cover
Contact Name
Edi Susilo
Contact Email
faperta.unras@gmail.com
Phone
+6285235229104
Journal Mail Official
faperta.unras@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban Jl. Jend. Sudirman No 87 Arga Makmur Bengkulu Utara website : www.faperta-unras.ac.id HP. 081328676033 / 085235229104 Email : faperta.unras@gmail.com
Location
Kab. bengkulu utara,
Bengkulu
INDONESIA
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman
ISSN : 2809784X     EISSN : 28091035     DOI : -
PUCUK: Jurnal Ilmu Tanaman (Pucuk Journal) is a journal managed by Agriculture Faculty and published by the Universitas Ratu Samban, E-ISSN : 2809-1035 Pucuk Journal provides a forum for researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The Jurnal PUCUK publishes research articles on advanced agronomy which its focuses related to various themes, topics and aspects including (but not limited) to the following topics: Agriculture, plant journal, the, biochemistry, botany, cell biology, genetic engineering, genetic, genetics, molecular biology, molecular genetics, physiology, phytopathology, plant pathology, plants.
Articles 83 Documents
Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea Conephora) Terhadap Berbagai Jenis Tanah Marginal Di Rejang Lebong Yuniarti, Lina; Darwan Effendi; Venti Novitasari
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.483

Abstract

Bibit kopi robusta (Coffea canephora) kami tanam di polybag untuk mengamati pengaruh jenis tanah marginal terhadap pertumbuhannya. Pada penelitian ini, pupuk NPK sebanyak 5 gram diaplikasikan pada tanah marginal andosol, gambut, dan litosol. Lokasi penelitian dilaksanakan di Laboratorium UPT Universitas Pat Petulai Kabupaten Rejang Lebong yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2025. Penelitian ini menggunakan satu faktor, tiga perlakuan, dan tiga kali ulangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang daun. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Perlakuan jenis tanah memang mempengaruhi diameter batang, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, maupun panjang daun. Dalam hal diameter batang rata-rata, tanah litosol berada di atas dengan 1,61 mm, diikuti oleh andosol dengan 1,60 mm, dan tanah gambut dengan 1,48 mm. Meskipun ada tren peningkatan umum dalam tinggi tanaman dan jumlah daun di semua perlakuan, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil ini, jenis tanah marjinal termasuk litosol dan andosol mungkin cocok untuk menanam kopi robusta, asalkan pupuk diterapkan dengan benar. Untuk mengatasi penurunan lahan subur sebagai akibat dari perubahan penggunaan lahan, penelitian ini menekankan pentingnya menanam tanaman tahunan di lahan marjinal. Untuk hasil terbaik dalam menanam bibit kopi robusta, penelitian di masa depan harus menggunakan skala yang lebih besar dan bereksperimen dengan perlakuan pupuk lainnya.
Pengaruh Pemberian POC Jamur Keberuntungan Abadi (JAKABA) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L) Muhammad Alfatih; Firmansyah, Agus; Edward Bahar
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) berbasis Jamur Keberuntungan Abadi (Jakaba) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra (Abelmoschus esculentus L). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yang mencakup dosis POC jakaba 40 ml/liter, 50 ml/liter, 60 ml/liter, 70 ml/liter, dan kontrol tanpa POC jakaba. Beberapa parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah buah (buah), dan bobot buah segar (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, pemberian POC jakaba tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, meskipun terdapat peningkatan rata-rata tinggi pada setiap perlakuan. Artinya, secara statistik peningkatan tersebut belum cukup signifikan. Sebaliknya, pada parameter jumlah daun, diameter batang, jumlah buah, dan bobot buah segar, pemberian POC jakaba menunjukkan pengaruh yang nyata, dengan dosis 70 ml/liter memberikan hasil terbaik. Tanaman pada dosis ini menghasilkan rata-rata jumlah daun 5,96 helai, diameter batang 0,37 cm, jumlah buah 6,55 buah, dan bobot buah segar 230,88 gram. Maka dapat disimpulkan bahwa POC jakaba berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan hasil tanaman okra, kecuali tinggi tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pupuk dapat berbeda pada tiap aspek pertumbuhan, tergantung dosis dan respon fisiologis tanaman.
Perubahan Kimia Pada Proses Dekomposisi Kompos Blotong Menggunakan Berbagai Aktivator Pratama, Lisa
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kimia yang terjadi selama proses dekomposisi blotong dengan berbagai jenis aktivator, serta untuk menentukan efektivitas aktivator dalam mempercepat kematangan kompos. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu EM4, Stardec, dan kotoran sapi, masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi pH, total asam tertitrasi (TAT), kandungan bahan organik (BO), karbon (C) total, nitrogen (N) total, dan rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kimia utama yang terjadi selama proses dekomposisi meliputi Nilai pH kompos mendekati netral (6,9–7,2), sesuai dengan standar kualitas kompos matang. Penurunan rasio C/N dari 29,60% menjadi sekitar 15–16% pada perlakuan EM4 dan Stardec, menunjukkan kematangan kompos yang baik