Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Kangkung, Kota Bandar Lampung Hediyati Sinamo
Jurnal Plano Buana Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v2i2.5300

Abstract

Meskipun perencanaan partisipatif telah diamanatkan sedemikian rupa dalam peraturan perundang-undangan untuk mewujutkan pembangunan berkelanjutan, berbagai daerah di Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan pembanguna, diantaranya kemiskinan, ketimpangan wilayah, hingga tempat tinggal yang kurang layak huni di suatu daerah. Kota Bandar Lampung sudah melaksanakan penyusunan program KOTAKU di 26 kelurahan prioritas, yang merupakan satu program peningkatan kualitas permukiman kumuh dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran masyarakat dan partisipasi masyarakat. Namun fenomena yang terjadi dilapangan menunjukkan bahwa, ternyata masih terdapat masyarakat yang belum berpartisipasi dalam Program KOTAKU khususnya pada proses perencanaan. Tulisan ini mendiskusikan sejauh apa tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Kajian mengenai tingkat partisipasi bertujuan untuk mengkaji 1) Kehadiran dalam pertemuan, 2)Keaktifan dalam memberikan input, sasaran dan masukan, 3)Keterlibatan dalam menyusun concept plan, dan 4) Keterlibatan dalam menyetujui draft rencana. Kajian tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program KOTAKU dengan menggunakan metode statistik deskriptif yang mendeskripsikan hasil skoring masing-masing kriteria yang dikelompokkan kedalam tingkat dan tipologi partisipasi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan Program KOTAKU di Kelurahan Kangkung adalah temasuk dalam tipologi Informing, bahwa pada tahap ini, masyarakat diberikan informasi mengenai hak dan kewajiban. Namun hanya bersifat satu arah dan masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam proses perencanaan Program KOTAKU belum diberikan kesempatan untuk mempengaruhi apapun, dan tidak terjadi umpan balik antara pemegang kekuasaan dan masyarakat.
Analisis Kesesuaian Lahan Kawasan Lahan Basah (Wetland) untuk Perencanaan Tata Guna Lahan Berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang Dwi Bayu Prasetya; Hediyati Anisia
Journal of Science and Applicative Technology Vol 5 No 1 (2021): Journal of Science and Applicative Technology June Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v5i1.310

Abstract

The wetland area in Tulang Bawang Regency is a stretch of swamps that has an important value ecologically and hydrologically and has economic value. However, currently, the area's condition has begun to change its function to agricultural land, resulting in damage to the habitat and function of swamps, causing a decrease in biological resources such as fish and bird populations. The use of wetlands must be carefully planned and designed with land use principles with a sustainable perspective. The aim of this research is; 1.) Identifying the potential for hydrology, potential land use, and the condition of biodiversity in the Wetland area; 2) Formulating alternative land suitability in the wetland area planning in Tulang Bawang Regency by taking into account biophysical factors and area functions. This research's approach method is spatial pattern analysis, which is to study the patterns, shapes, and distribution of phenomena on the earth's surface. In addition, understand the meaning of these patterns and use them in sustainable land use planning. Based on the results of land suitability analysis for wetland planning in Tulang Bawang Regency, it can be concluded that this area is classified as very suitable (S1) with a score of 93.33. For the development of wetlands through nature conservation and cultural heritage of the Tulang Bawang community as objects and the main attraction of this area.
Hubungan Aglomerasi Industri dan Produk Domestik Regional Bruto Kota/Kabupaten di Jawa Barat Serta Tantangan Pengembangan Kawasan Rebana Zimmy Permana Sembiring; Nadila Ersya Athallah; Hediyati Anisia Br Sinamo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.274 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12347

Abstract

Aglomerasi industri terjadi karena daya tarik keuntungan lokasi yang didapat apabila industri sejenis memiliki jarak yang berdekatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aglomerasi industri dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hal ini penting karena Provinsi Jawa Barat memiliki kawasan industri paling banyak di Indonesia. Wilayah-wilayah industri seperti Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bogor berkontribusi masing-masing lebih dari 10% terhadap PDRB Jawa Barat. PDRB Jawa Barat tahun 2015, 2018, dan 2021 menunjukkan peningkatan namun pertumbuhannya mengalami perlambatan. Tingkat aglomerasi industri diukur dengan Hoover Balassa Index (HBI). Hasil perhitungan HBI pada tahun 2021 menunjukkan Provinsi Jawa Barat memiliki delapan kota/kabupaten yang mengalami aglomerasi industri. Saat ini pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang memprioritaskan pengembangan Kawasan Rebana sebagai kawasan metropolitan yang memiliki 13 Kawasan Peruntukkan Industri (KPI) dan terletak di tujuh kota/kabupaten. Dengan total penduduk 19.97% dari penduduk Jawa Barat, Kawasan Rebana hanya berkontribusi sebesar 13-14% terhadap PDRB Jawa Barat. Aglomerasi industri hanya terjadi di Kabupaten Sumedang dengan kategori lemah. Sementara itu enam kabupaten lainnya tidak mengalami aglomerasi industri. Berdasarkan uji korelasi Pearson maka terdapat hubungan positif antara aglomerasi industri dan PDRB kota/kabupaten di Jawa Barat. Kawasan Rebana memiliki potensi yang besar karena terdiri dari tujuh kota/kabupaten yang kaya akan sumber daya alam, jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, dan terdapatnya 13 KPI.
Sustainability-oriented Innovation pada Kampung Kreatif Dago dengan Pendekatan Actor Network Theory Hediyati Anisia Sinamo
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.88019

Abstract

Inovasi muncul dalam diskusi pembangunan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengubah kebiasaan masyarakat, salah satunya inovasi berorientasi keberlanjutan atau Sustainability Oriented Innovation (SOI). Konsep SOI melihat inovasi dan mempertimbangkan keberlanjutan dari perspektif sosial, lingkungan, dan ekonomi merupakan proses yang melibatkan pemangku kepentingan yang saling berinteraksi. Fenomena Kampung Kreatif Dago Pojok menggambarkan konteks lain dari Sustainability-Oriented Innovation (SOI), yang mengacu pada inovasi untuk mencapai keberlanjutan ekonomi melalui upaya yang meminimalisir degradasi lingkungan dan kesenjangan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi peran aktor dalam perkembangan SOI di kampung kreatif di Kota Bandung, dengan studi kasus Kampung Kreatif Dago Pojok. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan logika deduktif. Data primer melalui wawancara serta observasi dan data sekunder dianalisis dengan metode analisis isi (content analysis) dan analisis jejaring aktor dengan pendekatan actor-network theory (ANT). Temuan menunjukkan bahwa antar aktor memiliki keterlibatan yang digambarkan melalui perspektif aktor-jaringan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan adanya peran aktor dalam perkembangan SOI di Kampung Kreatif Dago Pojok, yang terlihat pada empat tahapan yakni Problematisation, Interessement, Enrollment, dan Mobilisation.
Modelling Domestic Emission of City-Level Residential Area Based on Spatial Policy Rahmah, Chania; Br Sinamo, Hediyati Anisia
Jurnal Planologi Vol 22, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v22i2.45540

Abstract

This study investigates the impact of spatial plan on domestic carbon emissions in the residential areas of Bandar Lampung, Indonesia, through a system dynamic modelling approach. Utilizing spatial planning policies of Bandar Lampung City and carbon emission data, the model simulates emissions from residential areas between 2014 and 2041. The research highlights how spatial plans affect high-density residential developments can slightly increase emissions. Two scenarios are analysed: one adhering to the city's spatial plan limiting building coverage ratio (BCR) to 60%, and another allowing 100% BCR, simulating a scenario with no green space. Results show a marginal increase in emissions under denser conditions, with the current policy yielding emissions of 1,422 Gg CO2 and the denser scenario producing 1,423 Gg CO2 by 2041. The study emphasizes that while spatial planning plays a role in mitigating carbon emissions, further research is needed to integrate broader land use planning elements and other urban characteristics to comprehensively address emission reduction efforts. This preliminary research offers insights into urban sustainability and policymaking, especially in the context of climate change mitigation through sustainable spatial planning. 
The role of actors in the innovation diffusion process of Celugam products Sinamo, Hediyati Anisia; Putri, Tasya Ismaya
Sustainable Urban Development and Environmental Impact Journal Vol. 2 No. 2: (August) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/sudeij.v2i2.2025.2110

Abstract

Background:  This study explores the roles of various actors in the innovation diffusion process of Celugam, a traditional textile product in Liwa City, West Lampung Regency. Celugam holds high cultural value and local economic potential, yet its innovation dissemination faces challenges such as limited artisan regeneration, restricted market access, and insufficient policy attention. Method: Using a descriptive qualitative approach and Rogers’ diffusion of innovation theory, the study analyzes five key stages: knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and content analysis. Findings reveal that the diffusion process is gradual and involves three main actors: artisans as innovators, government as facilitators, and the community as end users. Finding: Artisans contribute through production technique transformation and product diversification, while the government provides training, equipment, and promotional access. The community’s adoption is shaped by cultural values and social validation. The main challenges include low youth interest and suboptimal marketing strategies. The study recommends stakeholder synergy, digital-based promotion, and artisan regeneration programs to ensure Celugam’s sustainability as a culturally rooted creative economic product. These findings serve as a foundation for inclusive and sustainable local economic development policies. Conclusion: This study concludes that the diffusion of Celugam innovation in Liwa City reflects a dynamic interaction between cultural preservation and creative economic adaptation. Novelty/Originality of this article: The novelty of this study lies in its application of Rogers’ Diffusion of Innovation Theory to a traditional textile context, offering an interdisciplinary perspective that bridges cultural heritage studies and innovation diffusion frameworks.
Pengembangan Ekonomi Lokal Desa Tulung Kakan Melalui Rebranding Produk dan Peningkatan Kapasitas Pembukuan Keuangan Sinamo, Hediyati Anisia; Aprildahani, Baiq Rindang; Rilansari, Valendya; Yunira, Eka Nur’azmi; Julianty, Dila Tirta
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v5i2.741

Abstract

Desa Tulung Kakan di Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, memiliki potensi ekonomi, sosial, dan SDM yang dapat dikembangkan, terutama di sektor Industri Kecil dan Menengahsalah satunya adalah produk jamu. Selain itu, pembukuan keuangan yang terstruktur diperlukan untuk memisahkan transaksi serta memantau modal, aset, pendapatan, dan kewajiban, guna mendukung efisiensi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Saat ini, permasalahan yang terjadi pada masyarakat desa ini ialah dalam hal daya tahan dan pengemasan produk, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pembukuan keuangan untuk mengelola secara efisien modal, aset, pendapatan, dan kewajiban usaha mereka. Sehingga perlu adanya kegiatan penyuluhan Digitalisasi Produk dan Pembukuan Keuangan UMKM untuk meningkatkan pemahaman dan akses terhadap teknologi digital serta memberikan pelatihan dan dukungan dalam pembukuan keuangan. Metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi serta pelatihan pengemasan produk dan proses pembukuan keuangan. Pelaku usaha dan juga perangkat desa sangat antusias, dilhat dari brand TULAKAN merupakan hasil pembaharuan branding untuk produk jamu. Tambahan pengetahuan tentang proses pembukuan keuangan yang efisien telah diberikan. Ini akan membantu meningkatkan visibilitas produk mereka dan memungkinkan pengelolaan keuangan yang lebih efisien, memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta pemerintah desa.