cover
Contact Name
Dini Kurniawati
Contact Email
jpa@umm.ac.id
Phone
+6285648070281
Journal Mail Official
jpa@umm.ac.id
Editorial Address
Jurnal Perempuan & Anak Universitas Muhammadiyah Malang Jl.Raya Tlogomas No.246, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Perempuan & Anak
ISSN : 24422614     EISSN : 27163253     DOI : 10.22219
Focus and Scope Jurnal Perempuan dan Anak (JPA) merupakan media komunikasi dan informasi terkait dengan perempuan dan anak. JPA diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang, sejak Januari 2013. JPA dikembangkan dengan maksud untuk mendorong peran dan perkembangan perempuan dan anak melalui publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis (review) terhadap perempuan dan anak dari berbagai aspek kajian. JPA menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel review (non penelitian) dari penulis. Setiap tahun terbit 2 (dua) kali bulan Februari dan Agustus.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus" : 5 Documents clear
Ekofeminisme: Peran Perempuan sebagai Penjaga Hutan Adat Mandala Bayan di Kabupaten Lombok Utara Ashri Rahmatia
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.37573

Abstract

Abstrak Kesadaran terhadap relasi kuasa yang tidak seimbang dan marginalisasi yang telah mendarah daging terutama di lingkungan-lingkungan yang masih erat dengan budaya patriarki mengharuskan perempuan untuk terus berjuang untuk melawan dominasi gender, kesamaan rasa di mana perempuan dan alam yang sama-sama tidak berdaya dalam lingkaran patriarki mendorong gerakan perempuan untuk menjaga lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini ialah melihat seberapa jauh peran perempuan sebagai penjaga hutan adat Mandala Desa Bayan, KLU dari perspektif ekofeminisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif di mana data diambil dari berbagai kajian literatur dan wawancara langsung dengan para tokoh perempuan penjaga Hutan Adat Mandala. Hasil penelitian ini memperlihatkan peran krusial yang dipegang oleh para perempuan sebagai salah satu tokoh kunci yang mampu mendorong keberhasilan upaya melestarikan hutan adat Desa Bayan melalui berbagai langkah progresif berupa advokasi dan pembinaan untuk memupuk kesadaran masyarakat sehingga mampu menciptakan sinergitas dalam pemanfaatan dan pengelolaan hutan tanpa merusak hutan itu sendiri. Kata Kunci: Ekofeminisme, Perempuan, Hutan Adat. Abstract Awareness of unequal power relations and marginalization that have become ingrained, especially in environments that are still closely linked to patriarchal culture, requires women to continue to fight against gender domination, a sense of equality where women and nature are both powerless in the circle of patriarchy. encourage women's movements to protect the environment. The aim of this research is to see how far the role of women as guardians of the traditional Mandala forest in Bayan Village, KLU is from an ecofeminist perspective. This research uses a descriptive qualitative research method where data is taken from various literature studies and direct interviews with female figures who guard the Mandala Traditional Forest. The results of this research show the crucial role played by women as one of the key figures who are able to encourage the success of efforts to preserve the Bayan Village customary forest through various progressive steps in the form of advocacy and coaching to foster community awareness so that they can create synergy in forest utilization and management without destroying the forest itself. Keywords: Ecofeminism, Women, Indigenous Forests.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Gender Sayyid Abdul Mahdi Al-Farisi; Khosyi’ah, Siah
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.38717

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) umumnya berhubungan dengan kekerasan berbasis gender yang bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja. Kekerasan ini didasari oleh perasaan dominasi atau kontrol penuh atas apa yang dilakukan oleh pihak yang merasa berkuasa bahwa segalanya berada di tangannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis permasalahan KDRT menggunakan perspektif gender yang dikaji dalam teori sosial-politik. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi pustaka, dengan deskriptif analitis sebagai metode analisis data. Hasil temuan dari penelitian ini menyebutkan bahwa faktor utama terjadinya KDRT selain dari faktor pelaku adalah tatanan hukum yang belum memadai, nilai sebuah kultur social, kebudayaan, salah persepsi dan mitos yang terjadi pada Masyarakat. Ditemukan pula bentuk dari KDRT yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran rumah tangga. Sedangkan menurut analisis gender, ketidakadilan gender bisa diidentifikasi melalui berbagai manifestasi ketidakadilan, yakni marjinalisasi, subordinasi (anggapan tidak penting), pelabelan negatif (stereotype), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda (double burden) Kata kunci: gender, kekerasan, rumah tangga Domestic violence (KDRT) is generally related to gender-based violence that can happen to anyone, anywhere.  This violence is rooted in a feeling of dominance or complete control over what is done by the party that feels powerful, believing that everything is in their hands.  The purpose of this research is to analyze the issues of domestic violence using a gender perspective examined within social-political theory.  The research method used for data collection is literature study, with descriptive analytical as the data analysis method.  The findings from this research indicate that the main factors contributing to domestic violence, aside from the perpetrator's influence, are inadequate legal frameworks, social cultural values, misconceptions, and myths prevalent in society.  Forms of domestic violence have also been identified, including physical violence, psychological violence, sexual violence, and neglect in the household.  According to gender analysis, gender injustice can be identified through various manifestations of inequality, namely marginalization, subordination, stereotypes, violence, and the double burden. Keyword: gender, violence, household
Peran Strategis Dalam Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak dan Perempuan Menuju Indonesia Aman 2025 Mu'minin, Nashrul
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.41544

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual terhadap Anak merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi pemerintah saat ini, Secara sosial Perlindungan anak merupakan upaya dan tindakan bersama dari semua strata sosial, perbedaan kedudukan, dan peran yang berbeda, mereka sangat menyadari pentingnya anak bagi masa depan tanah air dan bangsa. sebagai generasi muda yang memiliki cita-cita tinggi untuk negara, pemimpin masa depan negara, dan sumber harapan bagi generasi sebelumnya, membutuhkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara mental, fisik, dan fisik. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif atau pengumpulan data dengan menggunakan database dari publish or perish dari google scholar menghasilkan 640 dokumen. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dijelaskan juga bahwa Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun sayangnya dalam pengaplikasiannya sering mengalami hambatan maupun kendala, baik yang disebabkan karena faktor internal maupun faktor eksternal. Hal itu, terlihat dari peningkatan kasus kekerasan anak yang meningkat setiap tahunnya. Kebijakan yang dikeluarkan terhambat dalam hal implementasi, walaupun sudah dibentuk beberapa badan seperti KPAI (Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia) dan P2TP2A. Kata kunci: implementasi kebijakan, perlindungan anak dan perempuan
Strategi Penolakan Gerakan Perempuan di Inggris Terhadap Referendum Britain Exit Uwar, Basyarani Annisa Rizkynindita; Pradana, Hafid Adim; Soedarwo, Vina Salviana Darvina
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.42870

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi gerakan perempuan di Inggris dalam menolak referendum Brexit dengan menempatkan Brexit bukan sekadar persoalan teknis hubungan Inggris–Uni Eropa, melainkan sebagai ancaman terhadap hak dan kesejahteraan perempuan. Berangkat dari kerangka masyarakat sipil, gerakan sosial, dan politik gender, penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama: bagaimana strategi gerakan perempuan di Inggris dalam menolak Brexit dan bagaimana mereka membingkai Brexit sebagai ancaman yang berimplikasi secara spesifik terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif, berdasarkan studi pustaka terhadap buku, artikel jurnal, laporan organisasi masyarakat sipil, dan pemberitaan media, yang dilengkapi dengan satu wawancara semi-terstruktur dengan aktivis Women for Europe. Data dianalisis melalui pembacaan tematik untuk mengidentifikasi pola strategi, jaringan aktor, dan cara gerakan perempuan membingkai isu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gerakan perempuan membangun konfigurasi aktor yang berlapis dan strategi kampanye yang multi-level. Mereka menggabungkan demonstrasi dan aksi jalanan, produksi pengetahuan dan advokasi kebijakan, framing politik dan kampanye media, serta koalisi lintas gerakan dan kerja sama dengan aktor parlementer. Brexit dibingkai sebagai ancaman terhadap standar ketenagakerjaan, perlindungan sosial, dan kerangka hukum kesetaraan gender yang selama ini difasilitasi Uni Eropa, sekaligus sebagai contoh defisit demokrasi yang bias gender. Penelitian ini menegaskan peran gerakan perempuan sebagai aktor masyarakat sipil yang tidak hanya menolak Brexit, tetapi juga menawarkan pembacaan alternatif tentang demokrasi yang lebih inklusif dan peka gender.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Perempuan Kepala Keluarga Zuyina, Intan; Eka Pertiwi, Ratih
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.43255

Abstract

Perempuan kepala keluarga di Kabupaten X menghadapi tantangan emosional yang belum sepenuhnya teratasi oleh program pemerintah. Meskipun DP3A Kabupaten X telah melaksanakan program seperti Rumah Curhat dan bantuan ekonomi, dukungan psikologis masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesejahteraan psikologis perempuan kepala keluarga di Kabupaten X dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif mereka. Teori kesejahteraan psikologis Ryff, yang mencakup enam dimensi kesejahteraan, digunakan sebagai kerangka analisis. Penelitian ini dilakukan pada perempuan janda berusia 30 tahun ke atas, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa meskipun semua dimensi kesejahteraan psikologis ada pada setiap subjek, tingkat pemenuhannya berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor usia, usia perceraian, dukungan sosial, dan tingkat pendidikan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan kepala keluarga di masa depan..

Page 1 of 1 | Total Record : 5