cover
Contact Name
Siti Nuurlaily Rukmana
Contact Email
nuurlaily_rukmana@unipasby.ac.id
Phone
+6287750160001
Journal Mail Official
jurnal_planobuana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Department Urban and Regional Planing - University of PGRI Adi Buana Surabaya Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Plano Buana
ISSN : -     EISSN : 27462218     DOI : https://doi.org/10.36456/zx0t7r44
Journal Plano Buana is open access journal that focuses on scientific work devoted to the study of urban and regional planning. The topics of these article in Journal of Plano Buana, covering the results of thoughts and research results relating to the field of urban and regional planning directly or indirectly. The journal accepts original research, review articles, and applied studies in the following areas (non‑exhaustive): Regional and urban planning Urban design and development Participatory planning Transportation planning and urban mobility Coastal area development Disaster mitigation and adaptation Tourism planning and development Rural planning and development Urban conservation and revitalization Planning information systems
Articles 60 Documents
Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan Wisata Alam Pantai Torong Besi Dewi Endang, Bonefansiana; Siti Nuurlaily Rukmana
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.21 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3327

Abstract

Pantai Torong Besi Kabupaten Manggarai dikembangkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata baik untuk nusantara maupun mancanegara karena memiliki daya tarik untuk memikat pengunjung. Objek wisata ini mempunyai keindahan alam seperti pantai dengan pasir putih yang indah dan alam dengan tekstur yang berbukit. Sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan yang sangat besar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasikan karakteristik wilayah kawasan wisata pantai dan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap kawasan wisata pantai Torong Besi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah wisata pantai Torong Besi sudah layak untuk dijalankan mengingat wisata pantai Torong Besi mempunyai daya tarik untuk menarik minat pengunjung yang terdiri dari beberapa objek Gua Maria, Gereja Tua dan pasir putih. Untuk aksesbilitas menuju Wisata Pantai Torong Besi sudah cukup baik. Namun ada beberapa yang belum memenuhi standar seperti kondisi jalan yang kurang baik, jarak terminal dengan lokasi objek wisata yang terlalu jauh, dan jumlah penujuk jalan yang masih terbatas. Fasilitas di Wisata Alam Pantai Torong Besi sudah memadai. Perlu adanya penambahan terkait jumlah hotel, restoran atau rumah makan di sekitar lokasi Wisata, dan perlunya perbaikan pada fasilitas toilet. Pelayanan tambahan di objek Wisata Alam Pantai Torong Besi belum tersedia, karena pengelolaanya masih bergantung kepada masyarakat. Upaya partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat yaitu di dominasi citizen control sebesar 82%.
Analisis Tingkat Kehijauan Lahan Daerah Sukarame, Bandar Lampung Dengan Metode Ndvi Berdasarkan Citra Landsat Tahun 2000 dan 2020 Jannah, Anisa Miftakhul; Rahmat, Ali; Ramadhani, Winih Sekaringtyas; Istiawati, Novia Fitri
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.684 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.3494

Abstract

Sukarame merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung dengan kepadatan penduduk yang tergolong tinggi. Secara administrasi pada tahun 2020, di wilayah Kecamatan Sukarame terdapat 6 kelurahan, 118 RT dan 12 lingkungan berdasarkan data dari kantor Kecamatan Sukarame. Jumlah penduduk di Kecamatan Sukarame yaitu, 66.124 jiwa. Kebutuhan akan tempat tinggal akan meningkat setiap tahunnya, namun tidak dibarengi dengan lahan pemukiman yang tersedia. Terbatasnya lahan pemukiman mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan dan penurunan kualitas lingkungan. Saat ini teknologi penginderaan jauh sudah semakin canggih, sehingga dapat mendeteksi sebaran vegetasi pada suatu wilayah, pola sebaran vegetasi, kerapatan vegetasi serta luas vegetasi. Indeks vegetasi digunakan untuk menggambarkan intensitas tanaman pada suatu wilayah pada citra. Indeks vegetasi yang banyak digunakan adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index). Jumlah Ground Control Point (GCP) yang digunakan sebanyak 30 titik dengan rincian masing-masing 10 titik wilayah lahan terbuka dengan titik berwarna merah, vegetasi rendah dengan titik berwarna kuning dan vegetasi sedang dengan titik berwarna hijau. Pada tahun 2000 lahan yang memiliki vegetasi masih cukup banyak, namun pada tahun 2020 akibat meningkatnya lahan terbuka menyebabkan berkurangnya jumlah vegetasi. Untuk hasil yang didapat dari groundcek, terdapat beberapa lokasi yang kurang akurat sehingga tingkat keakuratan lokasi pada peta tutupan lahan tahun 2020 sebesar 93,3%.
Pola Persebaran Wisata Taman Dan Lingkungan Di Kota Surabaya Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; Pramana, Rizal Dian
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.872 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.3533

Abstract

Kota Surabaya sebagai kota metropolitan, tidak meninggalkan penampilannya dalam mempercantik wilayahnya terutama dalam pembangunan sebuah taman di seluruh wilayah. Taman Bungkul mendapatkan penghargaan kategori taman terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) pada tahun 2013. Pemerintah berupaya memperluas pembangunan objek wisata taman. Tercatat berdasarkan data rencana induk pariwisata objek wisata dan lingkungan sebanyak 29 objek tersebar di wilayah Kota Surabaya. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola persebaran objek wisata taman dan lingkungan di Kota Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik dekskriptif kualitatif dan teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis) menggunakan software ArcGis 10.2. Karakteristik objek wisata taman dan lingkungan berdasarkan atraksi memiliki ciri khas tersendiri pada setiap objek wisata taman. Fasilitas yang ada didalam maupun diluar objek wisata belum semuanya tersedia. Aksesbilitas menuju objek wisata memadai dan masih ada beberapa objek wisata yang harus dilakukan perbaikan jalan dan penambahan moda transportasi. Pengelolaan objek wisata dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya dan ada juga dari pihak swasta. Pola persebaran di setiap wilayah Surabaya Pusat, Utara, Selatan, Barat dan Timur seragam (Dispersed), sedangkan pola persebaran se Surabaya pola persebaran mengelompok (Cluster).
Analisis Potensi Objek Wisata Pantai Binalatung Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara MUHAMMAD, ILHAM
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.506 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.3758

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa di andalkan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu wilayah. Kota Tarakan memiliki kondisi geografis kepulauan yang menjadikan kawasan pesisinya berpotensi untuk dijadikan tujuan wisata, yaitu wisata pantai. Kota Tarakan memiliki dua pantai yang menjadi tempat wisata, yaitu Pantai Amal dan Pantai Binalatung. Namun, kondisi pantai kurang terawatt dan kurang ramai pengunjung. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi objek wisata Pantai Binalatung berdasarkan 4 komponen pariwisata, yaitu Attraction (atraksi), Accessibility (aksesibilitas), Amenity (fasilitas), dan Ancillary (pelayanan tambahan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 6 informan melalui teknik purposive sampling, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pantai Binalatung sudah memiliki atraksi wisata yang menarik, namun dari komponen aksesibilitas, amenitas, dan pelayanan tambahan terkait kelembagaan pariwisata perlu ditingkatkan kondisinya untuk memperkuat citra objek wisata Pantai Binalatung. Pantai Binalatung berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan di Kota Tarakan karena keindahan pantai dan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh laut Binalatung, namun perlu ada peningkatan kualitas aksesibilitas, fasilitas, dan keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan untuk mempromosikan dan mengelola pantai. Kata Kunci: Komponen Pariwisata, Pantai Binalatung, Potensi Wisata
Kondisi Kawasan Rawan Bencana Tsunami Di Kecamatan Muncar Moch. Shofwan; Yoga Pratama
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.7 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.3971

Abstract

Abstrak Kecamatan Muncar merupakan kawasan pesisir yang masuk dalam zona inti pengembangan Kawasan Minapolitan dan memiliki jumlah penduduk terbesar kedua di Kabupaten Banyuwangi, serta merupakan Kawasan Rawan Bencana Tsunami. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakterisitik penggunaan lahan dan menganilisis tingkat risiko zona kawasan rawan bencana tsunami serta menganalisis pengaruh kawasan rawan bencana tsunami terhadap penggunaan lahan di Kecamatan Muncar. Metode pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan studi literatur serta menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase dan overlay union. Kata Kunci : penggunaan lahan, tsunami, zona rawan tsunami
Kajian Penentuan Sempadan Sungai Perkotaan Kabupaten Bojonegoro: Kajian Penentuan Sempadan Sungai Perkotaan Kabupaten Bojonegoro Widodo, Widiyanto
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.585 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.4225

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan bagian dari bumi yang mengandung air dan mengandung kekayaan alam sehingga harus dilindungi, diatur, dikuasai dan dikelola oleh negara dalam rangka untuk mewujudkan kemakmuran bagi rakyat Tujuan penelitian ini adalah penentuan deliniasi kawasan yang menjadi lokus amatan dan penyajian hasil penentuan sempadan sungai di wilayah Kecamatan Bojonegoro dan Kecamatan Kapas. Analisis yang dilakukan terkait dengan penentuan sempadan sungai salah satunya menggunakan interpretasi dari hasil profile graph dengan menggunakan data DEM dimana hasilnya sempadan sungai yang ada dikedua kecamatan berbentu U yang paling mendominasi dibanding V. Berdasarkan hasil analisis tipologi sungai maka tingkat resiko bencana banjir Rendah (C2) hingga Sedang (C3)
Valuasi Ekonomi Konversi Lahan Pertanian Di Kawasan Aerotropolis Kulon Progo Merdekawati, Awani Dilha
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.332 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.4232

Abstract

The construction of the Yogyakarta International Airport (YIA) in Temon District, Kulon Progo Regency has various impacts, one of which is the growth of the aerotropolis area which causes changes in land use. The conversion of land use, causing any difference in economic valuation. The purpose of this research is to determine the impact of agricultural land conversion through economic value of the Kulon Progo aerotropolis area, with case studies in Palihan, Sindutan, Jangkaran, Kebonrejo and Glagah village. This research uses a non-empirical study method while research approach uses a mixed quantitative and qualitative approach. The analysis used in the form of land use change by digitizing the image (CSTR) of land and geo-referencing overlay in ArcGis, as well as economic valuation analysis. The result shows that changes in economic value have decreased for the use of agricultural and pond fields, while for settlements, the economic value after the construction of YIA has increased.
Potensi dan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Di Kabupaten Sumenep Dwi Rohmadiani, Linda; Billah, Mu'tashim
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi Oktober 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.412 KB) | DOI: 10.36456/jpb.v2i1.4420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kelemahan kawasan cagar budaya di Kabupaten Sumenep. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan survey instansi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis expert judgement serta analisis delineasi software GIS. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kategori potensi kawasan cagar budaya meliputi sangat berpotensi (Masjid Jamik), berpotensi (Keraton Sumenep), cukup berpotensi (Asta Tinggi), kurang berpotensi (Asta Pangeran Lor dan Wetan, Kota Tua Kalianget), serta sangat kurang berpotensi (Benteng Kalimook dan Asta Panembahan Blingi Sepudi). Zonasi kawasan cagar budaya terbagi atas zona inti (Keraton Sumenep, Masjid Jamiik, dan Asta Tinggi), zona pendukung (Kota Tua Kalianget, Asta Panembahan Blingi Sapudi, serta Asta Pangeran Lor dan Wetan), dan zona penyangga (Benteng Kalimook). Kelemahannya rata-rata berupa atraksi wisata dan fasilitas pendukung.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Pandemi Covid 19 Terhadap Bentuk Partisipasi Masyarakat Anak Agung Sagung Alit Widyastuti; Deska Eka Mardiana
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v2i2.4446

Abstract

Upaya pemerintah kota Surabaya dalam pengendalian penyebaran virus Covid-19 perlahan membuahkan hasil yang signifikan. Keberhasilan ini berkat usaha satuan tugas Covid-19 yang selalu menekankan penerapan pengetahuan tentang pencegahan penyebaran virus Covid-19 dan juga partisipasi masyarakt. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang virus Covid-19 terhadap bentuk partisipasi masyarakat dalam mensukseskan progam pemerintah dalam pengendalian penyebaran virus Covid-19. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Deskriptif statistic dengan teknik crosstab Chi Square. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner kepada masyarakat di Kelurahan Dukuh Menanggal perihal penyebaran Virus Covid-19 dan Bentuk partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat dalam usaha mencegah penyebaran virus Covid-19. Hasil crosstab pearson chi Square hubungan antara tingkat pengetahuan dengan bentuk partisipasi masyarakat adalah kurang dari 0.05 adalah ada hubungan antara ilmu pengetahuan tentang virus Covid-19 dengan bentuk partisipasi masyarakat terutama bentuk partisipasinya adalah partisipasi secara buah pikiran (ide) dan sosial. Hasil analisis dengan nilai crosstab pearson chi Square lebih dari 0.05 adalah tidak ada hubungan antara ilmu pengetahuan dengan bentuk partisipasi mayarakat terutama dalam bentuk partisipasi tenaga, keterampilan dan harta benda.
Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Kangkung, Kota Bandar Lampung Hediyati Sinamo
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v2i2.5300

Abstract

Meskipun perencanaan partisipatif telah diamanatkan sedemikian rupa dalam peraturan perundang-undangan untuk mewujutkan pembangunan berkelanjutan, berbagai daerah di Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan pembanguna, diantaranya kemiskinan, ketimpangan wilayah, hingga tempat tinggal yang kurang layak huni di suatu daerah. Kota Bandar Lampung sudah melaksanakan penyusunan program KOTAKU di 26 kelurahan prioritas, yang merupakan satu program peningkatan kualitas permukiman kumuh dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran masyarakat dan partisipasi masyarakat. Namun fenomena yang terjadi dilapangan menunjukkan bahwa, ternyata masih terdapat masyarakat yang belum berpartisipasi dalam Program KOTAKU khususnya pada proses perencanaan. Tulisan ini mendiskusikan sejauh apa tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Kajian mengenai tingkat partisipasi bertujuan untuk mengkaji 1) Kehadiran dalam pertemuan, 2)Keaktifan dalam memberikan input, sasaran dan masukan, 3)Keterlibatan dalam menyusun concept plan, dan 4) Keterlibatan dalam menyetujui draft rencana. Kajian tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program KOTAKU dengan menggunakan metode statistik deskriptif yang mendeskripsikan hasil skoring masing-masing kriteria yang dikelompokkan kedalam tingkat dan tipologi partisipasi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program KOTAKU di Kelurahan Kangkung adalah temasuk dalam tipologi Informing, bahwa pada tahap ini, masyarakat diberikan informasi mengenai hak dan kewajiban. Namun hanya bersifat satu arah dan masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam proses perencanaan Program KOTAKU belum diberikan kesempatan untuk mempengaruhi apapun, dan tidak terjadi umpan balik antara pemegang kekuasaan dan masyarakat.