cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAHAN BIODIESELMENGGUNAKAN ARDUINO ., Joko Tri Jaryadi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.562 KB)

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar yang terbuat dari minyak nabati yang dapat    diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan suatu prototipe alat pengolahan biodiesel yang dapat bekerja secara semi otomatis dengan modul arduino sebagai elemen kendalinya. Proses pengolahan terbagi empat tahap yaitu proses pemanasan tangki transesterifikasi, proses transesterifikasi, proses pendingin ,dan proses pemisah. Pengolahan dimulai dengan memanaskan tangki transesterifikasi menggunakan solar heater dan elemen pemanas DC. Pengujian sistem terhadap lama pemanasan tangki transesterifikasi dilakukan selama 6 hari. Hasil yang didapat adalah tangki transesterifikasi dapat mencapai suhu 60oC selama rata-rata 4 jam 40 menit. Pada proses transesterifikasi, proses berlangsung selama 60 menit dan pengaduk akan berputar selama waktu tersebut. Hasil dari proses transesterifikasi yaitu, CPO yang sudah diberi larutan NaOH dan methanol. Selanjutnya pada proses pendingin, mikrokontroller hanya mengendalikan timer sesuai yang di setting yaitu 40 menit, hasil yang diperoleh yaitu terjadi perbedaan fasa pada cairan. Pemindahan fasa dilakukan secara manual dengan menekan saklar untuk menghidupkan pompa air dan keran DC. Dan pada proses pemisah, mikrokontroller mengendalikan timer selama 30 menit serta memutar pengaduk selama waktu tersebut. Selanjutnya mikrokontroller memulai timer selama 30 menit untuk pendiaman. Hasil dari proses ini yaitu terjadi perbedaan fasa. Fasa atas adalah biodiesel dan fasa bawah adalah air. Kata kunci : biodiesel, CPO, arduino, pemanasan tangki, transesterifikasi,  pendingin, pemisah
PERANCANGAN JARINGAN AKSES FTTH DENGAN TEKNOLOGI GPON MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DI ‘KOTA STELIT’ KUBU RAYA Sabah, Nurus; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.285 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dari tahun ke tahun semakin pesat, hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan layana komuniksi yang cepat. Perkembangan teknologi ini tersebut memicu masyarakat untuk mendapatkan sarana komunikasi yang lebih baik, sehingga dapat melayani kebutuhan masyarakat akan komunikasi yang praktis, mudah, dan efisien. FTTH (Fiber To The Home) merupakan infrastuktur layanan telekomunikasi yang mendukung transmisi pada bandwith yang besar serta dapat memecahkan masalah hambatan akses bandwith. Untuk membuat perancangan jaringan akses FTTH  dengan teknologi GPON di ?Kota Satelit? Kubu Raya menggunakan algoritma genetika untuk mendapatkan jalur terbaik dari hasil perancangan. Optisystem merupakan simulator yang digunakan untuk mengetahui nilai BER (Bit Error Rate) dan nilai redaman perangkat pada hasil perancangan. Dari hasil perancangan yang dilakukan menggunakan program algoritma genetika yang telah dibuat menggunakan software Matlab didapatkan jalur terbaik 3-12-49-29-31-17-1-20-10-2-11-5-6-21-36-41-16-4-3-40-34-44-22-27-25-43-47-48-42-37-9-15-4-5-39-28-18-24-35-8-14-46-32-38-33-7-13-26-19. Dengan jarak terjauh dari sentral ke pengguna adalah 4.85 km.
PERANCANGAN SISTEM TIMBANGAN DIGITAL BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 ., AHMAD NUR ALIYANTO
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.002 KB)

Abstract

Saat ini, untuk melakukan penimbangan hasil panen tandan buah kelapa sawit dengan luas lahan 1 kavling (± 20 x 100) m2 membutuhkan waktu sekitar 2 jam, dan ini menggunakan timbangan analog konvensional. Proses penimbangan memerlukan waktu yang lama, tidak akurat, rekapitulasi hasil total panen di catat secara manual. Dengan dirancangnya timbangan digital ini , efisiensi waktu dari proses penimbangan dengan penggunaan timbangan digital sebagai pengganti timbangan analog. Perancangan sistem timbangan digital yang dibuat terdiri dari beberapa bagian, bagian sensor Load Cell R-NA4-2-200 sebagai sensor timbangan, modul SPI Mikro SD sebagai media penyimpanan data hasil pengukuran berat beban, keypad 3 x 4 digunakan untuk membedakan alamat atau nama dari tiap – tiap kavling yang di kendalikan dengan mikrokontroler Arduino Mega 2560. Sistem kerja Load Cell dengan kapasitas 200 kg mempunyai tingkat akurasi 0,05 dalam skala satuan gram setelah dilakukan kalibrasi. Data hasil yang terbaca oleh Load Cell akan disimpan di memori penyimpanan dengan menggunakan tombol keypad sebagai perintah untuk menyimpan data hasil yang terbaca oleh load cell. Data hasil pengukuran yang tersimpan di memori penyimpanan terdiri dari alamat atau nama kavling, tanggal dan waktu pengambilan data dan berat beban yang terukur. Kata kunci : Timbangan digital,  Load Cell R-NA4-2-200, Mikrokontroler,  Modul SPI Mikro SD, Keypad 3 x 4.
ANALISIS PENGGUNAAN 4 MODEL REFLEKTOR ANTENA YAGI TERHADAP PENGUATAN SINYAL PADA BEBERAPA OBSTACLE BANGUNAN DI LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK Pulungan, Sutan; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1532.814 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian pada frekuensi 2.4 Ghz untuk meningkatkan daya terima wifi pada proses penerimaan sinyal wireless USB adapter terhadap sinyal wifi. Pengujian antena yagi dengan 4 model reflector yang berbeda yaitu yagi bolic, parabolic grid, corner dan flat DVD yang dilakukan pada jarak 33,5 meter dan 63,6 meter dengan menggunakan obstacle bangunan di lingkungan fakultas teknik. Hasil pengukuran wireless USB adapter dengan menggunakan antena yagi modifikasi mendapatkan nilai rata-rata 74,17 dBm pada jarak 33,5 meter dan 85,67 dBm pada jarak 63,6 meter dengan menggunakan obstacle bangunan yang ada di lingkungan fakultas teknik. Sedangkan saat menggunakan obstacle tambahan berupa papan tulis mendapatkan nilai rata-rata 76,58 dBm pada jarak 33,5 meter dan 87,50 dBm pada jarak 63,6 meter. Dari hasil antena yagi 4 model reflector yang berbeda diperoleh nilai penguatan daya (gain) tertinggi yaitu antena yagi bolic dengan nilai 14,33 dBm pada jarak 33,5 meter dan 19,00 dBm pada jarak 63,6 meter. Dan hasil penguatan daya (gain) dengan obstacle tambahan berupa papan tulis diperoleh nilai tertinggi yaitu antena yagi bolic dengan nilai 16,33 dBm pada jarak 33,5 meter dan 17,33 dBm pada jarak 63,6 meter. Dapat dilihat dari nilai penguatan daya (gain) antena yagi dengan 4 model reflektor yang berbeda ini telah berhasil dibuat sesuai tujuannya yaitu untuk penggunaan 4 model reflektor antena yagi terhadap penguatan sinyal pada beberapa obstacle bangunan di lingkungan fakultas teknik.
PENENTUAN KAPASITAS PEMUTUS TENAGA SISI 20 KV PADA GARDU INDUK SEI. RAYA ., Chandra FireraLubis
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2017): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.473 KB)

Abstract

Abstrak – Dalam penyaluran daya listrik sering kali system distribusi mengalami berbagai gangguan seperti hubung – singkat, sambaranpetir, kawat putus dan sebagainya.  Besarnya  arus  gangguan  hubung  singkat yang  mungkin  terjadi didalam suatu  sistem  kelistrikan perlu diketahui sebelum gangguan sesungguhnya terjadi. Hal ini biasanya digunakan untuk perencanaan peralatan proteksi tenaga. Penentuan kapasitas pemutus tenaga sisi20 kV, dapat ditentukan dengan cara menghitung nilai arus gangguan maksimum pada jaringan sistem distribusi tersebut. Arus gangguan yang dihitung yaitu pada gangguan hubung –  singkat 3  fasa.  Berdasarkan arus gangguan hubung singkat 3 fasa maksimum pada busbar20 kV, kapasitas pemutus tenaga PMT 20 kV pada transformator 1 sebesar 9.658193 kA dengan pemilihan PMT yang tersedia dipasaran sebesar 12,5 kA, kapasitas pemutus tenaga PMT 20 kV pada transformator 2 sebesar17,126147 kA dengan pemilihan PMT yang tersedia dipasaran sebesar 20 kA, dan kapasitas pemutus tenaga PMT 20 kV pada transformator 3 sebesar 9.658193 kA dengan pemilihan PMT yang tersedia dipasaran sebesar12,5  kA.  Perbandingan  rating  pemutus  tenaga  (PMT)yang terpasang (existing) lebih besar terhadap hasil pemilihan rating pemutus tenaga (PMT) berdasarkan perhitungan,      sehingga   dapat   disimpulkan   pemutus tenaga penyulang Gardu Induk Sei. Raya (Existing) masih layak digunakan sebagai pemutus tenaga. Kata kunci : Gardu Induk, , MVA hubung Singkat 3 fasa, rating PMT
PENGENDALIAN DISTRIBUSI AIR NUTRISI HIDROPONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 PADA TANAMAN SELEDRI ., MUHAMMAD GISBAN ABRAR
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.458 KB)

Abstract

Jumlah larutan nutrisi hidroponik sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada pola cocok tanam sistem hidroponik. Penelitian ini menerapkan sistem kendali untuk mengendalikan jumlah larutan nutrisi dengan sensor water flow. Pengendali yang digunakan adalah mikrokontroler Arduino Mega 2560. Mikrokontroler berfungsi memproses sinyal masukkan dari sensor water flow sebagai komponen umpan balik, kemudian menghasilkan luaran yang ditunjukkan pada aktuator. Mikrokontroler diterapkan program yang berfungsi sebagai inisialisasi dan konfigurasi perangkat keras serta membaca sinyal masukkan dari sensor water flow yang kemudian memprosesnya dengan diberikan kondisi tertentu sampai menghasilkan luaran. Hasil penelitian ini adalah sistem dapat mengendalikan jumlah debit air nutrisi hidroponik secara otomatis pada pola cocok tanam sistem hidroponik berdasarkan pengukuran yang diperoleh dari sensor yang dipasang pada pengendali distribusi air nutrisi hidroponik. Aktuator akan aktif jika ketinggian air turun melewati batas yang ditentukan dan sebaliknya aktuator akan mati secara otomatis jika ketinggian air sudah berada dalam kondisi ideal. Pengujian sistem terhadap tanaman seledri dilakukan selama 30 hari. Hasil yang didapat adalah tanaman dapat tumbuh dengan baik, hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan tinggi batang dari 11 cm sampai 18 cm dan penambahan jumlah batang 5 sampai 12 batang selama dilakukan pengamatan.Kata kunci : pengendalian distribusi air nutrisi, debit air, seledri, mikrokontroler Arduino Mega 2560
PERENCANAAN FAKTOR DAYA OPTIMAL PADA HOTEL GRAND MAHKOTA PONTIANAK Hakim, Azizul; Sirait, Bonar; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.764 KB)

Abstract

Hotel Grand Mahkota Pontianak salah satu konsumen industri yang bergerak dalam bidang perhotelan terletak di Jalan Sidas Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pengukuran awal, faktor daya (cos phi) listrik rata-rata pada Hotel Mahkota sebesar 0,81. Untuk meningkatkan penggunaan daya aktif pada Hotel Grand Mahkota Pontianak salah satunya dengan melakukan pemasangan kapasitor bank, sehingga pada penelitian ini akan dilakukan perencanaan perbaikan faktor daya optimal dengan pemasangan kapasitor bank pada Hotel Grand Mahkota Pontianak. Dengan pemasangan kapasitor bank pada Hotel Grand Mahkota, penghematan daya komplek per tahun adalah sebesar Rp. 31.081.401,66.  sehingga biaya total pemasangan kapasitor bank sebesar Rp.30.898.046,59. Penghematan total per tahun diperoleh sebesar Rp.183.355,07, dengan faktor daya optimal sebesar 0,92.Untuk meningkatkan faktor daya menjadi 0,92 pada Hotel Mahkota Pontianak, membutuhkan injeksi daya reaktif rata-rata sebesar 82,337 kVAR. Perencanaan pemasangan kapasitor bank pada panel LVMDP Hotel Grand Mahkota Pontianak menggunakan 1 modul 3 step dengan tiap unit kapasitor kan menginjeksi daya reaktif sebesar 30 kVAR sehingga total injeksi daya reaktif sebesar 90 kVAR dengan biaya sebesar Rp. 21.328.700,00. Total biaya tagihan listrik setiap bulan pada Hotel Grand Mahkota Pontianak sebelum pemasangan kapasitor bank sebesar Rp.270.531.627,22, sedangkan setelah pemasangan kapasitor bank sebesar Rp.248.779.879,75. Selisih total biaya tagihan listrik sebesar Rp.21.751.747,47. Hasil analisa kelayakan bahwa investasi pemasangan kapasitor bank pada Hotel Grand Mahkota Pontianak yaitu : hasil perhitungan NPV yang bernilai positif sebesar Rp. 230.212.974,31, hasil perhitungan PI yang bernilai 11,79 (> 1), dan hasil perhitungan DPP sekitar 1 bulan memiliki periode waktu lebih pendek dari umur proyek (12 bulan). Dengan ketiga teknik analisa kelayakan, menunjukkan bahwa investasi pemasangan kapasitor bank pada Hotel Grand Mahkota Pontianak layak untuk dilaksanakan.
ANALISIS JARAK ANTARA DUA KANAL YANG BERBEDA YANG SALING BERDEKATAN PADA SATU BTS BERSAMA ., Abdul Samad Prayudi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2017): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.733 KB)

Abstract

The  different  space  of  joint  BTS  would  potentially  create  interference  which could interfere the performance quality of an operator. Isolation denoted a value from each antenna which had common value of 30 dB. This minimum spacing calculation was used according to space isolation calculation. In case of frequency of 1710 up to 2170 Mhz, it was obtained that the minimum vertical spacing was 0.15 up to 0.19 meter, for frequency of 1710 up to 2170 Mhz, it was obtained that the minimum horizontal spacing was 0.63 up to 0.82 meter, for slant spacing obtained with isolation value was 71.436 dB. Spacing installation at BTS PAL 5 Jln   Husin   Hamsah,   RT/RW   005/001,   Kelurahan   Paal   Lima,   Kecamatan Pontianak  Barat  was  4.5  meter  for  vertical  spacing,  2  meter  for  horizontal spacing, and 71.436 dB which was more than 30 dB for slant isolation. Thus, the result obtained in the field showed antenna spacing at BTS PAL 5 Barat had met the standard for antenna isolation. Antenna with isolation value of <30 dB had to be adjusted toward installed antenna; extent spacing between one antenna to the others;  adjust tilt  of antenna in order to  increase isolation  value of antenna; adjust azimuth angle by getting it away from antenna that had been interfered so that the isolation value of the antenna met the standard. The receiving level of MS also had to be taken into account to measure the power of receiving signal of each MS from installed antenna, with Walfish-Ikegami method, it was obtained that the value of receiving power decreased upon spacing of 1km from antenna, so that there should be certain adjustments toward the height of the antenna.     Key Words: Antenna isolation, space isolatioan calculation, joint BTS, quality of signal
EVALUASI PENGAMAN GANGGUAN ARUS LEBIH PADA PENYULANG TANJUNG RAYA DUA DI PT. PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK Mulyadi, -; Sirait, Bonar; -, Purwoharjono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.087 KB)

Abstract

Gangguan hubung singkat di Penyulang tanjung raya dua merupakan permasalahan serius bagi GI Sungai Raya apabila tidak ditangani dengan benar. Untuk itu, gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang, harus diatasi agar waktunya tidak melebihi batas kemampuan trafo tenaga, dan juga mengganggu belangsungnya aliran daya pada daerah yang tidak terganggu, yaitu dengan mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Didalam penelitian ini, peralatan proteksi yang digunakan yaitu rele arus lebih. Perhitungan arus gangguan hubung singkat pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode impedansi. Agar dapat mengevaluasi koordinasi rele arus lebih  yang berada di sepanjang Penyulang tanjung raya dua, dengan panjang penyulang masing-masing 4,125 Kms dan 16,5 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Ada 3 jenis gangguan hubung singkat yang dihitung, yaitu gangguan hubung singkat tiga fasa, gangguan hubung singkat dua fasa, gangguan hubung singkat satu fasa. Dari ketiga jenis gangguan hubung singkat tersebut, gangguan hubung singkat tiga fasa lah yang paling besar yaitu 11855,24 A pada 0% panjang jaringan, kemudian gangguan hubung yang terkecil adalah gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah yaitu 914,43 A pada 100% .Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada penyulang Tanjung Raya Dua besarnya arus gangguan hubung singkat yang terjadi dipengaruhi oleh nilai impedansi dan jarak panjang penyulang, semakin jauh jarak gangguan maka semakin kecil pula arus gangguan hubung singkatnya, dan dapat dilihat pula semakin besar arus gangguan hubung singkat yang terjadi maka semakin cepat juga waktu rele proteksi bekerja. Besar arus gangguan hubung singkat tiga fasa lebih besar dari arus gangguan hubung singkat dua fasa dan satu fasa ketanah.Besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi jarak titik gangguan, semakin jauh titik lokasi gangguan maka semakin kecil arus gangguan hubung singkat, begitu pula sebaliknya.Semakin besar arus gangguan hubung singkat maka semakin cepat waktu kerja rele proteksi melakukan trip.waktu kerja rele dipenyulang lebih cepat dibanding waktu kerja rele di incoming rele, ini dikarenakan rele dipenyulang bekerja sebagai proteksi utama. Sedangkan rele di incoming bekerja sebagai proteksi cadangan
PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN DISTRIBUSI DI KOTA PONTIANAK ., Hendriyadi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.714 KB)

Abstract

Abstrak - Jaringan tegangan menengah ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelangsungan suplai energi listrik ke pelanggan.Perhitungan arus gangguan hubung singkat adalah analisa suatu sistem tenaga listrik untuk memperoleh nilai besaran – besaran listrik yang dihasilkan sebagai akibat gangguan hubung singkat tersebut. Pada penelitian ini perhitungan arus hubung singkat dilakukan pada penyulang-penyulang yang mewakili jaringan distribusi kota Pontianak berdasarkan daerah pelayanan penyulang, yaitu : penyulang Kapuas , penyulang Raya 18, penyulang Cemara 4, penyulang Merdeka 3, dan penyulang Khatulistiwa 6. Berdasarkan hasil perhitungan arus gangguan tiga fasa terbesar terjadi pada penyulang Merdeka 3 yaitu sebesar  3.481,711 Ampere, arus gangguan hubung singkat fasa-fasa terbesar terjadi pada penyulang Merdeka 3 yaitu sebesar  3.015,212 Ampere, arus gangguan hubung singkat satu fasa terbesar terjadi pada penyulang Merdeka 3 yaitu sebesar  1.169,134 Ampere. Dari hasil perhitungan arus gangguan penyulang Kota Pontianak menunjukkan bahwa arus hubung singkat tiga fasa lebih tinggi dari arus hubung fasa-fasa dan arus hubung singkat satu fasa, hal ini disebabkan karena pada arus hubung singkat tiga fasa dipengaruhi oleh impedansi urutan positif. Besarnya arus gangguan hubung singkat tertinggi baik gangguan hubung singkat tiga fasa, fasa-fasa maupun satu fasa terjadi pada penyulang Merdeka disebabkan penyulang Merdeka 3 memiliki jarak yang lebih pendek diantara penyulang-penyulang yang dianalisis, sehingga mempengaruhi impedansi urutannya. Kata kunci : gangguan hubung singkat, gangguan tiga fasa, gangguan fasa-fasa, gangguan satu fasa ke tanah.

Page 10 of 48 | Total Record : 473