cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
KEMAMPUAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN), INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA), PERTUMBUHAN EKONOMI, DALAM MENJELASKAN PERUBAHAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT jamil, muzzamil
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi penanaman modal dalam negeri (pmdn), investasi penanaman modal asing (pma), pertumbuhan ekonomi dalam menjelaskan perubahan penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2015. Penelitian ini tergolong penelitian eksplanatori (Explanatory research) yaitu penelitian penjelasan yang menunjukkan sebab akibat antara variabel-variabel penelitian. Penelitian ini  menggunakan  data sekunder  dengan  periode  observasi 2011-2015. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat   maupun publikasi lainnya yang terkait. Analisis  yang  digunakan  adalah analisis  regresi  berganda data  panel  dengan  model  regresi  Fixed Effect Weight.  Data  diolah dengan menggunakan Eviews9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi penanaman modal dalam negeri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -1,051253 dan nilai probabilitas sebesar 0,0010. Investasi penanaman modal asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -1,003990 dan nilai probabilitas sebesar 0,0178. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien 0,204463 dan nilai probabilitas sebesar 0,3994.   investasi penanaman modal dalam negeri, investasi penanaman modal asing, pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai F statistik 58.08092 dan Prob (F-statistic) 0,00000.     Kata Kunci: investasi penanaman modal dalam negeri(pmdn), investasi penanaman modal asing(pma), pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja (tpak)         KEMAMPUAN INVESTASI PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN), INVESTASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA), PERTUMBUHAN EKONOMI, DALAM MENJELASKAN PERUBAHAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT1.      Latar BelakangPembangunan ekonomi di provinsi Kalimantan Barat masih menghadapi permasalahan pembangunan ekonomi. Salah satu permasalahan tersebut adalah masalah ketenagakerjaan, seperti pengangguran dimana jumlah angkatan kerja yang terus meningkat dan tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan sektor-sektor pembangunan.Investasi merupakan kegiatan penanaman modal yang mengorbankan sebagian harta dan memperolah manfaatnya dimasa mendatang dengan segala konsekuensinya dan resiko-resiko tertentu. Menurut Sulistiawati (2012) Pembangunan ekonomi memerlukan dukungan investasi yang merupakan salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi. Upaya dari kegiatan penanaman modal yang menghasilkan investasi akan terus menambah stok modal (capital stock), sehingga peningkatan stok modal akan meningkatkan produktivitas dan akan serta merta meningkatkan kapasitas maupun kualitas produksi, hal inilah yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. 2.      Permasalahan 1        Apakah ada pengaruh investasi PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat?2        Apakah ada pengaruh investasi PMA terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat?3        Apakah ada pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat? 3.      Tujuan Penelitian1        Untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi PMDN terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat.2        Untuk menguji dan menganalisis pengaruh investasi PMA terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat.3        Untuk menguji dan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat. 4.      Metode PenelitianAnalisis data menggunakan regresi linear berganda. Pengolahan data menggunakan program Eviews Versi 9 dengan menggunakan tingkat kesalahan sebesar 5% atau 0,05. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel (pooled data), yaitu kombinasi antara data  time series 5   tahun  (2011-2015) dan data cross section 12 kabupaten/kota, sehingga data yang diobservasi adalah sebanyak 60. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh buku Kalimantan Barat Dalam Angka dari tahun 2012-2016 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat maupun publikasi lainnya yang terkait. Data yang digunakan antara lain data Investasi PMDN, investasi PMA, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Penyerapan Angkatan Kerja di provinsi Kalimantan Barat.5.      Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa Investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaaga kerja  dengan koefisien -1,05125 dan nilai probabilitas sebesar 0,0010. Investasi penanaman modal asing (PMA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -1,003990 dan nilai probabilitas sebesar 0,0178. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien 0.850858 dan nilai probabilitas sebesar 0,3994. Investasi pmdn, investasi pma, pertumbuhan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai F statistik 58.08092 dan Prob(F-statistic) 0,000000. Kesimpulan dan SaranKesimpulanInvestasi penanaman modal dalam negeri berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Investasi penanaman modal asing berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh tidak signifikaan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Pertumbuhan ekonomi tidak signifikan dikarenakan : (a) Pertumbuhan ekonomi yang dibentuk sebagian besar dari perubahan sektor primer beralih ke sektor tersier yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja yang berpendidikan tertentu yang sebagian besar tidak dimiliki oleh pertumbuhan angkatan kerja. (b) Penggunaan teknologi sebagai proses produksi pada sektor tersier. (c) Peralihan penyerapan tenaga kerja dari sektor primer ke sektor tersier yang menyebabkan penurunan penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian beralih ke sektor perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, serta jasa-jasa yang mengalami peningkatan. (d) Harga komoditi sektor pertanian tergolong rendah. (e)Tingkat produktivitas tenaga kerja sektor pertanian yang rendah, akibatnya nilai tambah tenaga kerja rendah yang pada gilirannya penghasilan tenaga kerja sektor pertanian menjadi rendah. SaranAngkatan kerja yang sedang menawarkan diri menjadi tenaga kerja atau akan memasuki pasar kerja agar kedepannya harus jeli     melihat peluang kerja dengan cara mempersiapkan diri untuk memenuhi karakteristik yang diminta oleh pasar kerja.Untuk peneliti lain penelitian ini dapat digunakan sebagai refrensi untuk meneliti hal serupa maupun menggunakan variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini terkait variabel yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Barat.Digunakan sebagai informasi untuk pemerintah agar membuat kebijakan terkait penyerapan tenaga kerja di provinsi Kalimantan Barat.                          DAFTAR PUSTAKAAbubakar, A. B., & Bala, A. (2016). Nexus Between Domestic Investment , FDI and Economic Growth : Empirical Evidence from India. International Journal of Management, Accounting and Economics, 3(3). Badan Pusat Statistik. (2012). Kalimantan Barat Dalam Angka 2012. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2013). Kalimantan Barat Dalam Angka 2013. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2014). Kalimantan Barat Dalam Angka 2014. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2015). Kalimantan Barat Dalam Angka 2015. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2016). Kalimantan Barat Dalam Angka 2016. Pontianak: Badan Pusat Statistik. Boediono. (1992). Ekonomi Mikro. Yogyakarta: BPFE. Deliarnov. (2010). Perkembangan Pemikiran Ekonomi (Ketiga). Jakarta: Raja Grafindo Persada. Gujarati, D. (2001). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga. Habib, M. D., & Sarwar, S. (2013). Impact of Foreign Direct Investment on Employment Level In Pakistan : A Time Series Analysis. Journal of Law, Policy and Globalization, 10, 46–56. Habiburrahman. (2012). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Lampung. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(1), 101–114. Jhingan, M. L. (2000). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan (Pertama). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Kuncoro, M. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Kurniasih, E. panca, & Agustini, Y. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 6(2), 97–119. Mankiw, G. N. (2006). Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: Salemba Empat. Momongan, J. E. (2013). Investasi PMA Dan PMDN Pengaruhnya Terhadap Perkembangan PDRB Dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Penanggulangan Kemiskinan di Sulawesi Utara. Jurnal EMBA, 1(3), 530–539. Osabuohien, E., & Urhie, E. (2017). Examining the Relative Roles of Domestic and Foreign Direct Investments in Nigeria. International Journal of Economics and Financial Issues, 7 [4]. Pangestuti, Y. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar (Edisi Keli). Yogyakarta: LPFEUI. Rosyidi, S. (2000). Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Sandika, R. S., Maulida, Y., & Setiawan, D. (2014). Pengaruh Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Pelalawan. JOM FEKON, (2), 1–16. Sholihah, Irma, dan Syafarudin,  dan N. (2017). Analisis investasi sektor industri manufaktur , pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, 12(1), 11–24. Simanjuntak, P. J. (1985). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia (kedua). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Subri, M. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan (Edisi Revi). Jakarta: Rajawali Pers. Sukirno, S. (2013). Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sulistiawati, R. (2012). Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 3(1), 29–50. Tambunan, T. (2011). Perekonomian Indonesia : Kajian Teoritis dan Analisis Empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia. Thamrin, M., Wiyati, R., & Liviawati. (2016). Peranan Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Penanaman Modal Asing (PMA) Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Siak. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 14(2), 193–207. Todaro, P. M., & S. C. S. (2006). Pembangunan ekonomi. Jakarta: Erlangga. Wibowo, A. R. . (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja Di Satuan Wilayah Pembangunan Gerbangkertosusila Provinsi Jawa Timur Tahun 2009-2014. Jurnal Ilmiah Universitas Brawijaya Malang. Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonosia Fakultas Ekonomi UII.  
EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA B1011141028, Hasanah
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYAHasanahEkonomi PembangunanABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebijakan dana desa dan dampaknya terhadap pembangunan Desa Kalimas tahun 2015-2016.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan evaluatif dengan analisis persentase dan disajikan dengan tabel. Analisis persentase dengan menggunakan tabel mengevaluasi tentang Distribusi dan Penggunaan dana desa berdasarkan tahun dan sektor yaitu; Pengetahuan dan Partisipasi Masyarakat; Tata Kelola dana desa yang mana didalamnya termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dana desa; dan Dampak dana desa terhadap Pembangunan Desa. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi dan penggunaan dana desa di Desa Kalimas diprioritaskan untuk pelaksanaan pembangunan.Pengetahuan dan partisipasi masyarakat mengenai dana desa sudah cukup baik karena sebagian besar masyarakat mengetahui dari media televisi dan sosial. Hasil dari dana desa di bidang Pertanian sudah terlaksana hanya saja masih terdapat permasalahan kinerja pemerintah Desa Kalimas yaitu penggunaan dana yang cukup besar untuk pelatihan pencegahan dan kebakaran hutan sementara yang mengikuti pelatihan tersebut hanya beberapa orang saja, kurangnya penilaian pemerintah dalam menyeleksi mana yang lebih layak mendapatkan bantuan atau tidak seperti pada pembagian bantuan budidaya ikan nila. Tata kelola dana desa di Desa Kalimas baik itu di tingkat pemerintah desa hingga masyarakat cukup baik dari sisi perencanaan, hanya saja dalam sikap pelaksanaan dan pegawasannya masih memiliki kekurangan yaitu ketahanan jalan dan kwalitas jalan yang buruk sehingga dalam kurun waktu beberapa bulan jalan yang dibangun akan cepat rusak.Tingkat efisiensi pengelolaan dana desa masih kurang efisien, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah desa masih boros dalam penggunaan dana desa.Sementara tingkat efektivitas pengelolaandana desa adalah stabil dan sudah efektif karena hasil perhitungan menunjukkan angka lebih dari 90%.Kata kunci: Evaluasi, Dana Desa, Efektivitas, Efisiensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA TELEPON SELULER BERBASIS ANDROID MEREK SAMSUNG DI KOTA PONTIANAK ERNA, ERNAWATI B1011131137
Jurnal Curvanomic Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK     Kebutuhan akan alat komunikasi saat ini seperti telepon seluler atau ponsel pintar yang selalu mengalami peningkatan penjualan dan permintaan dari tahun ketahun terutama jenis-jenis atau merek Smartphone dengan jenis merek tertentu yang sudah sangat dipercaya masyarakat. Pola konsumsi masyarakat modern saat ini lebih meginginkan sebuah kemudahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain yang dapat mendukung kegiatan mereka sehari-hari dalam pekerjaan maupun aktivitas sosial lainnya.         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga telepon seluler berbasis android merek samsung di Kota Pontianak. Dengan melihat variabel harga barang itu sendiri, jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan yang mempengaruhi harga telepon seluler berbasis android merek Samsung tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat melalui kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square dan deskriptif kualitatif. Suatu metode yang menggambarkan keadaan maupun suatu kejadian di daerah penelitian dan untuk menguji perbedaan dari dua atau lebih proporsi sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi harga telepon seluler berbasis android merek samsung di Kota Pontianak cenderung ditentukan oleh jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan yang didapat dari 100 orang responden yang diteliti.Kata Kunci : Harga, Jenis Kelamin, Umur, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan, dan Pendapatan.
Pengaruh Penyaluran Kredit Perbankan Sektor Idustri Dan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sektor Industri Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2014 B01110036, nufrika wulandari B01110036
Jurnal Curvanomic Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini berjudul pengaruh penyaluran kredit perbankan pada sektor industri dan penyerapan tenaga kerja sektor industri terhadap produk domestik regional bruto sektor industri kabupaten/kota di kalimantan barat periode 2010-2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penyaluran kredit perbankan sektor industri dan tenaga kerja sektor industri terhadap produk domestik regional bruto sektor industri Kabupaten/kota di Kalimantan Barat Periode 2010–2014. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan regresi berganda data panel. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2010 – 2014 yang terdiri dari 14Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran kredit sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap produk domestik regional bruto sektor industri, dengan nilai t sebesar 0.0367 atau lebih kecil dari 0,05. Tenaga kerja sektor industry berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produk domestik regional bruto sektor industri dapat dilihat dari nilai t sebesar 0.0683 atau lebih besar dari 0,05. Sedangkan  secara bersama-sama diperoleh nilai Fstatistik sebesar 2.555092 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000000 lebih kecil dari 0,05 (probabilitas<0,05). Hal ini berarti produk domestik regional bruto sektor industri secara bersama–sama dipengaruhi oleh penyaluran kredit perbankan sektor industri dan tenaga kerja sektor industri.   Kata kunci: Kredit Perbankan,tenaga kerja, dan produk domestik regional bruto sektor industri.
ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENGENTASAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KAYONG UTARA (Studi Pada Peserta PKH Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara) rabuanto, rabuanto
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS EFEKTIFITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENGENTASAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KAYONG UTARA(Studi Pada Peserta PKH Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara)RABUANTOUniversitas TanjungpuraABSTRAKPenelitian ini berjudul “Analisis Efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Pengentasan Masyarakat Miskin Di Kabupaten Kayong Utara” (studi pada peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Teluk Batang  Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara)” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pengentasan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk batang Kabupaten Kayong Utara.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana pengumpulan datanya mengunakan teknik wawancara terstruktur (structur interview). Dalam menentukan populasi digunakan metode purposive sampling yaitu dari 70 populasi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus untuk diajadikan sampel, untuk menganalisa data, penulis menggunakan analisis deskriptif dari data-data yang dikumpulkan oleh peneliti.Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH) yang diukur melalui dua indikator yaitu: indikator manfaat dan dampak.  Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak efektifitasnya yaitu: tidak tepatnya penerima bantuan oleh pihak pengelola serta tidak tepatnya  penerima bantuan dalam mengelola/mengalokasikan dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterima sehingga Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah berjalan selama empat tahun di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara masih kurang efektif dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara karena masih banyak penduduk miskin yang belum tercover oleh Program Keluarga Harapan (PKH). Kata kunci: Kemiskinan, Program Keluarga harapan1.    PENDAHULUANKemiskinan merupakan masalah yang umum di Indonesia, pemerintah telah menetapkan target penurunan kemiskinan menjadi 7-8% pada tahun 2019, sebagaimana tertuang di dalam Rancangan Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Arsyad (2015), kemiskinan adalah suatu keadaan yang bersifat multi dimensi dan sulit di definisikan dalam definisi tunggal banyak para pakar yang telah mendefinisikan tentang kemiskinan ,namun belum ada kespakatan mengenai konsep kemiskinan dalam definisi yang disepakati.Mahaeni (2014), Secara umum bahwa konsep kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang atau sekelompok orang yang mana mereka tidak memiliki kecukupan sumber daya dalam memenuhi kebutuhan hidup yang nyaman, baik ditinjau dari sisi ekonomi, sosial, psikologis maupun dimensi spiritual. Definisi ini lebih memfokuskan terhadap ketidak mampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan nya.Deswantoro, Ismail & Hendamin, (2017). Peran pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah peran alokatif, dimana pemerintah harus menyusun kebijakan untuk mengalokasikan belanja daerah pada sektor yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan sebuah program bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin (KM), atau dalam istilah internasional dikenal dengan Conditional Cash Transfers (CCT). Pelaksanaan PKH di Indonesia dimulai tahun 2007, dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk meningkatkan kualitas hidup melalui perubahan perilaku terhadap pendidikan dan kesehatan serta mendukung tercapainya kesejahteraan sosial.  PKH juga dimaksudkan untuk membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga (dampak konsumsi langsung), sekaligus meningkatkan investasi bagi generasi masa depan melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak. Dalam jangka panjang, PKH diharapkan akan memutus rantai kemiskinan antar generasi. 2.     TINJAUAN PUSTAKA 2.1  KemiskinanKuncoro (2002), Kemiskinan adalah suatu kondisi ketidak mampuan secara ekonomi dalam memenuhi standar kebutuhan dasar rata-rata pada suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Suryawati (2005) Kemampuan pendapatan yang rendah bukan saja berakibat pada tidak tercukupinya kebutuhan dasar akan tetapi berdampak pada ketidakmapuan memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Rochaety dan Tresnati (2007) Kemiskinan (poverty) merupakan istilah yang menyatakan tidak adanya kenikmatan hidup dan persediaan kebutuhanpun tidak sebanding. Istilah ini didefinisikan sebagai suatu titik kehilangan untuk pemeliharaan efisiensi secara fisik.  Basri (2005), suatu keadaan ekonomi dimana terbatasnya peluang atau kesempatan yang dimiliki kelompok tersebut dalam mengakses sumber daya pembangunan..2.2  Kesejahteraan MasyarakatBadrudin (2012), Kesejahteraan masyarakat adalah suatu kondisi yang memperlihatkan tentang keadaan kehidupan masyarakat yang dapat dilihat dari standar kehidupan masyarakat tersebut. Abbas (2008), Kesejahteraan dapat diartikan sebagai kecukupan pemenuhan kebutuhan, orang yang merasa sejahtera apabila ia merasa senang, tidak kurang suatu apapun dalam batas yang mungkin dicapainya, jiwanya tentram dan batinnya terpelihara, ia merasa keadilan ada dalam hidupnya, ia terlepas dari kemiskinan yang menyiksa dan terhindar dari bahaya kemiskinan yang mengancam. Pengertian kesejahteraan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial pasal 1 ayat (1): “kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya. 2.3   Program Keluarga Harapan (PKH)Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) (2017) Sejak tahun 2007 Pemerintah Indonesia telah melaksanakan Program Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) atau dikenal dengan PKH. PKH bukan merupakan lanjutan program Subsidi Langsung Tunai yang sudah berlangsung selama ini dalam rangka membantu Rumah Tangga Miskin (RTM) mempertahankan daya beli pada saat pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). PKH lebih dimaksudkan sebagai upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial penduduk miskin sekaligus sebagai upaya memutus rantai kemiskinan yang terjadi selama ini. PKH merupakan program bantuan dan perlindungan sosial yang termasuk dalam klaster I strategi penanggulangan kemiskinan di Indonesia yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan pemenuhan dasar bagi lansia dan penyandang disabilitas berat. Pelaksanaan PKH juga mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Millenium. 2.4   Efektifitas Program Keluarga Harapan (PKH)           Yasin (2008), Kata efektif berarti dapat membuahkan hasil, mulai berlaku, ada pengaruh, akibat atau efeknya. Efektivitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan. Pasolong (2007), Efektivitas berarti tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dapat tercapai atau dengan kata sasaran tercapai karena adanya proses kegiatan. Adapun pengertian lain dari efektivitas adalah tingkat tujuan yang diwujudkan suatu organisasi. Mahmudi (2005), merupakan hubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi (sumbangan) output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi, program atau kegiatan.   yang di gambarkan dalam model penelitian seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 2.1Kerangka Konseptual Penelitian                                                                                                                                                                                                                                                         Keterangan :PKH adalah salah satu program dari pemerintah yang tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan. Untuk mengukur tingkat efektifitas pelaksanaan PKH di Desa Teluk Batang, kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, menggunakan dua indikator yaitu indikator manfaat dan indikator dampak, dari dua indikator tersebut kita dapat mengetahui pelaksanaan PKH akan membantu pengentasan masalah kemiskinan, sehingga masalah kemiskinan dapat berkurang.3.    METODE PENELITIANPenelitian ini bersifat deskriftif yaitu penelitian yang bersifat memaparkan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap tentang sesuatu yang sedang di teliti. Pada umumnya penelitian deskriptif merupakan penelitian non hipotesis sehingga dalam langkah penelitiannya tidak perlu merumuskan hipotesis. Penelitian deskriptif yang peneliti maksudkan adalah penelitian yang menggambarkan bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat miskin di Kabupaten Kayong utara. Lokasi penelitian ini di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Waktu penelitian ini pada tahun 2019, dengan jangka waktu yang diteliti yaitu pada tahun 2014-2019. Data adalah sekumpulan fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukan fakta. Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Dalam penelitian ini apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Desa Teluk Batang ini memiliki 5 dusun dengan jumlah masyarakat yang menerima PKH Sebanyak 70 peserta. Teknik yang di gunakan dalam pengumpulan data primer maupun data sekunder dilakukan dengan suatu penelitian secara seksama, yaitu dengan cara observasi, interview/wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang terkumpul kemudian diolah, pengolahan data yaitu dengan menimbang, menyaring, mengatur dan mengklasifikasikan. Menimbang dan menyaring data adalah benar-benar memilih secara hati-hati data yang relevan, tepat dan berkaitan dengan masalah yang tengah diteliti. Mengatur dan mengklasifikasikan yaitu menggolongkan, menyusun menurut aturan tertentu. Pada umumnya pengolahan data dilakukan dengan cara Pemerikasaan data, Penandaan data, Rekomendasi data, Sistematisasi data. Pada dasarnya proses analisis data itu di mulai dari menelaah data secara keseluruhan yang telah tersedia dari berbagai macam sumber, baik itu pengamatan, wawancara, catatan lapangan dana yang lainnya. 4.     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN            Untuk mengetahui efektifitas PKH dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Kabupaten Kayong Utara, perolehan data melalui wawancara dengan menyiapkan 20 pertanyaan untuk 70 sampel/peserta PKH. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh fakta/hasil dari pertanyaan yang diajukan pada responden yang tergambar pada tabel 4.9  dibawah ini:            Tidak efektifnya penetapan RTM penerima bantuan ini dikarenakan data yang digunakan untuk penentapan penerima bantuan ditentukan dengan data ditingkat nasional dengan menggunakan data pada tahun sebelumnya. Sedangkan ketika ada peralihan status pada RTM di daereah harus melalui proses yang panjang agar bisa digantikan atau dihapus dari daftar penerima bantuan. Sehingga menjadikan penetapan RTM penerima bantuan kurang tepat sasaran. Melihat dari kondisi ini menunjukan bahwa pentapan peserta PKH di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong belum tepat sasaran. Pengentasan kemiskinan yang dilakukan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara melalui PKH memberikan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat tetapi seiring berjalannya PKH di Desa Teluk batang belum mampu memutus mata rantai kemiskinan yang ada dimasyarakat. Hanya saja PKH memberi sisi positif pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan kesejateraan masyarakat sehingga mampu menekan tingginya tingkat kemiskinan di Desa Teluk Batang. PKH hanya sebagai bentuk jaminan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat agar terciptanya hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat. Karena masih banyak ditemukan ketidaktepatan sasaran dalam menentukan anggota penerima bantuan dan tidak tepat gunanya dana yang diterima anggota sehingga manfaat dari PKH dapat dikatakan tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran (kurang efektif).             : 5.        KESIMPULAN DAN SARAN 5.1    KESIMPULANDisimpulkan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasan, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut:Berdasarkan teori, penelitian,pengumpulan data dan analisis yang telah dilakukan, maka penelitian mengenai Analisis Efektifitas PKH Dalam Pengentasan Masyarakat Miskin Di Kabupaten Kayong Utara (Studi Pada Peserta PKH Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara) dapat disimpulkan sebagai berikut:Efektifitas PKH dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara. kurang terlaksana secara efektif. Belum efektifitas program ini dikarenakan masih ditemukan kurang tepat sasaran dalam penentuan peserta PKH selain itu kurang efektifnya pengalokasian dana PKH oleh peserta membuat PKH menjadi tidak tepat guna dan tidak sesuai dengan tujuan PKH, sehingga PKH belum dapat mengurangi/mengentaskan kemiskinan yang ada di Desa Teluk Batang Kecamatan Teluk Batang Kabupaten Kayong Utara.5.2 SARANBerdasarkan hasil penelitian diatas, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:PKH perlu dievaluasi dan monitoring lebih baik lagi, melakukan sosialisasi baik secara nasional terlebih daerah pedalaman secara terarah untuk memberikan kesadaran dan pemahaman yang benar yang benar mengenai PKH kepada semua pemangku kepentingan, baik aparat pelaksana maupun masyarakat. Kegiatan sosialisasi tersebut harus diatur secara tegas terarah dan sesuai dengan pedoman umum (pedum). Dan dalam penentuan RTM penerima bantuan diharapkan menggunakan data yang valid agar lebih tepat sasaran, Bagi petugas PKH /pendamping PKH harus lebih mengarahkan kedepannya agar lebih memfokuskan pada proses penyadaran RTM agar tidak ada lagi ketergantungan terhadap bantuan-bantuan pemerintah dan Penelitian selanjutnya, perlu diteliti efektifitas beberapa program penanggulangan kemiskinan lainnya yang telah di implementasikan pemerintah, sehingga dapat diketahui program mana saja yang memiliki pengaruh besar terhadap pengentasan kemiskinan di Indonesia.    DAFTAR PUSTAKAAhmadi, R. (2012). Pemberdayaan Masyarakat Miskin: Pendekatan Modal Manusia (Studi Layanan Publik Tentang Pemberdayaan Masyarakat Miskin yang Diselenggarakan Oleh BPM-KB dan Posko 100 di Kota Surabaya). Jurnal Administrasi Publik Vol. 10, No. 2, Desember 2012.Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPM.Badrudin, R. (2012). Ekonomi Otonomi Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPM.Basri, F. (2005). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.Badan Pusat Statistik. (2016). Jumlah Penduduk Miskin. Diakses pada http://www.bps.go.id. Badan Pusat Statistik . (2019). Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Diakses pada http://www.bps.go.id. Deswantoro,D,B., Ismail A, & Hendarmin. (2017). Pengaruh Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Ekonomi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2015. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, vol 6, no 3, 187-210Dinas sosial. (2018). Kabupaten Kayong Utara.Kementrian Sosial. (2019). Profil Program Keluarga. Harapan Diakses pada https://pkh.kemsos.go.id/?pg=tentangpkh-1Kementrian Sosial, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Diakses pada https//www.kemsos.go.id/unduh/UU-kesos- No112009.pdf.Kementrian Sosial. (2019). Jumlah Penerima dan Alokasi Dana. Profil Program Keluarga Harapan. Diakses Pada https://www.bps.go.id/ link Table Dinamis / view/ id/ 1119Kuncoro, M. (2002). Ekonomika Pembangunan, Teori, Masalah dan Kebijakan. Yogyakarta: YKPN. Lestari, R. S. (2012). Bantuan Sosial di Indonesia Sekarang dan Kedepan. Bandung: Fokus Media. Mahaeni, A. (2014). Evaluasi Program-Program Pengentasan Kemiskinan di Provinsi Bali. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Vol. X No. 1:8-18 (4 Juli 2014). Pendamping Program Keluarga Harapan Desa Teluk Batang. 2018. Kabupaten Kayong Utara. Rochaety, E. & Tresnati, R. (2007). Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta: Bumi Aksara.Soeratno & Arsyad, L. (2008).  Metode Penelitian untuk Ekonomi dan Bisnis, Edisi Lima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Sudaryono. (2017). Metodologi Penelitian. Depok: PT RajaGrafindo Persada. Sugiyono. (2008). Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suryawati, C. (2005). Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 08/No.03/September/2005. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. “Program Keluarga Harapan” Diakses pada http:www.tnp2k.go.id.Todaro, M. P. & Smith S. C. (2003). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga,Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.Wawancara Dengan Pendamping Program Keluarga Harapan ,(2019).  
Keberlangsungan Usaha Mustahik Melalui Program Zakat Community Development Di Kabupaten Sambas B1061141011, Dedi Kurniadi
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKKEBERLANGSUNGAN USAHA MUSTAHIK MELALUI PROGRAM ZAKAT COMMUNITY DEVELOPMENT DI KABUPATEN SAMBASDedi KurniadiTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberlangsungan usaha dan faktor apa yang mempengaruhi faktor keberlangsungan usaha mustahik melalui program ZCD (ternak kambing, pertanian lada, tenun songket) di Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode analisi yang digunakan dalam mengukur variabel keberlangsungan usaha adalah wawancara mendalam kemudian di deskriptifkan. Sementara untuk mengukur faktor –faktornya yang mempengaruhinya menggunakan quisoner dengan skala likert. Hasil analisis menunjukan bahwa keberlangsungan usaha musatahik mengalami keberhasilan. Dari 3 program tersebut hanya ternak kambing yang mengalami kegagalan. Faktor-faktor yang mepengaruhi keberlangsungan usaha mustahik adalah permodalan, SDM, produksi dan pemasaran. Namun, kegagalan ternak kambing terdapata pada faktor produksi sehingga mengakibatkan pemasaran tidak berfungsi karena kambing tersebut mengalami kematian. Berbeda dengan program pertanian lada dan tenun songket. Kedua program tersebut dapat mampu bersaing dan bertahan.Kata kunci : Keberlagsungan Usaha, Program Zakat Community Development DAFATAR PUSTAKAAdnan, & Kurniasih, E. (2000). Analisis Tingkat Kesehatan Perusahaan untuk Memprediksi Kebangkrutan dengan Pendekatan Altman. Jurnal Kuntansi dan Auditing Indonesia.Ahmad, S. R. (2003). Kualitas Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Al-Haritsi, D. J. (2014). Fikih Ekonomi Umar Bin Al - Khatab. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.Azwar, S. (2016). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka pelajar.BAZNAS. (2013). Pedoman Zakat Community Developmen. Jakarta: Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan.Beik, I. S. (2009). Analisis Peran Zakat Dalam Mengurangi Kemiskinan: Studi Kasus Dompet Dhuafa Republika. Jurnal Pemikiran dan Gagasan.Darsono, & ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Yogyakarta: ANDI.Dwiyananda, O. M., & Mawardi, I. (2015). Pengaruh Produk, Harga, Tempat, Promosi Ritel Modern Terhadap Keberlangsungan Usaha Ritel Tradisional di Gresik. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 2 (9).Ernawati. (2016). Karakteristik Program Pemberdayaan Mustahik oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Di Indonesia. Universitas Halu Oleo Kendari, 10 (2).Fahrini, H. F. (2016). Efektivitas Program Penyaluran Dana Zakat Profesi Dalam Bentuk Pemberian Beasiswa Bagi Siswa Muslim Kurang Mampu Oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Tabanan Tahun 2015. Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi, 7 (2).Gitosudarmo, I. (2000). Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: BPFE UGM.Hakim, A. R., Arif, S., & Baisa, H. (2014). Peran Zakat Dalam Pembangunan Pendidika di Kota Bogor (Studi Kasus Pendayagunaan Zakat Bidang Pendidikan Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid Cabang Bogor). Jurnal Ekonomi Islam, 5 (2).Handayani, N. (2007). Modal Sosial dan Keberlangsungan Usaha, Universitas Sebelas Maret, Indonesia.Hendri, N., & Suyanto. (2015). Analisis Model-Model Pendayagunaan Dana Zakat Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Kota Di Provinsi Lampung. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 11(2).Ibrahim, H., Amanah, S., Gani, D. S., & Purnaningsih, N. (2013). Analisis Keberlanjutan Usaha Pengrajin Ekonomi Kreatif Kerajinan Sutera Di provinsi sulawesi Selatan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian.Indra, S. (2018). Economic Empowerment Model for the Poor Through Zakat Institution Under Maqashid Syariah Concept in West Kalimantan. Asian Journal of Social Science Studies; 3 (1).Kartasasmita, G. (1997). Administrasi Pembangunan. Jakarta: LP3ES.Kasim, M. A., & Siswanto , I. E. (2016). Analisis pendayagunaan Zakat Produktif Pada Program Pemberdayaan Masyarakat Di Wilayah Sukabumi. Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah .KEMENAG. (2013). Zakat Community Developmen model pengembangan zakat. Jakarta: Direktorat Pemberdayaan Zakat.Khaliq, A. (2012).Pendayagunaan Zakat, Infaq dan Sedekah Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin Di Kota Semarang. Jurnal Rekayasa Ilmu Pengetahuan dan teknologi.Mujahidin, A. (2007). Ekonomi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Murniati, R., & Beik, I. S. (2016). Pengaruh Zakat Terhadap Indeks Pembangunan Manusia dan Tingkat Kemiskinan Mustahik. Jurnal Muzara'ah, 2 (2).Nafiah, L. (2015). Pengaruh pendayagunaan Zakat Produktif Terhadap Kesejahteraan Mustahik pada Program Ternak Bergulir BAZNAS Kabupaten Gresik. Jurnal Hukum El Qist, 5 (1) .Nassar, F. (2014). Pengembangan dan Implementasi Zakat Wakaf Di Indonesia. Internasional Conference on Inclusiv Islamic Sector. Jakarta.Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.Poerboyo, M. G. (2010). Implementasi Program Pengembangan Masyarakat Melalui Pola Kemitraan Pada Sektor Privat. Jurnal Universitas Lampung.Robert, M., & Jhon, J. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.Saladin, D. (1991). Unsur-Unsur Inti Pemasaran Dan Manajemen Pemasaran. Bandung: Mandar Maju.Soetrisno, L. (1995). Menuju Masyarakat Partisipatif. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: AlfabetaSugiyono. (2010). Memahami Metode Kualitatif. Bandung: Alfabeta.Suyitno. (2004). PerDesaan, Lingkungan dan Pembangunan. Bandung: PT Alumni.Wibowo, A. (2012). Analisis Keberlanjutan Usaha Dengan Metode Altman pada Koperasi Unit Desa (KUD) se - Kabupaten Kendal. Jurnal Manajemen.Widiastuti, T., & Rosyidi, S. (2015). Model Pendayagunaan Zakat Produktif Oleh Lembaga Zakat Dalam Meningkatkan Pendapatan Mustahiq. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam. 
Pengaruh Ketiga Sektor Utama PDRB Terhadap Kemiskinan Di Kalimantan Barat B1011131031, Dwi Wahyu Ardiatma
Jurnal Curvanomic Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisi pengaruh PDRB Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Industri Pengolahan, dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran  terhadap Kemiskinan di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2011 – 2015. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu dari data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat dan Kementrian Pertanian Republik Indonesia. Dengan metode Pooled EGLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap kemiskinan berhubungan positif dengan nilai koefisien 6,951907  dan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabiltas sebesar 0.0005. Sektor industri pengolahan terhadap kemiskinan berhubungan negatif dengan koefisien -4,745583  dan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabiltas sebesar 0.0398. Sektor perdagangan besar dan eceran terhadap kemiskinan berhubungan negatif dengan koefisien -2,423004  dan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabiltas sebesar 0.1209.   Kata kunci: Sektor Pertanian, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Perdagangan, PDRB, Kemiskinan
PERAN PEMULUNG DALAM TATA KELOLA SAMPAH DI KOTA PONTIANAK ramompas, yuvensius
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan yang berkesinambugan sebagai salah satu komponen terpenting didalam proses ekonomi, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pemulung di dalam tata kelola dan potensi nilai ekonomi sampah di kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam mengukur variabel adalah dengan wawancara mendalam kemudian di deskriptifkan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang terdiri dari kuesioner yang telah disebar. Teknik pengumpulan data berupa tahap observasi, tahap wawancara terstruktur, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata kelola sampah dikota Pontianak  tidak megenal adanya pemulung sebagai pihak yang turut membantu pemerintah didalam mengelola sampah sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk dijual sebagai barang yang memiliki nilai ekonomi Serta potensi ekonomi sampah dikota Pontianak belum digali secara serius dan optimal. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah melalui DLH perlu meningkatkan kemitraan lintas sektoral didalam mengelola sampah yang ada di kota Pontianak. Kata Kunci :  Pemulung, Pengelolaan Sampah, Nilai Ekonomi SampahDAFTAR PUSTAKA  Adioetomo, S. M, & Samosir, O. B. (2010). Dasar-dasar Demografi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.Andriyanti, L. L. (2018). Karakteristik Pemulung di Sumber Sampah Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Jurnal Teknik Lingkungan UII, 1 (1), 1-12.Anggraini, S. (2017). Public Private Partnership Dalam Pengembangan Program Sidoarjo Bersih dan Hijau di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 5 (1), 1-16.Anjasmara, N. (2017).Aprilyanti, S. (2017). Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktifitas Kerja (Studi Kasus PT. Oasis Water Internasional Cabang Palembang), Jurnal Sistem dan Manajemen Industri, 1 (2), 68-72.Asdiantri. (2016). Analisis Potensi Nilai Ekonomi Sampah Perumahan Kota Pontianak. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 1 (1), 1-10.Azhari. (2019). Sketsa Masyarakat Pemulung Kota Bandung. Jurnal Sosioteknologi, 8 (7), 696-701.Badan Pusat Statistik. (2010). Pedoman Penghitungan Proyeksi Penduduk dan Angkatan Kerja. Jakarta: BPS.                                   . (2018). Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2024 Hasil SUPAS 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.Departemen Kesehatan RI. (2015). Situasi Kesehatan Kerja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RIHarahap, F. I. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Pemulung Sampah Sungai Citarum Melalui Koperasi Bangkit Bersama. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 4 (2), 180-186.Hartono, E. (2006). Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Sampah di Kota Brebes Melalui Peningkatan Kemampuan Pembiayaan. Semarang: eprints undip.Kristiani, H. J., Kurniawan, Y., & Ishak. (2017). Simulasi Keuntungan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Mempertimbangkan Faktor Risiko Pemulung, Lapak dan Pabrik Daur Ulang. Jurnal Hijau, 2 (4), 1-5.Herlina. (2016). Tinjauan Atas Penerimaan Pendapatan Jasa Pada Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung. Bandung: JBPTUNIKOMPP.Hutagalung (2015). Peran Pemulung dalam Pengelolaan Sampah dan Timbunan Sampah di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Tahun 2015. Jurnal USU, 4 (3), 1-8.Janah, Miftahul. (2019). Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Pemulung di Kelurahan Kali Balau Kota Bandar Lampung, Jurnal Fkip Unila, 7 (4), 1-13.Kasmir. (2006). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Kristina, J. H., Kurniawan. Ishak. (2017). Simulasi Keuntungan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Mempertimbangkan Faktor Risiko Pemulung, Lapak dan Pabrik Daur Ulang. Jurnal Teknologi Hijau, 2 (4), 1-5.Kurniasih, E. P. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jebik, 6 (2), 97-119.Lumintang, F. M. (2013). Analisis Pendapatan Petani Padi Di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur. Jurnal EMBA, 1 (3), 991-998.Mahyudin, R. P. (2017). Peningkatan Peranan Pemulung untuk Meningkatkan Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Jurnal EviroScienteae, 13 (1), 62-68.Megawangi, V. (2019). Peran Sektor Informal dalam Pengelolaan Sampah di TPA Banyuroto Kulon Progo. Jurnal Teknik Lingkungan UII, 1 (1), 1-8.Monicasari, S. I. (2016). Kajian Kesejahteraan Masyarakat Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliori Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Skripsi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (Tidak Dipublikasikan)Natsir, A. (2018). Ilmu dan Rekayasa Lingkungan. Makassar: Sah Media.Nuraedah. (2014). Pemulung yang Termarginalkan (Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pemulung di Kelurahan Lasoani). Jurnal Untad, 17 (3), 56-63.Pracoyo, T. K. (2016). Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta: Grasindo.Puspitasari, D. (2011). Faktor yang Paling Berpengaruh terhadap Komitmen Kerja Perawat Panti Wreda di Surakarta. Jurnal Pisikologi Undip, 9 (1), 57-64.Putra, P. H. (2018). Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 2 (1), 21-31.Putri, T. W. (2017). Penanaman Nilai-nilai Antikorupsi Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Di MAN BATU. Malang: UMM Institusional Repository.Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Teori Ekonomi Makro Edisi Keempat. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.Ramon & Afrianto. (2016). Karakteristik Penanganan Sampah Tumah Tangga Di Kota Bengkulu. JKMA, 10 (1), 24-31.Riyandi, S. (2015). Reiventing Bank Sampah: Optimalisasi Nilai Ekonomi Limbah Berbasis Pengelolaan Komunal Terintegrasi. Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syari'ah, 7 (2), 205-215.Sahil, J., Muhdar, M. H., Rohman, F., & Syamsuri , I. (2016). Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan DufaDufa Kota Ternate. Jurnal BIOeduKASI, 4 (2), 478-487.Saggaf, W. S. (2018). Reformasi Pelayanan Publik di Negara Berkembang. Makassar: Sah Media.Sejati, K. (2009). Pengelolaan Sampah Terpadu Dengan Sistem Node, Sub Point, dan Center Point . Yogyakarta: Kanisius.Setyaningrum, I. (2015). Karakteristik Peningkatan Pengelolaan Sampah Oleh Masyarakat Melalui Bank Sampah. Jurnal Teknik PWK, 4 (2), 185-196.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: CV.Alfabeta.Tatambihe, L. (2017). Kontribusi Ibu Rumah Tangga Sebagai Pemulung Sampah dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga. EJurna Unsrad, 6 (2), 1-16.Umar, H. (2003). Metodologi penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Jakarta: Gramedia.Wahyudi, J. (2018). Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Baku Pembuatan BahanBakar Alternatif. Jurnal Litbang, 14 (1), 56-67.Widarti, B. N., Ramadhani, N., & Meicahayanti, I. (2017). Efektivitas Dalam Mengurangi Sampah dan Nilai Ekonomi Pengelolaan Sampah di Bank Sampah. Jurnal Info Teknik, 18 (2), 171-178.Yantos. (2017). Strategi Survive Pemulung (Studi Kasus Komunitas Pemulung di Pinggiran Sungai Sail Pekanbaru). Jurnal Risalah, 28, (1), 31-42. 
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INVESTASI SWASTA DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA” B01112047, Nurma
Jurnal Curvanomic Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High economic growth indicates the success of regional development. It is expected that economic development enable to enhance production factors, the ones which elicit big scheme economic development. This study aims to investigate how much influence of government expenditure, private investment, and employment to economic growth in Indonesia. This qualitative study uses panel data analysis to examine five year secondary data (2010-2014) from 33 provinces in Indonesia. The model of analysis used is multiple linear regression with fixed effects. The result show that (1) government expenditure (prob. 0.0000) and private investment (prob. 0.0009) affect positive and significantly to the economic growth. However, employment (prob. 0.4215) has positive but not significant contribution to the growth. It can be established from R2 level (0.983893) 0R 98.39 percent of dependent variables wich contribute to economic development in Indonesia.Key words: economic growth, government expenditure, private investment, employment
PENGARUH INVESTASI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN ANTAR DAERAH DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT B1011131019, MUHAMMAD ROBBY ISFAN ROBBY
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan ekonomi yang baik merupakan capaian yang ingin diperoleh setiap daerah di Indonesia. Namun dengan adanya perbedaan alokasi investasi yang tidak merata pada beberapa daerah dan indeks pembangunan manusia yang berbeda tiap daerah akan menyebabkan ketimpangan dan perbedaan pendapatan antar daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, investasi, dan indeks pembangunan manusia terhadap ketimpangan distribusi pendapatan antar daerah di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011-2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan berupa data panel 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat dan. Data diolah dengan analisis data panel dengan hasil fixed effect model. Seluruh variabel penelitian berpengaruh secara simultan terhadap ketimpangan pendapatan. Secara parsial variabel investasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan distibusi pendapatan, sementara indeks pembangunan manusia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan.Kata Kunci : investasi, ipm, dan ketimpangan distribusi pendapatanDAFTAR PUSTAKAArsyad, Lincolin. 2010. Ekonomi Pembangunan. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPNBoediono, 1985, Teori Pertumbuhan Ekonomi, BPFE, Yogyakarta.Badan Pusata Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2011). Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak : BPS........(2012). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.      …….(2013). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.…….(2014). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.…….(2015). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.…….(2016). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS..Fitriyah dan Rachmawati. 2012. Analisis Ketimpangan Pembangunan Daerah Serta Hubungannya dengan Kesejahteraan Masyarakat di Kawasan Gerbangkertosusila Provinsi Jawa Timur.Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang. Universitas Diponogoro, 2005 Edisi 3Jhingan, M.L. 1999. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali Pers.Kuncoro Mudjarad, 2006. Ekonomi Pembangunan : Teori, Masalah dan Kebijakan. Edisi Keempat. UPP STIM YKPN : Yogyakarta.Mahesa, Ristiawan. 2013. Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan  Pendapatn  Antar Kecamatan Di Kabupaten Gianyar. E-Jurnal EP UNUD 2 (3), hal : 119-128Mankiw. 2006. Teori Makro Ekonomi. Edisi Keempat. Jakarta : Penerbit Erlangga.Maqin, Abdul. 2011. Analisis Disparitas Pendapatan Antar Daerah di Jawa Barat. Jurnal Trikonomika 6 Vol.2 Universitas PasundanMasli, lili. 2008, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, STIE STAN IM, JakartaNoviana, Devi. 2014. Analisis Tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2003-2012. Universitas Diponegoro.Nurlaili, Ani. 2016. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan di Pulau Jawa Tahun 2007-2013. Universitas Negeri Yogyakarta.Patta, Devyanti. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Sulawesi Selatan Periode 2011-2010. Skripsi Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin, Makasar.Puput, D. K. & Made, K. S. (2013) “Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Antar Kecamatan di Kabupaten Buleleng 2007-2011” ,Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Undayana. Vol, 2. No, 3 164-172. ISSN: 2303-0178.   Putong, Iskandar, 2007, Economics, Pengantar Mikro dan Makro. Jakarta: Mitra Wicana MediaPrasetyo, B. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers.Retnosari. D, 2006. Analisis Pengaruh Ketimpangan Distribusi Pendapatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat (Skripsi): Bogor: Universitas IPB Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.Savitri, Ayu. 2008. Disparitas dan konvergensi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Per Kapita antar Kabupaten/Kota Di Provinsi Bali. Jurnal Ekonomi dan Sosial, INPUT. Vol 1:38-48Sholihah, Ni’matush. 2013. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Penanaman Modal dan Tingkat Pendidikan Terhadap Disparitas Pendapatan di Provinsi Jawa Timur.Singarimbun & Effendi. (1995). Metode Penelitian Survai. Jakarta : PT. Pustaka.Sultan dan Jamzani. 2010. Analisis Ketimpangan Pendapatan Regional di DIY-Jawa Tengah serta faktor-faktor yang Mempengaruhi periode 2000-2004. Buletin Ekonomi Vol.8 Universitas Pembangunan Yogyakarta.Sumodiningrat, G. (2001). Ekonometrika. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.Suryana, 2000. Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Selemba Empat.Sutarno, 2003.Pertumbuhan ekonomi dan  Ketimpangan  Antar  Kecamatan  di  Kabupaten  Banyumas 1993-2000. Jurnal  Ekonomi  Pembangunan, Vol. 8 No. 2 Des, 2002, 97-100.Taringan, Robinson, 2005. Perencanaa Pembangunan Wilayah. Jakarta : Bumi AksaraTodaro, Michael. (2006), Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, Edisi kedelapan, Jakarta, Erlangga.UNDP, 1990-2009. Human Dvelopment Report. UNDP (On-Line).Yoga, I Made Sedana. 2006. “Pengaruh Pengeluaran Pemerintah dan Investasi terhadap Kesenjangan Pembangunan antar daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali”. Denpasar: Universitas Udayana.

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue