di bidang keuangan negara untuk mendidik calon pegawai negeri sipil dengan keahlian khusus, seperti akuntansi, perpajakan, perbendaharaan negara, kepabeanan dan cukai, serta pengelolaan aset dan piutang. Sebagai institusi pendidikan, PKN STAN memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan akademik maupun non-akademik agar proses pendidikan berlangsung secara optimal. Berangkat dari beragam kesimpulan dalam penelitian sebelumnya mengenai pengaruh prestasi non-akademik terhadap IPK, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara pengalaman prestasi non-akademik dengan Indeks Prestasi (IP) mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods concurrent embedded, dengan metode kuantitatif sebagai metode utama dan kualitatif sebagai pelengkap. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa PKN STAN memiliki berbagai pengalaman prestasi non-akademik yang dapat dikelompokkan ke dalam sebelas kategori, yaitu pengurus OSIS, musik, kerohanian, paskibra, PMR, seni, ICT, jurnalis, KIR, bahasa, dan lainnya. Uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan IP antara mahasiswa yang memiliki prestasi non-akademik dengan yang tidak memilikinya. Namun, hasil kualitatif mengindikasikan bahwa beberapa aspek dalam pengalaman non-akademik dapat menjadi pendorong mahasiswa untuk mencapai performa akademik terbaiknya.
Tanggung jawab negara menurut UUD 1945 terhadap ancaman siber dan perang hibrida Silalahi, Wilma; Adeputri, Gesta Subysesa Maharwani
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i4.1830

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan dinamika geopolitik global telah melahirkan ancaman baru berupa serangan siber dan perang hibrida yang menguji ketahanan nasional Indonesia. Ancaman ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga non-militer melalui kebocoran data, serangan ransomware, serta disinformasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab negara menurut UUD 1945 dalam menghadapi ancaman siber dan perang hibrida, sekaligus menilai kecukupan kerangka hukum nasional yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pasal 30 UUD 1945 menegaskan negara sebagai aktor utama dalam menjamin pertahanan dan keamanan nasional, namun regulasi positif di Indonesia, seperti UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, dan UU ITE, masih lebih berorientasi pada ancaman konvensional. Hal ini menimbulkan celah hukum dalam menghadapi kompleksitas ancaman hibrida. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan kebijakan pertahanan siber nasional yang lebih adaptif, integratif, dan sesuai dengan dinamika ancaman kontemporer.
Tantangan implementasi green kampus di berbagai negara Firmansyah, Amrie; Saud, Yehezkiel Victor
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i5.1524

Abstract

Dalam era abad ke-21 yang dinamis, negara-negara di seluruh dunia berinteraksi secara aktif untuk menanggapi perubahan yang terjadi. Universitas juga ikut dalam dinamika ini. Sebagai pusat pengetahuan, universitas memiliki peran yang semakin besar dalam pengaruh terhadap negara dan masyarakat lokal, serta mendapat tuntutan baru untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satu strategi yang diadopsi adalah menerapkan konsep Green Campus. Green Campus adalah konsep yang menggabungkan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam pengelolaan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsep Green Campus diterapkan di beberapa negara, sekaligus menarik garis lurus dari tantangan dalam penerapannya secara berkelanjutan di berbagai negara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan Scoping Review yang didukung oleh aplikasi Publish or Perish dalam mencari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang paling sering muncul adalah terkait pendanaan. Selain itu kurangnya pengetahun akan keberlanjutan oleh komunitas kampus dan kurangnya dukungan birokrasi dan manajemen kampus menjadi faktor penting dalam kelancaran Green Campus. Studi ini mengisi celah penelitian sebelumnya yang belum membahas terkait tantangan yang sama-sama dihadapi oleh negara-negara yang telah menerapkan Green Campus. Penelitian ini berimplikasi bahwa Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang membantu pembiayaan kampus yang akan atau sedang menerapkan Green Campus.
Implementsi metode gross-up dalam perhitungan dan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 menggunakan sistem coretax: Studi kasus pada PT ABC Ramadhani, Fitri Amelia; Wijaya, Suparna
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i5.1637

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi metode gross-up dalam perhitungan dan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21) menggunakan sistem Coretax pada PT ABC. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas penerapan tarif efektif rata-rata (TER) dalam sistem pelaporan pajak digital berdasarkan PMK 168/2023 dan PMK 81/2024. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Aktivitas penelitian meliputi perhitungan PPh 21 dengan metode gross-up, pembuatan bukti potong dan kode billing, serta pelaporan SPT Masa melalui Coretax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gross-up meningkatkan kepatuhan dan transparansi pelaporan pajak perusahaan. Coretax memfasilitasi administrasi perpajakan melalui integrasi sistem dan proses otomatis, meskipun masih terdapat kendala teknis dalam pembuatan ulang kode billing pada kasus kurang bayar yang mendekati tenggat pelaporan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman implementasi sistem pajak digital di Indonesia dan menawarkan rekomendasi praktis untuk perbaikan sistem serta peningkatan kompetensi staf melalui program pelatihan perpajakan digital yang komprehensif.
Implementasi PSAK 115 dan pengaruhnya terhadap akurasi pelaporan pendapatan dalam laporan keuangan Alami, Safira Maulidia; Wijaya, Suparna
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i6.1655

Abstract

Laporan keuangan yang akurat dan andal sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan ekonomi oleh berbagai pemangku kepentingan. Salah satu elemen utama dalam laporan keuangan adalah akun pendapatan, yang sering kali menjadi indikator utama kinerja perusahaan. Seiring dengan perkembangan standar akuntansi di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan PSAK 115 sebagai revisi administratif dari PSAK 72, yang mengatur pengakuan pendapatan berbasis kontrak dengan pelanggan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PSAK 115 dan pengaruhnya terhadap akurasi pelaporan pendapatan dalam laporan keuangan. Kajian dilakukan dengan metode studi literatur, mencakup analisis standar akuntansi, e-book, serta jurnal akademik terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa PSAK 115 memberikan pedoman yang lebih sistematis melalui lima tahapan pengakuan pendapatan, sehingga meningkatkan konsistensi, transparansi, dan akurasi laporan keuangan. Perbandingan antara praktik sebelum dan sesudah penerapan PSAK 115 memperlihatkan perbaikan dalam ketepatan waktu pengakuan dan pencerminan substansi ekonomi transaksi. Kajian ini merekomendasikan agar perusahaan memperkuat pemahaman dan penerapan PSAK 115 guna meningkatkan kualitas pelaporan keuangan secara menyeluruh.
Akuntansi keberlanjutan sebagai bidang profesi baru: Reposisi peran dan kebutuhan kompetensi akuntan Firmansyah, Amrie; Wibowo, Puji
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i5.1894

Abstract

Perkembangan standar pelaporan keberlanjutan global, khususnya IFRS S1 dan IFRS S2, telah mengubah secara mendasar peran profesi akuntan dari penyusun laporan keuangan menjadi penjamin kredibilitas informasi non-keuangan, Informasi dimaksud mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kajian ini bertujuan menganalisis bagaimana transformasi standar pelaporan keberlanjutan lintas negara tersebut turut mendorong reposisi profesi akuntan di Indonesia dan kompetensi baru yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review terhadap literatur akademik, kebijakan nasional, dan dokumen profesi periode 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi akuntan sedang bertransformasi menuju peran strategis sebagai sustainability assurer yang menuntut kemampuan ESG, analisis risiko iklim, dan assurance atas laporan keberlanjutan. Di tingkat nasional, adopsi SPK 1 dan 2 memperkuat legitimasi profesi dalam mendukung tata kelola ekonomi hijau. Secara akademik, penelitian ini memperkaya teori legitimasi dengan menjelaskan hubungan antara adopsi standar global dan pembentukan peran baru akuntan di negara berkembang. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi IAI, regulator, dan perguruan tinggi untuk memperkuat kurikulum dan sertifikasi berbasis keberlanjutan guna memastikan kesiapan kompetensi akuntan menghadapi tuntutan global yang semakin kompleks dan berorientasi pada keberlanjutan.
Analisis sentimen masyarakat terhadap kebijakan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) pada media sosial instagram Fatihah, Asyifa Amani; Yasar, Muhammad Miftah Babil; Aulia, Syikayah; Winata, Hilma Mutiara
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i5.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen masyarakat terhadap implementasi Kebijakan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang diatur dalam PMK No. 21/PMK.04/2020 pada media sosial Instagram. Metode kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan 6.350 data komentar dan caption menggunakan kata kunci "cukai rokok". Klasifikasi sentimen dilakukan menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam melalui model bahasa IndoBERT, yang divalidasi dengan kinerja tinggi (Akurasi 91.5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus publik di Instagram cenderung didominasi oleh sentimen Negatif (39.87%) dibandingkan sentimen Positif (33.34%). Sentimen negatif secara tematik dipicu oleh kekhawatiran terhadap beban kenaikan cukai dan kritik terhadapperedaran rokok ilegal yang masih masif, sementara sentimen positif didorong oleh dukungan terhadap pemberdayaan IKM. Kesimpulan menunjukkan adanya kesenjangan antara desain kebijakan dan penerimaan publik. Penelitian ini merekomendasikan regulator untuk mengevaluasi struktur cukai dan meningkatkan komunikasi publik serta penegakan hukum untuk mereduksi resistensi sosial.
Analisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Simpang Tuntungan Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Hasibuan, Yayang Nisrina Putri; Wahyudi, Wahyudi
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 5 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i5.1984

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berperan langsung dalam menjamin penggunaan obat yang aman, tepat, dan efektif. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator utama dalam menilai mutu layanan, khususnya bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) yang mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di Klinik Simpang Tuntungan Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan instrumen berbasis lima dimensi SERVQUAL, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Sampel penelitian berjumlah 85 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya gap negatif pada empat dimensi, yaitu responsiveness (-0,3), assurance (-0,24), reliability (-0,24), dan tangibles (-0,08), yang menandakan ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi pasien. Sementara itu, dimensi empathy (0,03) menunjukkan gap positif, yang berarti pasien merasa cukup puas terhadap perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh petugas farmasi selama proses pelayanan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga diperlukan upaya peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan, terutama pada aspek ketanggapan dan jaminan pelayanan.
Integrasi keberlanjutan dalam penilaian properti melalui sistem informasi penilaian nasional Firmansyah, Amrie; Nurcahya, Wirawan Firman
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i6.1986

Abstract

Perkembangan pasar real estate global menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin diakui sebagai komponen penting dalam pembentukan nilai properti, seiring dengan munculnya fenomena green premium, penguatan pembiayaan hijau, dan meningkatnya permintaan investor institusional berbasis ESG. Di sisi lain, Indonesia sedang mendorong modernisasi sistem penilaian properti melalui pengembangan Sistem Informasi Penilaian Nasional (SIPN) yang berpotensi menjadi platform integrasi data fisik dan teknis bangunan, termasuk aspek keberlanjutan. Namun demikian, praktik valuasi properti di Indonesia masih didominasi pendekatan tradisional dan belum memasukkan dimensi keberlanjutan secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode scoping review terhadap studi empiris, laporan pasar, dan standar teknis bangunan hijau untuk mengkaji relevansi keberlanjutan dalam penilaian properti dan potensi integrasinya ke dalam SIPN. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan terkait dengan nilai aset melalui dua mekanisme utama, yaitu peningkatan nilai pada properti berperforma lingkungan baik (green premium) dan penurunan nilai pada properti yang tidak memenuhi standar (brown discount), serta berimplikasi pada akses pembiayaan dan risiko investasi. Meskipun ekosistem Indonesia menunjukkan kesiapan awal, tantangan masih terdapat pada aspek standardisasi data, infrastruktur valuasi, dan harmonisasi regulasi. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual untuk mendukung transisi menuju penilaian properti yang lebih responsif terhadap keberlanjutan serta memberikan arah kebijakan bagi integrasi bertahap aspek keberlanjutan dalam SIPN sebagai bagian dari transformasi valuasi aset nasional.
Analisis pelaksanaan program trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMAN 2 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Aulina Ritonga, Putri Alvia; Hasibuan, Rapotan
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i6.1987

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu program strategis lintas sektor yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui pendekatan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Program Trias UKS di SMAN 2 Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, meliputi pelaksanaan program, ketersediaan sarana-prasarana, serta hambatan dan upaya peningkatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan terdiri dari kepala sekolah, guru pembina UKS, petugas puskesmas, kader UKS, guru agama, dan siswa. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Trias UKS belum berjalan optimal; pendidikan kesehatan belum terintegrasi dalam kurikulum secara sistematis, pelayanan kesehatan hanya bersifat pertolongan pertama, dan pembinaan lingkungan sekolah belum membentuk budaya hidup sehat yang berkelanjutan. Sarana dan prasarana UKS juga belum memadai karena ruang UKS bergabung dengan ruang BK, perlengkapan kesehatan minim, serta tidak tersedia media edukasi. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan kader, minimnya kolaborasi dengan puskesmas, serta tidak adanya anggaran khusus UKS. Meskipun terdapat beberapa upaya seperti pembentukan kader dan komunikasi dengan puskesmas, pelaksanaan program masih bersifat insidental dan belum menyentuh aspek sistemik. Diperlukan penyusunan program kerja UKS yang terstruktur, pelatihan bagi pembina dan kader, serta penguatan kemitraan formal dengan puskesmas untuk mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS.