cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
ANALISIS PENGONTROLAN DAN MONITORING PERANGKAT ELEKTRONIK BERBASIS JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN EDIMAX SP-1101W DENGAN APLIKASI EDIPLUG ., Silvia Budi Ratnasari
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.758 KB)

Abstract

Edimax SP-1101W Smart Plug Switch is a tool to turn off and turn on the electric controlled remotely via smartphone using Ediplug application. Electronic devices that are connected to Edimax SP-1101W Plug Smart Switch as research material that is lamp and fan. From the results of research can be summed process control and monitoring can be done anywhere as available internet networks. The  outcome  average  of internet  access  speed  on  researcher?s  home  area was  0,292  Mbps  for downloading, 0,768 Mbps for uploading and ping (delay) is 178 ms. If compared to the TIPHON standard, ping value in the category of "good" because its value is between 150 s / d 300 ms. As for the ITU-T standard, ping value in the category of "moderate" because its value is between 150 ms s / d to 400 ms. Besides, the outcome average of internet access speed on  Telecommunications Laboratory of Engineering Faculty at Tanjungpura University area 0,082 Mbps for downloading, 0,001 Mbps for uploading and ping (delay) is 2.674 ms. If compared to the TIPHON standard, ping value in the category of "bad" because its value is above 450 ms. As for the ITU-T standard, ping value in the category of "bad" because its value is above 400 ms. Factors that influence the process of controlling and monitoring is the quality of network service smartphone in location research, quality of network services from access Edimax BR-6428NS V2 N300 Multi-Function Wifi Router, distance and the obstacles.   Key words: Controlling and Monitoring, Ediplug, Access Speed
IMPLEMENTASI PENGENDALI SISTEM BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO R3 DAN WEBSITE ., Khairul
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.228 KB)

Abstract

Banjir merupakan permasalahan yang sampai saat ini masih belum dapat diselesaikan. Banjir menyebabkan air pada sungai besar akan meluap ke anak sungai sehingga untuk mengantisipasi luapan tersebut diperlukan pintu air yang dipasang pada batas sungai besar dengan sungai kecil. Pada tugas akhir ini dirancanglah sebuah prototipe dengan tujuan  merancang pintu air otomatis yang dapat terbuka ataupun tertutup tergantung dengan kondisi ketinggian air dengan menggunakan sensor ultrasonik yang dikontrol oleh Arduino Uno R3. Lingkup kerja prototipe ini terbatas pada dua kondisi, kondisi pertama  pintu terbuka jika kedua sensor ultrasonik mengukur ketinggian air ≤ 4 cm maka kondisi pintu air dalam keadaan dibuka, motor DC akan aktif berputar searah jarum jam hingga pintu air menyentuh limit switch dan motor DC akan tidak aktif. Sebaliknya apabila hasil pengukuran kedua sensor ultrasonik mengukur ketinggian air ≥ 5 cm maka kondisi pintu air dalam keadaan ditutup, motor DC akan aktif berputar berlawanan arah jarum jam hingga pintu air menyentuh limit switch dan motor DC akan tidak aktif. Kondisi kedua Pompa DC akan aktif jika data pengukuran sensor ultrasonik sungai kecil  ≥ 7 cm, pompa DC akan aktif dan memompa air dari sungai kecil ke sungai besar hingga data pengukuran sensor ultrasonik sungai kecil menjadi ≤ 5 cm dan kondisi pompa tidak aktif.  Media untuk penampilan data ketinggian air dari hasil pengukuran  kedua sensor ultrasonik yang data tersebut diproses oleh arduino untuk dikirim ke modul wifi ESP8266, modul wifi ESP8266 akan mengirimkan data yang didapat ke website menggunakan server ThingSpeak. Hasil pengujian pintu air dengan kondisi pertama pintu air memiliki waktu rata-rata 18,494 detik untuk terbuka dan memiliki waktu rata-rata 17,172 detik untuk menutup. Pengujian pompa DC didapatkan hasil waktu pompa DC untuk memompa air memiliki rata-rata 28,07 detik. Pengujian modul wifi ESP8266 memiliki jeda rata-rata pengiriman informasi data ketinggian air selama 16,4 detik.
RANCANG BANGUN SOLAR SEL PADA GEDUNG PERKANTORAN SEBAGAI ENERGI LISTRIK ALTERNATIF ( Studi Kasus : Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat ) ., Wempi Noviandi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.661 KB)

Abstract

PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah peralatan pembangkit listrik yang merubah cahaya matahari menjadi listrik. PLTS sering juga disebut Solar Cell, atau Solar Photovoltaic, atau Solar Energi. Dengan konsep yang sederhana yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang mana cahaya matahari adalah salah satu bentuk energi dari Sumber Daya Alam. Cahaya matahari sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tidak memerlukan  bahan bakar. Sehingga sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan. Pada tugas akhir ini akan membahas mengenai merancang sistem PLTS sesuai dengan kebutuhan dan melakukan uji pembebanan PLTS. Adanya tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai PLTS dan bagaimana PLTS itu bekerja. Dari hasil pengujian dan pembahasan “Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya” Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang telah dirancang dengan spesifikasi panel surya 100 WP sebanyak 44 Buah, Baterai 100 Ah sebanyak 30 buah, solar charge controller 250 A, serta inverter 3000 W/220VAC telah berhasil diuji coba. PLTS ini juga dilengkapi dengan indikator tegangan yang dihasilkan panel surya dan tegangan output inverter. Berdasarkan  hasil pengujian PLTS ini mampu  menghasilkan rata-rata daya sebesar 827 Wh dala satu hari.
PENGARUH PENGATURAN PHYSICAL TUNNING ANTENNA SECTORAL DALAM MEMAKSIMALKAN LAYANAN JARINGAN 4G ., Fajrina Astuti
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.873 KB)

Abstract

Physical tunning antenna sectoral adalah pengaturan/penyetelan untuk merubah arah pancar antena sectoral secara fisik. Physical tunning antenna sectoral dilakukan untuk memaksimalkan suatu jaringan layanan. Penelitian ini dilakukan karena adanya keluhan dari masyarakat kepada pihak penyedia layananan dan dilakukan pada BTS MPW006_JUNGKAT dengan merubah arah pancar 3 buah sektor antena dengan metode azimuth tilt yaitu merubah antena secara horizontal, electrical tiltmerubah antena dengan melihat polarisasinya dan mechanical tilt merubah arah pancar antena secara vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perubahan physical tunning antena sectoral dalam memaksimalkan layanan 4G. Pengujiandilakukan dengan melakukan drive test. Drive test merupakan pengukuran signal yang dilakukan untuk menguji performansi suatu cell pada site atau BTS tertentu. Tiga parameter yang akan diuji dengan merujuk pada KPI yaitu Reference SignalReceived Power (RSRP), Reference Signal Received Quality (RSRQ) dan Signal to Noise Ratio (SNR). RSRP terjadi peningkatan yang signifikan dengan kategori sangat baik dari sebelumnya 18,95% menjadi 62,80%, RSRQ dengan kategori baik dari sebelumnya 45,29% menjadi 49,62% dan SNR dengan kategori baik dari sebelumnya 56,86% menjadi 71,20%. Pada parameter RSRP dan RSRQ tidak terjadi perubahan pada kategori buruk, sedangkan pada SNR terjadi penurunan padakategori buruk yang sebelumnya 34.29% menjadi 15.89% dengan demikian dapat disimpulkan setelah dilakukan perubahanphysical tunning antenna sectoral terjadi peningkatan yang sangat baik. Kata kunci: physical tunning, azimuth tilt, electrical tilt
PERBANDINGAN KINERJA SEL SURYA JENIS THIN-FILM DAN POLYCRYSTALLINE (STUDI KASUS: PONTIANAK) ., Yudi Kristian Tiun
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2396.988 KB)

Abstract

Berbagai kajian dan penelitian dilakukan untuk mengolah energi matahari salah satunya adalah dengan teknologi solar sel yaitu suatu alat yang menkonversikan energi matahari menjadi energi listrik. Indonesia Khususnya kota Pontianak adalah daerah yang sangat menjanjikan dalam pengaplikasikan solar sel hal ini dikarena dilalui garis khatulistiwa. Sekarang ini Para peneliti berusaha mencari cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan solar sel. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja kedua jenis panel surya mana yang lebih efisien terhadap Pengaruh variasi suhu, kelembapan udara dan intensitas radiasi matahari. Cara pengukuran yang dilakukan adalah pengambilan data terkait variasi radiasi matahari yang sedang terjadi pada kondisi intensitas cahaya yang sama,   suhu   dan kelembaban   sama.   Penelitian   ini menggunakan resistor 4,7 ohm sebagai beban dan 2 buah panel sel surya dengan kapasitas daya yang sama yaitu 1 Wp dengan jenis yang berbeda yaitu jenis Polycrystalline dan Thin-Film. Dengan peralatan yang digunakan untuk pengukuran ini antara lain: Pyranometer atau Solar Meter, digunakan untuk mengukur intensitas radiasi matahari. Hygrometer digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban. Multimeter digunakan untuk mengukur arus dan tegangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi Panel Surya Jenis thin film  terjadi pada irradiance 618 Watt/m2 Pukul 15:00 dengan efisiensi sebesar 5,781% sedangkan  efisiensi tertinggi pada panel surya Polycrystalline Justru terjadi pada irradiance 1129 Watt/m2 Pukul 14:00  adalah 5,62%. Jadi, pada efisiensi tertinggi panel surya Thin Film Lebih unggul 0,161% dari Polycrystalline. Pada intensitas radiasi matahari 1129 W/m2 ke 1136 W/m2 daya yang dihasilkan kedua panel surya turun walaupun intensias radiasi mataharinya naik hal ini dikarenakan adanya kenaikan suhu. Pada Thin-Film terjadinya penurunan daya 0,0165 Watt akibat kenaikan suhu sebesar 0,3ºC, sedangkan pada Panel surya jenis polycrystalline terjadinya penurunan daya 0,094 Watt akibat kenaikan suhu sebesar 0,3ºC.
ANALISIS PERFORMANSI VERY SMALL APERATURE TERMINAL (VSAT) PENGIRIMAN DATA CUACA PENERBANGAN MENGGUNAKAN COMPUTER MESSAGE SWITCHING SYSTEM (CMSS) ., Hendry Ramonyaga
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Mahsiswa Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.782 KB)

Abstract

Pontianak  Supadio  Meteorological  Station  is  a weather observation station belonging Meteorology and Geophysics Agency in charge of weather observations in the region of West Kalimantan. The data obtained from the weather observation at garden tools contained in Pontianak Supadio Stamet transmitted using VSAT network technology. On the VSAT network, frequent problems of significant delay and capability VSAT terminal while sending and receiving data extremely vulnerable to climate change. VSAT network performance monitoring process and emphasize the value parameter measurement delay and data rate with the method of observation. From the analysis on the scale of value can be a minimum average delay of 624 ms with an average value of a maximum of 1442 ms. As for the value of the maximum data rate that can be as big as 10 Mbytes within 160 seconds. With a delay value and the data rate that has been in the can, VSAT still can communicate well, this is because the VSAT is a feature of TCP spoofing. Process information to predict the weather in Pontianak Supadio Statmet that happens to agencies, airline and everyday life an area by using CMSS. Preliminary data on the observation code identifying synoptic form of a numerical model that describes the weather situation is happening as WIOO (area code Pontianak), 240524Z (delivery time), 070330KT (wind direction and speed in knots), 9999 (visibility flat above 10 km or more), BKN024 (2400 ft broken clouds covering the sky 5/8 to 7,8 part), 33/20 (surface temperature = 33 degrees and the dew point = 20 degrees), Q1009 (air pressure = 1009 mb), NOSIG = (the weather forecast has not changed).   Keywords: VSAT, Delay, Data Rate, Service Level, Data Codes, Observation, Weather
Evaluasi Instalasi Listrik Dan Penerangan Pada Gedung Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan Dan Holtikutura(UPBTPH) Kabupaten Mempawah Fam, Fafirius; Arsyad, M. Iqbal; Razikin, Abang
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1307.423 KB)

Abstract

Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pengembangan benih tanaman pangan dan hortikultura terpasang daya PT. PLN (Persero) sebesar 13.200 VA. Dengan adanya beberapa penambahan peralatan berupa Air Conditioning (AC), jumlah titik lampu, dan peralatan lainnya, daya tersebut tidak mencukupi lagi untuk melayani beban. Hal tersebut berindikasi sering terjadinya overload pada pembatas arus (MCB) pada waktu terjadinya penambahan beban. Berdasarkan hasil observasi dilapangan total beban pada saat ini sebesar 32.598 Watt dengan beban antar fasanya tidak seimbang, sehingga perlu dilakukan penambahan daya dan perbaikan instalasi untuk memperoleh keseimbangan beban pada setiap fasanya. Dengan upaya perbaikan instalasi pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah, diperoleh  jumlah beban pada fasa R sebesar 10.850 Watt, fasa S sebesar 10.877 Watt, dan fasa T sebesar 10.871 Watt. Sedangkan kapasitas daya PT. PLN (Persero) yang diusulkan sebesar 33.000 VA, dengan pembatas arus MCB sebesar 3 x 50 A pada masing-masing fasanya. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh bahwa kualitas penerangan untuk setiap ruangan pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah masih belum mencapai standar kualitas yang ditentukan SNI 03-6575-2001. Sehingga untuk memperbaiki kualitas penerangan pada ruangan-ruangan Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah yaitu dengan menambah titik lampu sesuai perhitungan atau mengubah lampu dengan daya lebih besar/terang.
SISTEM PENGATUR TRAFFIC LIGHT MENGGUNAKAN GELOMBANG RADIO BERBASIS MIKROKONTROLER ., Andri
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.142 KB)

Abstract

There are several ways in the traffic light settings, such as by networking and standalone system. Both systems are actually able to run well, it's just that there are some obstacles. Constraints on the networking system is the development of cable network system is very complicated. Constraints on standalone systems is a matter of setting it up, because if the setting of the traffic light will be changed, then it must come to a traffic light is located. Thus the need for a solution to the traffic light settings without a cable. The system in question is the control of traffic lights using the medium of radio waves. The use of radio waves only as a means of sending a command to change the duration of traffic lights. There are nine orders given sender module and the receiver module to the three conditions of the traffic light system, this command can each be used in accordance with the traffic conditions (conditions of quiet, solid, and normal). The process of sending data on the system is done by the microcontroller Arduino Nano to the sender module, data is sent and processed by a microcontroller receiver. Software used is the Arduino IDE and programming language C / C ++ with a serial connection through the USB port on a laptop / computer.Based on test results, within a range of the sender and receiver system more or less (±) 1,65 meter, the given command may encounter an error, this is due to the frequency used the same four receivers, namely 433 MHz. system has several advantages, including a more practical when compared with the use of cables and setting the duration of time at traffic lights easier.   Keywords: networking, standalone, Radio Wave, Microcontroller, Traffic Light.
RANCANG BANGUN PENGGERAK PANEL SURYA MENGIKUTI ARAH MATAHARI SECARA VERTIKAL DI ., Agus Priyono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.564 KB)

Abstract

Ketergantungan penggunaan bahan bakar konvensional seperti minyak dan batu bara pada hampir semua  sektor  kehidupan  menyebabkan  semakin  menipisnya  persediaan  energi.  Dalam  upaya mengatasi masalah ini, maka pemerintah saat ini sedang menggalakkan pemanfaatan Energi Baru dan  Terbarukan  (EBT)  yang  bersumber  pada  potensi  alam  yang  tidak  akan  habis  walaupun digunakan terus menerus seperti energi angin dan energi matahari.Untuk memanfaatkan potensi energi matahari maka saat ini sudah digunakan peralatan yang bisa disebut dengan fotovoltaik atau solar sell atau panel sel surya. Besarnya potensi energi matahariyang dapat diserap tergantung luas sell surya dan daya serap terhadap cahaya matahi. Daya serap dapat dioptimalkan dengan membuat sistem kontrol penggerak penel sel surya yang akan bergerah mengikuti arah gerak matahari sehinggaq sel-sel panel surya akan optimal menyerap cahaya matahari. Oleh karna itu, penelitian ini akan merancang sekaligus membangun sistem kontrol penggerak sel surya secara vertikal sehingga sel surya yang statis tersebut dapat bergerak dinamis mengikuti arah gerak matahari sehingga akan optimal menyerap cahaya matahari. Kata kunci: Sel surya; sistem kontrol otomatis; Energi Terbarukan
ANALISA PERHITUNGAN NILAI JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH SISTEM DISTRIBUSI PT.PLN (PERSERO) RAYON KOTA PONTIANAK ., Rachmad Nur Herdiansyah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.185 KB)

Abstract

A good electric power system must have good voltage quality and small of power losses. The quality of the voltage and power losses that occur in the medium voltage line can be known by the analysis of voltage drops and active power losses. In this study was analyzed of the medium voltage line distribution system  PLN (Persero) Rayon City of Pontianak used AAAC-S 150 mm2 conductive cable. The analysis carried out of Raya  feeder 7  with a channel length  is 39.95 km and a Raya feeder 10 with a channel length is 27.90 km. Based on the results of calculations, the maximum voltage drop percentage in Raya feeder 7 is 4.52% and Raya feeder 10 is 4.63%. While the maximum current at feeder Raya 7 is 293,254 Ampere with the total active power losses of 66.6204 kW and the maximum current at feeder Raya 10 is 237.418 Ampere with a total active power losses of 55.88462 kW. Based on  the provisions of SPLN No. 72 of 1987 and SNI 04-0225-2000 (PUIL 2000) Feeder Raya 7 and Feeder Raya 10 are still worthy to serve burden and allow for future burden additions.