cover
Contact Name
Suparna Wijaya
Contact Email
wimsolusiprima@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
jolas.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Law, Administration, and Social Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28092295     DOI : -
Journal of Law, Administration, and Social Science merupakan media penyebarluasan hasil penelitian di rumpun ilmu sosial, ilmu politik, dan humaniora. Sub rumpun Ilmu sosial terdiri dari bidang Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Hubungan Masyarakat, Periklanan, Televisi dan Film, Manajemen Komunikasi dan Media, Komunikasi Penyiaran Islam, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Antropologi, Ilmu Sosiatri, atau Kependudukan. Sub rumpun ilmu politik terdiri dari bidang Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial Politik, atau Kebijakan Publik. Sub rumpun ilmu humaniora terdiri dari bidang Ilmu Humaniora, Ilmu Sejarah, Ilmu Hukum, Notariat, Kriminologi, Ilmu Kepolisian, Ketahanan Nasional, Studi Pembangunan, Kajian Wilayah, Kajian Budaya, Arkeologi, atau Kepariwisataan.
Articles 202 Documents
Efektivitas hukum dan sanksi adat dalam sengketa tanah di Desa Tounwawan Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya Suherman, Dian Rubiana; Tantaru, Fernando
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i3.1586

Abstract

Sengketa tanah sering kali menjadi sumber konflik di berbagai daerah, termasuk di wilayah adat. Desa Tounwawan, Kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, merupakan salah satu desa adat yang masih memegang teguh hukum adat dalam menyelesaikan sengketa tanah. Dalam konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas hukum adat dan sanksi adat, seperti ritual Sumpah Sopi, dalam menyelesaikan sengketa tanah. Manfaat penelitian ini adalah memberikan wawasan tentang relevansi hukum adat sebagai mekanisme alternatif dalam penyelesaian sengketa tanah, serta mendorong integrasi hukum adat ke dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala desa, tokoh adat, dan masyarakat, serta observasi lapangan di Desa Tounwawan. Penelitian dilakukan pada 28 November hingga 1 Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat di Desa Tounwawan sangat efektif dalam menyelesaikan sengketa tanah internal. Mekanisme penyelesaian melalui forum adat yang melibatkan tokoh adat dan ritual Sumpah Sopi menciptakan rasa keadilan dan kepatuhan di kalangan masyarakat. Efektivitas ini didukung oleh keyakinan masyarakat terhadap sanksi spiritual yang melekat pada pelanggaran hukum adat. Namun, sengketa batas antar desa, seperti dengan Desa Klis, memerlukan waktu lebih lama karena melibatkan negosiasi antara dua komunitas adat. Pembahasan menunjukkan bahwa hukum adat di Desa Tounwawan tidak hanya efektif dalam menyelesaikan sengketa, tetapi juga memperkuat harmoni sosial dan budaya lokal. Studi ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan hukum adat ke dalam sistem hukum nasional untuk mendukung keberagaman dan efisiensi penyelesaian sengketa.
Mengurangi dampak fast fashion melalui sinergi UMKM, pemerintah, dan swasta Pasha, Safira; Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i3.1620

Abstract

Melonjaknya permintaan pasar akan tren busana terbaru dan perilaku impulsif masyarakat dalam membeli produk busana, mendorong industri garmen terus menyuplai produk untuk menigkatkan keuntungannya. Berbagai jenis busana mengikuti tren dengan cepat dan dengan jumlahyang masif. Inilah fenomena yang kita sebut dengan fast fashion yang memiliki dampak negatif bagi lingkungan hidup masyarakat terutama dalam pencemaran air, udara, dan penumpukan di TPA. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan membahas mengenai peran pemerintah yang bekerja sama dengan swasta terutama pelaku UMKM dalam mengurangi dampak negatif fast fashion dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah scooping review dengan mengidentifikasi jurnal artikel yang relevan dengan fast fashion dan sustainable fashion. Analisis atas artikel dan jurnal yang diperoleh berhubungan dengan dampak negatif dari fast fashion dan apa saja upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat dalam mendukung sustainable fashion. Hasil penelitian memberikan simpulan bahwa walaupun pemerintah belum memiliki kebijakan khusus mengenai penanganan fast fashion, sudah ada gerakan dari pemerintah dengan mendorong pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi. UMKM pun juga dibantu oleh pihak swasta dalam memasarkan produknya. Perlu adanya kebijakan pemerintah yang mengatur aktivitas seluruh pelaku usaha di industri fashion, bimbingan teknis, membuat suatu sertifikasi nasional terkait sustainable fashion, penetapan insentif pajak atas penerapan sustainable fashion, dan bekerja sama dengan influencer untuk mengkampanyekan sustainable fashion. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah serta pelaku UMKM dalam mengurangi dampak negatif fast fashion dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa kesehatan tentang swamedikasi di Institut Kesehatan Hermina pada kampus Jatinegara Fatah, Muhammad; Adiana, Sylvi; Arianti, Varda
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i3.1757

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi berpotensi menyebabkan reaksi obat yang merugikan, kegagalan pengobatan, interaksi antar obat, perkembangan resistensi antimikroba, dan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) didapatkan hasil persentase masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri di DKI Jakarta pada tahun 2022 sebesar 85,46%. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel penelitian sebanyak 249 responden, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket (kuesioner). Hasil: pengolahan data tingkat pengetahuan mahasiswa tentang swamedikasi diperoleh hasil sebanyak 197 responden 79,1% dengan kategori baik. Hasil pengolahan data sikap mahasiswa mengenai swamedikasi sebanyak 101 responden 40,56% dengan kategori cukup. Disarankan: Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan target responden diluar kampus jatinegara atau dengan metode yang berbeda.
Hubungan motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kota X Zai, Ingin Setia; Dedek, Zuhrina Aidha
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i3.1769

Abstract

Motivasi kerja merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang memengaruhi sikap dan perilaku dalam menjalankan tugas untuk mencapai tujuan organisasi. Tingkat motivasi kerja yang tinggi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kelas A Kota X. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 53 responden yang diambil melalui teknik random sampling dari total populasi 112 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar pegawai memiliki motivasi kerja rendah dan kinerja tinggi. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dan Prevalensi Ratio sebesar 23,692. Artinya, pegawai dengan motivasi kerja rendah memiliki kemungkinan 23,692 kali lebih besar untuk memiliki kinerja rendah dibandingkan pegawai dengan motivasi tinggi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya upaya peningkatan motivasi melalui pengembangan diri, penghargaan, dan lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Pengaruh stres dan beban kerja terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Umum Wulan Windy Medan Lika, Natasya Putri; Wasiyem, Wasiyem; Suraya, Rani
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i3.1794

Abstract

Kinerja merupakan faktor penting dalam menjamin kualitas pelayanan rumah sakit. Rendahnya kinerja perawat dapat berdampak negatif terhadap keselamatan pasien dan citra institusi. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perawat adalah stres kerja dan beban kerja yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Wulan Windy Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 43 perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, dan dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki stres kerja kategori sedang (58,1%), beban kerja dengan kategori sedang (65,1%), dan kinerja dalam kategori baik (88,4%). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa stres kerja dan beban kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perawat (P < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat stres dan beban kerja, maka kinerja perawat cenderung menurun. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan evaluasi manajemen beban kerja serta memberikan dukungan psikologis kepada perawat untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan.
Penerapan prinsip non-diskriminasi dalam dunia kerja di Indonesia Kurniawan, Indra; Khoirunnisa, Indah Rosewika Suryaning; Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.643

Abstract

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, dunia kerja telah berkembang secara signifikan dalam memberikan kesempatan bagi individu dari berbagai latar belakang untuk memperoleh pekerjaan. Namun, meskipun setiap orang memiliki kebutuhan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup dan memaksimalkan potensinya, diskriminasi masih menjadi kendala utama yang menghambat tercapainya keadilan dan kesetaraan dalam kesempatan kerja. Permasalahan ini semakin kompleks karena diskriminasi, khususnya terhadap perempuan dan penyandang disabilitas, masih sering terjadi, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan kesetaraan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip non-diskriminasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia telah mendukung prinsip non-diskriminasi terhadap perempuan dan penyandang disabilitas melalui regulasi, seperti ratifikasi Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita dan Konvensi tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Implementasi konvensi ini tercermin dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas. Salah satu organisasi yang menerapkan prinsip non-diskriminasi adalah Bank Indonesia, meskipun penerapannya belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memperkaya wawasan serta menjadi referensi yang kredibel untuk penelitian selanjutnya. Secara praktis, hasilnya diharapkan menjadi pedoman yang berharga bagi instansi pemerintah dalam merancang kebijakan dan program non-diskriminasi.
Upaya dalam mengurangi polusi udara: Potensi peningkatan penggunaan sepeda Arief, Muhammad Khaidir; Firmansyah, Amrie
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.739

Abstract

Pada tahun 2020, Pemerintah DKI Jakarta menemukan bahwa 67,04% polutan udara PM2.5 di Jakarta berasal dari kendaraan bermotor berbahan bakar fosil. Belanda, yang merupakan negara dengan frekuensi penggunaan sepeda tertinggi ketiga di dunia, memiliki tingkat AQI (Air Quality Index) yang lebih baik dibandingkan Jakarta, terutama di kota Amsterdam. Hal ini menunjukkan bahwa budaya bersepeda yang kuat dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi penggunaan sepeda dalam menurunkan emisi dan polusi udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah scoping review dan analisis konten, dengan data yang diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, literatur daring, data statistik, dan berita yang kredibel. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan aplikasi Publish or Perish 8 dan pencarian berita melalui Google. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak ditemukan korelasi langsung antara penurunan tingkat polutan dengan peningkatan kualitas udara, penurunan konsentrasi polutan tetap penting karena berkontribusi pada peningkatan taraf kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi konsentrasi polutan harus terus dilakukan. Pemerintah disarankan untuk mempertimbangkan kebijakan pemberian insentif bagi para pesepeda, seperti pengurangan pajak bagi mereka yang rutin bersepeda ke tempat kerja, subsidi pembelian dan perbaikan sepeda, serta insentif bagi perusahaan yang mendukung penggunaan sepeda dengan kebijakan pemotongan pajak dan pembangunan infrastruktur ramah sepeda. Selain itu, perencanaan tata kota dan pembangunan infrastruktur yang mendukung pesepeda, pejalan kaki, dan transportasi umum juga perlu diperhatikan.
Efficient market theory on trial: The case of PT Semen Indonesia Doloksaribu, Raja Pranatha; Maharani, Arum Puspita; Qadri, Resi Ariyasa
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v5i1.844

Abstract

This study seeks to investigate the dynamics within PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, particularly examining the paradox of its share price decline during a period of favorable operational and financial performance from November 2022 to May 2023. Employing both interviews with high-level executives and extensive literature review, the research adopts a mixed-method approach. Interview data were meticulously analyzed using clustered coding to draw nuanced insights, while the literature review served to contextualize and bolster the analysis of the empirical data. The findings indicate that despite the robust operational and financial health of PT Semen Indonesia during the specified period, the company experienced a concomitant decline in its stock value, challenging the assumptions of the Efficient Market Theory. The disparity between the company’s performance metrics and its stock price behavior suggests a weak application or potential invalidity of the Efficient Market Theory in this instance. This research not only underscores the complexities of stock price determinations within Indonesian state-owned enterprises but also opens avenues for future studies to explore similar phenomena across different firms or industries. The unique insights gained from high-level sources within the company provide a valuable foundation for further scholarly inquiry into market efficiency theories.
Kualitas pelayanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi Manulang, Angel Siholmarito; Fatriani, Riri Maria; Putra, Dinda Syufradian
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.1062

Abstract

Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi masih terdapatnya belum ada ruang rawat inap, hanya ada ruang karantina yang mencampurkan penyakit menular dengan penyakit serius, akses obat-obatan yang terbatas, dan kurangnya tenaga medis. Berdasarkan analisis tersebut, maka permasalahan yang ingin diteliti adalah bagaimana pelayanan kesehatan di Lapas Kelas IIA Jambi, dengan tujuan untuk dapat menilai dan mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan yang diterima oleh narapidana yang berada di Lapas. Dengan menggunakan teori kualitas pelayanan Zeithaml, Parasuraman, dan Berry, yang menggunakan lima indikator yaitu bukti fisik yang berwujud (tangible), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), keandalan (reliability), dan empati (empathy). Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif. Wawancara mendalam dengan petugas medis dan sub-bagian bimbingan dan perawatan dilakukan dengan menggunakan sampel yang diperlukan adalah 90 responden kuesioner untuk narapidana. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, dan metode triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Layanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi sudah cukup baik, terlihat dari skor keseluruhan dari lima dimensi yang diperoleh adalah 318 atau 71%, dan masuk dalam kategori setuju. Dimensi cakupan kualitas layanan yang paling tinggi, dengan persentase 77%, adalah bukti fisik, dengan skor 348. Keandalan berada di urutan kedua dengan persentase 329, empati berada di urutan ketiga dengan skor 314 dan persentase 70%, daya tanggap berada di urutan keempat dengan skor 310 dan persentase 69%, dan jaminan berada di urutan terakhir dengan skor 290 dan persentase 64%. Pengamatan, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan oleh para peneliti mendukung hal ini. Mengingat bahwa Lapas Kelas II A Jambi sudah sangat kelebihan kapasitas, sangat penting untuk meningkatkan fasilitas fisik untuk mengatasi tantangan saat ini. Hal ini termasuk memperbaiki ruang gawat darurat, mempekerjakan tenaga medis yang cukup berkualitas, dan menyediakan ruang isolasi untuk penyakit menular dan penyakit parah.
Analisis faktor keberhasilan pengelolaa dana desa di Desa Cirumpak Al Hazmi, Raldin Alif; A'yun, Qurrata; Firdaus, Intan Nurul; Wardaningrum, Locita; Permana, Andrian; Setiawan, Antonius Gede Dedy; Pradiawan, Putu Tegar; Rahmaningrum, Winda Ryzka Aulia
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.1076

Abstract

Pengembangan desa merupakan elemen kunci dari strategi nasional Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat mayoritas wilayahnya adalah perdesaan. Dengan 83.971 desa pendekatan bertarget dapat mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi. Desa Cirumpak, berlokasi di Kabupaten Tangerang, adalah contoh sukses dalam memanfaatkan Alokasi Dana Desa dengan mengadopsi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Melalui Musrembang dan partisipasi warga, Desa Cirumpak mengelola dana sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018, mendukung kemandirian desa. Walaupun tantangan seperti keterbatasan SDM dan pemahaman masyarakat masih ada, upaya pelatihan berkelanjutan dan komunikasi yang efektif telah meningkatkan pengelolaan. Partisipasi masyarakat yang rendah dapat diatasi dengan meningkatkan sosialisasi tentang pengelolaan dana desa. Dengan pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi Siskeudes, Cirumpak dapat menyusun laporan keuangan yang akurat, memperkuat kepercayaan publik. Sinergi otonomi desa dan dukungan finansial dari pemerintah meningkatkan kemandirian lokal, menghubungkan peran desa dalam pembangunan nasional. Pembelajaran aktif aparatur desa memastikan transparansi dan efektivitas dalam pengelolaan dana, memberikan teladan bagi desa lain dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.