cover
Contact Name
Rikha Widiaratih
Contact Email
ijoce@live.undip.ac.id
Phone
+6281310097666
Journal Mail Official
ijoce@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27148726     DOI : -
Indonesian Journal of Oceanography is published by Department of Oceanography, Universitas Diponegoro. The Indonesian Journal of Oceanography is published four times a year in February, May, August and November containing research articles and literature review on Oceanography and Marine aspects in general. Indonesian Journal of Oceanography (IJOCE) encourages submission of manuscripts dealing with all research papers and review on all aspects of oceanography, coastal management, marine science, marine biology, marine conservation, marine ecology, marine microbiology, marine culture, marine geology, air and ocean dynamics, estuary, renewable energy, disaster mitigation, ocean technology, ocean and coastal resources, ocean satellite, ocean remote sensing, other ocean topics.
Articles 255 Documents
Sebaran Habitat Asuh Spesies Kepiting Tapal Kuda Di Pantai Pendopo Teritip, Balikpapan Sundah, Rafly Zhulkifly Karel; Setiyono, Heryoso; Aini, Naila Khuril; Miranda, Hanifa
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.16539

Abstract

Kepiting tapal kuda memiliki bentuk ladam atau tapal kuda dan memiliki kulit keras serta memiliki potensi untuk kesehatan. Populasi kepiting tapal kuda di seluruh dunia menunjukkan tren menurun akibat dari eksploitasi yang berlebihan. Pola sebaran habitat asuh kepiting tapal kuda dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya kelembaban, suhu, pH dan lainnya. Pengetahuan ini menjadi penting untuk dipahami agar memastikan kelestarian dari kepiting tapal kuda. Potensi manfaat dari kepiting tapal kuda banyak, tetapi penelitian tentang hewan ini masih sedikit.. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran populasi juvenil kepiting tapal kuda dan karakteristik habitat asuh di Pantai Teritip, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu Januari hingga April 2022. Data yang digunakan yaitu suhu, pH, salinita, oksigen terlarut, kelembaban dan lainnya. Sebaran juvenil ditemukan pada area dekat muara sungai dan hutan mangrove. Keberadaan juvenile mengalami perubahan lokasi dari di setiap bulannya. Januari, kepadatan kepiting tapal kudal tertinggi berada di dekat muara sungai. Kepadatan tertinggi kemudian bergerak sedikit ke arah selatan hutan mangrove hingga kembali lagi ke dekat muara di bulan Maret. Pada bulan April, keberadaan juvenil masih berada di dekat muara namun lebih meluas. Kepadatan juvenil T. gigas berkisar antara 0-3.29 Ind./64 m2, C. rotundicauda yaitu 0.36-2.89 Ind./64 m2, T. tridentatus yaitu 0-0.52 ind./64 m2. Suhu dan jenis sedimen lebih berpengaruh terhadap distribusi kepiting tapal kuda dibandingkan parameter yang lain.
Estimasi Zona Potensial untuk Budidaya Ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Lepas Pantai Menggunakan SIG di Perairan Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa Hardjana, Fahira Mutiara; Widowati, Lestari Lakhsmi; Desrina, Desrina; Helmi, Muhammad
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.17787

Abstract

AbstrakBudidaya ikan bawal bintang (T. blochii) merupakan salah satu komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis serta berpotensi untuk meningkatkan hasil produksi budidaya ikan laut dimasa yang akan datang. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan faktor yang penting dalam menentukan kelayakan budidaya untuk keberhasilan kegiatan budidaya dan mencegah tumpang tindih dalam pemanfaatan kawasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kesesuaian area dan menghitung luasan area yang sesuai untuk kooordinat budidaya ikan bawal bintang (T. blochii) berdasarkan analisis kesesuaian perairan di Perairan Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa. Metode yang dilakukan adalah metode observasi dan penentuan 40 titik sampling dengan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan tujuan untuk kesesuaian lahan budidaya ikan bawal bintang di Pulau Menjangan Besar. Pengelolaan data dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS 10.8. Parameter kualitas air yang diukur secara insitu yaitu suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, kedalaman, arus dan gelombang. Hasil pengukuran parameter perairan yang didapatkan suhu berkisar 25 – 35˚C, salinitas 18 – 40 ppt, oksigen terlarut 8 – 9 mg/L, pH 6 – 9, kedalaman 2,6 – 21,54 m, arus 0,05 -0,2 m/s, gelombang 0,3 – 0,6 m. Analisis kesesuaian lahan budidaya ikan bawal bintang di Pulau Menjangan Besar didapatkan kategori kelas sangat sesuai (S1) luas area 127,08 ha dengan nilai 64,73 dan kategori cukup sesuai (S2) dengan luas area 69,24 ha dengan nilai 35,27. AbstractThe cultivation of silver pompano (T. blochii) is one of the marine aquaculture commodities that has economic value and has the potential to increase the production of marine aquaculture in the future. The selection of the right location is an important factor in determining the feasibility of cultivation, ensuring the success of cultivation activities, and preventing overlap in the use of the area. The purpose of this study was to determine the suitability of the area and calculate the appropriate area for the coordinates of silver pompano (T. blochii) cultivation based on the suitability analysis of the waters in Menjangan Besar Island Waters, Karimunjawa Islands. The observation and payment of 40 sampling points with the purposive sampling method was used. This study used a geographic information system (GIS) with the aim of securing a permit for the silver pompano cultivation on Menjangan Besar Island. Data management is done using ArcGIS 10.8 software. The air quality parameters measured in situ are temperature, salinity, dissolved oxygen, pH, depth, currents, and waves. The measured water parameters were 25- 35 degrees Celsius, salinity 18-40 parts per thousand, dissolved oxygen 8-9 mg/L, pH 6-9, depth 2.6-21.54 meters, currents 0.05-0.2 meters per second, and wave height 0.3-0.6 meters. Land suitability analysis for pompano cultivation on Menjangan Besar Island obtained a very suitable class category (S1) with an area of 127.08 ha and a value of 64.73 and a quite suitable category (S2) with an area of 69.24 ha and a value of 35.27.
Pengaruh Ekman Mass Transport dan Ekman Pumping Velocity Terhadap Upwelling di Perairan Selatan Pulau Bali-Sumbawa Putri, Elsa Mayora Jovanka; Wirasatriya, Anindya; Marwoto, Jarot
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i3.15244

Abstract

Upwelling merupakan pengangkatan massa air laut dari perairan yang lebih dalam ke permukaan. Massa air tersebut membawa banyak nutrien yang selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton. Biomassa fitoplankton dapat diidentifikasi memlalui pengukuran klorofil-a. Selain tingginya klorofil-a, proses upwelling ini juga ditandai dengan massa air yang memiliki suhu yang lebih rendah. Faktor pembangkit upwelling disebabkan oleh angin yang selanjutnya menyebabkan adanya Ekman Mass Transport (EMT) dan Ekman Pumping Velocity (EPV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EMT dan EPV terhadap nilai sebaran suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a yang digunakan untuk mendeteksi upwelling di Perairan Selatan Bali-Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan adanya parameter lain yang mempengaruhi upwelling selain angin, yaitu EMT dan EPV. Pengaruh EPV berperan lebih kuat dibanding EMT dalam mempengaruhi terjadinya upwelling di Perairan Selatan Pulau Bali-Sumbawa, berakibat pada suhu permukaan laut yang rendah dan klorofil-a tinggi di wilayah A dibanding dengan wilayah B dan C. Akibat Dinamika Ekman yang terjadi menyebabkan Perairan Selatan Pulau Bali-Sumbawa mengalami upwelling dengan kekuatan yang berbeda.
Analisis Pengaruh Arus Sejajar Pantai (Longshore Current) Terhadap Potensi Abrasi di Perairan Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah Putri, Nia Oktaviani Annisa; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i1.18986

Abstract

Pembangunan pelabuhan di Kendal yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) menyebabkan terjadi perubahan hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Akibatnya terjadi dinamika pantai seperti abrasi dan akresi di beberapa pantai di kawasan tersebut. Salah satu peristiwa yang terjadi di Perairan Kecamatan Kaliwungu adalah abrasi yang cukup parah. Adapun salah satu faktor hidro-oseanografi yang mempengaruhinya adalah arus sejajar pantai yang dapat membantu proses transport sedimen dari pesisir pantai maupun arah laut lepas dan mempengaruhi garis pantai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis laju transport sedimen akibat proses arus sejajar pantai (longshore current) di Perairan Kabupaten Kendal setelah pembangunan pelabuhan Kendal dan dampaknya terhadap abrasi yang terjadi di sepanjang pantai di Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana data primer yang digunakan adalah data gelombang dan sedimen, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa data angin selama tahun 2011 - 2021 bersumber dari ERA5 ECMWF (European Centre Medium Range-Weather Forecasts) dan diolah menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider), data gelombang dan sedimen digunakan sebagai inputan untuk model simulasi arus sejajar pantai menggunakan modul coupled fm dari software MIKE21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis gelombang yang berada di lokasi penelitian merupakan jenis gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Kecapatan arus sejajar pantai terbesar pada musim barat yaitu 1 m/det Maka angkutan sedimen terbesar juga terjadi pada musim barat, yaitu sebesar -29,31443349 m3/hari atau -315.150,16  m3/tahun, sedangkan angkutan sedimen terendah terjadi pada musim peralihan II yaitu -25,89979869  m3/hari atau -278.422,8359 m3/tahun. Abrasi terparah sebesar 176.7m yang berada di sekitar kawasan pelabuhan Kendal dengan rata-rata abrasi sebesar 4.15 m/tahun dan memiliki luasan abrasi sebesar 2.891085 ha.
Tinjauan Pengaruh Pasang Surut Terhadap Arus Permukaan Menggunakan Data HF Radar di Perairan Selat Sunda Nadira, Audria Izza; Ismanto, Aris; Hakim, Aradea R.; Ramdhani, Andri
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16834

Abstract

Selat Sunda merupakan perairan yang menghubungkan Laut Jawa dan Samudra Hindia, yang memisahkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa. Arus di perairan Selat Sunda bergerak sepanjang tahun dari Laut Jawa ke Selat Sunda. Pergerakan massa air dari Laut Jawa ke Samudra Hindia yang melewati Selat Sunda terjadi secara kontinu sepanjang tahun dengan kuantitas yang kecil dan sangat erat hubungannya dengan gradien permukaan laut (sea level). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pasang surut terhadap pola arus permukaan perairan Selat Sunda yang memiliki beberapa faktor pembangkit arus seperti angin dan pasang surut. Penelitian ini menggunakan data yang berasal dari High Frequency Radar, yang merupakan teknologi yang digunakan untuk mengukur distribusi tenaga gelombang di laut terbuka dari jarak jauh secara real time dan bersifat kontinu dengan resolusi spasial dan temporal. Data jumlah pengukuran arus dari HF Coastal Ocean Dynamics Application Radar (CODAR) serta data tinggi muka air laut diperoleh dari situs Sea Level Monitoring iPASOET oleh Badan Informasi Geospasial periode bulan Mei – Juli 2019. Data arus permukaan laut dianalissis harmonik untuk memisahkan arus harmonik (pasut) dan arus non harmonik (residu) pada kedua titik penelitian. Berdasarkan pengolahan data, didapatkan persentase arus harmonik yang lebih besar dibandingkan dengan arus residu pada kedua komponen (zonal dan meridional) di kedua titik penelitian. Sehingga, arus permukaan di perairan Selat Sunda pada kedua titik penelitian teridentifikasi memiliki pengaruh pasang surut yang tinggi.
Studi Kandungan Dan Sebaran Bahan Organik Di Perairan Kota Pekalongan Ningrum, Riska Widyah; Zainuri, Muhammad; Wulandari, Sri Yulina
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.18193

Abstract

Perairan pantai Kota Pekalongan mengalami tekanan pembuangan limbah akibat sejumlah aktifitas industri seperti batik, perikanan, UMKM dan lain-lain yang menggunakan sungai Banger sebagai tempat pembuangan limbah. Kandungan bahan organik dari limbah akan menggangu kondisi perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan distribusi bahan organik di perairan Muara Sungai Banger, Kota Pekalongan serta faktor yang mempengaruhi pola distribusinya. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada 19 Juni 2022. Data sampel air untuk bahan organik di ambil dan analisis dilakuan di Laboratorium Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang. Analisis statistik koefisien korelasi diterapkan untuk mengetahui keterkaitan data lapangan dan peramalan untuk time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Total Organic Matter (TOM) di perairan Muara Sungai Banger berkisar antara 3,963 – 7,086 mg/l dan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) di perairan Muara Sungai Banger berkisar antara 2,632 – 4,888 mg/l. Pola persebaran bahan organik di perairan Muara Sungai Banger memiliki kandungan yang lebih tinggi di wilayah pesisir dan berkurang menuju laut lepas. Pengaruh arus terhadap sebaran bahan organik di perairan Muara Sungai Banger menunjukkan korelasi pearson 0.788 yang mengindikasikan arus mempunyai pengaruh yang besar terhadap persebaran bahan organik di perairan.
Potensi OTEC Sebagai Sumber Energi Bersih Masa Depan IKN Menuju Pembangunan Berkelanjutan Wijayanto, Mirda Prisma; Zakia, Zulfa Siti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.24084

Abstract

Peningkatan suhu permukaan air laut telah membuka peluang inovasi bagi para peneliti untuk mengembangkan sumber energi bersih baru yang bersumber dari panas laut yang dikenal sebagai Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Dalam penelitian ini dianalisis potensi OTEC sebagai energi bersih baru di Indonesia. Sebagai batasan penelitian, sasaran implementasi OTEC dipilih di wilayah perairan Kalimantan Timur yang merupakan lokasi terdekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembahasan dalam penelitian ini meliputi analisis karakteristik suhu permukaan laut, analisis pembangkit energi, dan analisis ekologi dari pembangunan OTEC. Berdasarkan karakteristik suhu permukaan laut, didapatkan bahwa nilai efisiensi rata – rata OTEC adalah 6,95%. Berdasarkan analisis pembangkitan energi didapatkan bahwa OTEC di perairan Kalimantan Timur berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 7.720 kW dengan total biaya produksi sebesar Rp526,29/kWh. Berdasarkan analisis ekologi, didapatkan bahwa salah satu dampak negatif pembangunan OTEC adalah pembuangan air laut yang kaya nutrisi dalam volume besar berpotensi menimbulkan fenomena ganggang mekar sehingga dapat menyebabkan kematian massal bagi ikan dan biota laut lainnya. Kedepannya, OTEC diharapkan dapat menjadi salah satu sumber energi bersih baru bagi IKN di masa depan menuju pembangunan berkelanjutan.
Analisis Kerentanan Pantai di Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Radhwarana, Amani Rahutri; Ismanto, Aris; Widada, Sugeng
Indonesian Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2023): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v5i4.16552

Abstract

Pantai selalu memiliki penyesuaian yang terus menerus menuju keseimbangan alami terhadap dampak yang terjadi sehingga mempengaruhi perubahan garis pantai. Perubahan garis pantai akan mengubah kondisi fisik, morfologi, atau lingkungan pantai sehingga dapat meningkatkan kerentanan pantai tersebut. Di era modern ini banyak pembangunan dilakukan khususnya pada bidang pariwisata. Pantai Teluk Awur merupakan pantai yang cukup terkenal dan memiliki potensi pengembangan pembangunan yang baik. Informasi tentang tingkat kerentanan pantai di kawasan pesisir diperlukan untuk mengantisipasi dan mengurangi kerusakan lingkungan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Kerentanan Pantai (IKP) di Desa Teluk Awur. Metode dari penelitian ini yaitu menggunakan perhitungan Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan skoring tujuh variabel yaitu geomorfologi pantai, perubahan garis pantai, topografi/ elevasi pantai, kemiringan pantai, gelombang, pasang surut, dan kenaikan muka air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKP di Pantai Teluk Awur berkisar antara 6,93 hingga 17,32 dari 16 segmen. Kerentanan di Pantai Teluk Awur didominasi oleh pengaruh variabel geomorfologi pantai dan elevasi lahan. Kondisi tersebut akan menyebabkan kerusakan pantai yang lebih besar dibanding dengan area segmen yang lain yang diakibatkan oleh faktor oseanografi seperti gelombangyang dapat mengikis daerah pantai. Oleh karena itu,  Pantai Teluk Awur dikategorikan dalam kerentanan sedang hingga tinggi.
Analisis Keterkaitan Fenomena Supermoon Terhadap Komponen Pasang Surut Di Perairan Semarang, Jawa Tengah Tiatama, Sativa Haliza; Atmodjo, Warsito; Widiaratih, Rikha
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i2.19036

Abstract

Fenomena supermoon merupakan fenomena bulan purnama yang terjadi pada saat posisi bulan sedang mencapai jarak terdekat dengan bumi (lunar perigee). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peristiwa pasang surut pada saat terjadinya fenomena supermoon dengan menganalisis komponen pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode least square dengan menggunakan t_tide toolbox. Data yang digunakan adalah data pasang surut pada saat supemoon di Perairan Semarang pada bulan Juni 2019 dan Juni 2022 milik Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil pengolahan data dilakukan verifikasi dengan menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil dari pengolahan data didapatkan bahwa, nilai Highest High Water Level (HHWL) pada bulan Juni 2019 yaitu 150 cm, sedangkan pada bulan Juni 2022 memiliki nilai HHWL yaitu 182 cm. Nilai RMSE pasang surut yang di dapatkan pada bulan Juni 2019 yaitu 8,28% dan pada bulan Juni 2022 yaitu 9,06%. Komponen pasang surut yang signifikan pada saat terjadinya supermoon menurut nilai amplitudonya yaitu O1, S2, J1, OO1, ETA2 dan SK3. Sedangkan komponen signifikan pada saat fenomena supermoon berdasarkan nilai fasa yaitu O1, MS4 dan ETA2. Berdasarkan nilai frekuensi energi spektral, komponen yang dominan pada saat terjadinya fenomena supermoon yaitu S2, K1, ETA2 dan SK3.
Sebaran Klorofil-a dan Material Padatan Tersuspensi (MPT) di Muara Sungai Loji, Pekalongan Wardani, Adella Eka; Zainuri, Muhammad; Wulandari, Sri Yulina; Rochaddi, Baskoro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i3.18194

Abstract

Aktivitas manusia di daratan, seperti kegiatan konversi lahan untuk pemukiman, pertanian, dan keberadaan industri di daratan dapat mempengaruhi adanya peningkatan masukan MPT yang terbawa oleh aliran sungai menuju ke laut. Salah satu sungai di Kabupaten Pekalongan yang terdampak adalah muara Sungai Loji. Masukan MPT yang tinggi tersebut dapat menyebabkan kekeruhan kolom perairan dan selanjutnya mempengaruhi fotosintesis fitoplankton, yang biomassanya dapat ditentukan melalui konsentrasi klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran MPT dan klorofil-a hasil pengukuran lapangan pada musim timur serta menganalisis hubungan antara keduanya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022 dengan pengambilan sampel air untuk dianalisis klorofil-a dan MPT pada 11 titik stasiun penelitian. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dan hasil penelitian di overlay menggunakan peta yang diunduh dari satelit Sentinel-2 dengan interpolasi spline with barrier. Hasil penelitian menunjukkan, konsentrasi klorofil-a berkisar antara 1,494 – 3,788 µg/L dan  konsentrasi MPT berkisar dari 57,73 – 70,27 mg/L. Sebaran klorofil-a dan MPT secara umum ditemukan lebih tinggi pada perairan dekat daratan dan secara perlahan menurun ke arah laut dan pola sebarannya dipengaruhi oleh arah pergerakan arus dan angin pada periode musim timur. Pola sebaran bergerak dari arah tenggara menuju ke barat laut. Hasil analisis korelasi antara MPT dan klorofil di muara Sungai Loji, menunjukkan hubungan yang negatif dengan nilai koefisien korelasi (r) kedua variabel sebesar 0,08. Hal ini menggambarkan bahwa keberadaan MPT dapat mempengaruhi proses fotosintesis sehingga konsentrasi klorofil-a menjadi menurun.