cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3 (2021)" : 17 Documents clear
Penggunaan Metode Geolistrik untuk Mengidentifikasi Pengaruh Pemupukan Terhadap Nilai Resistivitas Tanah Doni, Doni; Ivansyah, Okto; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51245

Abstract

Penelitian telah dilakukan di area lahan gambut Parit Demang, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan nilai resistivitas tanah sebelum dan sesudah pemupukan dan mengetahui pengaruh pemupukan pada nilai resistivitas tanah. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger. Pengambilan data mengaplikasikan 2 lintasan dengan panjang masing-masing 7 m. Dari hasil penelitian didapatkan nilai resistivitas tanah sebelum dan sesudah pemupukan adanya peningkatan yang terjadi pada Lintasan 1 dan Lintasan 2. Nilai resistivitas tanah Lintasan 1 sebelum pemupukan yaitu berkisar (0,374 – 270) Ωm, sesudah pemupukan berkisar menjadi  (0,484 – 349) Ωm. Nilai resistivitas tanah Lintasan 2 sebelum pemupukan yaitu berkisar (0,374 – 269) Ωm, sesudah pemupukan yaitu berkisar menjadi (0,968 – 697) Ωm. Pengaruh pemupukan pada tanah berdasarkan nilai resistivitas terjadi peningkatan diduga karena pupuk kandang memiliki kemampuan menyerap air pada tanah, sehingga material tanah menjadi resistif.Kata Kunci : Pupuk Kandang, Geolistrik Resistivitas, Resistif
Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis Tri, Mario Andika; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51089

Abstract

Kabupaten Mempawah merupakan satu diantara Kabupaten di Kalimantan Barat yang wilayahnya mempunyai potensi terjadinya banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai acuan dasar peringatan dini yang dijadikan pedoman rancangan penanggulangan bencana dan kebijakan perencanaan tata ruang wilayah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay dengan scoring berbasis sistem informasi geografis dengan melihat pengaruh masing-masing parameter banjir yaitu kemiringan, ketinggian, curah hujan, tutupan lahan dan buffer sungai. Hasil penelitian menunjukan Kabupaten Mempawah memiliki 3 tingkat kerawanan banjir dengan klasifikasi yaitu rawan, cukup rawan dan aman. Tingkat rawan banjir merupakan kawasan terluas dengan luasan area 103966,20 ha (54,21%) dari luas Kabupaten Mempawah secara keseluruhan, sedangkan tingkat cukup rawan banjir seluas 80770,60 ha (42,11%) dan tingkat aman banjir yang merupakan kawasan dengan luas terkecil yaitu luas area 7055,54 ha (3,68%) dari total luas wilayah Kabupaten Mempawah sebesar 191792,34 ha. Kata Kunci : Banjir, peringatan dini, metode overlay, scoring, parameter banjir, tingkat kerawanan banjir. 
Pendugaan Lapisan Akuifer Di Desa Peruntan Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau Berdasarkan Nilai Tahanan Jenis Putra, Novfreezal Iskandar; Zulfian, Zulfian; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51535

Abstract

Pendugaan lapisan akuifer di desa Peruntan kecamatan Jangkang kabupaten Sanggau telah berhasil dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik tahanan jenis. Lintasan penelitian dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang tiap lintasan sebesar 240 m. Pengambilan data pada tiap lintasan menggunakan konfigurasi konfigurasi Wenner- Schlumberger dan Dipole- dipole dengan spasi elektroda terkecil sebesar 5 m. Hasil model penapang resistivitas kedua konfigurasi menunjukan ada perbedaan lokasi dan kedalaman lapisan akuifer. Kedua konfigurasi pada kedua lintasan diduga memiliki kecocokan kedalaman lapisan akuifer berada pada kedalaman 8 m s.d. 30 m. Lapisan akuifer ini diduga berada pada lapisan pasir dan serpih dengan rentang nilai tahanan jenis sebesar 4.2 Ωm hingga 50,6 Ωm.Kata kunci: Lapisan akuifer, tahanan jenis, Wenner- Schlumberger, Dipole- dipole
Studi Dinamika Molekul Terhadap Hidrat Metana Tipe MH-IV Jamilah, Syarifah Intan; Arman, Yudha; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51256

Abstract

Dinamika hidrat metana tipe MH-IV pada berbagai kondisi termodinamika telah diteliti menggunakan metode dinamika molekul. Hidrat metana dikondisikan pada suhu 250 K dan tekanan 40 GPa, 70 GPa, 100 GPa, 140 GPa dan 150 GPa. Berdasarkan hasil perhitungan energi sistem, sistem hidrat yang disimulasi belum sepenuhnya mendekati hasil eksperimen yang ingin direplika. Fungsi distribusi radial dari sistem yang disimulasi menunjukkan pengaruh signifikan tekanan terhadap jarak koordinasi antar molekul penyusun hidrat. Sistem terlihat mengalami deformasi seiring dengan pertambahan tekanan. Beberapa bagian dari sistem terlihat mengalami deformasi yang diikuti dengan pemutusan ikatan hidrogen antar molekul air. Hal tersebut mengakibatkan sistem tidak lagi memiliki struktur kristal es seperti kondisi awal. Perubahan struktur yang dialami menyebabkan probabilitas molekul metana untuk berdifusi ke void baru menjadi semakin besar. Peningkatan tekanan yang diaplikasikan pada sistem menyebabkan kerusakan struktur semakin meluas yang diikuti dengan meningkatnya koefisien difusi molekul gas metana.Kata Kunci : Hidrat Metana MH-IV, Dinamika Molekul
Penggunaan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) Untuk Identifikasi Utilitas Bawah Tanah Arief, Muhammad; Sumargana, Lena
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51099

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi utilitas bawah tanah menggunakan metode GPR konfigurasi Radar Reflection Profiling dengan frekuensi antena 600 MHz. Penelitian ini menggunakan enam lintasan pengukuran. Citra radargram 2D diolah menggunakan perangkat lunak ReflexW. Ditemukan empat jenis objek utilitas pada lintasan pengukuran, yaitu kabel serat optik, kabel listrik, pipa hydrant, dan pipa air pada kedalaman 0,07 m hingga 0,74 m dengan nilai cepat rambat gelombang 0,07 m/ns hingga 0,1 m/ns. Kata Kunci: Georadar, Ground Penetrating Radar (GPR), ReflexW, Utilitas.
Konduktivitas Termal Papan Komposit dari Sekam Padi dan Ampas Tebu Haisyah, Haisyah; Arman, Yudha; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.49856

Abstract

Setiap tahun jumlah limbah sekam padi dan ampas tebu semakin meningkat sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Kedua limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan komposit. Papan komposit banyak dimanfaatkan sebagai bahan dinding bangunan bertingkat karena konduktivitas termalnya yang rendah dibanding batako. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis membuat dan menganalisis papan komposit berbasis sekam padi dan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai konduktivitas termal papan komposit terhadap berbagai perbandingan komposisi sekam padi dan ampas tebu serta untuk mengetahui perbandingan komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas termalnya minimum. Pengukuran konduktivitas termal dilakukan menggunakan conductivy apparatus. Komposisi sekam padi dan ampas tebu yang digunakan memiliki perbandingan sebesar 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50 dan 40:60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konduktivitas termal yang didapat berkisar antara 0,029 W/m.K-0,069 W/m.K. Nilai ini jauh lebih rendah dibanding material bahan bangunan lain seperti beton, asbes dan kaca sehingga lebih nyaman digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa semakin banyak ampas tebu yang digunakan maka semakin tinggi nilai konduktivitas termal papan komposit dan perbandingan komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas termal bahan minimum  adalah pada papan komposit yang semuanya diisi oleh sekam padi. Nilai konduktivitas termal minimum tersebut diduga dipengaruhi oleh kerapatan dan papan komposit pada sampel ini paling rendah dibanding sampel yang lain sehingga lebih banyak mengandung pori-pori terisi udara yang diketahui buruk mengantarkan panas.
Analisis Nilai Indeks Iklim Ekstrem Periode Tahun 1990-2019 Di Kalimantan Barat Ariyani, Riri Nur; Muliadi, Muliadi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51589

Abstract

Sebagai bencana yang paling banyak terjadi di Kalimantan Barat periode tahun 1998-2021, banjir dapat dipicu oleh hujan ekstrem. Informasi variasi hujan ekstrem diperlukan untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi. Hujan ekstrem dapat diidentifikasi menggunakan indeks iklim ekstrem (IIE) parameter hujan. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini untuk menganalisis variasi antar tahunan hujan ekstrem berdasarkan lima jenis nilai IIE di Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian periode tahun 1990-2019 pada 14 lokasi di Kalimantan Barat. Nilai IIE dihitung menggunakan perangkat lunak RClimDex. Hasil penelitian pada sebagian besar lokasi penelitian menunjukkan bahwa indeks RX5DAY, RX1DAY, dan R50 mengalami kecenderungan meningkat, sedangkan indeks CDD cenderung menurun. Nilai indeks RX5DAY maksimum sebesar 634 mm terjadi di Paloh dan minimum sebesar 92 mm terjadi di Karangan. Nilai indeks RX1DAY maksimum sebesar 384 mm terjadi di Selakau dan minimum sebesar 38 mm terjadi di Sanggau Ledo. Nilai indeks R50 maksimum sebesar 31 hari terjadi di Karangan dan Nanga Pinoh, sedangkan nilai indeks minimum sebesar nol hari terjadi di Karangan, Sanggau Ledo, dan Nanga Pinoh. Nilai indeks CDD maksimum sebesar 76 hari terjadi di Simpang Hulu dan minimum sebesar lima hari terjadi di Bengkayang, Nanga Pinoh, dan Sintang. Lalu untuk Nilai indeks PRCPTOT maksimum sebesar 4.957 mm terjadi di Nanga Pinoh dan minimum sebesar 1.073 mm terjadi di Karangan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17