Articles
55 Documents
GADAI KEBUN KARET DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI ISLAM (Studi Kasus di Desa Kosgoro Kec. Terawas Kab. Musi Rawas)
Saleh, Muhammad
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 2 (2019): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.984 KB)
Memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang untuk menggunakan barang bergerak yang telah diserahkan untuk melunasi hutang apabila pihak yang berhutang tidak dapat melunasi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Untuk itu, penelitian ini dilakukan pada masyarakat desa Kosgoro Kec. Terawas Kab. Musi Rawas untuk mengkaji dan membahas: (1) Bagaimana praktek gadai kebun karet di Desa Kosgoro Kec. Stl Ulu Terawas kab. Musi Rawas, (2) Bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat Desa Kosgoro terhadap konsep gadai dalam hukum Islam.Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menemukan bahwa Praktek gadai di Desa Kosgoro Kec. Stl Ulu Terawas Kab. Musi Rawas yang dominan dijadikan sebagai agunan jaminan adalah kebun karet. Dalam tingkat pengetahuan masyarakat Desa Kosgoro terhadap konsep gadai dalam hukum ekonomi Islam banyak sekali yang tidak tahu ataupun kurang mengetahui. Dalam tingkat pengetahuan masyarakat Desa Kosgoro terhadap konsep gadai dalam hukum ekonomi Islam banyak sekali yang tidak tahu ataupun kurang mengetahui. sehingga dalam praktek gadai kebun karet masih menyimpang dan bertentangan dengan hukum Islam sehingga pada prakteknya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kosgoro dalam hukum ekonomi Islam adalah haram dikarenakan merugikan dari pihak Rahin.
TINJAUAN TERHADAP POLA PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA LUBUKLINGGAU
Ikit
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 2 (2019): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.48 KB)
Zakat merupakan salah satu kewajiban yang wajib ditunaikan bagi umat Islam. Selain guna membersihkan harta, zakat juga memiliki fungsi sosial, ini dilihat dari penyaluran distribusi zakat yang mencakup delapan golongan (asnaf samaniyah), banyaknya lembaga amil zakat yang berdiri dan kesadaran masyarakat untuk membayar zakat yang terus meningkat, namun fenomena ini menyisakan permasalahan bagi pengelolaan zakat, karena lembaga-lembaga zakat berdiri cenderung independen dan mencanangkan program masing-masing yang lemah membangun koodinasi dan sinergi antar satu lembaga dengan lembaga lainya, sehingga muncul banyak permasalahan terkait pendistribusian dana zakat. Penelitian ini mengambil lokasi di BAZNAS Kota Lubuklinggau dengan rumusan masalah yang difokuskan pada 3 hal, yaitu tentang penghimpunan zakat, pendistribusian zakat, dan faktor penghambat dan pendukung pendisribusian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian studi kasus terhadap fenomena sosial dan menggunakan metode pendekatan secara kualitatif.Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian di BAZNAS Kota Lubuklinggau ditemukan bahwa dalam pola pendistribusian dana zakat masih ada yang belum dirialisasikan oleh BAZNAS Kota Lubuklinggau dikarenakan, masyarakat kurang kesadaran untuk membayar zakat terutama zakat maal dan zakat profesi, sehingga dana yang seharusnya dapat didistribusian masih belum maksimal disalurkan oleh BAZNAS Kota Lubuklinggau.
PRAKTEK JUAL BELI ONLINE DENGAN SISTEM SALAM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus Toko Online Reyreyolshop Kel. Karang Jaya Kec. Karang Jaya)
Azhari, Ari
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 2 (2019): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.902 KB)
Skripsi yang berjudul Praktek Jual Beli Online dengan Sistem Salam dalam Perspektif Ekonomi Syariah (studi kasus toko online reyreyolshop kel. karang jaya kec. karang jaya). As-Salam sebutan al-Salaf atau pendahuluan. As-Salam bermakna proses jual beli atas barang dengan kriteria tertentu, yang barang tersebut belum ada saat ijab-qabul dilakukan dengan pembayaran didahulukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data observasi, dokumentasi dan wawancara dalam mengumpulkan data untuk memberikan gambaran dalam bentuk penyajian laporan penelitian, tujuan dari penelitian saya agar mengetahui bagaimana praktek jual beli online toko online Reyreyolshop Kel. Karang Jaya Kec. Karang Jaya dan bagaimana tinjauan ekonomi syariah terhadap jual beli online dengan sistem salam sebagaimana dipraktekkan toko online Reyreyolshop Kel. Karang Jaya Kec. Karang Jaya. Faktor pendukung dalam bagaimana praktek jual beli online toko online Reyreyolshop Kel. Karang Jaya Kec. Karang Jaya dan bagaimana tinjauan ekonomi syariah terhadap jual beli online dengan sistem salam sebagaimana dipraktekkan toko online Reyreyolshop Kel. Karang Jaya Kec. Karang Jaya yakni kesediaan pemilik toko online dalam berbagai hal dan konsumen yang kooperatif saat diwawancara demi kelancaran penelitian.
STRATEGI PENYALURAN DANA ZAKAT MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI (STUDI KASUS BAZNAS KABUPATEN MUSI RAWAS)
Saleh, Muhammad
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 2 (2019): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.156 KB)
Dalam memberikan layanan terhadap masyarakat muslim sampai saat ini banyak lembaga zakat dengan lingkup lokal daerahnya masing-masing. Salah satu contohnya adalah berdiri Baznas Kabupaten Musi Rawas. Kinerja lembaga tersebut telah mengalami kemajuan dan menerapkan metode penyaluran dana zakat yang bersifat produktif, khususnya pada orang-orang yang berhak menerima dana zakat (mustahiq) tertentu. Dana tersebut diberikan kepada orang yang berhak dengan akad pinjaman sebagai modal usaha, dengan harapan masyarakat tersebut mampu memiliki penghasilan yang cukup guna memenuhi kebutuhan hidup. Pada Baznas Kabupaten Musi Rawas tentunya mempunyai strategi dalam menentukan orang yang berhak menerima zakat untuk dibina agar ekonomi masyarakat membaik melaui program pemberdayaan ekonomi umat yang ada untuk mensejaterahkan masyarakatat Kabupaten Musi Rawas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan Badan Amil Zakat Nasional dirasakan cukup besar manfaatnya oleh masyarakat. Lembaga ini telah bekerjasama dengan pemerintah dalam menanggulangi masalah sosial dan kemiskinan yang semakin rumit, terutama bagi kaum mustahik, sehingga mampu menumbuh kembangkan masyarakat dengan berjiwa wirausaha yang gigih, professional dan menjadikan mereka sebagai muzzaki.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH (Studi Kasus Pada Bank Mualamat Indonesia Periode 2013-2017)
Ikit;
Anggraini, Dewi
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 2 (2019): Desember, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.834 KB)
Bank syari’ah perlu mengukur kinerja keuangannya agar masyarakat memiliki kepercayaan untuk dapat menjadikan bank syari’ah sebagai mitra usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil penilaian kinerja keuangan BMI periode 2013-2017 berdasarkan Analisis CAMELS serta bagaimana kinerja keuangan pada periode tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena diperoleh dari website resmi BMI berupa laporan rasio keuangan bank. Teknik penilaian kesehatan BMI dilakukan dengan cara menghitung beberapa komponen dari masing-masing faktor yaitu komponen Capital (CAR), Asset (NPF), Earnings (ROA), Liquidity (STM), dan Sensitivity (MR) yang merupakan faktor finansial, sedangkan Management (NOM) merupakan faktor manajemen. Pengelolaan data dari hasil kuantitatif yaitu mencari rasio yang telah diperoleh dari perhitungan masing-masing variabel CAMELS, kemudian menentukan hasil penilaian yang digolongkan menjadi peringkat komposit kesehatan bank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan BMI pada 2013 berada pada peringkat 1 yang berarti bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan, sedangkan pada periode 2014-2017 berada pada peringkat 2 yang berarti bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan namun BMI masih memiliki kelemahan-kelemahan yang minor yang dapat segera selesaikan. Adapun tingkat kesehatan BMI selama 5 tahun yaitu periode 2013-2017 termasuk kategori sehat yang rata-rata peringkat komposit berada pada peringkat 2.
PERAN MEDIA CETAK KORAN DALAM MEMASARKAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (STUDI KASUS PT. WAHANA SEMESTA LINGGAU)
Azhari, Ari
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 1 (2019): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.47 KB)
Lembaga keuangan atau perbankan syariah dalam meningkatkan sebuah pendapatan menjadi salah satu tujuan dari perbankan atau lembaga keuangan itu sendiri. Tercapainya tujuan tersebut ditentukan oleh efisiensi kinerja operasional bank, Operasional bank syariah merupakan perpaduan antara aspek moral dan aspek bisnis yang bertujuan mendapatkan profit dari setiap usahanya serta menghindari bunga, maka sistem yang digunakan adalah bagi hasil yang saling menguntungkan untuk bank dan nasabah serta adanya rasa keadilan diantara keduanya ketika dalam bisnisnya mengalami kerugian. Media cetak merupakan salah satu media massa yang hingga saat ini masih terjaga eksistensinya dan dianggap masih memiliki masa depan cerah karena mampu membangun kedekatan dengan pembaca. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melakukan penelitian yang menghasilkan data desktiptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang- orang dan prilaku yang dapat diamati. Penelitian deskriftif kualitatif diuraikan dengan kata-kata menurut pendapat responden, apa adanya sesuai dengan kata-kata yang melatar belakangi responden. Setelah di adakan penelitian secara umum, pemasaran melalui media cetak yang di lakukan lembaga keuangan syariah cukuf efektif untuk menarik minat nasabah menabung di lembaga keuangan syariah .
IMPLEMENTASI ZAKAT PROFESI DI KOTA LUBUKLINGGAU (Studi Kasus Baznas Kota Lubuklinggau)
Artiyanto
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 1 (2019): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.308 KB)
Penelitian ini berusaha menggali implementasi zakat profesi di Kota Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknis analisis kualitatif. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi zakat profesi di Badan Amil Zakat Nasional Kota Lubuklinggau dapat berjalan dengan lancar karena telah disosialisasikan kepada masyarakat beserta lembaga/institusi yang dilakukan dengan metode yang bervariatif, dan hasilnya sudah meningkat. Hal ini dapat dilihat dari data zakat profesi yang mengalami peningkatan tiap tahunnya dari 2010 sampai dengan 2019. Badan Amil Zakat Nasional Kota Lubuklinggau sudah membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ), Unit Pengumpulan Zakat sebagai kaki tangan dari Baznas untuk mengumpulkan semua dana zakat profesi yang kemudian di transferkan ke rekening Badan Amil Zakat Nasional Kota Lubuklinggau, bank ini diberi kepercayaan untuk menyimpan semua hasil pembayaran zakat profesi dan kemudian akan melaporkan penyimpanan tersebut kepada kepala Badan Amil Zakat Nasional Kota Lubuklinggau.
PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAMMENINGKATKAN KINERJA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA LUBUKLINGGAU
Niffilayani, Anita
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 1 (2019): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.436 KB)
BAZNAS Kota Lubuklinggau merupakan salah satu badan amil zakat yang amanah dan profesional dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keahlian, dan kehidupan beragama dan ingin mewujudkan lembaga nirlaba yang terpercaya berskala global didukung dengan sistem dan manajemen yang professional. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa TrasnparancyBaznas Kota Lubuklinggau mempunyai dua sistem. Dengan sistem transferdan datang langsung ke Baznas Kota Lubuklinggau ini biasanya dilakukan oleh muzakki yang tempat tinggal nya dekat dengan kantor Baznas Kota Lubuklinggau. Accountability Baznas Kota Lubuklinggau juga miliki kode etik dan perilaku hanya saja masih dalam tahap perbaikan. Diantaranya adalah: Bekerja dengan ikhlas, berhati bersih dan berfikiran lapang, melayani dengan sepenuh hati kepada muzakki dan mustahik, memiliki jiwa sosial empati dan peduli terhadap penderitaan orang lain. Transparan dan akuntabel. Responsibility meliputi dua aspek yaitu: Responsif terhadap muzakki, Responsif terhadap mustahik, Independency. Selama Baznas Kota Lubuklinggau berdiri, lembaga ini mempunyai prinsip yang sama, yakni tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam hal penentuan kebijakan program, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan programnya. Fairness, Baznas Kota Lubuklinggau juga sudah memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan lebih kepada muzakki untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan Baznas Kota Lubuklinggau secara langsung mendatangi kantor Baznas Kota Lubuklinggau untuk sekalian berzakat.
ANALISIS SISTEM LELANG BARANG JAMINAN GADAI (Studi Kasus Pegadaian Syari’ah Taba Jemekeh Kota Lubuklinggau)
Hamidah, Nur
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 1 (2019): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.164 KB)
Pegadaian Syariah Lubuklinggau terdapat beberapa masalah dalam analisis pelelangan barang jaminan gadai antara lain: beberapa orang tidak bisa membayar barangnya untuk kembali yang mengakibatkan barang gadai harus berpindah tangan harus menjadi milik pegadaian tersebut. dan banyak pelanggan yang memiliki yang sama dengan orang-orang. Jika hal ini terjadi, maka gudang penyimpanan pegadian tertentu akan penuh sesak dengan barang jaminan yang tidak bisa ditebus kembali. Adapun rumusan masalah dalam penulisan yaitu sebagai berikut: Bagaimana sistem pelaksanaan lelang di pegadian syariah Lubuklinggau, Bagaiaman implementasi lelang barang jaminan gadai di pegadian syariah Lubuklinggau dalam tinjuan hukum Islam. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Data penulis peroleh dengan melakukan penelitian langsung ke lapangan (field reseach) yaitu di Pegadian Syariah Lubuklinggau melalui wawancara (interview) serta dokumentasi dan observasi. Hasil penlitian yaitu lelang dilaksanakan perum pegadaian harus memberitahukan terlebih dahulu kepada debitur yang melakukan tindak wanprsetasi melalui peringatan lisan, tertulis atau pendekatan persuasif yaitu mendatangi nasabah bahwa barang jaminannya akan dilelang. Pelaksanaan lelang yang dilakukan pegadaian syariah cabang Lubuklinggau dengan metode terbuka di depan umum.
PERAN DANA DESA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DITINJAU DARI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Kasus Desa Air Beliti Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas)
Ningsih, Susi
IQTISHADUNA Vol. 2 No. 1 (2019): Juni, Jurnal Iqtishaduna: Economic Doctrine
Publisher : Lembaga Pengembangan Keilmuan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M), Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.904 KB)
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat yang karena ke tidak mampuan nya baik karena faktor internal maupun eksternal. Pemberdayaan masyarakat kini telah menjadi agenda penting pemerintah, terutama sebagai kelanjutan dari kegagalan konsep pembangunan masa lalu. Tidak hanya pemerintah, tapi dunia usaha juga memiliki program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat, (Corporat Social Responsibility/CSR). Dengan adanya dana desa ini, diharapkan agar dapat membantu masyarakat dalam segi kebutuhan, pembangunan sarana dan prasarana, serta dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal yang didasarkan atas kondisi dan potensi desa. Namun, pengelolaan dana Desa Air Beliti, Kec Tuah Negeri Kab. Musi Rawas dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat belum dapat terwujud karna pemerintah desa masih terfokus dalam pembangunan infrastruktur desa.