Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 1 (2024)"
:
8 Documents
clear
DAKWAH KH. SA’ADIH AL-BATAWI MELALUI MEDIA KHALWAT DI MAJELIS DZIKIR AS-SAMAWAAT ALMALIKI DESA KOHOD KECAMATAN PAKUHAJI KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN
muhamad aziz musbihin
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.5498
K.H Sa’adih Al-Batawi mengabdikan dirinya untuk berdakwah untuk menyampaikan pesan ajaran Islam kepada masyarakat khususnya daerah perkotaan . Hal ini dikarenakan keresahannya terhadap masyarakat yang minim sekali ajaran mengenai agama Islam, oleh karena itu ia mendirikan sebuah Majelis Dzikir sebagai fasilitas tempat untuk ia berdakwah, yang diberi nama Majelis Dzikir as-Samawaat alMaliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dakwah K.H Sa’adih Al-Batawi melalui media Khalwat di Majelis Dzikir as-Samawaat Al-Maliki Ds. Kohod Kec. Pakuhaji Kab. Tangerang Prov. Banten dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode Penelitian ini merupakan penelitian studi tokoh. Data dalam penelitian ini merupakan data kualitatif yang berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan domunentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode kualitatif deskriptif dengan mereduksi dan menyajikan data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian Dakwah K.H Sa’adih Al-Batawi melalui Media Khalwat terbaagi menjadi dua macam pelaksanaanya, yaitu: 1) pelaksanaan dakwah khalwat secara lahir 2) pelaksanaan dakwah khalwat secara batin. Kata Kunci: Dakwah, Khalwat, Majelis Dzikir
PENGARUH MOTIF MENONTON KONTEN HUSAIN BASYAIBAN PADA MEDIA TIKTOK TERHADAP KEPUASAN KHALAYAK
Abdillah Rakinten
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.5687
Dengan perkembangan waktu, banyak content creator kini menyajikan konten dakwah melalui media sosial mereka, berasal dari berbagai latar belakang, baik itu pemuka agama maupun masyarakat umum. Salah satu di antara mereka adalah Husain Basyaiban, yang memiliki lebih dari 5,5 juta pengikut di media sosial. Seorang pemuda berusia 20 tahun, Husain dikenal karena konsistensinya dalam menghasilkan konten dakwah, terutama yang berkaitan dengan permasalahan remaja dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Pengaruh Motif Menonton Konten Husain Basyaiban di TikTok terhadap Kepuasan Penonton. Rancangan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode probability sampling dan teknik penentuan sampel proportionate random sampling. Populasi penelitian mencakup seluruh pengikut Husain Basyaiban di TikTok, dengan ukuran sampel 200 responden. Analisis data meliputi Analisis Deskriptif dan Analisis Kuantitatif dengan menggunakan teknik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Motif Menonton Konten Dakwah Husain Basyaiban di TikTok terhadap Kepuasan Penonton. Indikator Motif Identitas Pribadi memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap kepuasan penonton yang menonton konten dakwah Husain Basyaiban di TikTok, sementara Indikator Motif Integritas dan Interaksi Sosial memiliki pengaruh yang lebih rendah.
STRATEGI BIMBINGAN KELOMPOK MASYARAKAT MELALUI PERAN PENYULUHAN MEDIA ISLAM DALAM KEGIATAN KULTUM MENJELANG IFTAR PADA BULAN RAMADHAN
Duwi Mila;
Muhammad Rifa'i Subhi
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.5700
Kultum activities leading up to iftar in the month of Ramadhan are an important moment in the lives of Muslim communities, which are often supported by the use of Islamic media as a means of religious outreach. However, the effectiveness of the group guidance strategy through Islamic media outreach in this activity still needs to be further evaluated. This research aims to evaluate the effectiveness of group guidance strategies through Islamic media counseling in cultural activities leading up to iftar, with a focus on increasing understanding, changing behavior and congregation satisfaction. This research uses a qualitative literature study approach. The evaluation shows that the group guidance strategy through Islamic media counseling in cultural activities leading up to iftar has a significant impact in increasing religious understanding, strengthening spiritual values, and producing positive behavioral changes in the Muslim community. Factors such as content quality, interaction between instructors and congregations, and social and cultural context play an important role in determining the effectiveness of this strategy. By paying attention to these aspects, this strategy can be an effective instrument in increasing the faith and quality of life of Muslim communities during the month of Ramadhan.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEGAWAI DALAM MELAYANANI PEMBUATAN KARTU KUNING KEPADA CALON TENAGA KERJA BARU PADA DINAS TENAGA KERJA KOTA BANDAR LAMPUNG
Mike Meiranti
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.5809
Komunikasi interpersonal merupakan bentuk komunikasi konvensional yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi dua arah yang bertujuan memberi informasi serta proses pelayanan dalam sistem di dunia kerja. Pelayanan publik ialah suatu fungsi fundamental yang harus diemban pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah. Mengingat fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang baik dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas suatu pelayanan publik dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor kemampuan dan motivasi pegawai dalam melaksanakan pelayanan publik. Disnakertrans sebagai sebuah instansi pelayanan masyarakat dalam bidang kependudukan, harus selalu meningkatkan mutu pelayanannya dari waktu ke waktu agar tetap dipercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat di bidang kependudukan. Pembuatan ak.1 (kartu kuning) ini dapat berfungsi untuk mendata jumlah para pencari kerja di bandar lampung. Ak.1 (kartu kuning) merupakan kartu tanda pencari kerja yang dijadikan salah satu syarat untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan atau instansi baik di negeri atau swasta.
KOMUNIKASI BUDAYA DALAM PERSPEKTIF EKOKRITIK SASTRA ATAS SASTRA LISAN TERNATE
Siti Nur Alfia Abdullah
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.5861
Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, diperlukan sebuah media yang berbasis pada budaya yang melekat erat pada masyarakat, terutama masyarakat Ternate. Kultur masyarakat Ternate, mereka memiliki local wisdom dalam ruang lingkup sastra lisan Ternate. Penelitian ini dibangun untuk bahan edukasi masyarakat dengan mengusung eko-kritik sastra yang ada pada sastra lisan Ternate. Penulis kemudian mengklasifikasi beberapa rumusan masalah yakni: (1) mengeksplorasi tentang sastra lisan Ternate dalam beberapa bentuk; (2) menerapkan penggunaan teori ecocriticism dalam sastra lisan Ternate; (3) konsep pendidikan lingkungan pada sastra lisan Ternate. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa studi ekologi sastra di Indonesia harus dipelajari lebih intensif dan lebih jauh didorong untuk membangkitkan minat dalam studi sastra interdisipliner pada karya sastra ekologis. Dalam hal ini, sastra lisan Ternate secara nuansa imajiner bisa diklasifkasikan atau digolongkan kepada salah satu sastra hijau. Di mana, dalam sastra lisan Ternate tersebut membahas nuansa alam yang dijadikan sebagai gambaran kehiduapan berbudaya dan religiusitas masyarakat Ternate dengan keragaman etnis dan budaya telah memiliki pengetahuan-pengetahuan lokal (Kearifan lokal) yang ada sejak dahulu.
IMPLIKASI KOMUNIKASI ANTAR AGAMA DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI PADA TRADISI NGABEN PURA DALEM ARSANA PAGESANGAN BARAT KOTA MATARAMA
dayu sakbaniah;
Dian Ferdinawan;
Nurbaiti;
Siti Nurul Yaqinah
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.6071
This study is intended to find the implications of interfaith communication, community response, and communication barriers in the Ngaben tradition at Pura Dalem Arsana, West Pageangan, Mataram City, in increasing tolerance. The method used in the study was descriptive qualitative, with data obtained through non-participant observation, as well as in-depth interviews with 11 key informants, along with other supporting data related to this study. The results showed that the implications of interfaith communication carried out in the Ngaben tradition were based on positive and negative responses and internal and external obstacles in the communication process. In fact, one of the benefits of the process can increase tolerance between religious communities.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA DAKWAH OLEH SANTRI PROGRAM MAHASISWA PONDOK PESANTREN PUTRI AISYIYAH IMADUL BILAD KOTA METRO
Yunia;
Muhammad Nur
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.6217
Media sosial termasuk instagram yang sekarang sudah banyak penggunanya termasuk digunakan para santri Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro dalam memanfaatkan instagram sebagai media dakwah, sangat mempermudah bagi mereka unruk mengakses pesan dakwah. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana santri Imadul Bilad memenafaatkan media sosial instagram mereka sebagai media dakwah. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pemanfaatan media sosial instagram sebagai media dakwah di Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad dapat disimpulkan bahwa menggunakan media sosial instagram adalah salah satu efektivitas untuk berdakwah di jaman yang sekarang modern ini. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu yang bertujuan untuk menggambarkan dan meringkas fenomena atau kondisi yang ada. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Dengan sampel yang di ambil dari santri Pondok Pesantren Putri Aisyiyah Imadul Bilad yaitu dari semester satu sampai delapan yang berjumlah sepuluh orang.
MODEL DAKWAH BIL HIKMAH ASATIDZ DI PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH AT-TANWIR KOTA METRO TAHUN 2022
Wahyu;
Muhammad Samson Fajar
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i1.6223
Islam merupakan Agama terakhir yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw, unruk membina ummat manusia agar berpegang teguh kepada ajaran Agama Islam yang benar dan diridhoi-Nya kemudian untuk mencapai kebahagiaan yang ada di dunia maupun kebahagiaan yang ada di akhirat. Maju atau mundurnya ummat Islam tergantung dengan cara kita dalam berdakwah yang dilakukan ummat muslim. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian tentang Model Dakwah Bil-Hikmah Asatidz di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tanwir Kota Metro Tahun 2022 menunjukkan bahwa para asatidz landasan dakwah menurut Al-Qur’an dan As Sunnah, sehingga dalam penyampaian dakwah tidak melenceng dengan syariat Allah swt, dan turut andil mencontohkan perbuatan yang baik sehingga dengan begitu para santri akan mengikuti melihat dengan nyata perbuatan yang benar sehingga dalam menyampaikan dakwah para santri pun bisa dapat mudah untuk menerima dakwah tersebut.