cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
ANALISIS POTENSI SUB SEKTOR PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2012 – 2016 INDAH, Indah Liliani Pasaribu B1011141033
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Untuk mencapai hasil yang baik dalam pembangunan ekonomi yang diharapkan, perlu diangkat sektor-sektor yang menjadi andalan suatu daerah. Sektor yang dimaksud selain mampu untuk dikembangkan juga harus dapat memberikan dampak terhadap perkembangan sektor lainnya secara bersamaan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat serta dapat menjadi penyalur pendapatan daerah melalui kegiatan-kegiatan ekspor. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk menganalisis sub sektor pertanian manakah yang berpotensi atau unggul untuk dikembangkan sebagai penunjang perekonomian di Kabupaten Ketapang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, Kontribusi dan Laju Pertumbuhan sub sektor Pertanian. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis LQ, MRP (Modal Ratio Pertumbuhan), Overlay dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sub sektor Pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian, sub sektor Kehutanan dan penebangan kayu dan sub sektor Perikanan di Kabupaten Ketapang tahun 2012-2016 merupakan sub sektor yang masuk ke dalam klasifikasi sub sektor maju namun tertekan dan memiliki nilai LQ diatas satu yang artinya ketiga sub sektor tersebut adalah sub sektor basis. Jika dilihat dari analisis model ratio pertumbuhan (MRP) sub sektor Pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian, sub sektor Kehutanan dan penebangan kayu, sub sektor Perikanan bernotasi negatif, artinya kriteria pertumbuhan perekonomian pada Sektor pertanian Kabupaten Ketapang relatif rendah.Kata Kunci: PDRB, Sektor Potensial, dan Pembangunan ekonomi daeraDAFTAR PUSTAKAAdisasmita, Rahardjo. 2013. Teori-teori Pembangunan Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu.Adisasmita H R. 2005. Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.Afrizal F. 2013. Analisis Pengaruh Tingkat Investasi, Belanja Pemerintah dan Tenaga Kerja terhadap PDRB di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2001-2011. Universitas Hasanuddin, Indonesia.Arsyad, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.Arifin, Bustanul, Rachbini D J. 2001. Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik. Jakarta: PT Grasindo.Ayubi A.A. 2014. Analisis Potensi Ekonomi Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ekonom Pembangunan, 12(1), 2-15.Badan Pusat Statistik. 2017. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Ketapang 2012 – 2016. Ketapang: Badan Pusat Statistik.Bukhori, M. 2014. Sektor Pertanian Terhadap Pembangunan di Indonesia. Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Indonesia.Dede M, Sewu R.S.B, Yutika M, Ramdhan F. 2016. Analisis Potensi Perekonomian Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Serta Pertambangan dan Penggalian di Pantura Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional (hlm.100-108). Bandung, Indonesia. Universitas Pendidikan Indonesia.Djojohadikusumo, Sumitro. 1994. Perkembangan Pemikiran Ekonomi: Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. PT. Pustaka LP3ES Indonesia. Jakarta.Domanski, Boleslaw, Gwosdz K. 2010. Multiplier Effect In Local And Regional Development. Poznan: University Press.Glasson J. 1990. Pengantar Perencanaan Regional. Terjemahan Paul Sitohang. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.Hastuti P. 2017. Analisis Sektor Unggulan di Wilayah Kabupaten Madiun Tahun 2011-2015. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia.Irawan, Y.K. (2018). Bareskrim Polri Bekuk Bos “Illegal Loggin” di Kalimantan Barat. Website: https://regional.kompas.com/read/2018/01/19/23490111/bareskrim-polri-bekuk-bos-illegal-logging-di-kalimantan-barat.Jayapos. (2012). Sindikat Pengebom Ikan di Perairan Ketapang dan KKU Kembali Marak. Website: http://harianjayapos.com/detail-1332-sindikat-pengebom-ikan-di-perairan-ketapang-dan-kku-kembali-marak.htmlJhingan M.L. 2010. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT Raja Grafindo PersadaKamarudin. 2010. Analisis Potensi Sektor Ekonomi Kabupaten Jember. Situbundo: Universitas Abdurahman Saleh. Hal 16-32.Maharani E. 2012. Analisis Potensi Sektor Pertanian di Kabupaten Landak 2005-2009. Universitas Tanjungpura, Indonesia.Mawardi, I. 1997. Daya Saing Indonesia Timur Indonesia dan Pengembangan Ekonomi Terpadu. Jakarta: Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi & Sosial.Mardikanto, Totok. 2007. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. Jakarta: Pusat Penyuluhan Kehutunan Republik Indonesia.McMillan, J.H. and Schumacher, S. 2001. Research in Education. New York: Longman, Inc.Prasetyo P. E. 2009. Fundamental Makro Ekonomi. Yogyakarta: Beta Offset.Rasyid A. 2016. Analisis Potensi Sektor Potensi Pertanian di Kabupaten Kediri Tahun 2010-2014. Jurnal Ekonom Pembangunan, 14(2), 100-111. Rachbini, Didik. 2001. Pembangunan Ekonomi dan SDM. Jakarta: PT. Grasindo.Retna, Z. N. 2017. Strategi Pengembangan Subsektor Unggulan di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2011-2015. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia.Sanusi B. 1987. Pembangunan Daerah dilihat dari Potensi Energi. Jakarta: LPFE UI.Saptana dan Ashari. 2007. Pembangunan Pertanian Berkelanjutan melalui Kemitraan Usaha. Jurnal Litbang Pertanian, 26 (4), 123-130.Setyabudi, Heru. 2005. Pengaruh Pertumbuhan PDRB Terhadap Elastisitas Kesempatan Kerja di Sumatera Selatan. Tesis. Program Pascasarjana. UNSRI. Palembang.Simamora A.P, Sirojuzilam, Supriadi. 2013. Analisis Potensi Sektor Pertanian Terhadap Pengembangan Wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Ekonom, 16(2), 54-66.Sjafrizal. 2008. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Padang: Baduose Media, Cetakan Pertama.Sukirno, Sadono. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses Masalah, Dasar Kebijakan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Sukirno, Sadono. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Edisi ketiga. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Sumitro Djojohadikusumo, 1994. Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. Jakarta: LP3S. Hal 2.Suryana. 2000. Ekonomi Pembangunan (Problematika dan Pendekatan). Bandung: Salemba Empat.Suyatno. 2000. Analisa Economic Base terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Tingkat II Wonogiri. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 1(2), 144-159.Syahroni. 2016. Analisis Peranan Sektor Pertanian Dalam Perekonomian Kabupaten Sarolangun. E-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 5(1), 1-9. Tarigan, Robinson. 2005. Ekonomi Regional (Teori dan Aplikasi). Jakarta: PT. Bumi Aksara.Tamyawan S. 2012. Analisis Potensi Sektor Pertanian Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Tengah (Analisis Data PDRB Provinsi Jawa Tengah Tahun 2004-2008). Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia.Tjokroamidjojo. 1993. Perencanaan Pembangunan. Jakarta: Masagung. Todaro, Michael, P, Smith C. 2011. Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.Tumenggung, S. 1996. Gagasan dan Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi Terpadu (Kawasan Timur Indonesia). Jakarta: Direktorat Bina Tata Perkotaan dan Pedesaan Dirjen Cipta Karya Departemen PU.Widodo, Tri. 2006. Perencanaan Pembangunan: Aplikasi Komputer. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Zaris R. 1987. Prespektif Daerah dalam Pembangunan Nasional. Jakarta: LPFE UI.
FLYPAPER EFFECT PADA PENGARUH DAU DAN PAD TERHADAP BELANJA DAERAH DI BIDANG KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN PELAYANAN UMUM PADA KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT B01110057, FIANTI LESTARI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research about The flypaper effect in general fund allocation and regionally original income to regional expenditure  for health, education and public service on the district or the town in west kalimantan province This study aimed to analyze the effect of the General Allocation Fund (DAU) and Regionally Original Income’s (PAD) to the Regional Expenditure for health, education and public service and to determine whether the flypaper effect occurs in DAU and PAD’s influence to Regional Expenditure for health, education and public service. Object of this study was all of the District/Town in west Kalimantan for the peiode 2009 - 2013. With data compiled from the Region Budget of Revenue and Expense (APBD). The Methodology research used in this research is descriptive quantitative research data used are secondary. The type of data used are secondary data published by Directorate General Of Proportion Finance and other agencies, then the data in processed using Eviews 6 program with panel data regression analysis, random effect model approach. The independent variable are the DAU and the PAD, and the dependent variable is the Regional Expenditure for health, education and public service. As the result of this study show that DAU and PAD have a significant impact on Regional Expenditure for health, education and public service. Through this research indicated that the flypaper effect was not found in DAU and PAD’s influence to Regional Expenditure for health and education,but in orther to Regional Expenditure for public service happened the flypaper effect.   Keywords :  Flypaper effect, General Allocation Fund (DAU), Regionally Original Income (PAD), Regional Expenditure for health, education and public service.
TIPOLOGI KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2008-2011 B01106137, Mustapa
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study entitled " Typology of Kubu Raya regency Financial Year 2008-2011 ". As for the problem of this research is a typology of regional finance How Kubu Raya district . This research uses descriptive method , the research describes the circumstances and events based on the facts fit what happened in the study variables . The author uses time series data , ie data collected over time ( time series ) from various sources to answer the purpose of this thesis . In relation to the discussion of this paper , the authors use the typology Financial Analysis area. Conclusions from this research that there are still areas that have not been healthy financial or backward to the low growth makes pembangunanan Regional Di Kubu Raya district of 12 components in the reception area , 4 of which are included on the receipt that is retarded Retribution , results separated areas of wealth management , fund of tax / non-tax revenue and Emergency Fund . And there are 11 components in the shopping area of ??6 dianataranya backwardness that is included in the category Flowers Shopping , Shopping subsidies , grants Shopping , Shopping for the results of the provincial / district / town & village governments , unexpected shopping , and shopping for goods and services. By creating the advanced economies for the Kubu Raya district , budget management areas more wisely considered very important to make this happen , so make independent financial for the area . And with the creation of human resource capacity and infrastructure to support the proposition economy and encourage economic investment in Kubu Raya District to be more advanced and compete against other regions.
PENGARUH KREDIT, INFLASI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH DI SEKTOR KESEHATAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA PERIODE TAHUN 2004 – 2015 B1011131052, Bella Nur Ariyanti
Jurnal Curvanomic Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh permintaan kredit, inflasi dan pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan terhadap pertumbuhan ekonomi periode 2004 – 2015. Adapun variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah permintaan kredit modal kerja, kredit investasi, inflasi dan pengeluaran pemerintah disektor kesehatan dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapat melalui Kantor Badan Pusat Statistik dan Kantor Bank Indonesia, dianalisis dengan model regresi berganda menggunakan program Eviews8. Hasil penelitian menujukkan bahwa kredit modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, kredit investasi berpengaruh negatif dan siginifikan, inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan dan pengeluaran pemerintah sektor kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia periode 2004 – 2015.     Kata Kunci: Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, Inflasi dan Pengeluaran Pemerintah sektor Kesehatan dan Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS DANA BAGI HASIL PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR ( BBNKB ) KEPADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Khanum, Ratna Sofia
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perhitungan dana Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor apakah sudah sesuai dengan undang-undang dan Peraturan Gubernur,untuk mengetahui perbandingan dana bagi hasil PKB dan BBNKB berdasarkan potensi daerah serta Kontribusi dana Bagi Hasil PKB dan BBNKB terhadap Pendapatan Daerah kepada Kebuoaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Alokasi Bagi Hasil Penerimaan Pajak Daerah  untuk masing masing  Kabupaten/Kota adalah Pemerintah Provinsi sebesar 70% dan Pemerintah Kabupatan/Kota sebesar 30%. Selanjutnya untuk setiap Kabupaten/Kota pembagiannya 25% berdasarkan pemerataan dan 75% berdasarkan potensi atau realisasi penerimaan pajak masing-masing Kabupaten/Kota. Bagi Hasil PKB dan BBNKB memiliki kontribusi yang sangat rendah terhadap Pendapatan Daerah di Kalimantan Barat. kunci: Bagi Hasil, Kontribusi, Pajak Kendaraan Bermotor(PKB), Bea Balik Nama Kendaraan BermotorDAFTAR PUSTAKABadan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Barat.Bigdai. Vitaly. 2000. Fiscal Decentralization and Tax Sharing in Transition Economies. Thesis. National University “Kiev-Mohyla Academy”.Chalid, Pheni. 2005, “ Keuangan Daerah Investasi dan Desentralisasi “. Kemitraan.JakartaDamang, Rineka cipta. Pendapatan Asli Daerah. http:/www.negarahukum.com/hukum/pendapatan asli-daerah.html. (diakses pada 27 September 2017).Darmono. 2010. Analisis Dana Bagi Hasil Pajak Sebelum dan Sesudah Otonomi Daerah di Kabupaten Berau. Jurnal Manajemen dan Akuntansi. Vol. 11 No. 2.Davoodi, Hamid and Heng-fu Zou. 1998. Fiscal Desentralization and Economic Growth: A CrossCountry Study, Journal of Urban Economics.Ebel, Robert D. dan Yilmaz, Seidar. 2002. Concept of Fiscal Decentralization and World Wide Overview. World Bank Institute. Tersedia:http://www.worldbank.org.Endarmoko, Eko. 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gremedia Indonesia Pustaka Utama.Fajri, Em Zul dan Senja, Ratu Aprillia. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Difa Publisher.Halim, Abdul. 2001. Anggaran Daerah dan “ Fiscal Stress” (Sebuah studi kasus pada anggaran daerah provinsi di Indonesia). Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 16 No.4.Halim, A. 2004. Manajeman Keuangan Daerah. Yogyakarta : UMP AMP YPKN.                 , 2007. Pengelolaan Keuangan Daerah. Jakarta : Salemba Empat.Halim, Abdul dan Ibnu Mujib. 2009. Problem desentralisasi dan perimbangan keuangan pemerintah pusat-daerah Peluang dan tantangan dalam pengelolaan sumber daya daerah. Yogyakarta : Penerbit Sekolah Pasca Sarjana UGM.Kaho J. Riwu. 2007. Analisis Hubungan Pemerintahan Pusat dan Daerah.Kartika, M. (1025) Transfer Pusat dan Upaya Pendapatan Asli Daerah (studi kasus Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat). Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol (4) No. 1 45-47.Kuncoro, M. 2004. Otonomi dan Pembangunan  Daerah: Reformasi, Perencanaan,  Strategi,  dan Peluang. Jakarta: Erlangga.Magistya, Oti Dwi. 2018. Pemanfaatan Dana Bahi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Lampung.Maharani, Novia Ratna dan Achmad Husaini, Sunarti. 2011. Analisis Pendapatan Bagi Hasil Pajak Provinsi Sebagai Upaya Peningkatan Pembangunan Daerah. Jurnal Universitas Brawijaya.Mardiasmo. 2004. Perpajakan, edisi revisi. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset.Nurulloh, Arham. 2014. Analisis Pertumbuhan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Pengaruhnya pada Pendapatan Daerah di Kabupaten Bantul Periode 2006-2012. Skripsi.etd.repository.ugm.ac.id.Ojong, Cornelius M dan Ogar Anthony, Oka Felix Arikpo. 2016. The Impact of Tax Revenue on Economic Growth: Evidence from Nigeria. Journal of Economics and Finance. Volume 7, Issue 1.Pradana, Fiqih dan Mochammad Al Musadieq, Zahro ZA. 2014. “ Analisis Kontribusi Pendapatan Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk Dana Pembangunan daerah Kota Malang periode 2010-2014. Jurnal Universitas Brawijaya.Pradnyana, Putu Aryandhi  dan Gede Putra Ariana. 2018. Pola Bagi Hasil Pajak Provinsi Dengan Daerah Kabupaten / Kota Di Bali Terkait  Perda Bali Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Penetapan Pemberian Sebagai Hasil Penerimaan Pajak Provinsi Bali Kepada Kabupaten / Kota.Rahayu, Ani Sri.2014. Pengantar Kebijakan Fiskal. Jakarta: Bumi Aksara.Ritonga, Irwan Taufiq. 2010. Perencanaan dan penganggaran keuangan daerah Indonesia. Yogyakarta : sekolah pascasarjana UGM.Saidi, Muhammad Djafar. 2010. Pembaruan Hukum Pajak. Jakarta: Rajawali PersSiti Resmi. 2005. “Perpajakan Teori dan Kasus”, Edisi Dua, Penerbit  Salemba Empat, Jakarta.Simajuntak, Timbul Hamonangan. 2009. Kepatuhan Pajak ( Tax Compliance ) dan dana bagi hasil pajak dalam perekonomian di Jawa Timur. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan Vol.1 No.2 2009.Suprianto.2013.Analisis Bagi Hasil Penerimaan Pajak Daerah Tingkat I (Provinsi) Kepada daerah Kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal ekonomi. Edisi Ke XXXIII Tahun Ke XXII  Desember 2013 Vol. 2.Theo, Jordi, sifrid Pangemanan dan Stanley Kho Walandouw. 2018. Analisis Penerimaan dan Dana Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern 13(4).Velayati, M Rizkika, Dkk. 2013. Analisis efektivitas dan kontribusi tindakan penagihan pajak aktif dengan surat teguran dan surat paksa sebagai upaya pencairan tunggakan pajak (Studi pada kantor pelayanan pajak pratama batu tahun 2010-2012). Skripsi. Malang: Universitas Brawijaya.Waluyo. 2009. “Perpajakan Indonesia”, Edisi ke Delapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.Winarso, widi.2015. Analisis Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus pada CP DISPENDA Provinsi Wilayah Sukabumi Kabupaten II). Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT).Yani, Ahmad. 2002, Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah di Indonesia, Jakarta: Penerbit PT Raja Grafindo Persada.Peraturan Perundang-UndanganPeraturan daerah Nomor 2 Tahun 2012 “ Tentang Dana Bagi Hasil Pajak”, Pemerintah Daerah, Kalimantan Barat.  Jurnal Unud vol.6, No.2.https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/39008Peraturan Gubernur 33 Tahun 2013 “Tentang Bagi Hasil Penerimaan Pajak Provinsi Kalimantan Barat Kepada Kabupaten /Kota di Provinsi Kalimantan Barat”.Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009,“Tentang ketentuan umum dalam tata cara perpajakan”, Pemerintah RI, Jakarta.Undang-Undang Nomor 23A Tahun 1945,“Tentang Pajak”, Pemerintah RI, Jakarta.Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009,“Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah”, Pemerintah RI, Jakarta.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004, “Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintahan Daerah ”,Pemerintah RI, Jakarta.Sumber LainRahino, Rizki Prabowo. 2018. Midji minta kepala BPKPD segera bayar bagi hasil   pajak ke 14 Kabupaten/Kota. Artikel Tribun Pontianak. https://pontianak.tribunnews.com/2018/10/07/midji-minta-kepala-bpkpd-kalbar-segera-bayar-bagi-hasil-pajak-ke-14-kabupaten-dan-kota. 
ANALISIS SEKTOR EKONOMI POTENSIAL KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2011-2017 Sari, Astuti Indah
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam mencapai tujuan tersebut sektor-sektor ekonomi daerah perlu dikembangkan sebagai sektor potensial. Kabupaten Mempawah memiliki peluang yang cukup besar dalam mengembangkan potensi sektor-sektor ekonomi yang dimiliki untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor-sektor ekonomi yang merupakan sektor basis dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Mempawah, untuk mengetahui pergeseran struktur ekonomi Kabupaten Mempawah, dan untuk mengetahui klasifikasi setiap sektor di Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, Laju Pertumbuhan dan Kontribusi sektor ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient, Shift Share, dan Typology Klassen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dan Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib di Kabupaten Mempawah tahun 2011-2017 merupakan sektor yang masuk dalam klasifikasi sektor cepat maju dan memiliki nilai LQ diatas satu yang menujukan bahwa sektor tersebut merupakan sektor basis. Jika berdasarkan analisi Shift Share perekonomian Kabupaten Mempawah masih bergantung kepada perekonomian Kalimantan Barat dan komposisi sektoral pada PDRB Kabupaten Mempawah cenderung mengarah pada perekonomian yang tumbuh relatif lambat. Kata Kunci : PDRB, Location Quotient, Shift Share, Typology Klassen dan Sektor Basis DAFTAR PUSTAKA Adisasmita, R. (2008). Pengembangan Wilayah Konsep dan Teori. Jakarta: Graha Ilmu.Agustiar, M. (2013). Structural Transformation in West Kalimantan Towards ASEAN Economic Community 2015.Amalia, F. (2012). Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Wilayah Kabupaten Bone Belango dengan Pendekatan Sektor Pembentuk PDRB. Jurnal Etikonomi Vol.11, No.2(196-207).Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.Badan Pusat Statistik, (2014). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2015). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2016). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2017). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.___________________(2018). Kabupaten Mempawah Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik, (2014). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2015). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2016). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2017). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.__________________(2018). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.Bendavid, A.L. (1991). Regional and Local Economic Analisis For Practioners (4th ed). New York: Preager Publisher.Glasson, J. (1977). Pengantar Perencanaan Regional. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Hajeri, Y, & D (2015). Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan Vol.4, No.2 (253-269).Jumiyanti, K. (2018). Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Non Basis di Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ekonomi Vol. 1, No. 1(29-43).Kuncoro, M. (2006). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Kurniawan, D, & W. (2015). Analisis Sektor Ekonomi Potensial di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Sosial Ekonomi Dan Humaniora Vol. 1, No. 1(24-32).Ma'mun, D. & S (2012). Analisis Pergeseran Struktur Ekonimi dan Identifikasi Sektor Potensial Wilayah Pengembangan (Studi Kasus di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat). Jurnal Social Economic Of Agriculture Vol. 2, No. 1(7-28)Octaria, N. & P. (2015). Analisis Sektor Unggulan Di Kota Medan. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Vol. 3, No. 1(59-71).Putra, W. (2018). Perekonomian Indonesia. Depok: PT.RAJAGRAFINDO PERSADA.Sapriadi, & H. (2015). Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Kabupaten Bulukumba. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Bisnis Vol. 1, No. 1(71-86.Sirojuzilam. (2008). Disparitas Ekonomi dan Perencanaan Regional, Ketimpangan Ekonomi Wilayah Barat dan Wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara. Medan: Pustaka Bangsa Press.Sjafrizal. (1997). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat. Jakarta: Prisma LP3ES.Tarmidi, L. (1992). Ekonomi Pembangunan. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Daerah. Bumi Aksara.Tarigan, R. (2006). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Bumi Aksara Cetakan Keempat.
PENGARUH PENYALURAN KREDIT MODAL KERJA OLEH BANK KALBAR TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA UMKM DI KOTA PONTIANAK Pertiwi B21108039, Riska Octa
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penhgaruh Penyaluran Kredit Modal Kerja Oleh Bank Kalbar Terhadap Perkembangan Usaha UMKM Di Kota Pontianak”. Permasalahn dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Pengaruh Penyaluran Kredit Modal Kerja Yang Diberikan  Bank Kalbar Terhadap Perkembangan Usaha UMKM Di Kota Pontianak”. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyaluran kredit modal kerja yang diberikan Bank Kalbar terhadap perkembangan usaha UMKM di Kota Pontianak. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survey dengan tekhnik wawancara langsung kepada sejumlah responden untuk mendapatkan jawaban (respon). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, jumlah sampel yang digunakan adalah 64 responden. Variabel yang diamati adalah pengaruh penyaluran kredit Bank Kalbar terhadap perkembangan usaha UMKM di Kota Pontianak.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penyaluran kredit yang diberikan Bank Kalbar berpengaruh terhadap perkembangan usaha UMKM di Kota Pontianak. Hal ini menunjukkan bahwa modal, pendapatan dan keuntungan bersih yang dikeluarkan dan diterima responden memiliki pengaruh yang positif terhadap usaha UMKM yang mereka jalani. Karena tingginya modal setelah adanya kredit dari Bank kalbar berpengaruh terhadap naiknya tingkat pendapatan dan keuntungan bersih yang diterima pengusaha UMKM.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DAN PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP KEMISKINAN DI KALIMANTAN BARAT B01111066, Laura Desiati
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of economic growth, human development index, and unemployment on poverty in West Kalimantan. This research is a quantitative research using panel data, the data used in the form of time series (2009-2013) and data cross (14 regencies / cities in Kalimantan Barat). The data used in this research is secondary data obtained from the Central Statistics Agency and the journal as a supporter. The analytical method used is the method of multiple linear regression analysis with FEM methods used Eviews 6 software tools. The results showed that the variables of economic growth is not significant effect on poverty, minimum wage no significant effect on poverty, unemployment no significant effect on poverty. Based on these results, it is expected that the government of West Kalimantan should expand employment opportunities by making it easier to open a business license in order to work the greater the chance that a lot of manpower absorption which will have an impact on poverty figures. Improve services in education and health, and improve public infrastructure so that any activity in promoting economic growth running smoothly so that poverty can be overcome. Keywords: poverty, economic growth, human development index, and unemployment
KINERJA EKONOMI KABUPATEN KUBU RAYA DILIHAT DARI PENDAPATAN PERKAPITA, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGANGGURAN DI KALIMANTAN BARAT AINIA, SYIROTUL AINIA B1011141009
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ekonomi di dalam suatu wilayah sangat di jadikan suatu acuan di mana suatu pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu indikator pendapatan devisa suatu wilayah dan meningkatkan kemakmuran masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah unuk Untuk mengetahui dan menganalisis kinerja ekonomi Kabupaten Kubu Raya dilihat dari sisi pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi dan juga Untuk mengetahui dan menganalisis kinerja ekonomi Kabupaten Kubu Raya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pengangguran.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto Perkapita atas dasar harga berlaku, pertumbuhan ekononomi dan pengangguran. Metode analisi yang digunakan adalah Tipologi Klassen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja ekonomi Kabupaten Kubu Raya dilihat dari sisi PDRB Perkapita dan pertumbuhan ekonomi menurut Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, menunjukkan bahwa Kabupaten Kubu Raya menempati posisi kuadran kedua daerah berkembang cepat, dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi dan pengangguran, Kabupaten Kubu Raya berada dikuadran dua, dan dilihat dari sisi pendapatan perkapita dan pengangguran, Kabupaten Kubu Raya berada di kuadran empat tergolong ke daerah relative tertinggal.Kata Kunci: Kinerja Ekonomi, Tipologi Klassen, Kabupaten Kubu RayaDAFTAR PUSTAKAArsyad. L (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: Edisi Pertama, BPFE. Adisasmita. R (2005). Dasar-dasar Ekonomi Wilayah. Jakarta: Graha Ilmu.Arsyad. L (2010). Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.Alfaiz. A (2016). “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi, Tingkat Pengangguran, Dan Panjang Jalan Terhadap Ketimpangan Antar Wilayah Menurut Tipologi Klassen Pada 25 Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2004-2008”. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.Badan Pusat Statistik. (2011) Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS. Badan Pusat Statistik. (2012) Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.Badan Pusat Statistik. (2013) Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.Badan Pusat Statistik. (2014) Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.Badan Pusat Statistik. (2015) Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: BPS.Badan Pusat Statistik. (2016) Kubu Raya Dalam Angka. Kubu Raya: BPSBoediono. (1999). Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta: BPFEBadrudin. (2012). Pengembangan Ekonomi Lokal Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Tipologi Klasen dan Location Quotient: Studi Kasus di Yogyakarta”, Jurnal Ekonomi Pembangunan, (Vol 7, No 1). Elria .L (2016). “Analisis Pengaruh PDRB Perkapita, Pendidikan dan Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat”. Skripsi. Pontianak: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura.Emili & Imelia. (2006). Modul Ekonomi Regional. Jambi: Jurusan Ilmu Ekonomi FE Universitas Jambi.Megawati, E (2016). “Kinerja Perekonomian Kabupaten Sintang. Skripsi. Pontianak: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura.Feriyanto, N. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: UUP STIM YKPN.Manki, G (2006). Pengantar Ekonomi Makro. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.Handi, I. (2002). 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Elex Media Komputindo.Hamidi, Setijonegoro, dkk. (2015). Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi. Jakarta Selatan: Indeks Desa Membangun.Nanga, M. (2005). Makroekonomi: Teori, Masalah dan Kebijakan. Edisi Kedua Jakarta: PT. Raja Grafika Persada.Nanga, M. (2005). Makroekonomi. Teori masalah dan Kebijakan: Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Press.Saputra. (2016). “Analisisi Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Ketimpangan antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat: Studi kasus Provinsi Jawa Barat”, jurnal Ekonomi, (Vol.02. No. 01)Suprianto. (2012). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumbawa tahun 2006-2010”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, (Jilid 2, No 1).Sun’an, M. (2015). Ekonomi Pembangunan. Edisi Asli. Jakarta: Mitra Wacana Media.Sukirno, S. (1996). Pengantar Teori Makroekonomi: Edisi Kedua. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Suryana. (2000). Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan. Edisi Pertama, Jakarta: Salemba Empat.Sukirno, S. (2000). Makroekonomi Modern Perkembangan Pemikiran dari Klasik Hingga Keynesian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Sukirno, S. (2002). Pengantar Teori Makroekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Mulyadi, (2003). Ekonomi Sumberdaya Manusia Dalam Persektif Pembangunan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Mahsun, M. (2006). Pengukuran Kinerja Sektor Publik, Yogyakarta: BPFE.Sumarsono, S. (2003). Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Jokyakarta : Graha Ilmu.Sukirno, S. (2004). Makroekonomi. Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.Sukirno, S. (2004). Makro Ekonomi. Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Siagian, P.S. (2005). Fungsi-fungsi Manajerial. Jakarta. Penerbit Bumi Aksara.Siti, A. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: UPP YKPNSugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta.Sumanto. (2014). teori dan Aplikasi Metode Penelitian. Yogyakarta: CAPS (Center of Akademic Publishing Service).Suhartono. (2015). “Ketimpangan dan Pembangunan Ekonomi Kabupaten/Kota di Derah Hasil Pemekaran: Studi Kasus di Provinsi Banten dan Gorontalo”, Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, (vol. 6. No. 1).Sjafrizal. (1997). Pertumbuhan Ekonomidan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat, Prisma, (No. 3).Sari & Rita. (2013). “Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan Antar Provinsi di Indonesia: Studi Kasus tahun 2004-2010”. Skripsi; Semarang, Program Sarjana Universitas Diponegoro.Tarmidi, L. (1992). Ekonomi Pembangunan. Pusat Antar Universitas, Studi Ekonomi. Universitas Indonesia.Todaro, M. (2006). Pengembangan Ekonomi Dunia Ketiga. Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga.Wulandari, S.I (2016).“Analisis Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Dan Tingkat Ketimpangan Pendapatan Antar Kecamatan Di Kabupaten Magelang Tahun 2004-2013”. Skripsi; Magelang, Universitas Tidar. 
ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL DAN KALIMANTAN BARAT DARI SISI PERMINTAAN B01108077, Rena Erwina
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the correlation between economic growth in Indonesia and West Kalimantan and knows comparisons factors forming national economic growth and the demand side of West Kalimantan. The tools used in this research is the analysis of panel data regression models (cross section and time series), with observation data as much 42 on Indonesia and West Kalimantan during the period 1990 to 2010. The processing of the data using computer program SPSS 16. Based on calculations, the results of the regression and the various tests that have been done show that there is a correlation between the growth of Indonesia's economic relations with the economic growth of West Kalimantan. Forming factors of economic growth on the demand side, both nationally and in West Kalimantan is dominated by household expenditure, while the role of the export import small compared to other sectors. Keywords: Economic Growth.

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue