cover
Contact Name
Yulia Nurendah
Contact Email
lia_niceone@yahoo.com
Phone
+622518337733
Journal Mail Official
redaksi.jabkes@gmail.com
Editorial Address
Kampus Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Jalan Ranggagading No. 1 Kampung Gudang, Bogor Tengah Bogor 16123
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan
ISSN : 28076036     EISSN : 28076036     DOI : https://doi.org/10.37641/jabkes
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan disingkat JABKES merupakan Jurnal yang mempublikasikan karya ilmiah dalam bidang bisnis terapan dalam arti luas. Dikelola oleh Progam Vokasi dan LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan. Terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember.
Articles 244 Documents
Tinjauan Atas Layanan E – Banking Dalam Meningkatkan Kepuasan Nasabah PT. Bank BUMN Kantor Cabang Pajajaran Bogor Yasicha Dwi Hafizhah; Edy Safni Rosa
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1493

Abstract

Layanan merupakan suatu tindakan yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lainnya denan tujuan membantu serta memenuhi kebutuhan pihak lain secara sukarela. Selain itu dengan layanan dapat memberikan kepuasan pada pihak – pihak tertentu karena kebutuhannya telah dipenuhi dengan baik. Pengertian mendasar dari layanan E – Banking mencakup dengan kesesuaian sistem yang diberikan dengan kebutuhan para nasabah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui layanan E – Banking yang diberikan dalam rangka meningkatkan kepuasan nasabah pada PT Bank BUMN Kantor Cabang Pajajaran Bogor. Untuk Mencapai sasaran penelitian yang jelas penulis merumuskan permasalahan mengenai produk E – Banking yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa PT Bank BUMN telah memberikan layanan E – Banking yang cukup baik dan memenuhi kebutuhan para nasabahnya dengan baik. Keywords : layanan E – Banking, kepuasan nasabah
Tinjauan Atas Penjualan dan Pendapatan Sales PT Rohto Laboratories Indonesia Pada Supermarket Yogya Cimanggu Uning Widiastuti; Aang Munawar
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1494

Abstract

Sales is the activity or business of selling products or services. In the process of selling, the seller or provider of goods and services gives ownership of a commodity to the buyer for a certain price. Revenue is the ability of a company to finance all costs and operations are strongly influenced by its income. The higher the income received, the greater the company's ability to finance all its expenses and activities. Revenue is obtained from various sources, one of which is sales. Sales made include sales procedures within the company. The purpose of this study was to determine the sales procedures of PT Rohto Laboratories Indonesia at Yogya Cimanggu, to see the suitability of the sales procedures carried out and to know the revenue receipt system. The results of the evaluation in the review that the authors carried out showed that the sales procedures of PT Rohto Laboratories Indonesia at Yogya Cimanggu and the revenue receipt system for Yogya Cimanggu's sales at PT Rohto Laboratories Indonesia had run well in accordance with the applicable procedures. Keywords : Sales Procedures, Revenue
Siklus Pengelolaan Keuangan Desa: Dari Perencanaan Sampai Pelaporan Laelasari Laelasari; Suwarno Suwarno
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1495

Abstract

Pengelolaan keuangan desa adalah hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu yang memiliki nilai uang dan ada dalam bentuk uang dan barang memenuhi kewajiban hak desa. Siklus pengelolaan keuangan desa adalah kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan sampai pada pertanggungjawaban laporan realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja desa selama satu tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme pengelolaan keuangan desa yang baik dari perencanaan s.d. pelaporan dan apakah Desa Sukaraja telah melaksanakan pengelolaan keuangan desa sesuai dengan mekanisme pengelolaan keuangan desa yang baik. Hasil penelitian menunjukan dari 6 tahapan, 13 kriteria dan 43 sub kriteria yang digunakan, terdapat 41 sub kriteria sudah dilaksanakan dengan baik, dan 2 sub kriteria yang tidak terealisasi dikarenakan Desa Sukaraja tidak membuat Rencana Kegiatan Kerja yang mengakibatkan rencana kegiatan tidak terlaksana dengan baik dan akhirnya tertunda, dan tidak dibuatnya buku pembantu pajak mengakibatkan desa tidak mengetahui dengan jelas berapa pajak yang dipungut dan dilaporkan sehingga pelaporan pertanggungjawaban menjadi tertunda. Selain itu masih ada beberapa kendala dalam pelaporan desa diantaranya bukti pembayaran yang tidak langsung dilaporkan dan akhirnya hilang, pengumpulan KTP pekerja yang tidak lengkap, dan banyaknya kegiatan dan akhirnya tertunda. Keyword : Keuangan Desa, Pengelolaan Keuangan Desa, Siklus Pengelolaan Keuangan Desa
Tinjauan atas Pengakuan, Pencatatan dan Pelaporan Pendapatan Berdasarkan PSAK 72 pada PT ABC Novianda Tiara Putri; Sudradjat Sudradjat
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1496

Abstract

Pendapatan merupakan salah satu komponen penting di dalam laporan keuangan, di mana pendapatan adalah indikator pembentuk laba yang dihasilkan perusahaan dalam suatu periode. Pendapatan yang diperoleh perusahaan akan disajikan pada laporan laba rugi di akhir periode akuntansi untuk melihat besarnya keuntungan maupun kerugian yang diperoleh perusahaan. Perusahaan harus melaporkan pendapatan secara wajar untuk menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal dan akurat untuk digunakan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Oleh karena itu, proses pengakuan, pencatatan serta pengungkapan pendapatan pada laporan keuangan sudah sewajarnya dilakukan dengan benar berdasarkan prinsip atau pedoman yang berlaku. Di Indonesia sendiri, standar akuntansi yang umum digunakan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Prinsip mengenai pengakuan, pencatatan dan pengukuran pendapatan diatur dalam PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2020. PSAK 72 menggantikan PSAK 23: Pendapatan yang berlaku sebelumnya. PSAK 72 mensyaratkan entitas untuk mengakui pendapatan dalam 5 tahap sebagai berikut: (1) mengidentifikasi kontrak; (2) mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan; (3) menentukan harga transaksi; (4) mengalokasikan harga transaksi terhadap kewajiban pelaksanaan; dan (5) mengakui pendapatan pada saat entitas memenuhi kewajiban pelaksanaannya. Tujuan penyusunan tugas akhir ini adalah untuk mengevaluasi penerapan PSAK 72 dalam pengakuan dan pencatatan pendapatan pada sebuah perusahaan yang memperoleh pendapatannya dari kegiatan operasional utama berupa perdagangan barang dan pelayanan jasa. Penulis melakukan penelitian di PT ABC yang berlokasi di Mangga Dua Mall, Kota Adm. Jakarta Pusat, DKI Jakarta. PT ABC adalah perusahaan yang melakukan perdagangan besar komputer dan piranti lunak komputer, penjualan eceran komputer dan piranti lunak komputer serta melayani juga jasa instalasi komputer maupun piranti lunak komputer. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa dalam proses pengakuan dan pencatatan pendapatan pada PT ABC terdapat beberapa kesesuaian dan ketidaksesuaian dengan prinsip yang ada pada PSAK 72. Kesesuaian tersebut berkaitan dengan identifikasi kontrak, menentukan harga transaksi dan mengalokasikan harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan serta pengakuan pendapatan setelah entitas memenuhi kewajiban pelaksanaannya pada suatu titik waktu. Sementara itu, ketidaksesuaian yang ada disebabkan karena perusahaan belum melakukan pemisahan terhadap pendapatan atas penjualan barang dengan pendapatan atas pelayanan jasa, sehingga akun penjualan yang disajikan pada laporan laba rugi tidak menunjukkan jumlah penjualan barang yang sebenarnya melainkan juga terdapat jumlah yang ditagihkan atas pelayanan jasa yang dilakukan. Kata kunci: pengakuan pendapatan, PSAK 72
Tinjauan Atas Prosedur Penerimaan Pajak Restoran Dan Konstribusinya Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor Anisya Putri Amelia; Kusuma Dewi
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1497

Abstract

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah diantaranya berasal dari Pajak Daerah, salah satunya yaitu Pajak Restoran. Sistem pemungutan pajak restoran menggunakan self-assessment system, dimana wajib pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak terutang. Proses penerimaan dan Pengawasan Pajak di kota Bogor merupakan tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah kota Bogor agar dapat menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bogor dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kota Bogor. Tujuan dari pembahasan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana prosedur penerimaan pajak restoran di kota Bogor, serta seberapa besar kontribusi Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bogor Hasil akhir pembahasan menunjukan bahwa saat ini proses pembayaran Pajak Daerah sudah menggunakan sistem online yang telah disediakan oleh Badan Pendapatan Daerah kota Bogor, sehingga para wajib pajak dapat dengan mudah mengaksesnya. Lalu, kontribusi Pajak Daerah khususnya Pajak Restoran di kota Bogor terhadap Pendapatan Asli Daerah kota Bogor cenderung fluktuatif, namun Pajak restoran menyumbangkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah tertinggi ke-3 setelah pajak BPHTB dan pajak PBB Kata Kunci : Pajak Daerah, Pajak Restoran, Pendapatan Asli Daerah.
Tinjauan Atas Prosedur Kredit Modal Kerja Kepada Nasabah PERUMDA BPR Bank Kota Bogor Atala Paramita; Nusa Muktiadji
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 3 (2022): JABKES Edisi Desember 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i3.1498

Abstract

PERUMDA BPR Bank Kota Bogor, merupakan bank milik pemerintah daerah yang memiliki tugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat lain yang kekurangan dana. Penyaluran dana dilakukan oleh bank melalui produk kredit. Ada beberapa jenis produk kredit bank, salah satunya adalah Kredit Modal Kerja. Bank menyalurkan kredit modal kerja kepada suatu perusahaan atau badan usaha bertujuan agar perusahaan atau badan usaha yang didanai oleh bank dapat menjalankan usahanya dengan baik karena tercukupinya dana kebutuhan operasional perusahaan. Namun dalam memberikan kredit modal kerja bank memiliki beberapa risiko, oleh karena itu sebelum memutuskan untuk memberikan kredit modal kerja pada suatu perusahaan atau badan usaha, bank harus melaksanakan prosedur pemberian kredit modal kerja sesuai dengan SOP yang berlaku yang disertai dengan melakukan beberapa analisa pemberian kredit. Adapun prosedur yang sesuai SOP dan analisa tersebut yaitu, menerima berkas permohonan kredit calon debitur, melakukan survei, melaksanakan tahap pengumpulan dan verifikasi berkas, menerapkan analisa 6C untuk meminimalisir terjadinya risiko eksternal yang disebabkan oleh nasabah, dan melakukan analisa manajemen risiko untuk mengetahui risiko dari internal bank pada saat memberikan kredit, hingga berakhir pada tahapan dokumentasi dan administrasi pencairan kredit. Kata Kunci : BPR, Kredit Modal Kerja, Prosedur.
Tinjauan Atas Brand Activation Pada PT Hanwha Life Indonesia Ilham Shiddiq Permana; Morita Morita
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1499

Abstract

Upaya perusahaan asuransi dalam rangka menarik minat konsumen, melakukan berbagai macam perbaika dalam pelayanan. Namun, tidak semua masyarakat mengenal tentang asuransi untuk itu diperlukan pendekatan secara terus menerus terhadap konsumen. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan unutuk mendekati konsumen salah satunya adalah kegiatan aktivasi merek (brand activation). Aktivasi merek merupakan cara brand/perusahaan dalam memasarkan produk/jasa yang menyangkut segala tentang merek kepada konsumen dengan beberapa cara yang bersifat experential. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk penerapan Brand activation pada PT. HANWHA LIFE INDONESIA, hambatan dalam penerapan brand activation dan cara menghadapi persaingan antar perusahaan asuransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1). Bagaimana bentuk penerapan Brand activation pada PT. HANWHA LIFE INDONESIA. 2). Hambatan apa yang dihadapi dalam penerapan Brand activation pada PT. HANWHA LIFE INDONESIA 3). Bagaimana cara menghadapi kendala persaingan pada PT. HANWHA LIFE INDONESIA Hasil penelitian pada PT. HANWHA LIFE INDONESIA terdapat beberapa bentuk penerapan yang dilakukan berdasarkan jenis – jenis Brand activation seperti (Direct marketing activation, Social media activation, Promotions activation, Marketing event activation, Sponsorship activation).
Tinjauan Atas Social Media Marketing Mitra KARTARA pada PT. Solusi Media Ravel Teknologi Eriesa Eriesa; Yulia Nurendah
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1500

Abstract

Di zaman digital ini, media berbasis internet menjadi pilihan alat komunikasi. Masyarakat Indonesia rata-rata menggunakan internet melalui perangkat elektronik adalah 8 jam, 52 menit setiap harinya, dan tercatat rata-rata waktu menggunakan media sosial hingga 3 jam, 41 menit. Platform digital memberikan banyak pilihan kepada konsumen, sehingga mendorong adanya winners takes all. Informasi yang tersebar di media sosial mendorong banyak perusahaan di Indonesia baik perusahaan kecil atau besar, berlomba-lomba untuk menyesuaikan kondisi pasar yang beralih ke digital. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan, yaitu untuk mengetahui : 1) penerapan social media marketing Mitra KARTARA pada PT. Solusi Media Ravel Teknologi; 2) kendala dalam penerapan social media marketing Mitra KARTARA pada PT. Solusi Media Ravel Teknologi; 3) cara mengatasi kendala dalam penerapan social media marketing Mitra KARTARA tersebut. Adapun hasil penulisan Tugas Akhir ini, yaitu : 1) Penerapan social media marketing diantaranya menggunakan strategi follow un follow dan membuat skema konten dan memanfaatkan fitur jadwal pada media sosial; 2) Kendala yang terjadi dalam penerapan social media marketing, diantaranya lambatnya respon yang didapat dari UKM dan UMKM target setelah dikirimkannya broadcast; 3) Solusi yang sudah dijalankan perusahaan diantaranya lebih aktif dalam menawarkan kerja sama dan follow up pada perusahaan atau UKM yang telah dikirimi pesan. Kata Kunci : internet, social media marketing, digital, media sosial, konten.
Tinjauan Atas Produk Jasa Layanan Perbankan Melalui Kemitraan Agen 46 Pada PT Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Cibinong Amalia Zaenab; Yoyon Supriadi
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 2 (2022): JABKES Edisi Agustus 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i2.1501

Abstract

Agen46 merupakan produk keagenan laku pandai milik PT Bank Negara Indonesia Tbk. Agen46 dibentuk pada tahun 2015 dengan konsep branchless banking sebagai upaya mendukung program pemerintah yaitu program Keuangan Inklusif. Berbagai produk jasa layanan perbankan dapat ditemukan pada Agen46 agar masyarakat mendapat akses untuk merasakan layanan perbankan tanpa harus datang ke kantor bank. Maksud dan tujuan pembahasan ini yaitu: 1) Mengetahui apa saja produk jasa layanan perbankan yang ada pada Agen46, 2) Mengetahui keunggulan dari layanan dari Agen46, 3) Mengetahui manfaat dari keberadaan Agen46 bagi para nasabah, mitra agen, dan PT Bank Negara Indonesia 4) Mengetahui kendala yang ditemukan dari layanan perbankan melalui Agen46. 5) Mengetahui cara mengatasi kendala yang ditemukan dalam pelayanan perbankan melalui Agen46. Hasil pembahasan dalam tinjauan menunjukkan bahwa produk jasa layanan perbankan yang ada pada Agen46 sudah sesuai dengan peraturan OJK dan ketentuan yang ditetapkan oleh PT BNI. Dalam memberikan jasa layanan perbankan melalui Agen46 masih ditemukan beberapa kendala. Namun kendala-kendala yang ditemukan tersebut dapat diatasi atas kerja sama antara Agen46 dengan pihak BNI melalui perantara ABB. Sehingga, PT Bank Negara Indonesia dapat memberikan jasa layanan yang baik kepada masyarakat melalui perantara Agen46. Kata Kunci: Produk jasa layanan, Agen46.
Tinjauan Marketing Engagement pada Rainbow Hills Golf Club Mutya Fauziah; Tubagus Dicky Faldy Syahid Noor; Sujana Sujana
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 3 (2022): JABKES Edisi Desember 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i3.1503

Abstract

Marketing Engagement merupakan kegiatan pemasaran pada suatu perusahaan yang sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup perusahaan di era digital seperti saat ini, terutama pada perusahaan hospitality karena Marketing Engagement sangat di butuhkan untuk mencapai tujuan dan target penjualan. Rainbow Hills Golf merupakan sebuah perusahaan dalam bidang hospitality khususnya bergerak di bidang olahraga golf. Marketing Engagement pastinya tidak lepas dari proses penawaran jasa yang mencakup Visibilitas, Atraction, Interest, Relationship, hingga Commitment. Sehingga timbul kendala yang tak terduga pada proses penjualan sebuah perusahaan. Tujuan dari pembahasan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan Marketing Engagement oleh Rainbow Hills Golf Club, bagaimana kendala yang timbul dalam proses Marketing Engagement, serta upaya yang dilakukan untuk menangani kendala dalam penerapan Marketing Engagement pada Rainbow Hills Golf Club. Hasil pembahasan menunjukan bahwa proses Marketing Engagement sudah berjalan dengan baik, sehingga mempengaruhi volume penjualan Rainbow Hills Golf Club yang meningkat tiap tahunnya. namun terdapat beberapa kendala seperti kekeliruan penyampaian terhadap player, harga yang di tawarkan terlalu mahal. Kata Kunci : Marketing Engagement, Penerapan, Rainbow Hills Golf Club.

Page 8 of 25 | Total Record : 244