cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA PETERNAKAN AYAM PEDAGING ( BROILER) DI GANG KARYA TANI PONTIANAK SELATAN ., Teguh Priyono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.57 KB)

Abstract

Pontianak terletak pada garis Khatulistiwa dimana intensitas penyinaran matahari cukup tinggi, menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai solusi  kebutuhan energi listrik alternatif untuk usaha ternak ayam dalam mengantisipasi gangguan dan menjaga peralatan listrik khususnya lampu penerangan dapat bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan PLTS sebagai kebutuhan peneranggan ternak ayam pedaging (Broiler) di Gang Karya Tani Pontianak Selatan, baik ditinjau dari aspek teknis maupun ekonomis. Metodologi penelitian yang dilakukan dengan melakukan survei dan pengambilan data yang dibutuhkan untuk menentukan dan menghitung besar kapasitas tiap komponen PLTS yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan besar daya listrik keseluruhan untuk  lampu penerangan ayam pedaging di peternakan ayam pedaging (Broiler) di Gang Karya Tani Pontianak Selatan sebesar 463 Watt sedangkan besarnya energi harian untuk peternakan ayam sebesar 4942 Wh. Komponen sistem PLTS yang diperlukan untuk kebutuhan daya listrik keseluruhan  adalah 16 panel surya 100 Wp,   3 unit charge controller kapasitas 600 watt dengan tegangan input 12 Volt  dan arus  45A, 20 buah baterai  12 Volt 100 Ah dan 1 unit inverter dengan kapasitas tegangan output 600 watt, tegangan input 12 VDC/ 24 VDC dan tegangan output inverter 220 VAC. Berdasarkan aspek ekonomis, perencanaan ini membutuhkan biaya investasi sebesar Rp.94.639.088 dari hasil perhitungan Net Present Value (NPV) perencanaan ini bernilai positif sebesar Rp 56.772,00 (>0), menunjukkan bahwa investasi PLTS yang akan dikembangkan di peternakan ayam pedaging (Boiler) di Gang Karya Tani Pontianak Selatan layak untuk dilaksanakan  dikembangkan bagi usaha peternak ayam pedaging.
ANALISIS SISTEM PEMBUMIAN NETRAL GENERATOR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP SEI. BATU 2 × 8.5 MW SANGGAU ., Verta Asi Manullang
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.914 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem pembumian generator PLTU Sungai Batu.Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder yang diperoleh dari PT. PLN (Persero) Area Sanggau. Metode yang digunakan pada sistem pembumian  PLTU Sungai Batu adalah pembumian tahanan tinggi dengan arus setting sebesar 10A. Penelitian ini hanya mengacu pada nilai tahanan yang sudah terpasang sebelumnya. Bagian terpenting adalah bagaimana mendapatkan nilai tahanan dengan menggunakan arus setting dengan nilai tegangan yang bervariasi. Dalam penelitian ini  dikaji bagaimana nilai NGR yang terpasang terhadap nilai NGR yang dihitung secara teoritis.  Nilai NGR ( Neutral Grounding Resistor ) yang terpasang sebesar 360 Ω,  setelah perhitungan di dapat 358.9294Ω, dengan menganggap selisih yang tidak terlalu signifkan maka penerapan metode tahanan tinggi pada generator PLTU Sungai Batu telah memenuhi standar. Kata Kunci : Analisis, Pembumian Titik Netral, Pembumian Tahanan Tinggi
ANALISIS PERBANDINGAN JARINGAN 3G DENGAN 4G PADA PROPAGASI MICROCELL BANGUNAN DUA LANTAI Hartono, Rudi; Suryadi, Dedy; Pontia W, F.Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.194 KB)

Abstract

Teknologi jaringan komunkasi merupakan serangkaian jaringan yang saling terkoneksi satu sama lain dengan penggunanya semakin hari semakin berkembang ,dengan adanya analisis jaringan 3G dengan 4G pada propagasi microcell bangunan dua lantai ini akan mempermudah pengguna dalam penggunaan jaringan internet dalam keseharianya. Hal ini membuat suatu perbedaan dalam kecepatan akses tentunya maka perlu dilakukan pengujian dan analisis. Perbandingan jaringan 3G dengan 4G terlihat jelas pada lantai dasar dimana jaringan 3G lebih dominan dalam katagori sangat baik yaitu RSL -79 dBm akan tetapi jaringan 4G juga dalam katagori baik yaitu RSL -87 dBm karena katagori sangat baik adalah (0 s/d 82 dBm) dan katagori baik (-82 s/d 88 dBm) Pada lantai dua jaringan 4G lebih stabil dan katagori signal baik dibanding jaringan 3G karena dipengaruhi oleh tinggi bangunan pada tingkat dua dan tidak terlalu banyak penghalang. Path loss Program merupakan program yang dapat digunakan dalam penggukuran ini sehingga dapat membantu dalam pengukuran dari BTS PTK206 yang terletak di Jalan Johar Gg.Batu Bara Kelurahan Tengah Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat dari antena pemancar luar ruangan sampai pada penerima didalam bangunan, yaitu Asrama mahasiswa yang berlokasi di Jalan Cendana Gg. Cendana 9 No. 157 Pontianak Kota. Hasil dari perbandingan kecocokan model yang digunakan menunjukan bahwa model kombinasi Cost231 Walfisch Ikegami dan paulsen merupakan model yang cocok digunakan daripada kedua kombinasi lainnya. Perbandingan jaringan 3G dan 4G memiliki hal yang sangat penting dalam halnya kebutuhan untuk mengakses informasi.
APLIKASI COUPLER UNTUK MENGATASI GANGGUAN TRAFICK DATA ANTARA STO PONTIANAK CENTRUM – STO SIANTAN PT. TELKOM PONTIANAK ., Herdi Wiryanto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.385 KB)

Abstract

Transmission system fiber optics between STO Pontianak Centum STO Siantan, now already using two lane fiber optics. The first lane be name"Main" and the second lane "protection", if  the one of lane impaired breaking cable, than be use coupler application for resolve corruption data traffic between STO Pontianak Centrum - STO siantan. For this application usage coupler that has been measured and calculated total attenuation and acceptance on both of  lane, before coupler being installed and after coupler installed. For the result to measurement total attenuation befor intalled coupler on lane "Main" : 9 dB and lane "Protection" :8.5 dB and the result calculation on lane "Main":7.4 db and lane"Protection":10.75 dB. While the results measurement acceptance after installed coupler on lane"protection": -12.5 dBm, and result calculation on lane "Main":-13.4 dBm and lane" Protection": -11.75 dBm. On measurement and calculation total attenuation also acceptance, before and after install coupler, there is a difference result that have find from measurement and calculation. This is because of the difference connectors are not clean, connection that is not "pres" and bending on optical fiber. This difference will not becoming a problem because result that be obtained equally-equally good, and in the circumscription that be given devices (lath). For device attenuation total that is 6 dB until 24 dB, and to receptivity that is -6 dBm until – 24 dBm. After in do it measurement and calculation attenuation total and receptivity before mounted coupler and after mounted coupler, then it can be concluded that the coupler can be used to overcome the interference broken off  the fiber optic cable and a coupler in installed at night and a coupler installation does not require a long time. Keywords: Optical fiber coupler, Application coupler to overcome the interference break up the fiber optic cable, Optical fiber attenuation, Optical fiber transmission systems, Coupler 1 port to 2 port.  
RANCANG BANGUN PROTOTYPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PROSES PENGERINGAN DAN PENYIMPANAN GABAH MENGGUNAKAN WEMOS D1 MINI BERBASIS WEB MELALUI JARINGAN WIFI ., Abdi Gokmian Butarbutar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.714 KB)

Abstract

Dalam perancangan ini menggunakan board mikrokontroler Wemos D1 Mini berbasis ESP266  yang bisa menghubungkan perangkat dengan web melalui  wifi  yang difungsikan sebagai pengendali Purwarupa sistem buka tutup atap otomatis dan manual, dibantu dengan dua buah sensor suhu (dht-11), sensor air hujan (Weather Sensitivity Module), dan sensor cahaya (Light Dependent Resistor)  serta diposisikan pada bagian belakang, samping dan di dalam purwarupa sebagai sistem  pendeteksi lingkungan sekitar berupa suhu, cahaya, dan hujan. Atap akan terbuka jika kondisi Weather Sensitivity Module  tidak terkena hujan (OFF) dan sensor DHT11 ON yang menandakan bahwa kondisi suhu lingkungan ?29oC serta sensor LDR terkena cahaya (ON). Atap dapat dibuka dan ditutup saat dikendalikan dengan sistem manual melalui tombol pilihan pada web tanpa pengaruh sensor, data-data yang diterima dari Web  diolah dan diproses oleh Wemos, setelah data diterima dan dproses oleh Wemos, data tersebut digunakan sebagai acuan dalam mengendalikan motor penggerak atap. Hasil pengujian, seperti pengujian pengendalian purwarupa secara manual melalui aplikasi Web terhadap pergerakan buka tutup atap dan sistem sensor pada purwarupa, menunjukkan bahwa sistem kendali web melalui wifi dapat mengendalikan buka tutup atap sesuai dengan perancangan. Komunikasi antara data yang dikirim dari web melalui wifi dengan wemos dapat terhubung dengan baik.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI FEEDER EXPRESS GARDU INDUK SEI RAYA-GARDU HUBUNG KUALA DUA DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI FITUR GOOSE MESSAGE ., Norman Suseno
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7001.894 KB)

Abstract

Feeder Raya 2 and Raya 4 Gardu Induk Sei Raya is feeder express for electrical power source to Gardu Hubung Kuala Dua, on June 26th, 2016 which happened disruption in one of the feeder express which caused total outages at Gardu Hubung Kuala Dua because both of feeder express were experience the trip simultaneously. In electric power distribution system needed protection. The protection that used was Over Current Relay and Ground Fault Relay (OCR/GFR). This research was aimed to avoid total outages on Gardu Hubung Kuala Dua by evaluating the value setting relay OCR/GFR with standard inverse, by knowing the working time of relay toward the certain point disruption and by configuring the function of features IEC 61850 Goose Messages (Generic Object Oriented Substation Events) which exist on that relay teleprotection pattern, it was Direct Transfer Trip (DTT). Based on the literature that have been gained and also observation of the situation system in activity by simulations on the function features goose message. The result of calculation on coordination protection by using standard  inverse, it obtained the working time relay more selective in each point of certain disruption and for working time relay used the function of features goose message, it obtained <100 Millisecond.Keywords : OCR/GFR, Teleprotection, Direct Transfer Trip (DTT), Goose Message, Coordination Value Of Setting Protection.
ANALISA PERBAIKAN JATUH TEGANGAN DENGAN PEMASANGAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR PADA PENYULANG DURIAN 4 PT PLN RAYON RASAU JAYA ., Muhamad Sika Maheka
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.582 KB)

Abstract

Penyulang Durian 4 merupakan penyulang terpanjang pada PT. PLN (Persero) Rayon Rasau Jaya yaitu dengan panjang jaringan 307 Kms dan terdapat 170 unit gardu distribusi, sehingga jatuh tegangan pada saluran merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Upaya perbaikan jatuh tegangan telah dilakukan yaitu dengan pemasangan Automatic Voltage Regulator (AVR) pada penyulang Durian 4 PT. PLN (Persero) Rayon Rasau Jaya. Analisa perbaikan jatuh tegangan dengan pemasangan automatic voltage regulator pada penyulang Durian 4  PT. PLN Rayon Rasau Jaya yaitu dengan membandingkan dampak jatuh tegangan dan rugi-rugi daya aktif tanpa dan dengan pemasangan Automatic Voltage Regulator (AVR) pada penyulang Durian 4  PT. PLN (Persero) Rayon Rasau Jaya. Hasil pehitungan persentase jatuh tegangan pada penyulang Durian 4  PT. PLN (Persero) Rayon Rasau Jaya tanpa pemasangan Automatic Voltage Regulator (AVR). Keseluruhan bus yaitu 194 bus pada penyulang Durian 4  PT. PLN (Persero) Rayon Rasau Jaya mengalami jatuh tegangan dengan persentase jatuh tegangan melebihi standar yang diijinkan SPLN No. 72 tahun 1987 yaitu lebih dari 5%. Bahkan terdapat persentase jatuh tegangan bus yang mencapai 38,3807% yaitu sebesar 12,3239 kV terjadi di bus 132 (Gardu RJ 0040 KB). Sedangkan total rugi-rugi daya aktif yang terjadi pada penyulang Durian 4 PT. PLN (Persero) Rayon Rasau Jaya sebesar 947,108 kW. Lokasi pemasangan  Automatic Voltage Regulator (AVR) pada penyulang Durian 4 terletak dengan bus 25 (Titik 15) dengan hasil perhitungan rasio tegangan sebesar 0,818, sehingga dengan pemasangan AVR diharapkan tegangan kirim bus 25 (Titik 15) meningkat sebesar 19,2544 kV yang sebelumnya sebesar 15,7536 kV. Dampak pemasangan Automatic Voltage Regulator (AVR) menyebabkan tegangan pada bus 132 (Gardu RJ 0040 KB) meningkat menjadi sebesar 16,5556 kV. Pemasangan Automatic Voltage Regulator (AVR) juga mereduksi besarnya rugi-rugi daya aktif pada seksi/cabang saluran yang dicatu dari yaitu bus 25, sehingga total rugi-rugi daya aktif yang terjadi pada penyulang Durian 4 berkurang sebesar 137,169 kW menjadi 809,939 kW. 
STUDI PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN PEMBEBANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 KV PT PLN (PERSERO) CABANG PONTIANAK ., Edy Julianto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.107 KB)

Abstract

Abstrak - Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik terjadi diakibatkan oleh ketidakseimbangn pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat dari ketidakseimbangan beban tersebut adalah munculnya arus di netral transformator. Arus yang mengalir di netral transformator ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral transformator dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengukuran langsung ke lapangan dengan menggunakan Power Harmonic Analyzer Fluke 41 B yang dilakukan pada saat beban puncak yaitu dari jam 7 malam sampai jam 12 malam, selanjutnya dari data yang diperlukan diolah dengan menggunakan perhitungan losses (rugi-rugi) akibat adanya arus netral pada penghantar netral transformator dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa jika terjadi ketidakseimbangan beban yang besar, maka arus netral yang muncul juga semakin besar, akibatnya losses yang terjadi akan semakin besar.
SIMULASI PENYELESAIAN INVERS KINEMATIK ROBOT DUA LENGAN DENGAN METODE PSEUDO-INVERSE Suyudi, -; Marindani, Elang Derdian; Hadary, Ferry
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.344 KB)

Abstract

Robot dua lengan adalah salah satu masalah paling populer di bidang robot. Dalam simulasi ini, tentang penyelesaian invers kinematik dengan metode Pseudo-inverse Jacobian dua lengan manipulator 5 DOF. Hasil simulasi yang dilakukan pada tiga lintasan yaitu lingkaran, vertikal dan horizontal yang diberikan parameter data sehingga hasil dari simulasi mendapatkan error, norm error, perubahan sudut joint, kecepatan joint, dan kecepatan End-effector dengan kondisi ke dua lengan bergerak dengan lintasan yang sama maupun berbeda. Salah satu hasil dari error pada lengan dua yang didapat pada lintasan lingkaran yang diberikan time sampling 0,001 detik dan waktu interval dari 0 sampai 2,07 detik, terjadi error pada detik ke 1,4 kemudian dijadikan pula menjadi error yang bernilai positif atau disebut norm error pada detik ke 1,9 dipuncak dan kembali melewati lintasan kembali pada detik ke 2 . Pada lintasan vertikal dan horizontal pada manipulator planar dua lengan diberikan tugas yang berbeda. Untuk lengan satu lintasan horizontal dan lengan dua adalah lintasan vertikal. Pada lengan satu hasil simulasi diberikan time sampling 0,001 detik dengan waktu interval dari 0 sampai 2 detik, pada detik ke 0,2 pada lintasan horizontal melakukan pergerkan sesuai dengan lintasan dan menimbulkan error sebesar 0,002 meter. Kemudian pada lengan dua dengan lintasan vertikal hasil simulasi diberikan time sampling 0,001 detik dengan waktu interval dari 0 sampai 2 detik, pada detik ke 0,012 baru melakukan pergerakan pada lintasan dengan  memiliki error.
ANALISIS RATA-RATA LINTASAN REDAMAN MODEL PROPAGASI PADA LAYANAN BASE TRANSEIVER STATION (BTS) BERSAMA AREA KOTA PONTIANAK ., Rudi Sartino
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.289 KB)

Abstract

Selecting a good propagation model is quite difficult for a wireless communication design. In this study, an approach to calculate propagation attenuation circuit which was appropriate with characteristics in Pontianak area was done by a means of applying certain formula, for instance through Okumura-Hatta model and Walfisch-Ikegami model. This study aims at identifying the influence of antenna’s beam distance and signal reception at Mobile Station (MS) towards attenuation value, implementing Okumura-Hatta model and Walfisch-Ikegami model, and analyzing the average value of propagation attenuation circuit on Collective BTS (Base Transceiver Station) service in Pontianak. Based on the measurement, calculation, and analysis which was done in Jalan Husain Hamzah RT.05/RW.01 Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Pontianak Barat, it was revealed that the average values of attenuation circuit for Telkomsel by distance 0.75 Km, 1.5 Km, 2.25 Km using Okumura-Hatta model were 125.42 dB, 142.58 dB, and 153.24 dB, with receptivity averages were - 85.42 dBm, -102.58 dBm, and -113.24 dBm. In Walfisch-Ikegami propagation model, the average value of attenuation circuit were  136.23 dB, 149.06 dB, 154.80 dB, with receptivity averages reached –96.23 dBm, -109.06 dBm, and -114.80 dBm. Meanwhile, for Three provider by distance 0.75 Km, 1.5 Km, and 2.25 Km using Okumura-Hatta model, it was obtained an average value of attenuation circuit as much as 124.31 dB, 141.99 dB, and 152.98 dB with receptivity averages were –84.01 dBm, -101.69 dBm, and -112.98 dBm. In Walfisch-Ikegami model, the average value of attenuation circuit were 135.80 dB, 146.52 dB, and 153.77 dB, with receptivity averages as much as –95.50 dBm, -106.22 dBm, -113.47 dBm.   Key words: Attenuation propagation, RSCP, Okumura-Hatta, Walfisch-Ikegami