cover
Contact Name
Rikha Widiaratih
Contact Email
ijoce@live.undip.ac.id
Phone
+6281310097666
Journal Mail Official
ijoce@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27148726     DOI : -
Indonesian Journal of Oceanography is published by Department of Oceanography, Universitas Diponegoro. The Indonesian Journal of Oceanography is published four times a year in February, May, August and November containing research articles and literature review on Oceanography and Marine aspects in general. Indonesian Journal of Oceanography (IJOCE) encourages submission of manuscripts dealing with all research papers and review on all aspects of oceanography, coastal management, marine science, marine biology, marine conservation, marine ecology, marine microbiology, marine culture, marine geology, air and ocean dynamics, estuary, renewable energy, disaster mitigation, ocean technology, ocean and coastal resources, ocean satellite, ocean remote sensing, other ocean topics.
Articles 255 Documents
Analisis Variasi Konsentrasi Klorofil-a di Perairan Maluku Utara Pada Fenomena ENSO Modoki Tahun 2009-2010 Reksajaya, Puspaningtyas Mutiaraputri; Kunarso, Kunarso; Zainuri, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16667

Abstract

Perubahan iklim dan pemanasan global selama beberapa tahun belakangan menyebabkan perbedaan dan variasi pada fenomena ENSO. Anomali fenomena ENSO yang muncul dimana terdapat kenaikan suhu pada permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah yang dikelilingi oleh anomali lain berupa suhu rendah pada ujung wilayah Pasifik Timur dan Barat disebut sebagai El Niño Modoki. Berdasarkan beberapa kajian referensi tentang pengaruh fenomena ENSO, terutama El Niño, konsentrasi klorofil-a mengalami kenaikan sementara SPL mengalami penurunan. Hasil analisis yang dilakukan pada perairan Maluku Utara menggunakan metode Interactive Data Language yang berdasarkan kepada perangkat lunak dan pemrograman, sehingga dapat diterapkan untuk analisis data El Niño Modoki Index, konsentrasi klorofil-a, data SPL, serta angin. Analisis menunjukkan bahwa perairan Maluku Utara mengalami kenaikan konsentrasi klorofil-a yang terpusat pada Teluk Ruli dan Teluk Kao bersamaan dengan kenaikan SPL yang terpusat pada Laut Sulawesi dan Laut Halmamera pada saat terjadinya fenomena El Niño Modoki 2009-2010.
Respon Suhu Permukaan Laut (SPL) Terhadap ENSO di Perairan Masalembo Periode 2010-2019 Wangdiarta, Fressan Patrick; Wirasatriya, Anindya; Harsono, Gentio
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.17944

Abstract

Perairan Masalembo secara geografis terletak di antara Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, dan Pulau Sulawesi. Kondisi perairan perairan Masalembo dapat dipengaruhi oleh variabilitas iklim, salah satunya ENSO. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis spasial-temporal pengaruh ENSO terhadap SPL perairan Masalembo menggunakan metode analisis EOF, serta pengaruhnya terhadap angin dan arus permukaan laut. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif, dengan metode analisis Empirical Orthogonal Function (EOF) pada data deret waktu selama 10 tahun dari tahun 2010-2019. Data yang digunakan yaitu data observasi SPL harian OSTIA dengan resolusi spasial 0.05°x0.05°, data angin ASCAT, dan data arus permukaan reanalysis. Pola spasial-temporal SPL diperoleh dalam lima mode EOF dengan total persentase varian sebesar 95.07%. Pada mode-1 menunjukkan pengaruh paling besar dengan persentase varian sebesar 87.96%. Dari mode-1 yang dibandingkan dengan indeks ONI, dapat terlihat pengaruh ENSO pada perairan Masalembo. Secara temporal, PC-1 dan ONI memperlihatkan pada tahun 2010-2012 dan 2017-2018 terjadi fase La-Nina, sedangkan pada tahun 2015-2016 terjadi fase El-Nino. Saat El-Nino, kecepatan angin musim timur akan mengalami penguatan. Sedangkan saat La-Nina kecepatan angin musim barat akan mengalami penguatan. Angin yang mengalami penguatan (pelemahan) akan mempengaruhi kecepatan arus permukaan laut, dimana pada saat kecepatan angin menguat (melemah), kecepatan arus permukaan akan menguat (melemah).
Pengaruh Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Tongkol (Euthynus affinis) di Kabupaten Trenggalek Adhi, Mohamad Zaki Satrio; Yusuf, Muh.; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.16843

Abstract

Ikan Tongkol (Euthynus affinis) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang banyak di tangkap di perairan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hasil tangkapan ikan tongkol dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi termasuk klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran klorofil-a dan SPL serta mengetahui pengaruh klorofil-a dan SPL terhadap hasil tangkapan ikan tongkol di perairan Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini memakai metode kuantitatif serta menggunakan citra dari penginderaan jauh dalam mengolah data klorofil-a, SPL, dan angin. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa rata-rata SPL di perairan Kabupaten Trenggalek dari tahun 2018 hingga tahun 2020 pada musim timur adalah 24,82 – 26,66°C dan musim barat adalah 29,12 – 29,95°C, kemudian konsentrasi klorofil-a pada musim timur adalah 1,10 – 2,27 mg/l dan musim barat adalah 0,36 – 0,69 mg/l. Musim penangkapan ikan tongkol mencapai hasil yang maksimum pada musim timur, Berdasarkan analisis regresi linier berganda didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) pada musim timur sebesar 0,367 dan musim barat sebesar 0,765. Nilai ini menunjukkan bahwa klorofil-a dan SPL mempunyai pengaruh yang bersifat positif terhadap hasil tangkapan ikan tongkol di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2018-2020, yakni sebesar 36,7% pada musim timur dan 76,5% pada musim barat.
Hubungan Sebaran Silikat dan Total Bahan Organik di Muara Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Wijayatno, Muhammad Farrel Satyatma; Muslim, Muslim; Atmodjo, Warsito
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.16881

Abstract

Muara sungai Banjir Kanal Barat mengakumulasi silikat dan bahan organik yang berasal dari dataran tinggi dan buangan aktivitas antropogenik. Silikat dan bahan organik berkaitan dengan organisme primer perairan, khususnya diatom. Diatom membutuhkan silikat dan menghasilkan pengayaan bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan silikat dan bahan organik beserta persebarannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif sedangkan penentuan lokasi menggunakan purposive sampling. Silikat dianalisis menggunakan metode molybdosilicate, bahan organik total air menggunakan metode uji permanganat secara titrimetri (SNI 06-6989.22-2004), bahan organik total sedimen menggunakan metode Loss on Ignition. Hubungan menggunakan korelasi Pearson dan nilai signifikansi. Hasil menunjukkan konsentrasi silikat lebih tinggi di permukaan (6,189 µM) daripada bagian dasar (4,745 µM) serta sebarannya terpusat di sumber masukan perairan. Bahan organik total air di permukaan (30,393 mg/L) menyebar dari sumber masukan muara menuju ke arah barat muara mengikuti pergerakan arus. Bahan organik total air di dasar perairan (31,744 mg/L) menyebar secara acak mengikuti ukuran butir sedimennya. Bahan organik total di sedimen (16,687 %) menyebar bervariasi secara acak dikarenakan pengaruh kecepatan arus dan persebaran ukuran butir sedimen. Hubungan antara bahan organik dengan silikat perairan terjadi di bagian permukaan perairan (r = 0,632; p = 0,037) sedangkan di dasar perairan tidak terjadi hubungan (r = 0,395; p = 0,229).
Analisis Total Padatan Tersuspensi (TSS) dan Nitrat (NO3-N), serta Penentuan Indeks Pencemaran di Perairan Pantai Rebo, Kabupaten Bangka Aprilianti, Wadiya; Yusuf, Muh.; Wulandari, Sri Yulina
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16846

Abstract

Kegiatan penambangan timah inkonvensional (TI) di perairan Pantai Rebo, Kabupaten Bangka menyebabkan tingginya Total Padatan Tersuspensi (TSS) dan juga diperkirakan mempengaruhi kandungan unsur hara nitrat di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi TSS dan kandungan nitrat (NO3-N), tingkat hubungan antar kedua parameter tersebut serta indeks pencemaran (IP). Sampel diambil dengan metode purposive sampling  dengan memperhatikan lokasi dekat dan jauh dari area kegiatan penambangan. Uji konsentrasi TSS dilakukan dengan metode gravimetri dan uji konsentrasi nitrat dilakukan dengan metode reduksi kadmium. Hasil penelitian menunjukkan TSS berada pada kisaran 22,30 - 45,50 mg/L, sementara konsentrasi nitrat berada pada kisaran 0,046 - 0,144 mg/L. Semakin jauh dari sumber pencemaran, nilai TSS cenderung relatif rendah, sedangkan kandungan konsentrasi nitrat cenderung mengikuti penyebaran konsentrasi TSS. Hasil hitung IP dikategorikan sebagai tercemar sedang. Nilai R2 mengindikasikan pengaruh TSS secara simultan terhadap nitrat sebesar 52,22%. Sementara koefisien korelasi (r) dengan nilai 0,7226 mengindikasikan hubungan antar kedua parameter tersebut kuat.
Analisis Material Padatan Tersuspensi dan Pengaruhnya Terhadap Konsentrasi Klorofil-A Berdasarkan Pemodelan Hidrodinamika 2D di Perairan Slamaran, Kota Pekalongan Putri, Eka Salma Afifah; Helmi, Muhammad; Atmodjo, Warsito
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.17751

Abstract

Perairan Slamaran memiliki Material Padatan Tersuspensi (MPT) cukup tinggi yang menimbulkan proses sedimentasi di perairan tersebut. MPT yang berada di perairan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Tingginya konsentrasi MPT disuatu perairan dapat mempengaruhi kualitas perairan, salah satunya yaitu fitoplankton (klorofil-a). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial MPT dan klorofil-a serta keterkaitannya. Data MPT dan klorofil-a didapatkan dari pengambilan data lapangan dan di analisis di laboratorium. Analisis distribusi arus dilakukan untuk mengetahui pola distribusi dari MPT dan klorofil-a. Konsentrasi MPT berkisar antara 56,67 - 76 mg/L, dan konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,529 - 1,71 μg/L. Variasi MPT dan klorofil-a di perairan Slamaran dipengaruhi oleh input bahan organik dari wilayah hulu sampai ke muara serta distribusinya mengikuti pola distribusi arus. Distribusi MPT dan klorofil-a terbagi menjadi tiga kelompok, dengan kecenderungan dari wilayah barat menuju ke timur laut dan dari garis pantai menuju ke tengah laut. Selain itu terdapat hubungan positif yang sangat kuat (r = 0,7730) antara konsentrasi MPT dengan klorofil-a dan diketahui bahwa 59,76 % konsentrasi MPT di Perairan Slamaran mempengaruhi konsentrasi klorofil-a.
Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Dan Seng (Zn) Pada Sedimen Di Perairan Kabupaten Batang Nata, Muhammad Azizi Dirgantara Buana; Muslim, Muslim; Maslukah, lilik
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.20323

Abstract

Wilayah pesisir Kabupaten Batang dimanfaatkan untuk menjadi tambak, pemukiman, kawasan wisata, industri, dan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). aktivitas antropogenik di wilayah pesisir dapat meningkatkan kandungan logam berat. Salah satu sumber pencemar logam berat adalah limbah yang dihasilkan dari pembakaran batubara memiliki kandungan logam berat yang berbahaya untuk lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) di dalam sedimen di perairan Kabupaten Batang dan hubungannya dengan jenis sedimen. Wilayah penelitian terletak pada 109°48'32,95" - 109°48'14,01" BT dan 6°53'59,15" - 6°53'15,40" LS. Data yang digunakan adalah sedimen dasar perairan Kabupaten Batang yang diambil pada September 2022. Analisis kandungan logam berat Pb dan Zn diperoleh dengan serapan atom dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan logam berat Pb berkisar antara 3,62 – 8,11 mg/Kg dengan rata-rata sebesar 5,07 mg/Kg dan kandungan logam berat Zn berkisar antara 20,97 – 45,45 mg/Kg dengan rata-rata sebesar 28,32 mg/Kg. Sebaran sedimen dasar perairan didominasi ukuran pasir dan lanau. Adapun jenis sedimen dasar perairan tidak mempengaruhi kandungan logam berat pada sedimen dasar.
Karbon Organik Total dan Fosfat pada Sedimen Dasar Muara Sungai Genuk, Semarang Iman, Hudiya Izzatul; Zainuri, Muhammad; Satriadi, Alfi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.21563

Abstract

Muara Sungai Genuk merupakan wilayah yang mengalami degradasi karena keberadaan limbah sehingga warna air sungai berubah menjadi kehitaman dan mengandung bahan beracun. Kegiatan domestik, perikanan, dan aktivitas manusia menyumbangkan buangan limbah yang tidak sedikit dan menimbulkan pencemaran air. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui konsentrasi. hubungan dan klasifikasi karbon organik total dan fosfat pada sedimen dasar di Muara Sungai Genuk, Semarang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan deskripstif berdasarkan pengambilan sampel in-situ pada 25 Oktober 2021. Pengamatan dilakukan terhadap 10 stasiun, menyebar dari muara ke lepas pantai. Analisis dilakukan di Laboratorium Geologi Oseanografi, FPIK dan Laboratorium Teknik Lingkungan, FT Undip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Karbon Organik Total (KOT) dalam sedimen dasar di 10 stasiun yang diambil berkisar antara 4.64% – 14.09%. Hal ini terkait dengan terendapkannya limbah dalam bentuk bahan organik, dan fosfat dari degradasi limbah tersebut ke dalam sedimen. Keterkaitan KOT dengan jenis sedimen dasar memiliki nilai koefisien korelasi r = 0.5357, menunjukkan bahwa konsentrasi KOT memiliki kaitan yang cukup dengan jenis sedimen dasar lanau, akibat dari suplai limbah yang mengandung bahan organik secara terus menerus dan mudah terikat dengan sedimen dasar halus. Sedimen dasar yang dijumpai pada Muara Sungai Genuk didominasi lanau akibat interaksi fisika-kimia perairan dan terendapkan dalam sedimen.
Sebaran Horizontal Nitrat dan Ammonium di Perairan Banjir Kanal Timur Semarang Akbar, Luis Figo Sagita Desario; Maslukah, Lilik; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ihis.v%vi%i.19042

Abstract

Perairan muara Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang dipengaruhi oleh berbagai aktivitas seperti pertambakan, wisata, pemukiman dan industri yang ada di daerah hulu sungainya. Kegiatan tersebut akan berkontribusi terhadap masukan nutrien, termasuk nitrat dan ammonium. Nitrat dan ammonium merupakan spesiasi N yang sering digunakan sebagai parameter kualitas air. Nitrat dan amonium merupakan elemen penting bagi organisme akuatik dan apabila dalam perairan memiliki konsentrasi tinggi dapat menyebabkan algae berkembang pesat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran horizontal nitrat dan ammonium oleh pengaruh kondisi hidrodinamika. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada bulan Juli (mewakili musim Timur). Analisis konsentrasi nitrat dan ammonium menggunakan metode spektrofotometri. Sebaran nitrat dan ammonium menggunakan software mike 21. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai nutrien tertinggi ditemukan di daerah muara dan konsentrasi mengalami penurunan ke arah perairan lepas pantai. Konsentrasi nitrat berkisar 0,0015 hingga 0,135 mg/l dan amonium berkisar antara 0,0019 hingga 0,53  mg/l.
Studi Pola Arus di Kawasan Muara Sungai Banger Kota Pekalongan, Jawa Tengah Shidqirrohman, Naufal; Handoyo, Gentur; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.21900

Abstract

Perairan Pekalongan terletak pada posisi geografis 109º37’ - 109º42’BT dan 06º50’ - 06º55’LS dan berlokasi di antara Laut Jawa dan Kota Pekalongan itu sendiri. Sungai Banger di kota Pekalongan merupakan satu dari sekian sungai yang terdapat aktivitas industri yang terdapat di sempadan sungai. Sungai Banger berperan sebagai kanal karena menjadi sudetan dari Sungai Pekalongan yang diharapkan mampu mengatasi banjir yang berlangsung hampir setiap tahun. Maka dari itu realita yang terlihat secara fisik dari Sungai Banger digunakan sebagai acuan untuk mengetahui kondisi Perairan Pekalongan. Penelitian ini bertujuan guna meninjau pola pergerakan arus permukaan di di Muara Sungai Banger. Metode yang digunakan merupakan pendekatan model hidrodinamika untuk memperoleh hasil pola pergerakan arus dalam visualisasi 2D. Verifikasi kesesuaian model dilakukan melalui perbandingan dengan hasil pengukuran lapangan yang dilakukan 6 April – 9 April 2021. Pengukuran arus dilakukan dengan menerapkan metode eulerian menggunakan instrumen ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler). Hasil simulasi pola arus ini berupa area series dan juga vector dari hasil arah arus tersebut. Hasil penelitian membuktikan kecepatan arus minimum 0,016 m/s dan arus maksimum 0,281 m/s. Arah arus laut cenderung bergerak ke arah barat dengan kecepatan persentase terbesar pada kecepatan 0,05 – 0,1 m/s dan 0,15 – 0,2 m/s dengan masing-masing persentase 36,36% dan 32,72%.