ABSTRAKPembangunan yang berkesinambugan sebagai salah satu komponen terpenting didalam proses ekonomi, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebutuhan masyarakat tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pemulung di dalam tata kelola dan potensi nilai ekonomi sampah di kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam mengukur variabel adalah dengan wawancara mendalam kemudian di deskriptifkan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang terdiri dari kuesioner yang telah disebar. Teknik pengumpulan data berupa tahap observasi, tahap wawancara terstruktur, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa tata kelola sampah dikota Pontianak tidak megenal adanya pemulung sebagai pihak yang turut membantu pemerintah didalam mengelola sampah sehingga dapat dimanfaatkan kembali untuk dijual sebagai barang yang memiliki nilai ekonomi Serta potensi ekonomi sampah dikota Pontianak belum digali secara serius dan optimal. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah melalui DLH perlu meningkatkan kemitraan lintas sektoral didalam mengelola sampah yang ada di kota Pontianak. Kata Kunci : Pemulung, Pengelolaan Sampah, Nilai Ekonomi SampahDAFTAR PUSTAKA  Adioetomo, S. M, & Samosir, O. B. (2010). Dasar-dasar Demografi Edisi 2. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.Andriyanti, L. L. (2018). Karakteristik Pemulung di Sumber Sampah Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Jurnal Teknik Lingkungan UII, 1 (1), 1-12.Anggraini, S. (2017). Public Private Partnership Dalam Pengembangan Program Sidoarjo Bersih dan Hijau di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 5 (1), 1-16.Anjasmara, N. (2017).Aprilyanti, S. (2017). Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktifitas Kerja (Studi Kasus PT. Oasis Water Internasional Cabang Palembang), Jurnal Sistem dan Manajemen Industri, 1 (2), 68-72.Asdiantri. (2016). Analisis Potensi Nilai Ekonomi Sampah Perumahan Kota Pontianak. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 1 (1), 1-10.Azhari. (2019). Sketsa Masyarakat Pemulung Kota Bandung. Jurnal Sosioteknologi, 8 (7), 696-701.Badan Pusat Statistik. (2010). Pedoman Penghitungan Proyeksi Penduduk dan Angkatan Kerja. Jakarta: BPS.                                  . (2018). Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2024 Hasil SUPAS 2015. Jakarta: Badan Pusat Statistik.Departemen Kesehatan RI. (2015). Situasi Kesehatan Kerja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RIHarahap, F. I. (2017). Pemberdayaan Masyarakat Pemulung Sampah Sungai Citarum Melalui Koperasi Bangkit Bersama. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 4 (2), 180-186.Hartono, E. (2006). Peningkatan Pelayanan Pengelolaan Sampah di Kota Brebes Melalui Peningkatan Kemampuan Pembiayaan. Semarang: eprints undip.Kristiani, H. J., Kurniawan, Y., & Ishak. (2017). Simulasi Keuntungan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Mempertimbangkan Faktor Risiko Pemulung, Lapak dan Pabrik Daur Ulang. Jurnal Hijau, 2 (4), 1-5.Herlina. (2016). Tinjauan Atas Penerimaan Pendapatan Jasa Pada Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung. Bandung: JBPTUNIKOMPP.Hutagalung (2015). Peran Pemulung dalam Pengelolaan Sampah dan Timbunan Sampah di TPA Terjun Kecamatan Medan Marelan Kota Medan Tahun 2015. Jurnal USU, 4 (3), 1-8.Janah, Miftahul. (2019). Deskripsi Kondisi Sosial Ekonomi Kepala Keluarga Pemulung di Kelurahan Kali Balau Kota Bandar Lampung, Jurnal Fkip Unila, 7 (4), 1-13.Kasmir. (2006). Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Kristina, J. H., Kurniawan. Ishak. (2017). Simulasi Keuntungan Pengelolaan Sampah Plastik dengan Mempertimbangkan Faktor Risiko Pemulung, Lapak dan Pabrik Daur Ulang. Jurnal Teknologi Hijau, 2 (4), 1-5.Kurniasih, E. P. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jebik, 6 (2), 97-119.Lumintang, F. M. (2013). Analisis Pendapatan Petani Padi Di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur. Jurnal EMBA, 1 (3), 991-998.Mahyudin, R. P. (2017). Peningkatan Peranan Pemulung untuk Meningkatkan Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Jurnal EviroScienteae, 13 (1), 62-68.Megawangi, V. (2019). Peran Sektor Informal dalam Pengelolaan Sampah di TPA Banyuroto Kulon Progo. Jurnal Teknik Lingkungan UII, 1 (1), 1-8.Monicasari, S. I. (2016). Kajian Kesejahteraan Masyarakat Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliori Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Skripsi Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (Tidak Dipublikasikan)Natsir, A. (2018). Ilmu dan Rekayasa Lingkungan. Makassar: Sah Media.Nuraedah. (2014). Pemulung yang Termarginalkan (Studi Sosial Ekonomi Masyarakat Pemulung di Kelurahan Lasoani). Jurnal Untad, 17 (3), 56-63.Pracoyo, T. K. (2016). Aspek Dasar Ekonomi Mikro. Jakarta: Grasindo.Puspitasari, D. (2011). Faktor yang Paling Berpengaruh terhadap Komitmen Kerja Perawat Panti Wreda di Surakarta. Jurnal Pisikologi Undip, 9 (1), 57-64.Putra, P. H. (2018). Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 2 (1), 21-31.Putri, T. W. (2017). Penanaman Nilai-nilai Antikorupsi Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Di MAN BATU. Malang: UMM Institusional Repository.Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Teori Ekonomi Makro Edisi Keempat. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.Ramon & Afrianto. (2016). Karakteristik Penanganan Sampah Tumah Tangga Di Kota Bengkulu. JKMA, 10 (1), 24-31.Riyandi, S. (2015). Reiventing Bank Sampah: Optimalisasi Nilai Ekonomi Limbah Berbasis Pengelolaan Komunal Terintegrasi. Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syari'ah, 7 (2), 205-215.Sahil, J., Muhdar, M. H., Rohman, F., & Syamsuri , I. (2016). Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah Di Kelurahan DufaDufa Kota Ternate. Jurnal BIOeduKASI, 4 (2), 478-487.Saggaf, W. S. (2018). Reformasi Pelayanan Publik di Negara Berkembang. Makassar: Sah Media.Sejati, K. (2009). Pengelolaan Sampah Terpadu Dengan Sistem Node, Sub Point, dan Center Point . Yogyakarta: Kanisius.Setyaningrum, I. (2015). Karakteristik Peningkatan Pengelolaan Sampah Oleh Masyarakat Melalui Bank Sampah. Jurnal Teknik PWK, 4 (2), 185-196.Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: CV.Alfabeta.Tatambihe, L. (2017). Kontribusi Ibu Rumah Tangga Sebagai Pemulung Sampah dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga. EJurna Unsrad, 6 (2), 1-16.Umar, H. (2003). Metodologi penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Jakarta: Gramedia.Wahyudi, J. (2018). Pemanfaatan Limbah Plastik Sebagai Bahan Baku Pembuatan BahanBakar Alternatif. Jurnal Litbang, 14 (1), 56-67.Widarti, B. N., Ramadhani, N., & Meicahayanti, I. (2017). Efektivitas Dalam Mengurangi Sampah dan Nilai Ekonomi Pengelolaan Sampah di Bank Sampah. Jurnal Info Teknik, 18 (2), 171-178.Yantos. (2017). Strategi Survive Pemulung (Studi Kasus Komunitas Pemulung di Pinggiran Sungai Sail Pekanbaru). Jurnal Risalah, 28, (1), 31-42.Â