cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
ANALISIS NILAI LEVEL DAYA TERIMA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL PROPAGASI WALFISCH-IKEGAMI ., Retno Niti Amalia
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.628 KB)

Abstract

ABSTRACT- Propagation model in cellular communication is needed to know the characteristic of propagation and it can be used to predict the value of receiving power level cellular network. The value of receiving power level is one of the indicator to see the signal quality and the influence in the prediction of beam coverage in BTS that is usually called coverage. Propagation model that would be used in this research was outdoor Walfisch-Ikegami. This research located at city center with taking the receiving power that radiated from BTS Santika that taken by using measurement from software G-NetTrack Lite in 3G Signal. The purpose of this research was to analyze the receiving power level by using Walfisch-Ikegami propagation model approach. The value of receiving power known by Walfisch-Ikegami propagation calculation and measurement by using G-NetTrack Lite towards 5 points street around BTS Santika was Agus Salim  Street,  Merapi  Street,  Antasari  Street, Diponegoro Street, and Teuku Cik Ditiro Street. The result of propagation model calculation was founded as follow, -102.21 dBm, -89.68 dBm, -82.46 dBm, -96.05 dBm, and -76.49 dBm. The result of measurement by using the G-NetTrack Lite was founded as follow, -71 dBm, -73 dBm, -75 dBm, -81 dBm, and -75 dBm. The smaller the loss value or attenuation value, the value of receiving power that was founded would be closer with standard which has been set. The bigger the loss value or attenuation value, so the value of receiving power that was founded would be further with standard which has been set. Keywords:      Received      Power,      Walfisch-Ikegami Propagation Model, Receive Signal Code Power.
Studi Perancangan Dan Analisis Sistem Pengisian Cerdas ( Smart Charge) Baterai. Rivani, Reko; Hiendro, Ayong; -, Syaifurrahman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.023 KB)

Abstract

Pada perinsip pengisian energi baterai adalah dengan cara mengaliri arus terus menerus dengan arus listrik. Ketika pengisian baterai secara terus menerus tanpa ada pengamanan dalam pengisian baterai tersebut, maka akan  terjadinya over charge, yang menyebabkan kerusakan yang fatal pada baterai. Dari permasalahan yang sering terjadi pada baterai, maka membutuhkan perancangan charger yang dapat berkerja secara otomatis untuk memutuskan arus ketika pengisian baterai sudah sampai ketitik maksimalnya dan akan mengisi kembali ketika baterai sampai ketitik minimalnya bahkan bisa memudahkan pengguna untuk mengetahui arus dan tegangan yang di isi ke baterai melalui website yang sudah disediakan. Tujuan perancangan ini Agar tidak terjadinya pemborosan enrgi dan kerusakan yang sering terjadi pada baterai. Dari baterai yang digunakan dalam penelitian ini dimana baterai tersebut memiliki tegangan maksimum (penuh) sebesar 2,2 Volt per-sel dan tegangan minimumnya (kosong) 1,8 volt. maka dari itu alat ini dirancang saat memutuskan arus ketika tegangan sudah sampai ke titik 13,4 Volt dan akan mengisi kembali ketika baterai sudah sampai ketitik minimumnya sebesar 11 Volt.
EVALUASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) KAPASITAS 40 kVA DESA RIRANG JATI KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU ., Asyad Nugroho
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.292 KB)

Abstract

Abstrak -         Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Rirang jati Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau terletak di daerah  Dusun  Nuak  di  Desa  Rirang Jati Kecamatan Nanga Taman Kabupaten  Sekadau.  PLTMH langsung dikelola oleh masyarakat setempat dan PLTMH ini beroperasi memanfaatkan   aliran   sungai   nuak yang  merupakan  sungai  kecil  di daerah tersebut.   Dalam penelitian ini menggunakan metode apung yang digunakan   untuk   mengambil   data debit air. Pengambilan data dilakukan dalam  waktu  2  hari  berturut  -  turut dari jam 07.00 – 17.00 WIB dan dilakukan pada musim hujan.   Hasil evaluasi menunjukan bak penenang tidak mempunyai saluran pelimpah   (spillway) dan   pada   pipa pesat tidak memiliki pipa nafas pada ujungnya seperti yang sudah ditetapkan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 08 Tahun 2011. Hasil perhitungan potensi daya yang dapat dibangkitkan adalah 54,48 kW dengan debit air 2,04 m3/s dan tinggi efektif 4,126 m. Sedangkan daya maksimal yang dimanfaatkan masyarakat hanya 8,244 kw dan daya yang tertera pada generator 35 kw. Perbandingannya adalah 15%, itu dikarenakan mayoritas masyarakat disana mempunyai tingkat ekonomi rendah dan tidak adanya industri – industri kecil yang memerlukan listrik. Namun, dilihat dari kondisi masyarakat yang menggunakan   listrik   dari   PLTMH yang  menggunakan  generator  ini sudah   tepat,   namun   masih   banyak daya yang tidak digunakan karena beban maksimal yang digunakan masyarakat 8,1524 kW.   Untuk frekuensi yaitu 50 Hz, namun range yang ada pada kontrol panel selalu tidak konstan, itu karena sistem PLTMH tergantung pemakaian beban yang digunakan sesuai dengan kebutuhan mereka. Sistem kontrol menggunakan sistem sederhana yaitu dengan menghidupkan lampu berkapasitas 4200 watt pada malam hari mulai pukul 22.00 wib sampai pukul 05.00 WIB. Tetap saja belum efektif, hanya saja karena harga untuk sistem kontrol beban elektronik cukup mahal   kurang   lebih   sama   dengan harga generator atau turbin, penggunaan   sistem   kontrol   manual dengan menggunakan lampu menjadi langkah yang dilakukan masyarakat.   Kata kunci - PLTMH,     generator,     dan
Analisis Pengendalian Gerak Model Robot Keseimbangan Beroda Dua Menggunakan Pengendali Linear Quadratic Regulator (LQR) ., Modestus Oliver Asali
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.742 KB)

Abstract

Abstrak- Perkembangan penelitian tentang robot mendapat kemajuan yang pesat beberapa dekade terakhir ini. Salah satu robot yang mendapat perhatian serius belakangan ini adalah robot penyeimbang beroda dua yang berfungsi sebagai kendaraan masa depan bagi manusia karena memiliki kelebihan dalam hal emisi dan manuvernya. Dalam penelitian ini dicari pengendali LQR terhadap suatu robot penyeimbang dengan dua roda sehingga dapat digerakkan ke arah yang diinginkan oleh pengguna tanpa terjatuh. Dari hasil penelitian, didapat bahwa metode LQR cukup handal dalam mengendalikan sistem seperti ini. Sistem dapat bergerak menyeimbangkan dirinya dalam waktu yang cukup singkat dan bergerak menuju arah yang diinginkan oleh operator. Kata kunci-robot keseimbangan beroda dua, pengendali LQR, pengendalian gerak, kendali optimal
EVALUASI DAN USULAN PERBAIKAN JATUH TEGANGAN DAN RUGI-RUGI DAYA PADA JARINGAN DISTRIBUSI (20 KV) PT. PLN (PERSERO) RAYON SEKURA ., Abdul Rahman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.828 KB)

Abstract

PT. PLN (Persero) Rayon Sekura memiliki 2 Penyulang yaitu penyulang Sekura dan penyulang Sei. Baru, pada penyulang Sekura memiliki panjang jaringan 160,369 kms dan pada penyulang Sei. Baru mempunyai panjang 51,55 kms, pada sistem kelistrikan PT. PLN (Persero) Rayon Sekura ini mempunyai masalah terjadinya drop tegangan tepatnya pada penyulang sekura dimana pada kondisi eksisting presentase jatuh tegangan penyulang sekura adalah  sebesar 10,95% dengan tegangan terima terendah sebesar 17,809 kV, oleh karena itu direncanakanlah upaya perbaikan profil tegangan yaitu dengan melakukan pengaturan Tap Transformator dan Pemasangan Kapasitor bank pada penyulang sekura, berdasarkan hasil simulasi  jika dinilai secara teknis solusi perbaikan jatuh tegangan pada penyulang Sekura yang paling tepat adalah dengan pemasangan kapasitor bank dimana hasil presentase jatuh tegangan setelah pemasangan kapasitor bank di beberapa titik diperoleh  sebesar 4,66 % dengan tegangan terima terendah sebesar 19,068 kV.  Jika dibandingkan dengan standar dari SPLN No.72 tahun 1987, presentase jatuh tegangan pada penyulang sekura setelah pemasangan kapasitor bank  sudah mencapai nilai  standar dimana presentase jatuh tegangannya tidak melebihi 5% dari tegangan kerja.
STUDI PENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH TERHADAP TAHANAN JENIS TANAH LEMPUNG (CLAY) ., Dwi Agus Setiono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.653 KB)

Abstract

Nilai tahanan jenis tanah sangat bergantung pada jenis tanah tersebut. Dalam menentukan sistem pentanahan kita perlu mengetahui nilai tahanan jenis tanah. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tahanan jenis tanah pada tanah lempung (clay). Pengukuran dilakukan dengan metode tiga titik berdasarkan musim yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan variabel kandungan air tanah, suhu dan pH tanah lempung. Alat ukur yang digunakan yaitu earth tester dengan bantuan elektroda uji (E) elektroda bantu arus (C) dan elektroda bantu tegangan (P) dengan jarak terjauh antara elektroda uji dan elektroda bantu tegangan adalah 40 meter dan memindahkan elektroda bantu tegangan (P) setiap lima meter. Hasil pengukuran menunjukan pada musim kemarau nilai tanahan jenis tanah sebesar 1472,58 Ω.m, kandungan air 8,85%, pH 5-6,7, dan suhu tanah sebesar 310C. Tahanan jenis tanah pada musim hujan  530,13 Ω.m, kandungan air 22.26%, nilai pH 6,7-6,8, dan suhu sebesar 27,50C. Kesimpulan yang dapat diambil dari data-data diatas adalah semakin rendah nilai kandungan air maka nilai tahanan jenis tanah akan semakin tinggi, semakin meningkatnya suhu tanah nilai tahanan tanah juga akan semakin meningkat, nilai pH tanah lempung tidak berpengaruh besar pada nilai tahanan jenis tanah tersebut.   Kata kunci: pentanahan, tanah lempung
ANALISIS UJI KUAT SINYAL TERHADAP JARAK JANGKAU MAKSIMAL SISTEM PENERIMAAN SINYAL INTERNET BERBASIS EDIMAX HP-5101ACK ., Defti Widya Amalia
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.185 KB)

Abstract

The development of telecommunication technology is currently improving. Almost each person has telecommunication device; it is seen in the increasing of cellular phone uses as the communication media in society. In a cellular communication system, electromagnetic wave will propagate and connect one device to another. The reflections of some objects from mobile station movement causes the  signal  strength  received  from  mobile  station  varied  and  the  path  loss  may  occur  in  signal receiving.   Path   loss   is   the   propagated   path   loss   (rugi-rugi   lintasan   propagasi)   from   the electromagnetic wave that spreads through the space marked by the power level differences received by MS from EIRP emitted by BTS. The reflection happened when the propagating electronic wave hit or struck an object with bigger dimension compared to the electromagnetic wavelength. The reflection happened because of the soil surface, buildings, and walls. This research was conducted in three different BTS locations, each BTS has 3 measuring location points, makes total 9 measuring points in this  research.  This  research  consists  of  path  loss  calculation  using  Hatta  propagation  model, Okumura-Hatta, Cost-231 and Walfisch-Ikegami. For Hatta  model, the smallest path loss finding was located in Alex Griya complex which was 0.9 dB, for Okumura-Hatta the smallest path loss finding was in Wijayasari alley, for Cost-231 model was in Pemda II alley which was 2.51 dB and for Walfisch-Ikegami was in Merdeka Timur Street with path loss value 0.05 dB. The more far the sender’s distance with the receiver, the bigger obstacle chance in data sending, therefore it can be concluded the more far the distance, the bigger path loss found. This research also designed programs to count the path loss using Graphical User Interface (GUI) matrix laboratory.  Key words: Path Loss, Propagation Model, Hatta Propagation, Okumura-Hatta, Cost-231, Walfisch-Ikegami
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI SHELTER BTS (SHELTER BASE TRANCEIVER SYSTEM) DI KOTA PONTIANAK BERBASIS GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) Warman, Adytia; Imansyah, Fitri; Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.031 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pendataan dan membuat letak titik sebaran setiap BTS (Geographic Information System) yang ada di Kota Pontianak dengan menggunakan aplikasi ArcGis/ ArcMap. Penelitian ini bertujuan dengan mengidentifikasi letak titik sebaran BTS (Base Transceiver Station) di Kota Pontianak dengan berbantuan menggunakan aplikasi ArcGis/ArcMap versi 10.3 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dalam mengerjakan manajamen data khsususnya data koordinat sehingga perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan dalam pengauditan dan menjadi inventaris data perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Berdasarkan identifikasi yang dapat diketahui Jumlah BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kota Pontianak berjumlah 276 titik koordinat. Setelah diidentifikasi data tabel koordinat beserta data base yang di dapat dari Balai Monitoring Kelas II Kalimantan Barat, data tersebut sesuai berada di dalam batas administrasi deliniasi/potongan Kota Pontianak di setiap kecamatan. Untuk Kecamatan Pontianak Selatan: 70 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Tenggara: 24 titik koordinat, Kecamtan Pontianak Timur: 27 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Kota: 74 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Barat: 39 titik koordinat, Kecamatan Pontianak Utara: 42 titik koordinat.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET PT. JAWA POS NATIONAL NETWORK MEDIALINK PONTIANAK ., Ya’ Zulhikma Akbar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.023 KB)

Abstract

Antenna received power is one of the parameters that can indicate the quality of the Internet network used by the client. Technician PT. JPNN Media Link Pontianak installing client antenna to get good acceptance simply by estimating the distance and direction of the antenna manually into consideration to gain acceptance without performing mathematical calculations. This study was conducted on 10 client PT. JPNN Media Link Pontianak. Then the results of some research data comparisons will be drawn conclusions and suggestions about the factors that influence the quality of the received power antenna AirGrid M5HP client PT. JPNN Media Link Pontianak. The average yield received power at the antenna AirGrid M5HP 10 client PT. JPNN Media Link Pontianak is entered in both categories that have a range between -73 dBm to -66 dBm, based on the received power standards set by Ubiquiti Networks. From the testing that was done on 10 client, the client only 2 that have received power value in the category enough antenna, this is because the client 2 has the farthest distance of 20 km, the frequency used is also high at 5700 MHz and are a barrier in the beam path between the transmitter antenna and receiver antenna on the client 2. Factors that could cause the value of the received power decreases M5HP AirGrid antenna is the distance between the transmitter antenna and receiver antenna, the geographical situation of the earth through which the signal, frequency of use, and precision pointing of the antenna.   Keywords: Receive Power Antenna, AirGrid M5HP, Media Link, Wireless.
ANALISIS POLARADIASI PADA PEMANCAR STASIUN NET TV PONTIANAK ., Yusuf Muhaiban
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.389 KB)

Abstract

Faktor yang berperan penting untuk mengetahui kualitas dan jarak jangkau maksimum pemancar televisi adalah pola radiasi antena pemancar. Pola radiasi antena adalah diagram yang menggambarkan arah dan besarnya radiasi antena. Bentuk pola radiasi ada dua, yaitu pola radiasi horizontal dan pola radiasi vertikal. Pola radiasi horizontal memberikan informasi tentang arah horizontal (azimut) dan besar gain antena, sedangkan pola radiasi vertikal memberikan informasi tentang arah vertikal (elevasi) dan besarnya gain antena. NET TV Pontianak memiliki pola radiasi horizontal  dan  hasil  pengukuran  yang  dilakukan   dilapangan membuktikan, bahwa bentuk pola radiasi NET TV Pontianak sesuai dengan spesifikasi antena pemancar  yang digunakan yaitu merk SIRA UTV 01. Jarak jangkau maksimum pemancar yang telah dihitung adalah 12,76 Km. Untuk pengukuran dilapangan terdapat kualitas terbaik pada daerah Jl. Khatulistiwa dengan nilai field strength 96,97 dBµV/m, pada jarak 8,76 Km dari stasiun pemancar NET TV Pontianak. Sedangkan untuk kualitas terburuk pada daerah Arang Limbung dengan nilai field strength 66,96 dBµV/m, pada jarak 12,76 Km dari stasiun pemancar NET TV Pontianak.   Kata kunci : Pola radiasi.