cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): September" : 21 Documents clear
PENGEMBANGAN FASILITAS UNIVERSITAS PANCA BHAKTI PONTIANAK Abuyahman, Ridho Fajar
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.737 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13040

Abstract

Universitas Panca Bhakti ingin mengembangkan peranannya dalam perguruan tinggi yang lebih kompetitif dengan melaksanakan pembukaan program studi baru, dengan dibukanya program studi baru tersebut maka diharapkan dapat menghadapi perkembangan sumber daya yang setiap tahun semakin meningkat. Untuk mendukung terlaksananya progran studi baru tersebut maka diperlukan rancangan pengembangan Universitas salah satunya penambahan fasilitas  sarana-prasarana. dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perkembangan kampus. Fasilitas pendukung kampus tersebut dapat meningkatkan kinerja serta kenyamanan kegiatan yang terjadi di area kampus, fasilitas-fasilitas yang belum tersedia tersebut salah satunya belum tersedianya fasilitas belajar bersama yang dapat membawa suasana kebersamaan dalam belajar. Kondisi tapak (site) juga menjadi suatu permasalahan, tapak yang dimiliki Universitas Panca Bhakti ini terletak tepat di tepian muara sungai kapuas sehingga muara sungai tersebut dapat menajdi potensi yang juga dapat menjadi ciri khas serta identitas kampus Universitas Panca Bhakti. Analisis yang perlu ditekankan ialah analisis pelaku yaitu mahasiswa dan warga sekitar kemudian analisis bentuk bangunan lama dan analisis potensi site yang berada di tepi sungai, dari analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsep yang dapat diterapkan pada pengembangn fasilitas ini ialah gedung kelas yang menjadi satu kawasan dan terletak ditepian sungai sebagai pemanfaatan potensi, dan diberikan ruang komunal sebagai wadah mahasiswa berkomunikasi.   Kata kunci: Pengembangan, Fasilitas, Universitas Panca Bhakti
Mixed-Use Building di Kota Pontianak Suryajaya, Albert
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.744 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.11973

Abstract

Manusia memiliki berbagai kebutuhan hidup, contohnya tempat tinggal, tempat kerja, dan tempat berbelanja. Keanekaragaman kebutuhan tersebut berpengaruh pada kebutuhan ruang untuk beraktivitas. Demi meningkatkan efisiensi kebutuhan-kebutuhan tersebut, dibutuhkan ruang yang mampu mewadahi beberapa fungsi sekaligus. Perancangan mixed-use building menjadi upaya dalam menyatukan beberapa fungsi sekaligus dalam satu bangunan. Tema perancangan mixed-use building ini adalah TOWN (Tower of Woods and Necessity). Perancangan mixed-use building mempertimbangkan kebutuhan ruang yang dirancang, lingkungan sekitar, serta pengguna bangunan. Perancangan mixed-use building bertujuan untuk menyediakan ruang yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia serta memberi kenyamanan bagi pengguna. Mixed-use building dirancang dalam bentuk bangunan vertikal yang menyatukan bangunan, kebutuhan manusia, serta ruang hijau sebagai upaya mendukung perkembangan suatu kota. Perancangan mixed-use building ini menggunakan bentuk bangunan berbentuk podium dengan fungsi pusat perbelanjaan dan dua tower dengan fungsi hunian vertikal dan kantor sewa. Fasade podium bangunan memanfaatkan secondary skin untuk meningkatkan luas permukaan bidang dinding, sedangkan pada tower menggunakan kantilever-kantilever yang berfungsi sebagai ruang hijau sekaligus pelindung radiasi panas. Fungsi hunian dan komersial pada bangunan menjadi alasan perancangan bangunan dengan luas bersih yang dirancang secara maksimal, demi meningkatkan prospek ekonomi bangunan. Bangunan dirancang dengan ketersediaan infrastruktur utilitas sebagai pendukung kebutuhan manusia dengan desain yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.   Kata kunci: Mixed-Use Building, Penyatuan Fungsi, Bangunan Vertikal
RESORT DI PANTAI KURA-KURA BENGKAYANG Syafitri, Ega
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.092 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13571

Abstract

Resort adalah suatu perubahan tempat tinggal untuk sementara bagi seseorang di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Berdasarkan letak resort berada di kawasan objek wisata bisa di pegunungan, tepi pantai, puncak gunung dan tepi danau. Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi pariwisata yang cukup besar, didukung dengan kondisi alam yang dapat menarik wisatawan datang. Pantai Kura-Kura merupakan salah satu objek wisata pantai yang ada di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Wisata merupakan kebutuhan seseorang yang ingin berekreasi, adanya kebutuhan tersebut maka diperlukannya suatu tempat wisata yang dilengkap dalam satu kawasan. Tujuan dari penulisan ini yaitu membuat desain perancangan resort yang mempertimbangkan potensi alam yang ada di lokasi. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data terkait lokasi dan survei lapangan, kemudian data yang diperoleh akan dianalisis berdasarkan teori yang ada. Potensi alam yang ada merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik utama. Resort dengan konsep alam ini membuat suasana kawasan menjadi alami yang berbeda dengan perkotaan. Konsep di terapkan di semua aspek dari perletakan bangunan, pertimbangan kontur, pemandangan yang akan diperoleh masing-masing bangunan, keadaan alam serta potensi alam yang ada. Penerapan konsep ini diharapkan mampu menyatu dengan alam Pantai Kura-Kura sehinga menjadi daya tarik wisata.   Kata kunci: Perancangan, Resort, Pantai Kura-Kura
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KOTA PONTIANAK Wulandari, Tri
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.408 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12848

Abstract

Kesehatan merupakan faktor yang paling utama dalam kehidupan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak, karena setiap tahunnya jumlah kelahiran dan kematian selalu meningkat dengan berbagai masalah, sehingga diperlukan adanya sebuah fasilitas kesehatan yang mewadahi pelayanan bagi ibu dan anak. Salah satu jenis pelayanan kesehatan tersebut adalah rumah sakit ibu dan anak. Perancangan rumah sakit ini mengambil lokasi di jalan Budi Utomo, Kecamatan Pontianak Utara. Lokasi ini diambil berdasarkan isu adanya pembangunan RSIA dan alasan lainnya adalah dari data Badan Pusat Statistik (2014) menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit belum merata hingga ke Kecamatan Pontianak Utara, sehingga dengan adanya perancangan rumah sakit ini bertujuan untuk membantu para ibu dan anak dalam pemeriksaan kesehatannya. Metode perancangan yang digunakan meliputi: gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis dan tahap rancangan, Hasil perancangan rumah sakit ibu dan anak ini terdiri dari satu masa bangunan linier yang mengikuti bentukan lahan. Zonasi ruangan dibagi menjadi perlantai mengingat permasalahan lahan yang sempit. Orientasi, perletakkan dan sirkulasi diatur berdasarkan peraturan dan analisis yang ada, sehingga terdapat beberapa jalur sirkulasi sesuai kebutuhan kendaraan agar tidak saling bentrok dan pada fasad bangunan menggunakan beberapa bukaan jendela yang dimanfaatkan sebagai pencahayaan dan penghawaan alami didalam ruang.   Kata kunci: Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kota Pontianak
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KUBU RAYA TIPE C Amrullah, Muhammad Ravian
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.113 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.14114

Abstract

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karateristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dengan tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sedang mengkaji rencana pembangunan rumah sakit umum daerah di Kabupaten Kubu Raya. Fasilitas kesehatan berupa rumah sakit yang ada di Kabupaten Kubu Raya sebagian besar berada di Kecamatan Sungai Raya. Kecamatan-kecamatan lain yang terpisah oleh aliran sungai memiliki keterbatasan akses sehingga mempersulit masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan rumah sakit. Hal ini menyebabkan Kabupaten Kubu Raya membutuhkan rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tersebut.  Rumah Sakit Umum Daerah Kubu Raya terdiri dari dua akses utama yaitu akses darat dan akses sungai. Kedua akses ini berhubungan langsung dengan instalasi gawat darurat. Bentuk tapak yang memanjang mengakibatkan bangunan ini memiliki massa banyak. Bangunan terbagi menjadi tiga massa utama yaitu zona medis, zona penunjang medis dan zona servis. Pembagian zona berdasarkan pada fungsi dan persyaratan setiap ruangan. Bangunan berorientasi terhadap dua akses utama yaitu darat dan sungai. Vegetasi pada tapak digunakan sebagai penunjuk arah, peneduh dan pemisah.   Kata kunci: kesehatan, rumah sakit, kubu raya
KAWASAN PENDIDIKAN ISLAM TERPADU KHULAFAUR RASYIDIN KUBU RAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM Misavan, Derry Feriyan
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1888.852 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13043

Abstract

Kawasan Pendidikan Islam Terpadu Khulafaur Rasyidin merupakan sebuah kawasan pendidikan yang menyediakan pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal yang tersedia mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan pendidikan non formal berupa Pondok Pesantren. Kawasan pendidikan Islam Terpadu Khulafaur Rasyidin merupakan sebuah kawasan yang menyediakan pendidikan agama Islam, aktivitas santri dan santriwati dipisah ke dua lahan yang berbeda untuk menjaga nilai Islam seperti pemisahan antara pria dan wanita. Seiring bertambahnya kebutuhan pendidikan pada kawasan serta adanya rencana penambahan fasilitas pendidikan berupa Perguruan Tinggi, maka lahan yang ditempati santriwati akan dibangun Perguruan Tinggi. Hal tersebut mengakibatkan bertemunya santri dan santriwati dalam sebuah lahan yang sama yang bisa mengakibatkan berkurangnya nilai Islam dalam kawasan sehingga diperlukan sebuah perencanaan yang dapat menjaga identitas kawasan sebagai kawasan dengan pendidikan Islam. Arsitektur Islam dapat menjadi solusi setiap perencanaan kawasan dengan penerapan nilai-nilai Islam yang menjadi konsep-konsep perencanaan kawasan. Arsitektur Islam juga dapat menambah kuat identitas kawasan sebagai sebuah kawasan pendidikan Islam.   Kata kunci: Arsitektur Islam, Kawasan Pendidikan Islam, Kawasan Pondok Pesantren
KONDOTEL KOTA PONTIANAK DI WILAYAH PONTIANAK TIMUR SULTHONY, FIQRI
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.732 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12298

Abstract

Kota Pontianak telah mengalami perkembangan yang sangat pesat di bidang perekonomian. Hal ini dapat dilihat dari maraknya pembangunan hotel-hotel tingkat tinggi hingga adanya pembangunan Kondominium Hotel atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kondotel. Kondotel merupakan sebuah bangunan yang difungsikan sama halnya dengan hotel biasa yaitu untuk mengakomodasi para tamu, namun perbedaannya yaitu dalam sistem kepemilikan ruang. Perkembangan pembangunan Kota Pontianak saat ini cenderung ke arah wilayah kecamatan cukup padat kegiatan perkotaannya kecuali di wilayah Kecamatan Pontianak Timur dan Utara. Karena itu, untuk pemerataan perekonomian kota, Pemerintah Kota mengupayakan pemerataan pembangunan hingga ke seluruh Kecamatan yang ada di Kota Pontianak. Metodelogi yang digunakan dalam tahapan perancangan ini adalah metode lima langkah yang  dimulai dari tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, tahap evaluasi dan tahap tindakan Dalam  Perancangan Kondotel, lokasi perancangan berada pada pengembangan lahan di Kawasan Pasar Anggrek, tepatnya di Jalan Ya’m Sabran, Kecamatan Pontianak Timur. Karena letak lokasi perancangan berada di jalur sirkulasi antar daerah dan jalur antar negara, maka kondisi tersebut sangat mendukung untuk dibangunnya Kondotel Bisnis dengan pendekatan Transit Hotel. Konsep ini diaplikasikan dalam program ruang dan fasilitas Kondotel yang mendukung kegiatan pengguna yang serba instan. Kata Kunci : Perkembangan Pembangunan, Kondominium Hotel (Kondotel)
ISLAMIC CENTER KABUPATEN SAMBAS Putra, Mas Dian Chandra
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.087 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13827

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Barat yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Kabupaten Sambas memiliki jumlah masyarakat Islam yang banyak serta aktifitas ke-Islaman yang sering dilaksanakan. Berdasarkan alasan tersebut menjadikan wilayah ini dipilih untuk menjadi lokasi perancangan suatu wadah yang mampu menampung semua aktifitas tersebut. Kabupaten Sambas tidak hanya memerlukan wadah tersebut untuk menampung aktifitas, namun untuk mengembalikan jati diri Kabupaten Sambas yang pernah dikenal sebagai Serambi Madinah. Wadah tersebut dapat disebut juga dengan Islamic Center, selain itu dengan adanya Islamic Center di Kabupaten Sambas akan berguna untuk melestarikan kepercayaan yang sudah tumbuh pesat dan akan mampu beriringan dengan adat istiadat di Kabupaten Sambas itu sendiri. Tujuan penulisan ini untuk menjelaskan proses tahapan perancangan Islamic Center di Kabupaten Sambas. Tahapan perancangan yang digunakan dimulai dari penentuan gagasan, mengumpulkan serta menganalisis informasi mengenai Islamic Center, penentuan konsep, mengevaluasi kembali konsep berdasarkan analisis sehingga dapat dilanjutkan pada tahap penerapan langsung pada desain. Hasil tahapan evaluasi menghasilkan bangunan Islamic Center dengan konsep bangunan bermassa banyak dan menjadikan Masjid sebagai bangunan utama yang menjadi pusat aktifitas di kawasan tersebut.   Kata kunci: Islamic Center, Aktifitas Islam, Kabupaten Sambas
PUSAT PERBELANJAAN PAKAIAN PONTIANAK Ananda, Dinda Rizka
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2170.437 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12877

Abstract

Kota Pontianak adalah Ibukota Provinsi Kalimantan Barat dimana menurut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama kurun waktu tahun 2010-2013 pertumbuhan perdagangan, hotel, dan restoran menjadi pendorong utama laju perekonomian di Kota Pontianak. Tingkat pertumbuhan perdagangan Kota Pontianak tersebut banyak didominasi oleh pedagangan pakaian sebagai kebutuhan sandang manusia. Perdagangan pakaian di Kota Pontianak terbagi menjadi dua sistem yang masing-masing memiliki pangsa pasar sendiri yaitu pusat perbelanjaan dengan sistem modern dan sistem tradisional. Dua sistem tersebut menciptakan identitas mode pada setiap komoditi dagangan yang pada akhirnya menciptakan kelas-kelas tertentu. Untuk meminimalisir hal tersebut perlu direncanakan pusat perbelanjaan yang mengakomodir kedua sistem tersebut dan nantinya akan menciptakan sistem perdagangan terpadu dalam suatu pusat perbelanjaan fashion. Metode perancangan pusat perbelanjaan pakaian ini menggunakan tahap gagasan, tahap pengumpulan data dan tahap analisis dengan hasil yang ingin dicapai yaitu meliputi konsep rancangan pusat perbelanjaan khusus pakaian dengan mengabungkan seluruh jenis fashion didalam satu bangunan. Lokasi pusat perbelanjaan berada di Jalan Tanjungpura yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah kawasan Tanjungpura sebagai kawasan perdagangan dan jasa.   Kata kunci: Pusat Perbelanjaan, Pakaian, Arsitektur
GELANGGANG TENIS DAN SQUASH DI KABUPATEN KUBU RAYA Susanto, Eko Hartato
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.962 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13072

Abstract

Olahraga tenis dan squash merupakan jenis olahraga yang serumpun karena menggunakan raket dan bola sebagai media permainan. Dewasa ini, terdapat beberapa permasalahan yang menghambat perkembangan olahraga tenis dan squash di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya, yaitu dari jumlah lapangan yang tidak memadai dan belum sesuai standar pertandingan, curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan lapangan outdoor tidak dapat digunakan, serta belum memiliki lapangan squash. Metode pengkajian yang digunakan terdiri dari kajian literatur, metode pengumpulan data, analisis data dan perancangan. Kajian literatur yang diperlukan adalah tejarah dan teori arsitektur, bentuk, ruang dan susunan, arsitektur perilaku, struktur, arsitektur Lingkungan, dan sistem utilitas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan. Analisis data terdiri dari analisis potensi tapak, analisis internal (fungsi, perilaku dan ruang), analisis eksternal (zoning dan sirkulasi), analisis gubahan massa dan bentuk, analisis arsitektur lingkungan, analisis struktur, dan analisis utilitas. Gelanggang Tenis dan Squash merupakan fasilitas olahraga tenis dan squash yang dikembangkan dengan konsep entertainment untuk mendukung perkembangan olahraga tenis dan squash di Kabupaten Kubu Raya dan wilayah sekitarnya. Gelanggang ini memiliki fungsi olahraga rekreasi, prestasi dan pendidikan. Gelanggang ini dilengkapi dengan fasilitas lapangan olahraga yang telah sesuai dengan standar International Tennis Federation, fasilitas rekreasi dan komersil.   Kata Kunci: Gelanggang Olahraga, Tenis dan Squash, Entertainment

Page 1 of 3 | Total Record : 21