cover
Contact Name
Muhammad Ikrom
Contact Email
ikrom08mulya@gmail.com
Phone
+6285267921835
Journal Mail Official
jurnaliqtishaduna@iai-al-azhaar.ac.id
Editorial Address
Jalan Pelita No. 364 RT. 07 Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
ISSN : 25273914     EISSN : 27751120     DOI : https://doi.org/10.53888/
JURNAL IQTISHADUNA adalah media publikasi karya ilmiah khusus fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Media ini diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen yang berhasil menyelesaikan tugas penelitiannya dan berkeinginan mempublikasikan karyanya melalui media online. Namun demikian jurnal ini terbuka untuk menerima karya ilmiah lintas kampus dengan spesifikasi keilmuan bidang ekonomi dan bisnis.
Articles 55 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT UNTUK MENJADI ENTREPRENEUR PADA MAHASISWA STEBIS PAGAR ALAM Imam Subhi; Julius Julius; Lidya Medianti; Murlita Murlita
IQTISHADUNA Vol. 5 No. 1 (2022): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v5i1.509

Abstract

This study aims to examine the effect of entrepreneurship education on students' interest in becoming entrepreneurs, and how much influence entrepreneurship education has on interest in becoming entrepreneurs in STEBIS Pagar Alam students. Observing the above objectives, the desired final result is a numerical conclusion, therefore to obtain accurate data and valid results, the study uses a quantitative approach, with the object of the research population totaling 103 people, while the sample is 43 people taken with non-technical techniques. probability sampling. From the results of the study, it was concluded that there was a significant relationship or influence between entrepreneurship education and interest in becoming an entrepreneur in STEBIS Pagar Alam students, this influence can be seen from the variable interest in becoming an entrepreneur in STEBIS Pagar Alam students of 89.2%. Thus, the better the entrepreneurial education provided, the more it will encourage students' interest to become entrepreneurs or businessmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat mahasiswa untuk menjadi entrepreneur, dan seberapa besar pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat untuk menjadi entrepreneur pada mahasiswa STEBIS Pagar Alam. Mencermati tujuan di atas maka hasil akhir yang diinginkan kesimpulan berupa numerik, oleh karena itu untuk mendapatkan data yang akurat dan hasil yang valid maka penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan obyek populasi penelitian berjumlah 103 orang, adapun yang dijadikan sampel 43 orang yang diambil dengan teknik non propability sampling. Dari hasil kajian maka diperolah kesimpulan terdapat hubungan atau pengaruh yang signifikan antara pendidikan kewirausahaan dengan minat untuk menjadi entrepreneur pada mahasiswa STEBIS Pagar Alam, pengaruh tersebut dapat dilihat dari variabel minat untuk menjadi entrepreneur pada Mahasiswa STEBIS Pagar Alam sebesar 89,2%. Dengan demikian maka semakin baik pendidikan interpreneur yang diberikan makan akan semakin mendorong minat mahasiswa untuk menjadi interpreneur atau pebisnis.
ANALISIS JUAL-BELI ONLINE AKAD BAI’ AS-SALAM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (STUDI KASUS TOKO ONLINE SI CEPAT KELURAHAN MUARA RUPIT KABUPATEN MURATARA)
IQTISHADUNA Vol. 5 No. 1 (2022): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v5i1.561

Abstract

As-Salam bermakna proses jual beli atas barang dengan kriteria tertentu, yang barang tersebut belum ada saat ijab-qabul dilakukan dengan pembayaran didahulukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data observasi, dokumentasi dan wawancara dalam mengumpulkan data untuk memberikan gambaran dalam bentuk penyajian laporan penelitian, tujuan dari penelitian saya agar mengetahui bagaimana praktek jual beli online Toko Online Si Cepat Kel. Muara Rupit Kab. Muratara dan bagaimana tinjauan ekonomi syariah terhadap jual beli online dengan sistem salam sebagaimana dipraktekkan Toko Online Si Cepat Kel. Muara Rupit Kab. Muratara. Faktor pendukung dalam bagaimana praktek jual beli online Toko Online Si Cepat Kel. Muara Rupit Kab. Muratara dan bagaimana tinjauan ekonomi syariah terhadap jual beli online dengan sistem salam sebagaimana dipraktekkan Toko Online Si Cepat Kel. Muara Rupit Kab. Muratara yakni kesediaan pemilik toko online dalam berbagai hal dan konsumen yang kooperatif saat diwawancara demi kelancaran penelitian.
ANALISIS PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS PADA BAZNAS KABUPATEN EMPAT LAWANG)
IQTISHADUNA Vol. 5 No. 1 (2022): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v5i1.562

Abstract

Zakat adalah ibadah ma’aliyah ijma’iyah (ibadah yang berkaitan dengan ekonomi keuangan masyarakat) dan merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang merupakan pokok ajaran Islam, ia merupakan salah satu rukun Islam yang ke empat di samping salat, puasa, dan haji. Pelaksanaan shalat melambangkan baiknya hubungan seseorang dengan Tuhan, sedangkan zakat adalah lambang keharmonisan hubungan dengan sesama manusia. Jadi, zakat bukan hanya sebatas urusan hamba dengan Allah Swt, namun merupakan ibadah yang berkaitan dengan harta yang perlu diberdayakan secara optimal untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik interview, observasi dan dokumentasi sebagai pengumpulan data. Setela data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan mengintepretasikannya dalam kalimat sederhana sehingga dapat diambil pengertiannya untuk mendapatkan kesimpulan sebagai hasil penelitian. Setelah melakukan penelitian, didapatkan hasil bahwa pengelolaan zakat produktif pada Baznas Kabupaten Empat Lawang dana yang dihimpun dari Baznas Kabupaten Empat Lawang dan didistribusikan dalam bentuk program kemandirian akan dialokasikan dalam bentuk program yaitu pelatihan keterampilan dan pengembangan wirausaha. Program ini bertujuan, untuk menjawab keresahan masyarakat pra sejahtera dan masyarakat luas pada umumnya yang ingin memulai usaha atau ingin mngembangkan usahanya namun, terkendala dibidang modal dan pengembangan skil professional.Pada pola manajemen pengelolaan zakat di Baznas Kabupaten Empat Lawang menghadapi beberapa kendala atau terdapat faktor penghambat sehingga seringkali pengelolaannya masih belum optimal.
PERKEMBANGAN ASURANSI JIWA SYARIAH DI INDONESIA Susi Kusmawaningsih
IQTISHADUNA Vol. 5 No. 1 (2022): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v5i1.563

Abstract

Sharia insurance is an insurance business field that has received considerable attention among the people of Indonesia today. As an alternative business, sharia insurance is relatively new to develop in Indonesia. This is enough to attract the attention of the insurance business world in line with the rapid development of the sharia banking business. Sharia insurance is an insurance business field that has received great attention among the people of Indonesia. As an alternative insurance business, Islamic insurance is relatively new compared to the conventional insurance business. The novelty of the sharia insurance business is the operation of its business activities based on sharia principles sourced from the Koran and hadith as well as the Fatwas of the Ulama, especially those collected in the Indonesian Ulema Council (MUI). The principle that distinguishes sharia insurance from conventional insurance is that sharia insurance eliminates elements of uncertainty (gharar), elements of speculation or gambling (maisir), and elements of interest (riba) in their business activities so that insurance participants (insured) feel free from tyrannical practices that harm them. The reason for establishing sharia insurance is because the majority of Indonesians are Muslim, consider the implementation of conventional insurance that already exists is not in accordance with sharia principles because it contains elements of obscurity (gharar), contains elements of gambling (maisir), and contains elements of interest money (riba). The material legal sources of sharia insurance are Islamic sharia, while the sources of Islamic sharia are the Koran, Hadith, Ijma (Ijtihad), Fatwa of the Companions of the Apostles, Qiyas, Istihsan, and Urf (tradition), the Koran and Hadith are the main sources of Islamic law, but in setting the principles -principles and practices and operations of sharia insurance, the parameter that is always a reference is Islamic sharia. The concept of sharia insurance is based on the Qur'an Surah Almaaidah verse (2) which means: "Please help you in doing good and piety, and do not help in committing sins and transgressions". Asuransi syariah merupakan bidang uasaha asuransi yang memperoleh perhatian cukup besar dikalangan masyarakat Indonesia kini. Sebagai usaha alternatif, asuransi syariah boleh dikatakan relatif baru berkembang di Indonesia. Hal ini cukup menarik perhatian dunia usaha asuransi seiring dengan perkembangan pesat bisnis perbankan syariah. Asuransi syariah merupakan bidang bisnis asuransi yang cukup memperoleh perhatian besar dikalangan masyarakat Indonesia. Sebagai bisnis asuransi alternatif, asuransi syariah boleh dikatakan relatif baru dibandingkan dengan bidang bisnis asuransi konvensional. Kebaruan bisnis asuransi syariah adalah pengoperasian kegiatan usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang bersumber dari alquran dan hadis serta Fatwa Para Ulama terutama yang terhimpun dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Prinsipnya yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah asuransi syariah menghapuskan unsur ketidakpastian (gharar), unsur spekulasi alias perjudian (maisir), dan unsur bunga (riba) dalam kegiatan bisnisnya sehingga peserta asuransi (tertanggung) merasa terbebas dari praktik kezaliman yang merugikannya. Alasan pendirian asuransi syariah adalah karena penduduk Indonesia mayoritas beragama islam, menganggap pelaksanaan asuransi konvensional yang sudah ada kini tidak sesuai dengan prinsip syariah karena mengandung unsur ketidakjelasan (gharar), mengandung unsur perjudian (maisir), dan mengandung unsur bunga uang (riba). Sumber hukum material asuransi syariah adalah syariah Islam, sedangkan sumber syariah Islam adalah Alquran, Hadis, Ijma (Ijtihad), Fatwa Sahabat Rasul, Qiyas, Istihsan, dan Urf (tradisi), Alquran dan Hadis merupakan sumber utama hukum Islam, namun dalam menetapkan prinsip-prinsip maupun praktik dan operasional asuransi syariah, parameter yang senantiasa menjadi rujukan adalah syariah Islam. Konsep asuransi syariah didasarkan pada Alquran Surat Almaaidah ayat (2) yang artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.
ANALISIS PEMBIAYAAN PRODUK AMANAH (KEPEMILIKAN KENDARAAN RODA DUA) PADA PT. PEGADAIAN SYARI’AH KOTA LUBUKLINGGAU Rangga Edi Saputra; Ikit Ikit
IQTISHADUNA Vol. 5 No. 1 (2022): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/iqtishaduna.v5i1.564

Abstract

Implementasi pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada PT. Pegadaian Syari’ah kota Lubuklinggau masih jauh tertinggal karena pada dasarnya masyarakat lebih memilih untuk melakukan pembiayaan kendaraan roda dua dari lembaga bank maupun lembaga non bank, baik konvensional maupun syari’ah yang ada di kota Lubuklinggau dan proses untuk memperoleh persetujuan pinjaman memerlukan waktu yang lama dan administrasi yang rumit serta jaminan yang diinginkan harus sesuai pinjaman yang dibutuhkan. Dari latar belakang tersebut, permasalahan yang diahadapi adalah analisis serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan normative yang bertujuan untuk menilai apakah kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau. Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya prosedur pemberian pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau adalah mengisi dan menandatangani formulir aplikasi pembiayaan produk amanah dan melampirkan persyaratan yang telah ditentukan, verifikasi berkas (memeriksa kelengkapan berkas dan BI checking), survey lapangan oleh tim mikro dan persetujuan dan pencairan. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syariah kota Lubuklinggau meliputi: syarat dalam pembiayaan produk amanah mudah dan praktis, biaya administrasi yang ringan, uang muka yang ringan, pembiayaan untuk kendaraan baru dan seken mulai dari Rp 5.000.000 dan maksimal Rp 150.000.000, biaya mu’nah 0,9 % dan objek pembiayaan di asuransikan guna untuk meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembiayaan produk amanah (kepemilikan kendaraan roda dua) pada pegadaian syari’ah kota Lubuklinggau meliputi kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memahami produk sistem syari’ah dan kurangnya sumber daya manusia (SDM) khususnya karyawan yang bertugas untuk mempromosikan produk ini sehingga kinerja pegadaian syari’ah menjadi tidak optimal.