cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
RANCANG BANGUN ANTENA PENRIMA MODEL RHOMBIK PERSEGI ENAM Saktiawan, Ferdi Jaya; Suryadi, Dedy; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1757.197 KB)

Abstract

Antena rhombik merupakan antena kawat panjang yang berbentuk ketupat dan berpita lebar. Antena ini adalah gabungan dari antena V. Telah terbukti bahwa antena penyepadan impedansi ruang propagasi dengan saluran radio, maka banyak menghasilkan berbagai prototipe antena berpita lebar tanpa beban resistif. Pada Tugas Akhir ini menguraikan tentang proses perancangan, simulasi, pembuatan, dan implementasi membangun antena rhombik persegi enam yang digunakan sebagai antena penerima wi-fi pada frekuensi kerja 2,4 GHz dengan tujuan untuk memperkuat daya terima sinyal wireless adapter terhadap sinyal wi-fi. Proses rancang bangun dilakukan melalui perhitungan dimensi secara teori dan kemudian menggunakan software CST Studio Suite sebagai alat simulasi sebelum melakukan rancang bangun. Rancang bangun alat dimodifikasi sehingga bebrbentuk persegi enam dengan tujuan untuk menaikkan gain dari antena tersebut. Pada antena rhombik persegi enam dengan spesifikasi Panjang elemen = 72,25 mm, sudut antar elemen (A) = 120°, ketebalan elemen = 2 mm, bahan elemen tembaga. Setelah melakukan simulasi, didapatkan hasil pada frekuensi kerja 2,4 GHz dengan return loss -1,93, VSWR sebesar 9,02 dan gain sebesar -5,15 dBm dengan pola radiasi omnidireksional. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium telekomunikasi diperoleh hasil kualitas sinyal (signal strength) pada jarak 10meter rata-rata sebesar -46,8 dBm, pada jarak 15meter rata-rata sebesar -49,13 dBm, pada jarak 20 meter rata-rata sebesar -50,33 dBm, pada jarak 25 meter rata-rata sebesar -51,66 dBm. Untuk meningkatkan nilai kualitas sinyal (signal strength) dan penguatan daya (gain) yang lebih baik lagi, sebaiknya dilakukan modifikasi bentuk, serta untuk meningkatkan keakuratan pengukuran, diperlukan peralatan yang lebih baik lagi
Studi Perencanaan Kebutuhan Instalasi Listrik Di Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak ., Asrul Azmi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.548 KB)

Abstract

Rumah Sakit Bersalin Jeumpa Pontianak merupakan salah satu fasilitas rumah sakit yang sedang merencanakan pengembangan rumah sakit bersalin kelas B. Bangunan rumah sakit bersalin ini akan dikembangkan dengan luasan bangunan dengan ukuran 525 m² yang terdiri dari 8 lantai. Untuk sistem instalasi listrik pada bangunan, khususnya Rumah Sakit Bersalin diperlukan perencanaan secara matang supaya sistem tersebut mampu bekerja dengan sangat efektif, efisien serta sistem tersebut mampu mengatasi gangguan yang terjadi dalam proses penyaluran atau pendistribusian tenaga listrik di bangunan tersebut. Kenyaman dalam bekeja atau beraktifitas tentunya tidak terlepas dari penyediaan penerangan dan sistem sirkulasi udara yang baik terutama untuk penerangan pada malam hari serta penkondisian udara pada ruangan yang tidak mempunyai ventilasi yang cukup. Untuk merencananakan instalasi tersebut menggunakan metode studi literatur, dalam tahap perencanaan dilakukan beberapa perhitungan yaitu dimensi ruangan, indeks ruang, efisiensi dan armatur sedangkan untuk tata udara harus diketahui terlebih dahulu BTU/hr sesuai kebutuhan ruangan. Untuk mencapai semua itu, instalasi penerangan dan tata udara rumah sakit bersalin ini akan direncanaan sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia, berdasarkan SNI 03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung dan SNI 03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. Dengan adanya standar – standar tersebut penulis bisa menentukan jumlah armatur lampu, intesitas maksimum pencahayaan dan kapasitas maksimum air conditioner berdasarkan besar ruangannya. Kata kunci       : rumah sakit bersalin, perencanaan, instalasi penerangan  tata  udara, SNI
ANALISIS KOMPARATIF KONFIGURASI 4G MENGGUNAKAN METODE RADIO FREKUENSI SHARING DAN STAND ALONE Johari, Johan; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6918.782 KB)

Abstract

Teknologi 4G diharapkan mampu mengakomodasi berbagai macam layanan paket data berkecepatan tinggi pada jaringan dan alokasi frekuensi yang telah ada. Untuk itu pada penerapan jaringan 4G diperlukan perancangan yang sangat matang dan optimasi jaringan sehingga dapat menghasilkan jaringan yang optimal. Pada tugas akhir ini dilakukan analisis komparatif konfigurasi 4G menggunakan metode RF Sharing dan Stand Alone. Proses pengerjaan difokuskan pada site 4G menggunakan konfigurasi RF Sharing dan stand Alone yang ada di kota Pontianak. Untuk mengetahui kehandalan kedua konfigurasi tersebut  perlu menganalisis data KPI (Key Performance Indicators) antara lain RRC SR, CSSR, Service drop rate dan Throughput. Penulis menggunakan data-data yang diperoleh dari hasil lapangan dan dibantu oleh enginer Telkomsel Pontianak. Dari hasil analisis yang diteliti berdasarkan parameter KPI yaitu RRC SR pada konfigurasi RF Sharing sebesar 99,97% sedangkan konfigurasi Stand alone sebesar 99,95%,   CSSR konfigurasi RF Sharing sebesar 99,93% sedangkan CSSR konfigurasi Stand Alone sebesar 99,91%, service drop rate kongurasi RF sharing sebesar 0,17% sedangkan konfigurasi Stand Alone 0,24%, downlink throughput  RF Sharing sebesar 14.657 Kbps sedangkan konfigurasi Stand Alone 13.721Kbps, dan uplink Throughput konfigurasi RF Sharing  sebesar 1.791Kbps sedangkan konfigurasi Stand alone sebesar 2.467Kbps. Dari data tersebut konfigurasi RF Sharing lebih handal dibanding Stand Alone untuk melayani pelanggan kecuali pada KPI uplink Throughput, namun konfigurasi RF Sharing memiliki kelemahan yaitu ketika terjadi gangguan pada perangkat 4G akan berpengaruh pada perangkat Sharing dengan 4G.
RANCANG BANGUN REFLEKTOR BERBENTUK PARABOLA PADA PANEL PHOTOVOLTHAIC ., Sahdan
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2017): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.344 KB)

Abstract

Teknologi concentrated photovoltaic (CPV) terbukti mampu meningkatkan besar radiasi matahari yang akan dikonversikan menjadi  energi  listrik  oleh  panel  surya.  Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengkaji  penggunaan cpv berbentuk parabola dengan reflektor jika diterapkan pada panel surya. Digunakan 2 buah panel dengan spesifikasi yang sama. Allumunium foil digunakan sebagai bahan utama CPV dan cermin datar digunakan sebagai reflektor cahaya matahari. Titik fokus cermin datar yang di tetapkan pada penelitian ini adalah 25Cm, 30Cm, 35Cm, 40Cm, dan 45Cm.titik fokus cermin datar yang optimal pada penelitian ini yaitu 35 Cm yang mampu meningkatkan daya output sebesar 8%, dan juga titik fokus cermin datar dengan daya output terendah terjadi pada titik fokus setinggi 25Cm dengan daya output yang dihasilkan sebesar 2%. Kata kunci : panel surya, reflektor, daya output
PERFORMANSI SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID SURYA–GENSET PADA KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN BARAT ., Andri Erliansyah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.07 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) merupakan gabungan antar dua atau lebih pembangkit dengan sumber energi yang berbeda. Software HOMER digunakan untuk simulasi dan analisis dengan tujuan untuk menghasilkan  pembangkit Hibrid yang Optimal. Optimisasi energi terbarukan untuk pembangkitan energi listrik ini dilakukan di kantor Gubernur Kalimantan Barat  yang mempunyai beban  rata-rata sebesar 383 kW/hari dengan beban puncak sebesar 849 kW. Model simulasi yang digunakan Terdapat 5 katagori desain sistem pembangkit, antara lain : PV+Generator Diesel+Inverter dan Baterai, PV+Generator Diesel+Inverter tanpa Baterai, Generator Diesel saja, Generator Disel+Inverter+Baterai tanpa PV dan PV+Inverter+Baterai tanpa generator diesel. Hasil simulasi dan optimasi dengan bantuan perangkat lunak HOMER menunjukau bahwa secara keseluruhan PLTH yang optimum untuk dapat diterapkan di Kantor Gubernur Kalimantan Barat adalah Sistem PV + Generator Diesel + Inverter + Baterai dengan hasil harga energi listrik pertahun sebesar USD 0,289/kWh. Sedangkan polusi yang dihasilkan dari emisi karbon dioksida 2.360.816 kg/tahun dan karbon monoksida 5.827 kg/tahun untuk dapat melayani beban Listrik Perkantoran 100% tampa ada pemadaman. Kata kunci : PLTH, PV+Generator Disel+Inverter+baterai, Simulasi, HOMER, COE
STUDI REKONFIGURASI FEDEER PAWAN 9 DENGAN BEROPERASINYA PLTD MELANO DI PT. PLN (PERSERO) AREA KETAPANG ., Asmad Hendrawan
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PLN (Persero) Area Ketapang memliki 9 Fedeer, dimana satu penyulang khusus untuk menyuplai beban Kabupaten Kayong Utara (Rayon Sukadana) yaitu feeder pawan 9 yang mengalami drop tegangan. Fedeer Pawan 9 membebani empat daerah yaitu Tolak, Sukadana, Melano dan Teluk Batang dengan panjang jaringan feeder pawan 9 ini 268.45 kms dengan tegangan menengah pada ujung jaringan sebesar 12.8 kV. Kondisi tegangan yang terlalu rendah, rugi daya pada jaringan, dan beban yang terlalu besar menjadi masalah utama di PT. PLN (Persero) Area Ketapang. Upaya yang dilakukan oleh PT. PLN (persero) Area Ketapang dalam mengatasi masalah tersebut tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017 yaitu membangun pembangkit baru (PLTD Melano) dengan daya terpasang sebesar 6 MW. Untuk mendukung rekonfigurasi jaringan tersebut, digunakan ETAP sebagai alat simulasi sistem 20 kV PT. PLN (Persero) Area Ketapang dalam menentukan titik pembagian baban. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan ETAP, maka rekonfigurasi jaringan dapat memperbaiki kondisi kelistrikan di PT. PLN (Persero) Area Ketapang, memiliki tegangan feeder Pawan 9 sebelum rekonfigurasi sebesar 12.8 kV, setelah rekonfigurasi menjadi 18.6 kV. Sehingga dapat menurunkan susut yang semula 1465.8 kW menjadi 152.9 kW, artinya dengan adanya PLTD Melano rekonfigurasi jaringan yang dilakukan dapat menurunkan rugi daya sebesar 1303.9 kW.
RANCANG BANGUN APLIKASI DRIVE TEST BERBASIS ANDROID UNTUK MENGUKUR KUAT JARINGAN 3G DENGAN PENGUKURAN IDLE MODE ., Guntoro
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2017): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.071 KB)

Abstract

Drive test is one of the first steps in the process of network optimization that aims to collect data measurements in less optimal areas. Drive test requires many tools such as laptop with TEMS software installed, mobile phone, data cable, GPS and usually a car. This study aims to design android applications that can be used to do drive test with idle mode method without requiring many tools and the results of drive test data analysis can be used for network optimization in less optimal areas. The result of data analysis of drive test application named SignalTrack shows that RSCP value on Jl. Prof. M. Yamin is still bad because the spot ratio is very good, which is only 55.74% while usually each provider targets 95% threshold. The comparison of drive test application by using NEMO software if being seen from the drawing and table result is similar, and for the level of accuracy of SignalTrack is also not much different from NEMO.   Keywords: Drive Test, KPI, Idle Mode, SignalTrack.
ANALISIS DAYA TERIMA ANTENA AIRGRID M5HP BERDASARKAN JARAK JANGKAU CLIENT PT. PANGLIMA KAMAYO MEDIA PONTIANAK ., PRISMAWAN YURI
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.479 KB)

Abstract

PT. Panglima Kamayo Media as an internet service provider,  should maintain the quality of its internet network, by looking at one of the benchmarks that is receptivity at the client location influenced by the distance. This research will analyze the influence of the distance range to the power received of  the AirGrid M5HP antenna on each client and to find out about how the distance range affects service performance and provides solutions in order to PT. Panglima Kamayo Media can improve service performance. In this study, it is used a laptop that has installed a browser application as a medium to open AirOS software and to see the received value of the AirGrid M5HP antenna that is undertaken on 10 clients of PT. Panglima Kamayo Media Pontianak. After obtaining the results of the research data, then performed a comparison with the results of calculations and analyzed, which will be drawn conclusions and suggestions regarding power received of antenna AirGrid M5HP client based on the effect within range and also LOS and NLOS conditions on the client of PT. Panglima Kamayo Media Pontianak. There were 2 clients with the results of the measurement of the acceptability of the AirGrid M5HP antenna included in the excellent category (green) based on the reference quality of the power received antenna from the Ubiquiti Network, with a range of ? -65 dBm, 4 clients were included in good category (yellow) with range -73 dBm up to -66 dBm, and 4 clients were in enough category (orange) with a range of -80 dBm to -74 dBm. Where the measurement results on 4 clients are included in the category enough (orange)  is a client with NLOS conditions. Clients  both 5 and 6 have low and uneven geographic conditions, in order to a transmitter is needed to be able to connect to the network. Keywords: Power Received Antenna, AirGrid M5HP, Reach Distance, AirOS, Wireless, Line of Sight.
RANCANG BANGUN ROBOT TERBANG MODEL TRICOPTER MENGGUNAKAN STM32F ., Indra Krista
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.382 KB)

Abstract

Robot terbang tricopter dirancang dengan menggunakan flight controller SP-Racing F3 10DOF (Degree Of Freedom) yang sudah memiliki mikrokontroler STM32F,dilengkapi dengan sensor gyroscope dan sensor accelerometer yang berfungsi untuk menstabilkan posisi robot. Robot terbang tricopter terdiri dari motor brushless, electronic speed control (ESC), mikrokontroler STM32F, sensor gyroscope, sensor accelerometer, propeller, remote control,penerima (receiver) remote control dan menggunakan sumber energy berupa baterai Li-Po 2200mAh dengan tegangan 11,1 volt. Pembuatan frame dengan menggunakan akrilik transparan untuk bagian atas dan bagian bawah dengan ketebalan 4mm, panjang 25cm dan lebar 15cm. Untuk bagian lengan tricopter, digunakan aluminium batang sepanjang 35cm, lebar 2cm dan tinggi 1cm. Hasil pengujian yang dilakukan bahwa tricopter mampu mengangkat beban maksimum 3.105kg dengan resultan gaya sebesar 30.429N. Jarak jangkauan RC saat dilakukan pengujian dibatasi dengan jarak 100 meter. Pada saat pengujian, tricopter diterbangkan dengan ketinggian 50 meters ampai 80 meter dari permukaan tanah dan hasil yang didapatkan sangat memuaskan, karena tricopter terbang dengan sangat stabil.
IDENTIFIKASI MONITORING KINERJA BSS (Base Station Subsystem) PADA OMC (Operation And Maintenance Center) RADIO HUAWEI MENGGUNAKAN IMANAGER U2000 Supriadi, -; Imansyah, Fitri; Yacoub, Redi Ratiandi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.422 KB)

Abstract

Dalam sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler, stabilitas jaringan radionya sangat diperlukan untuk mendukung pemberian layanan terbaik bagi para pelanggannya. Keberadaan jaringan ini harus selalu dimonitoring agar setiap terjadi gangguan stabilitas jaringan baik yang disebabkan karena kerusakan perangkat atau adanya gangguan pada power supply dapat segera diketahui dan ditindak lanjuti secepatnya. Semua informasi gangguan pada jaringan radio ini sudah terintegrasi dalam sebuah server yang disebut OMC Server. Untuk itu PT. Infratech  Indonesia sudah mempunyai kegiatan perawatan (maintenance) yang secara rutin dilakukan untuk tetap menjaga BTS tersebut dapat melakukan tugas sesuai dengan fungsinya. Kegiatan perawatan yang dilakukan diantaranya yaitu  menangani  gangguan  yang  terjadi pada  BTS  dengan  cara  monitoring  alarm  menggunakan  software IManager  U2000. Gangguan  yang terjadi pada BTS PT. Infractech Indonesia wilayah Pontianak dan sekitarnya pada tanggal 15 November dan 21November 2019 adalah gangguan pada  Combiner dan ODU.  BSS (Base Station Subsystem) akan bekerja dengan baik atau sesuai dengan fungsinya bila tidak terdapat gangguan dalam setiap alat maupun komponennya.

Page 8 of 48 | Total Record : 473